<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824</id><updated>2012-01-12T21:50:35.382+08:00</updated><title type='text'>Soal Jawab Aqidah Tauhid</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>291</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-6546393004459480551</id><published>2011-01-17T11:17:00.000+08:00</published><updated>2011-01-17T11:17:14.037+08:00</updated><title type='text'>Jin dan Balasan Mereka di Akhirat</title><content type='html'>Pertanyaan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah jin yang beriman akan masuk syurga ? Jika jin diciptakan dari api, lalu bagaimana mereka di adzab dengan api ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********************&lt;br /&gt;Jawaban :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak diragukan lagi bahwa jin yang beriman akan diberi pahala di akhirat dengan pahala yang layak buat mereka. Sedangkan mereka yang kafir akan diadzab, sebagaimana firman Allah Subhanahu Wata'ala yang menceritakan tentang jin :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَأَنَّا مِنَّا الْمُسْلِمُونَ وَمِنَّا الْقَاسِطُونَ فَمَنْ أَسْلَمَ فَأُوْلَئِكَ تَحَرَّوْا رَشَدًا . وَأَمَّا الْقَاسِطُونَ فَكَانُوا لِجَهَنَّمَ حَطَبًا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;”Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang taat dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang darikebenaran. Barangsiapa yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus. Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api bagi neraka Jahannam.: (QS. Al-Jin:14-15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diciptakannya mereka dari api tidak menghalangi mereka diadzab dengan api. Sebab api akhirat lebih panas dari api dunia 70 kali lipat. Mungkin juga mereka mendapatkan api yang untuk mengadzab mereka. Perkara akhirat berbeda dengan perkara dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Al-Lu’lu’ al-Makin min Fatawa Ibn Jibrin, hal, 9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Fatwa-Fatwa Terkini, jilid 3, hal: 481-482, cet: Darul Haq Jakarta, di posting oleh Yusuf Al-Lomboky&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-6546393004459480551?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/6546393004459480551/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2011/01/jin-dan-balasan-mereka-di-akhirat.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/6546393004459480551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/6546393004459480551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2011/01/jin-dan-balasan-mereka-di-akhirat.html' title='Jin dan Balasan Mereka di Akhirat'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-3942305744549546171</id><published>2010-12-11T16:03:00.000+08:00</published><updated>2010-12-11T16:03:28.049+08:00</updated><title type='text'>Menyelisik Kehidupan di Alam Kubur</title><content type='html'>Penulis: Buletin Islam AL-ILMU Edisi: 38 / X / VIII / 1431&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembaca, semoga Allah Subhanallahu wa Ta’ala merahmati kita semua. Kehidupan yang dialami oleh seorang manusia di dunia ini bukanlah sebuah kehidupan yang terus-menerus tiada berujung dan tiada penghabisan. Ia adalah sebuah kehidupan yang terbatas, berujung dan akan ada pertanggungjawabannya. Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman (artinya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap jiwa yang bernyawa pasti akan merasakan kematian.” (Ali ‘Imran: 185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Benar Allah Subhanallahu wa Ta’ala dengan segala firman-Nya! Kita dengar dan saksikan kilas kehidupan yang silih berganti dari masa ke masa. Perjalanan hidup umat manusia merupakan bukti bahwa seorang manusia, setinggi apapun kedudukannya dan sebanyak apapun hartanya, akan mengalami kematian dan akan meninggalkan kehidupan yang fana ini menuju kehidupan setelah kematian. Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman tentang Rasul-Nya Shalallahu ‘alahi wa Sallam dan manusia yang lainnya dari generasi pertama sampai yang terakhir (artinya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) akan mati dan mereka juga akan mati.” (Az Zumar: 30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukanlah berarti dengan kedudukan sebagai Rasulullah (utusan Allah) kemudian mendapatkan keistimewaan dengan hidup selamanya, akan tetapi sudah merupakan ketetapan dari Allah Subhanallahu wa Ta’ala atas seluruh makhluk-Nya yang bernyawa mereka akan menemui ajalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembaca, semoga Allah Subhanallahu wa Ta’ala merahmati kita semua. Pernahkah sejenak saja kita merenungkan bagaimana ketika maut sudah di hadapan kita? Ketika malaikat yang Allah Subhanallahu wa Ta’ala utus untuk mencabut nyawa sudah berada dihadapan kita. Tidak ada tempat bagi kita untuk menghindar walaupun ke dalam benteng berlapis baja, walaupun banyak penjaga yang siap melindungi kita. Sungguh tidak bisa dibayangkan kengerian dan dahsyatnya peristiwa yang bisa datang dengan tiba-tiba itu. Saat terakhir bertemu dengan orang-orang yang kita cintai, saat terakhir untuk beramal kebaikan, dan saat terakhir untuk melakukan berbagai kegiatan di dunia ini. Saat itu dan detik itu juga telah tegak kiamat kecil bagi seorang manusia yaitu dengan dicabut ruhnya dan meninggalkan dunia yang fana ini. Allahul Musta’an (hanya Allah Subhanallahu wa Ta’ala tempat meminta pertolongan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang beriman kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya akan mendapatkan tanda-tanda kebahagiaan kelak di akhirat dengan akan diberi berbagai kemudahan ketika meninggal. Adapun orang-orang kafir yang ingkar, mendustakan Allah Subhanallahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya, maka ia akan mendapatkan tanda-tanda kejelekan ketika meninggal dunia dan bahkan akan ditimpakan adzab di alam kubur.&lt;br /&gt;Alam Kubur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah seorang hamba meregang nyawa dan terbujur kaku, maka ia akan diantarkan oleh sanak saudara dan teman-temannya menuju “tempat peristirahatan sementara” dan akan ditinggal sendirian di sebuah lubang yang gelap sendirian. Sebuah tempat penantian menuju hari dibangkitkan dan dikumpulkannya manusia di hari kiamat kelak, pembatas antara alam dunia dan akhirat, Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman (artinya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan dihadapan mereka ada dinding (alam kubur/barzakh) sampai mereka dibangkitkan.” (Al-Mukminun: 100)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara peristiwa yang akan dialami oleh setiap manusia di alam kubur adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Fitnah kubur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan dua malaikat kepada mayit tentang siapa Rabbmu (Tuhanmu)?, apa agamamu?, dan siapa Nabimu? Rasulullah Shalallahu ‘alahi wa Sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;« &lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;إِذَا قُبِرَ الْمَيِّتُ - أَوْ قَالَ أَحَدُكُمْ - أَتَاهُ مَلَكَانِ أَسْوَدَانِ أَزْرَقَانِ يُقَالُ لأَحَدِهِمَا الْمُنْكَرُ وَالآخَرُ النَّكِيرُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; »&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Apabila mayit telah dikuburkan -atau beliau bersabda: (apabila) salah seorang dari kalian (dikuburkan)- dua malaikat yang berwarna hitam kebiru-biruan akan mendatanginya salah satunya disebut Al-Munkar dan yang lainnya An-Nakir.” (At-Tirmidzi no. 1092)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun seorang hamba yang mukmin, maka ia akan menjawab pertanyaan tersebut sebagaimana dalam potongan hadits Al-Barra’ bin ‘Azib radliyallahu ‘anhu yang panjang: “Maka dua malaikat mendatanginya (hamba yang mukmin) kemudian mendudukkannya dan bertanya: “Siapa Rabbmu (Tuhanmu)? Ia menjawab: “Allah Rabbku; kemudian kedua malaikat itu bertanya lagi: “Apa agamamu? Ia menjawab: “Islam agamaku; kemudian keduanya bertanya lagi: “Siapa laki-laki yang diutus kepada kalian ini? Ia menjawab: “Dia Rasulullah Shalallahu ‘alahi wa Sallam; Maka itu adalah firman Allah Subhanallahu wa Ta’ala (artinya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan perkataan yang kokoh..” (Ibrahim: 27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan yang kokoh dalam ayat di atas adalah kalimat tauhid (Laa ilaaha illallaah) yang menghunjam dalam dada seorang mukmin. Allah Subhanallahu wa Ta’ala meneguhkan seorang mukmin dengan kalimat tersebut di dunia dengan segala konsekuensinya, walaupun diuji dengan berbagai halangan dan rintangan. Adapun di akhirat, Allah Subhanallahu wa Ta’ala akan meneguhkannya dengan kemudahan menjawab pertanyaan dua malaikat di alam kubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan seorang kafir dan munafik, ketika ditanya oleh dua malaikat: “Siapa Rabbmu (Tuhanmu)? Ia menjawab: “Ha…Ha, saya tidak tahu; kemudian ia ditanya: “Apa agamamu? Ia menjawab: “Ha…Ha, saya tidak tahu, kemudian ia ditanya: “Siapa laki-laki yang telah diutus kepada kalian ini? Ia menjawab: “Ha…Ha, saya tidak tahu. Kemudian terdengar suara dari langit: “Dia telah berdusta! Bentangkan baginya alas dari neraka! Bukakan baginya pintu yang menuju neraka!; Kemudian panasnya neraka mendatanginya, dipersempit kuburnya hingga terjalin tulang-tulang rusuknya karena terhimpit kubur.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah akibat mendustakan Allah dan Rasul-Nya. Walaupun di dunia ia adalah orang yang paling fasih dan pintar bicara, namun jika ia tidak beriman, maka ia tidak akan dapat menjawab pertanyaan dua malaikat tersebut. Kemudian ia akan dipukul dengan pemukul besi sehingga ia menjerit dengan jeritan yang keras yang didengar oleh semua makhluk, kecuali jin dan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembaca, semoga Allah Subhanallahu wa Ta’ala merahmati kita semua. Kejadian di atas mempunyai hikmah besar tentang keimanan kepada yang gaib, yang tidak kasat mata dan tidak dapat ditangkap oleh pancaindra kita. Apabila jin dan manusia bisa mendengar dan melihatnya, niscaya mereka akan beriman dengan sebenar-benar keimanan. Oleh karena itu, Allah Subhanallahu wa Ta’ala menjelaskan ciri-ciri orang yang bertakwa diantaranya adalah beriman dengan yang gaib. Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman (artinya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alif Lam Mim, Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib…” (Al-Baqarah: 1-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Adzab dan nikmat kubur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mayit mengalami ujian dengan menjawab pertanyaan dua malaikat di alam kubur, jika berhasil, ia akan mendapatkan kenikmatan di alam kubur; dan jika tidak bisa, ia akan mendapatkan siksa kubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang bisa menjawab pertanyaan kedua malaikat tersebut, ia akan mendapatkan kenikmatan di kuburnya. Rasulullah Shalallahu ‘alahi wa Sallam melanjutkan sabdanya: “Kemudian terdengar suara dari langit: “Telah benar hamba-Ku! Maka bentangkan baginya kasur dari surga! Pakaikan padanya pakaian dari surga! Bukakan baginya pintu yang menuju surga!; Kemudian aroma wangi surga mendatanginya, diperluas kuburnya sampai sejauh mata memandang, dan seorang laki-laki yang bagus wajah dan bajunya serta wangi aroma tubuhnya mendatanginya dan berkata: “Bergembiralah dengan apa yang menyenangkanmu! Ini adalah hari yang telah dijanjikan bagimu. Maka ia berkata: “Siapa engkau? Wajahmu mendatangkan kebaikan. Laki-laki itu menjawab: “Saya adalah amalan sholihmu. Kemudian dibukakan pintu surga dan pintu neraka, dan dikatakan: “Ini adalah tempatmu jika engkau bermaksiat kepada Allah, Allah akan mengganti dengannya. Ketika melihat segala sesuatu yang ada di surga, ia berkata: “Wahai Rabb-ku, segerakan hari kiamat! Agar aku bisa kembali kepada keluarga dan hartaku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun orang yang tidak bisa menjawab pertanyaan dua malaikat, maka ia akan mendapatkan siksa kubur, sebagaimana kelanjutan dari hadits di atas: “Kemudian terdengar suara dari langit: “Dia telah berdusta! Bentangkanlah baginya alas dari neraka! Bukakanlah baginya pintu menuju neraka!; Kemudian panasnya neraka mendatanginya, dipersempit kuburnya hingga terjalin tulang-tulang rusuknya karena terhimpit kuburnya. Kemudian seorang laki-laki yang buruk wajah dan bajunya, serta busuk aroma tubuhnya mendatanginya dan mengatakan: “Bersedihlah dengan segala sesuatu yang menyusahkanmu! Ini adalah hari yang telah dijanjikan bagimu. Maka ia berkata: “Siapa engkau? Wajahmu mendatangkan keburukan. Laki-laki itu menjawab: “Saya adalah amalan jelekmu, Allah membalasmu dengan kejelekan, kemudian Allah mendatangkan baginya seorang yang buta, tuli, bisu, dengan memegang sebuah pemukul, yang jika dipukulkan ke gunung niscaya akan hancur menjadi debu. Kemudian ia dipukul dengan sekali pukulan sampai menjadi debu. Kemudian Allah mengembalikan tubuhnya utuh seperti semula, dan dipukul lagi dan ia menjerit hingga didengar seluruh makhluk kecuali jin dan manusia. Kemudian dibukakan pintu neraka baginya, sehingga ia berkata: “Wahai Rabb-ku, jangan tegakkan hari kiamat!” (HR. Abu Dawud, Al-Hakim, Ath-Thayalisi, dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Al-Barra’ bin ‘Azib radliyallahu ‘anhu di atas dengan gamblang menjelaskan tentang segala sesuatu yang akan dialami oleh manusia di alam kuburnya. Wajib bagi kita untuk beriman dengan berita tersebut dengan tidak menanyakan tata cara, bentuk, dan yang lainnya, karena hal tersebut tidak terjangkau oleh akal-akal manusia dan merupakan hal gaib yang hanya diketahui oleh Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Sangat sedikit dari hal gaib tersebut yang diperlihatkan kepada para Nabi ‘alaihimussalam. Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman (artinya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(Dialah Tuhan) Yang Mengetahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang gaib itu. Kecuali pada Rasul yang diridhai-Nya.” (Al-Jin: 26-27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, apa yang diyakini oleh kaum Mu’tazilah dan yang bersamanya, bahwa adzab kubur dan nikmat kubur tidak ada, merupakan kesalahan dalam hal aqidah, karena hadits tentang masalah ini sampai pada tingkatan mutawatir (bukan ahad). Bahkan dalam Al-Qur`an telah disebutkan ayat-ayat tentangnya, seperti firman Allah Subhanallahu wa Ta’ala (artinya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kepada mereka ditampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat (dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azdab yang sangat keras.” (Al-Mu’min: 46),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian firman Allah Subhanallahu wa Ta’ala (artinya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhya Kami merasakan kepada mereka sebagian adzab yang dekat sebelum adzab yang lebih besar.” (As-Sajdah: 21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian ulama menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan adzab yang dekat dalam ayat tersebut adalah adzab kubur.&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembaca, semoga Allah Subhanallahu wa Ta’ala merahmati kita semua. Penjelasan di atas hanyalah sekelumit dari apa yang akan dialami manusia di alam kubur nanti. Pastilah seorang hamba yang beriman dan cerdas akan bersiap-siap dengan berbagai amalan sholih sebagai bekal di akhirat kelak, termasuk ketika di alam kubur. Dan memperbanyak do’a memohon perlindungan dari adzab kubur dengan do’a:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah sesungguhnya aku meminta perlindungan dari adzab kubur, dari adzab neraka, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.” (HR. Al-Bukhari no.1377)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah Subhanallahu wa Ta’ala senantiasa melindungi kita dari berbagai ujian, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, hingga kita menghadap-Nya, dan memberikan kepada kita kecintaan untuk bertemu dengan-Nya ketika kita akan meninggalkan kehidupan yang fana ini menuju kehidupan kekal abadi. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.&lt;br /&gt;MUTIARA HADITS SHAHIH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah Rasulullah Shalallahu ‘alahi wa Sallam ketika melewati dua buah kuburan bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;«&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;أَمَا إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِى كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ يَمْشِى بِالنَّمِيمَةِ وَأَمَّا الآخَرُ فَكَانَ لاَ يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;»&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;و ﰲ رواية: لاَ يَسْتَنزِهُ مِن بَوْلِهِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Ingatlah! Sesungguhnya kedua orang ini sedang diadzab; dan tidaklah mereka diadzab disebabkan dosa besar (menurut persangkaan mereka). Adapun salah satunya, semasa hidupnya ia melakukan namimah (mengadu domba); sedangkan yang satunya, semasa hidupnya ia tidak menjaga auratnya ketika buang air kecil.” (HR. Muslim no.703 dari shahabat Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain: “tidak bersih saat bersuci dari buang air kecil.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: http://www.buletin-alilmu.com/?p=524)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-3942305744549546171?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/3942305744549546171/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2010/12/menyelisik-kehidupan-di-alam-kubur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/3942305744549546171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/3942305744549546171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2010/12/menyelisik-kehidupan-di-alam-kubur.html' title='Menyelisik Kehidupan di Alam Kubur'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-1282981451423994190</id><published>2010-06-10T14:11:00.001+08:00</published><updated>2010-06-10T14:12:13.717+08:00</updated><title type='text'>Tempoh Penantian Di Padang Mahsyar</title><content type='html'>Postby khai »&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ada mendengar di dalam satu kuliah agama , ustaz mengatakan semasa dipadang Mahsyar nanti semua manusia akan dikumpulkan dan dibiarkan oleh Allah tanpa di buat apa-apa selama 7000 @ 70,000 tahun sebelum dihisab. Benarkah begitu? Tidakkah ia bertentangan dengan prinsip keadilan Tuhan ? Yang baik dan yang jahat mendapat layanan yang sama ( dibiarkan menanti-nanti untuk masa yang lama)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima Kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;khai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**************************************************&lt;br /&gt;Postby kamin »&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa’alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Kami akan cuba menjawab soalan ini dengan kadar kemampuan yang ada, InSyaAllah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan mengenai hari Akhirat, baik Padang Mahsyar, Syurga, Neraka, dll, merupakan perkara yang wajib diimani dan bersifat Ghaib. Persoalan panjang atau pendek masa di Hari Kiamat itu sesuatu yang relatif. Sebagai contoh, orang-orang kafir akan merasakan penantian itu sangat lama, sebagaimana firman Allah swt :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَكَانَ يَوْمًا عَلَى الْكَافِرِينَ عَسِيرًا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;“…..dan adalah ia satu masa yang amat sukar keadaannya kepada orang-orang kafir.” [surah al-Furqaan : 26].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga didalam surah yang lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;فَذَلِكَ يَوْمَئِذٍ يَوْمٌ عَسِيرٌ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;“Maka saat yang demikian adalah saat (berlakunya) hari yang sukar” [surah al-Mudathir : 9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, bagi orang yang beriman pula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;أَصْحَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَئِذٍ خَيْرٌ مُسْتَقَرًّا وَأَحْسَنُ مَقِيلًا&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Ahli-ahli Syurga pada hari itu lebih baik tempat menetapnya dan lebih elok tempat rehatnya.” [al-Fuqaan : 24]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam Tafsir Jalalain perkataan “Ahsanu Maqeelan” membawa maksud tempat rehat waktu setengah hari atau merujuk kepada rehat dari kepanasan tengahari, yang membawa maksud penantian yang hanya memakan masa separuh hari, sebagaimana dijelaskan didalam hadith dibawah. Dari Abu Hurairah ra, Nabi :saw bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;يوم القيامة على المؤمنين كقدر ما بين الظهر والعصر&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hari Kiamat bagi orang Mukmin adalah seperti waktu antara Zohor dan Asar” [Hadith Riwayat al-Hakim didalam al-Mustadrak].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat al-Quran dan hadith ini menunjukkan jangkamasa yang berbeza diantara orang kafir dan orang beriman. Perlu dingat, “MASA” atau “WAKTU” juga merupakan makhluk Allah swt. Maka panjang atau pendek pada hari Kiamat itu, tidak mungkin dapat digambarkan semasa kita didunia ini. Ia berubah mengikut tahap dan kadar keimanan seseorang itu. Sebagai umat Islam, kita dilarang memikirkan secara mendalam perkara-perkara ghaib ini. Keadaan Akhirat ini tidak dapat digambarkan dengan mata, sebagaimana hadith Qudsi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;أعددت لعبادي الصالحين ما لا عين رأت ولا أذن سمعت ولا خطر على قلب بشر&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Aku telah menyediakan kepada hambaku yang Soleh, apa yang matanya tidak pernah lihat, apa yang telinga tidak pernah dengar, dan perkara yang tidak terlintas didalam hati manusia”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WA.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-1282981451423994190?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/1282981451423994190/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2010/06/tempoh-penantian-di-padang-mahsyar.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/1282981451423994190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/1282981451423994190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2010/06/tempoh-penantian-di-padang-mahsyar.html' title='Tempoh Penantian Di Padang Mahsyar'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-2306082074288351448</id><published>2010-06-08T13:56:00.000+08:00</published><updated>2010-06-08T13:56:52.389+08:00</updated><title type='text'>Apa Maksud Mujaddid?</title><content type='html'>Postby Guest »&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah itu mujadid?&lt;br /&gt;dan apakah kriterianya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;boleh panel menyenaraikan tokoh-tokoh mujadid untuk 5 kurun terkini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maaf menyusahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;************************************&lt;br /&gt;Postby kamin »&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wa'alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Kami akan cuba menjawab soalan anda dengan kadar kemampuan yang ada, InSyaAllah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujaddid merujuk kepada individu yg dikatakan muncul pada setiap abad didalam kalender Islam dan tugasnya membangkit Islam, membersihkan Islam dari dinodai oleh unsur-unsur bid'ah, kurafat dan sebagainya. Kemungkinan mujaddid ini seorang Khalifah, Raja, Wali, Ulama', atau sesiapa sahaja yang mempunyai kriteria-kriterianya. Didalam hadith riwayat Abu Hurairah ra, sabda Nabi :saw :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;ان الله تعالى يبعث لهذه الامة على رأس كلّ مائة سنة من يجدد لها دينها&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah akan menghantar setiap permulaan 100 tahun seseorang kepada Ummah yang akan (Tajdid) mengembali kegemilangan Agama mereka" [Hadith diriwayatkan oleh Abu Daud, Hakim didalam Mustadrak dan al-Baihaqi didalam al-Ma'rifah].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kualiti Mujaddid yang boleh diringkaskan :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mujaddid tidak semestinya Mujtahid&lt;br /&gt;- Mujaddid hendaklah dari kalangan Ahli Sunnah wal Jama'ah&lt;br /&gt;- Mujaddid mestilah seorang Alim didalam Agama&lt;br /&gt;- Mujaddid hendaklah seorang ulama' yang terkemuka pada zamannya&lt;br /&gt;- Mujaddid ialah seseorang yang berkhidmat untuk agama; Allah dan Rasul keutamaanya.&lt;br /&gt;- Mujaddid tidak gentar dengan tentangan penentang dan pemerintah&lt;br /&gt;- Mujaddid tidak takut bercakap benar didalam semua situasi&lt;br /&gt;- Mujaddid hendaklah seorang yang warak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah senarai kemungkinan nama ulama' yang di kata Mujaddid, dari kurun pertama sehingga lima :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abad pertama :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Umar bin Abdul Aziz (682 - 720)&lt;br /&gt;- Abu Hanifa al-Nu'man (699 - 720)&lt;br /&gt;- Ibn Sirin (abad ke 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abad kedua :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Muhammad ibn Idris al-Shafi`i (767 - 820)&lt;br /&gt;- Hasan al-Basri (642 - 728 atau 737)&lt;br /&gt;- Malik ibn Anas (715 - 796)&lt;br /&gt;- Muhammad bin Hassan Shaibani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abad ketiga :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ahmad ibn Hanbal (780 - 855)&lt;br /&gt;- Abu al-Hasan al-Ash'ari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abad keempat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- al-Baihaqi&lt;br /&gt;- Tahtaawi&lt;br /&gt;- Abu Haatim Raazi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abad kelima :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Abdul-Qadir Gilani&lt;br /&gt;- Al-Ghazali (1058–1111)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-2306082074288351448?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/2306082074288351448/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2010/06/apa-maksud-mujaddid.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/2306082074288351448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/2306082074288351448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2010/06/apa-maksud-mujaddid.html' title='Apa Maksud Mujaddid?'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-4322221938848772091</id><published>2010-03-22T18:08:00.002+08:00</published><updated>2010-03-22T18:10:20.198+08:00</updated><title type='text'>Khilaf Akidah</title><content type='html'>Postby ajim »&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam ustaz..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah ada khilaf dalam soal akidah? dan adakah ia diiktiraf sebagai satu pebezaan pendapat yg dibenarkan menurut syara'?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ajimtajdid.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********************************&lt;br /&gt;Postby kamin »&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa’alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Kami akan cuba menjawab soalan ini dengan kadar kemampuan yang ada, InSyaAllah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip aqidah adalah - &lt;b&gt;الأصل في العقيدة التوقف حتى يأتي الدليل&lt;/b&gt; / “Asal perkara Aqidah adalah terhenti, sehinggalah didatangkan dalil”. Dengan erti kata, persoalan aqidah ini tidak boleh ditokok tambah, melainkan didatangi dalil yang menjelaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dibolehkan wujud “khilaf” didalam aqidah? Jawapannya : Tidak boleh! Khilaf Aqidah secara bahasanya bermaksud “The disagreement of the belief” (&lt;b&gt;خلاف العقيدة&lt;/b&gt;) atau perbezaan didalam kepercayaan. Istilah ini digunakan bagi membezakan Aqidah Islam dengan agama-agama lain. Misalnya, ada mazhab agama Kristian mempercayaai Tuhan itu Esa, akan tetapi menafikan kenabian Muhammad :saw. Ini dinamakan khilaf didalam Aqidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh khliaf aqidah yang lain seperti konsep Taqiyah didalam Syiah Rafidah. Syiekh Atiyah Saqr rh memetik tulisan Pengerusi Sunni Pakistan, 1935, Mohammed Abdel-Sattar Altonsoi bahawa :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;التقية : وهى إظهار خلاف العقيدة الباطنة ، لدفع السوء عنهم&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Taqiyah : adalah menunjukkan perselisihan aqidah dalaman, untuk menolak keburukan jauh dari mereka"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang wujud didalam persoalan aqidah didalam agama Islam ialah, perbezaan method mempelajari Aqidah, sebagaimana pegangan Salaf dan Khalaf. Perselisihan ini timbul berkaitan dengan permasalah mentakwil sifat Allah swt. Ini berpunca dari pemahaman terdapat Bahasa Arab dan memahami nas-nas al-Quran dan Hadith.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumhur mengatakan bahawa perselisihan ini tidak membawa kepada kesesatan jika didasarkan dengan dalil dan bukan logik dan takwilan yang melampau-lampau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk penjelasan yang lebih lanjut, sila baca tautan dibawah :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akidah asyairah salah??&lt;br /&gt;&lt;a style="text-decoration: none;" href="http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2010/03/aqidah-asyairah-salah.html" target="_blank"&gt;http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2010/03/aqidah-asyairah-salah.html&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-4322221938848772091?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/4322221938848772091/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2010/03/khilaf-akidah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/4322221938848772091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/4322221938848772091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2010/03/khilaf-akidah.html' title='Khilaf Akidah'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-1739084349418487338</id><published>2010-03-22T18:08:00.001+08:00</published><updated>2010-03-22T18:08:42.174+08:00</updated><title type='text'>Aqidah Asyairah Salah?</title><content type='html'>Postby Guest »&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya ingin bertanya sedikit soalan..saya ada terbaca satu artikel yang mengatakan asyairah tersalah dalam cara berakidah..adakah ini benar?dan apakah cara asyairah berakidah yang dikatakan salah itu...mohon penjelasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********************************&lt;br /&gt;Postby kamin »&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wa'alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Kami akan cuba menjawab soalan anda dengan kadar kemampuan yang ada, Insya-Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aqidah Assyaerah dikaitkan pengasasnya Abu Hasan Assya'ri, yang sebelum itu berpegang kepada aqidah Muktazilah, dan selepasnya mengikut fahaman Ahli Sunnah wa al-Jamaah pada peringkat akhir hidupnya, sebagaimana didapati didalam salah satu buku terakhirnya al-Ibanah. Ia diasaskan dengan kaedah beriman dengan Sifat Allah yang sesuai dengan dirinya, takwil maknanya, dan melarang sesuatu menyerupainya. Aqidah ini diterima ramai dikalangan orang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perselisihan yang timbul adalah berkenaan dengan mengtakwil sifat-sifat Allah swt, Dikaitkan perselisihan diantara Aqidah Salaf dan Aqidah Khalaf. Apakah mereka ini sesat atau kafir? Syeikh Dr Yusuf al-Qaradhawi mengatakan bahawa :- walaupun saya cenderung kepada pandangan salaf mengenai isu sifat, tetapi saya tidak mengkafir, menyesatkan dan menganggap kaum Khalaf sebagai berdosa kerana melakukan takwil. Sesungguhnya khilaf itu berpunca didalam isu bahasa arab dan memahami nas-nas Quran dan Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi al-Qaradhawi, tidak dipertikaikan, bahawa ulama'-ulama' yang melakukan takwil merupakan mereka yang tidak diragukan keikhlasan dan nasihat mereka, kerana Allah dan Rasulnya.,Mereka beriman dengan sifat Allah yang Maha Sempurna dan Suci dari segala kekurangan. Mereka beriman dengan Nabi-Nabi, Hari Akhirat dan al-Quran sebagai firman Allah yang tidak ada kebatilan. Oleh itu, berdasarkan ilmu, jtihad dan pemahaman mereka terdapat bidang aqidah, maka tidak pelik mereka berbeza pandangan tentang hal itu.,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata al-Syiekh lagi, setiap orang yang berilmu yang melakukan ijtihad didalam agama Allah dan mencari kebenaran. Ijtihad adalah perkara yang maklum didalam agama Islam. Mereka akan memperolehi satu atau dua pahala. Satu pahala jika dia tersilap, dan dua pahala jika mereka benar, Tidak ada permasalahan ilmiyyah dan amaliyyah, serta perkara usuliyyah dan furu'iyah. Sebagaimana pekara tersebut telah dijelaskan oleh Ibn Taimiyyah, Ibn Qayyim dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya syiekh menyebut bahawa perbezaan ini bukanlah besar sangat sebagaimana yang digambarkan.&lt;br /&gt;---------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syiekh Faizal al-Moulawi, Naib Pengerusi Majlis Fatwa Eropah kita ketika ditanya mengenai pandang al-Qardhawi terhadap Asyaerah, beliau mengatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagi Ustaz kami, al-Syiekh al-Qardhawi dia sebagaimana yang kami tahu berpegang kepada aqidah salaf yang berdiri diatas beriman kepada sifat-sifat Allah, sebagaimana dia mensifatkan dirinya, tanpa Takwil dan Ta'thil. Dia tidak menginkari Aqidah Asyaerah, bahkan aqidahnya masih dianggap sahih diterima Allah, Insya-Allah. Akan tetapi aqidah salaf bagi beliau adalah lebih benar".&lt;br /&gt;----------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua manhaj ini berbeza dari segi pengistilahan dan pentafsiran kepada al-Quran dan Sunnah Nabi :saw. Kumpulan Asyaerah sudah banyak berjuang didalam membersihkan sifat-sifat Allah dari ahli-ahli kalam dan falsafah pada zaman itu. Ini merupakan pandangan dan ijitihad masing2. Yang amat ditegah adalah berlebih-lebihan didalam mentakwilkan sifat-sifat Allah berdasarkan akal fikiran mereka. WA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, wassalam&lt;br /&gt;===========&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Syiekh Dr. Yusuf al-Qaradhawi. Fushul fi al-Aqidati baina al-Salafi wa al-Khalafi Kaherah : Maktabah Wahbah, 2005. ms 144-145.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. url : http://www.islamonline.net/servlet/Sate ... 2528615696&lt;br /&gt;----------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya syiekh menyebut bahawa perbezaan ini bukanlah besar sangat sebagaimana yang digambarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syiekh Rashid Ridha menjelaskan bahawa sebenarnya tidak wujud permasalahan pun didalam aqidah ini. Bagi beliau, nama-nama dan sifat-sifat yang Allah nyatakan, adalah istilah-istilah yang digunakan oleh Makhluk. Sebabnya jika Allah swt melafazkan sifat-sifatnya dalam bentuk khusus, nescaya sedikitpun tidak akan difahami oleh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut al-Qaradhawi, permasalahan ini perlu dilihat dengan teliti dan penuh kesabaran, tanpa melakukan keputusan atau tindakan yang tergesa-gesa. Bagi beliau, jika dilihat perbahasan yang dibuat oleh ahli tahqiq, bahawasanya terdapat DUA persamaan penting didalam dua aqidah ini:-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. 2 golongan yang disebut adalah kaum SALAF dan kaum KHALAF, ahli Hadith dan ahli Kalam, ia itu orang yang melakukan TAFWIDH dan TAKWIL, atau boleh dikatakan mereka yang melakukan ITSBAT dan TAKWIL berasaskan MEMBESARKAN, MEMULIAKAN dan MENSUCIKAN ALLAH. Allah memiliki sifat sempurna yang memang layak baginya, serta tidak memiliki sifat-sifat kekurangan yang tidak layak baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua-dua golongan ini berpendapat bahawa sikap ini adalah aqidah yang sebenar! Tidak diragui dan tidak diperselisihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengambil Ijtihad dan tujuan Mensucikan Allah dalam sifat-sifatnya, maka mereka MENAFIKAN sifat-sifat tersebut. Mereka membersihkan sifat Allah dari perkara-perkara yang tidak berasal dari Islam, baik dari pengaruh agama lain dan pemikiran falsafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli-Ahli hadith atau kaum salaf mendahulukan kaedah pengagungan kepada Allah swt, al-Quran dan hadith2 Nabi :saw. Mereka membiarkan hal demikian sesuai dengan sebagaimana Allah mensifatkan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli Kalam pula mendahulukan kaedah pengagungan pensucian dan menafikan penyerupaan kepada Allah swt, dengan cara melakukan takwil. Mereka ingin menafikan segala kekurangan den penyerupaan terhadap Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Jika dilihat secara mendalam, kedua-dua pihak ini melakukan TAKWIL. Cuma bezanya, ahli hadith melakukan TAKWIL IJMALI dan ahli kalam melakukan TAKWIL TAFSHILI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya didalam ayat al-Quran yang menyetakan tentang tangan-tangan Allah swt eg:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- "Tangan Allah diatas tangan mereka" [al-Fath : 10]&lt;br /&gt;- "Padahal, kedua tangan Allah terbuka" [al-Maa'idah : 64]&lt;br /&gt;- "Yang telah kuciptakan dengan kedua tanganKu" [Shaad :75]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Salaf menjelaskan bahawa : Allah mempunyai tangan tetapi tidak sama dengan tangan kita. Ini merupakan satu bentuk takwil. Sebab apa yang difahami menurut bahasa arab bahawa 'tangan' adalah sebahagian dari anggota badan, Jika tangan tersebut dinafikan, dan Tangan Allah tidak sama dengan tangan makhluk, maka tidak dapat tidak ia merupakan satu keadah takwilan, atau TAKWIL IJMALI yang tidak disebut sebagai takwil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli takwil misalnya melarang manusia mengatakan Allah di langit kerana ingin mensucikan sifat-sifat Allah swt. Begitu juga ahli hadith melarang mempersoalkan makna "Allah di atas langit" dengan bermaksud beriman dengan sifat Allah sebagaimana ia mensifatkan dirinya. Ibn Taimiyah rh dan Ibn Qayyim mengatakan bahawa ARAH (di atas, kiri, kanan, bawah) membawa maksud dinisbahkan, dan bukan hakikat, Ini juga yang di maksudkan takwilan dari aspek yang berlainan. WA.&lt;br /&gt;-------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syiekh al-Qaradhawi menyatakan bahawa manhaj takwil merupakan anutan jumhur umat Islam. Mereka melakukan takwil sesuai dengan kehendak akal, dan bukan sebab mereka kurang pengetahuan agama. Dikalangan mereka merupakan Imam-Imam yang terbilang didalam agama Islam. Mereka ini terdiri dari pengikut Asya'ari, pengikut Imam Malik, pengikut Imam al-Syafie, beberapa dikalangan pengikut Mathuridiyyah dan juga Imam Hanafi. Begitu juga dengan kebanyakkan mufassirin (ahli tafsir) merupakan ahli takwil; termasuklah al-Qurthubi. al-Baidhawi, al-Alusi, Sayid Qutb, al-Maraghi, al-Syabuni dan ramai lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan al-Qaradhawi berpendapat bahawa Ibn Jarir al-Thabari dan Ibn Kathir melakukan takwil kepada beberapa ayat-ayat sifat. WA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasan dari buku - Syiekh Dr. Yusuf al-Qaradhawi. Fushul fi al-Aqidati baina al-Salafi wa al-Khalafi Kaherah : Maktabah Wahbah, 2005. ms 145-148.&lt;br /&gt;----------------------&lt;br /&gt;(sambungan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al-Qaradhawi memilih penggunaan takwil jika tafsirannya hampir dan boleh diterima pakai. Pendapat demikian dipilih oleh Ibn Abdissalam dan Ibn Daqiq Al-Id. Mereka akan memilih pandangan salaf jika takwil itu tidak sampai dan tidak boleh diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih-lebih lagi pada zaman sekarang, takwil seperti ini diperlukan apabila melakukan penterjemahan al-Quran didalam bahasa-bahasa selain dari Arab. Ada pengistilahan yang tidak boleh didiamkan lebih-lebih lagi kepada orang asing yang memerlukan penjelasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah beberapa contoh beberapa penggunaan takwil yang dilakukan oleh Ibn Kathir rh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Maksud TANGAN :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Firman Allah swt :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl"&gt;Þõáú Åöäøó ÇáúÝóÖúáó ÈöíóÏö Çááøóåö &lt;/div dir="ltr"&gt;"...Katakanlah (wahai Muhammad): Sesungguhnya limpah kurnia itu adalah di tangan Allah,..." [Aa-Imran : 73].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibn Kathir :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksudnya semua perkara dibawah perlaksanaannya, dia menahan dan memberi kepada sesiapa yang dia kehendaki, dengan Iman dan Ilmu dan seluruhan perlaksanaannya kepada sesiapa yang dia kehendaki, menyesatkan, membutakan penglihatan, menutup hati dan pendengaran, dan menjadikan penglihatan mereka kelabu, dan kepadanya yang mempunyai hujah yang sempurna dan hikmah yang agung"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Firman Allah swt :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan orang-orang Yahudi itu berkata: "Tangan Allah terbelenggu"" [al-Maaidah : 64]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibn Kathir :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Berkata Ali bin Abi Thahah : dari Ibn Abbas, (Firman Allah) - "Dan orang-orang Yahudi itu berkata: "Tangan Allah terbelenggu", dia berkata bahawa tidak bermaksud tangan Alah terbelenggu, akan tetapi BAKHIL, yakni dia menahan dari memberi perkara yang dia miliki (dia bakhil), Maha Suci Tuhan dari perkataan mereka dengan setinggi-tingginya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. maksud DEKAT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Firman Allah swt :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, " - [Qaf : 16]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibn Kathir rh :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksudnya MALAIKAT lebih dekat kepada manusia dari urat lehernya, dan jika seseorang mentakwil dengan ilmu maka dia telah terselamat (escape) dari tidak melakukan HULUL (kesatuan/union) atau ITTIHAAD. Kedua konsep ini DITOLAK secara total dengan KETINGGIAN dan KESUCIAN Allah, akan tetapi Lafaz juga tidak menunjukkan perkara tersebut, dia (Allah) tidak mengatakan : Aku lebih dekat padanya dari urat leher mereka, tetapi lebih dekat padanya dari urat leher mereka"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan kami di takwilkan kepada malaikat. Begitu juga dengan surah al-Waqi'ah ayat 85, beliau menyebut bahawa sebagaimana Ibn Taimiyah mentafsirkan kami sebagai malaikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. maksud BERSAMA :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Firman Allah swt :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah berfirman: Janganlah kamu takut, sesungguhnya Aku ada bersama-sama kamu; Aku mendengar dan melihat segala-galanya. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibn Kathir :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ia itu : kamu berdua yang takut, kerana sesungguhnya Aku bersama kamu mendengar perkataan kamu dan perkataannya, dan melihat tempat kamu dan tempatnya, Tidak ada sesuatu yang lupt dariKu, dan ketahuilah bahawa ubun-ubunnya berada ditanganKu, maka tidak akan berkata-kata, bernafas, kekuatan, melainkan dengan izinku serta pemerintahanku, dan aku bersama kamu menjaga, memberi pertolongan dan menyokong kamu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Firman Allah swt :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia tetap bersama-sama kamu di mana sahaja kamu berada" [surah al-Hadid : 4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibn Kathir :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"iaitu di menguasai kamu didalam pekerjaan kamu dimana sahaja kamu dan dimana sahaja kamu berada"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama disini membawa maksud pengawasan Allah terhadap manusia.&lt;br /&gt;---------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian merupakan beberapa petikan yang diambil dari buku al-Qardhawi yang merujuk kepada tafsir Ibn Kathiri aitu Tafsir al-Quran al-Azhim, yang jelas menunjukkan Ibn Kathir yang bermanhaj salaf ada mentakwil ayat al-Quran, dan boleh diterima pakai penakwilannya. WA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-1739084349418487338?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/1739084349418487338/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2010/03/aqidah-asyairah-salah.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/1739084349418487338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/1739084349418487338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2010/03/aqidah-asyairah-salah.html' title='Aqidah Asyairah Salah?'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-3318292362750601400</id><published>2009-02-03T19:06:00.000+08:00</published><updated>2009-02-03T19:07:36.737+08:00</updated><title type='text'>Mengkompromikan Firman Allah Dalam Surat Al-An'Am: 125</title><content type='html'>Cara Mengkompromikan Firman Allah Dalam Surat Al-An'Am: 125&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin ditanya : " Tentang bagaimana mengkompromikan antara firman Allah Ta'ala : "Maka barangsiapa dikehendaki Allah untuk menunjukkannya, Dia akan melapangkan dadanya kepada Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah untuk menyesatkannya, Dia akan menjadikan dadanya sempit lagi sesak, seolah-olah ia sedang naik ke langit" [Al-An'am : 125]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan firman-Nya : "Maka barangsiapa yang ingin beriman, hendaklah ia beriman dan barangsiapa yang ingin kafir, biarlah ia kafir" [Al-Kahfi : 29]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengkompromikan di antara kedua ayat itu adalah sebagai berikut ; Allah Ta'ala memberitahukan dalam sebagian ayat-Nya bahwa semua urusan ada dalam kekuasaan-Nya. Dan dalam sebagian ayat lainnya memberitahukan bahwa semua perkara itu kembali kepada mukallaf. Mengkompromikannya begini : setiap mukallaf memiliki kehendak, ikhtiar dan kemampuan. Sementara yang menciptakan kehendak, ikhtiar dan kemampuan tersebut adalah Allah Azza wa Jalla. Maka tidak mungkin seorang makhluk memiliki kehendak kecuali dengan kehendak Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta'ala berfirman tentang penjelasan kompromi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Yaitu bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus. Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Rabb semesta alam" [At-Takwir : 28-29]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi kapan Allah berkehendak untuk menunjuki manusia atau menyesatkannya ? Inilah yang dimaksud oleh firmannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa. Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (jannah). Maka kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup. Serta mendustakan pahala yang terbaik. Maka kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yang sukar" [Al-Lail : 5-10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan baca firman Allah Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Maka tatkala mereka berpaling, Allah palingkan hati mereka dan Allah tidak menunjuki kaum yang fasik" [Ash-Shaf : 5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mendapati bahwa sebab sesatnya seorang hamba adalah karena dirinya sendiri. Dan Allah Ta'ala ketika itu menciptakan kehendak pada dirinya untuk berbuat buruk karena ia menghendaki keburukan. Adapun orang yang menghendaki kebaikan lalu berusaha dan berkeinginan kuat memperolehnya, maka Allah akan memudahkannya kepada kebaikan. Ketika Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bercerita kepada sahabat-sahabatnya bahwa tidak ada seorangpun kecuali telah ditetapkan tempat duduknya di neraka, para sahabat bertanya : Apakah tidak sebaiknya kami menyerah kapada ketetapan itu dan kami tidak beramal ? Nabi menjawab : Jangan. Beramallah kalian, karena tiap-tiap orang dimudahkan sesuai penciptaannya. Nabipun lalu membaca ayat ini : "Dan adapun orang yang memberi dan bertakwa ..dst".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah wahai saudaraku, tidak mungkin terdapat pertentangan dalam kalamullah atau dalam hadits shahih selamanya. Maka apabila anda mendapati dua nash yang dhahirnya tampak bertentangan, perhatikanlah kembali. Niscaya perkaranya mejadi jelas bagi anda. Jika anda tidak mengetahuinya, anda wajib bertawaquf dan menyerahkan perkara itu kepada ahlinya. Dan Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disalin kitab Al-Qadha' wal Qadar edisi Indonesia.&lt;br /&gt;Tanya Jawab Tentang Qadha dan Qadar&lt;br /&gt;Penulis: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin'&lt;br /&gt;Terbitan: Pustaka At-Tibyan, penterjemah Abu Idris&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-3318292362750601400?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/3318292362750601400/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/mengkompromikan-firman-allah-dalam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/3318292362750601400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/3318292362750601400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/mengkompromikan-firman-allah-dalam.html' title='Mengkompromikan Firman Allah Dalam Surat Al-An&apos;Am: 125'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-5249384088769909578</id><published>2009-02-03T19:05:00.001+08:00</published><updated>2009-02-03T19:06:18.946+08:00</updated><title type='text'>Jika Perbuatan Orang Kafir Itu Telah Ditulis Mengapa Dia Disiksa?</title><content type='html'>Pertanyaan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin ditanya : "Apakah perbuatan orang-orang kafir telah tertulis di Lauh Mahfudz ? Apabila benar, maka bagaimana Allah menyiksa mereka ..?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, perbuatan orang-orang kafir telah tertulis sejak zaman azali, bahkan perbuatan semua manusia telah tertulis sejak dia berada di perut ibunya, sebagaimana tertuang dalam hadits shahih dari Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu 'anhu ia berkata ; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam (yang benar lagi dibenarkan) bercerita kepada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sesungguhnya salah seorang di antara kamu dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya selama empat puluh hari berbentuk nutfah, kemudian menjadi 'alaqah selama empat puluh hari pula, kemudian menjadi mudhghah selama empat puluh hari pula. Lalu diutuslah kepadanya seorang malaikat, dan diperintahkan dengan empat kalimat untuk menulis rezekinya, ajalnya, amalannya, celaka atau bahagia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka perbuatan orang-orang kafir telah tertulis di sisi Allah Azza wa Jalla, telah diketahui oleh Allah 'Azza wa Jalla sejak zaman azali dan orang yang berbahagia telah diketahui pula oleh Allah sejak zaman azali. Akan tetapi barangkali ada yang bertanya-tanya bagaimana mereka akan diadzab padahal Allah telah menetapkan atas mereka akan hal itu sejak zaman azali.?&lt;br /&gt;Jawaban kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka disiksa karena hujjah telah sampai kepada mereka, jalan kebenaran telah dijelaskan, lalu para rasul telah diutus kepada mereka, kitab-kitabnyapun telah diuturunkan. Juga telah dijelaskan petunjuk dan kesesatan dan mereka diberi motivasi untuk menempuh jalan petunjuk, sekaligus menjauhi jalan yang sesat. Mereka memiliki akal dan kehendak ; mereka memiliki kemampuan untuk berikhtiar. Oleh karena itu kita mendapati orang-orang kafir ini dan juga selain mereka, berusaha meraih kemaslahatan dunia dengan kehendak dan ikhtiarnya. Kita tidak mendapati seorangpun dari mereka berupaya meraih sesuatu yang membahayakan di dunia atau meremehkan dan bermalas-malasan dalam perkara yang bermanfaat baginya, lalu ia mengatakan : ini telah tertulis sebagai jatahku. Maka selalunya setiap orang akan berusaha meraih manfaat bagi dirinya. Dengan demikian, seharusnya mereka berusaha meraih manfaat dalam urusan-urusan agama mereka sebagaimana mereka berusaha keras meraih manfaat dari urusan dunianya. Tidak ada perbedaan di antara keduanya, bahkan penjelasan tentang kebaikan dan keburukan dalam urusan agama di dalam kitab-kitab suci yang diturunkan kepada para rasul lebih banyak dan lebih besar daripada penjelasan tentang urusan-urusan dunia. Maka kewajiban mereka adalah menempuh jalan yang menghatarkannya kepada keselamatan dan kebahagiaan, bukan menempuh jalan yang menyerempet mereka pada kebinasaan dan kesengsaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kami katakan, ketika si kafir memilih kekafiran sama sekali tidak merasa ada orang yang memaksanya. Bahkan perasaannya mengatakan bahwa bahwa ia melakukan hal itu dengan kehendak dan ikhtiarnya. Maka apakah ketika memilih kekufuran ia tahu apa yang telah ditetapkan Allah untuk dirinya .? Jawabannya, tentu tidak. Karena kita tidak mengetahui bahwa sesuatu telah ditetapkan terjadi pada kita kecuali sesudah terjadi. Adapun sebelum terjadi, kita tidak mengetahui apa yang telah ditetapkan untuk kita karena hal ini termasuk perkara ghaib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, sekarang kami katakan kepada orang itu : sebelum terjerumus kepada kekafiran, di depan anda ada dua perkara ; hidayah dan kesesatan. Lalu mengapa anda tidak menempuh jalan hidayah dengan anggapan bahwa Allah telah menetapkannya untukmu ? Mengapa anda menempuh jalan sesat lalu setelah menempuhnya anda beralasan bahwa Allah telah menetapkannya ? Kami tegaskan kepada anda sebelum memasuki jalan ini ; apakah anda mempunyai pengetahuan bahwa hal ini telah ditetapkan kepadamu ? ia pasti menjawab : "Tidak". Dan mustahil jawabannya : "Ya". Jadi apabila ia mengatakan : "Tidak". Kami tegaskan lagi ; kalau begitu mengapa anda tidak menempuh jalan hidayah seraya menganggap bahwa Allah telah menetapkan hal itu kepadamu. Oleh karena itu, Allah Ta'ala berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Maka tatkala mereka berpaling dari kebenaran, Allah memalingkan hati mereka" [Ash-Shaf : 5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Azza wa Jalla juga berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa. Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (jannah). Maka kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup. Serta mendustakan pahala yang terbaik. Maka kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yang sukar[i]" [Al-Lail :5-10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memberitahu para sahabat bahwa tidak ada seorangpun kecuali telah dicatat tempat duduknya di jannah dan tempat duduknya di neraka, para sahabat bertanya ; wahai Rasulullah, apakah kami boleh meninggalkan amalan dan bersandar pada apa yang telah ditetapkan ? Beliau bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : [i]Tidak, beramallah kelian, karena tiap-tiap orang dimudahkan kepada sesuatu yang diciptakan baginya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah itu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam membaca firman Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa. Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik. Maka kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup. Serta mendustakan pahala yang terbaik. Maka kelak kami akan menyiapkan baginya jalan yang sukar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah jawaban kami atas pertanyaan yang disampaikan oleh penanya tadi, dan betapa banyaknya orang yang beralasan seperti tadi dari kalangan orang-orang yang sesat. Alangkah anehnya mereka karena mereka sama sekali tidak pernah beralasan dengan yang semisal ini dalam masalah-masalah dunia. Bahkan anda mendapati mereka menempuh sesuatu yang lebih bermanfaat bagi mereka dalam persoalan-persoalan duniawi. Manakala dikatakan kepada seseorang ; jalan yang ada dihadapanmu ini adalah jalan yang sulit lagi rumit, di sana ada para pencuri dan banyak binatang buas, sedangkan ini jalan kedua, jalan yang mudah, ringan dan aman, tidak mungkin seseorang menempuh jalan yang pertama dan meninggalkan jalan yang kedua. Demikian pula dengan dua jalan ; jalan neraka dan jalan jannah. Para rasul menjelaskan jalan ke jannah lalu mereka mengatakan : inilah jalan ke jannah. Mereka juga mejelaskan jalan ke neraka lalu menegaskan : inilah jalan menuju neraka. Mereka memperingatkan dari jalan yang kedua dan menganjurkan untuk menempuh jalan pertama. Sementara para pendurhaka beralasan dengan qadha Allah dan Qadar-Nya -padahal mereka tidak mengetahuinya- atas kemaksiatan dan kejahatan yang mereka lakukan dengan ikhtiarnya dan dalam hal ini mereka tidak memiliki hujjah di sisi Allah Ta'ala.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-5249384088769909578?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/5249384088769909578/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/jika-perbuatan-orang-kafir-itu-telah.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/5249384088769909578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/5249384088769909578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/jika-perbuatan-orang-kafir-itu-telah.html' title='Jika Perbuatan Orang Kafir Itu Telah Ditulis Mengapa Dia Disiksa?'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-3286789195534318159</id><published>2009-02-03T19:04:00.000+08:00</published><updated>2009-02-03T19:05:03.136+08:00</updated><title type='text'>Apakah Rezki dan Jodoh Telah Di Tulis Di Lauh Mahfudz</title><content type='html'>Pertanyaan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin ditanya : "Apakah rezqi dan jodoh juga telah tertulis di Lauh Mahfudz ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu sejak awal terciptanya Qalam sampai tiba hari Qiyamat telah tertulis di Lauh Mahfudz, karena sejak permulaan menciptakan Qalam Allah telah berfirman kepadanya : "Tulislah", Dia (Qalam) bertanya : "Wahai Rabb-ku, apa yang harus aku tulis?" Allah berfirman : "Tulislah segala sesuatu yang terjadi". Kemudian dia (Qalam) menulis segala sesuatu yang terjadi sampai hari kiamat. Juga diriwayatkan dari Nabi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sesungguhnya janin yang ada dalam kandungan ibunya ketika telah melewati umur empat bulan, maka Allah mengutus Malaikat kepadanya yang meniupkan roh dan menulis rizqi, ajal, amal dan apakah dia celaka atau bahagia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rezqi juga telah tertulis dan ditakdirkan beserta sebab-sebabnya, tidak bertambah dan tidak berkurang. Sebagian dari sebab-sebab (rezqi) adalah pekerjaan manusia untuk mencari rezqi, sebagaimana firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dia (Allah) adalah Tuhan yang telah menjadikan bumi tunduk (kepadamu), maka berjalanlah dia atas pundaknya dan makanlah sebagian rezqi-Nya dan kepada-nyalah tempat kembali" [Al-Maidah : 15]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian dari sebab-sebab rezqi lagi adalah menyambung persaudaraan (sillaturrahim), termasuk berbuat baik kepada kedua orang tua dan menyambung hubungan keluarga, karena Nabi telah bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Barangsiapa ingin dilapangkan rezqinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah dia menyambung persaudaraan (sillaturrahim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian sebab-sebab rezqi lagi adalah bertaqwa kepada Allah, sebagaimana firman Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Barangsiapa bertaqwa, maka Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezqi dengan tanpa disangka-sangka" [Ath-Thalaq : 2-3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah anda mengatakan : "rezqi telah tertulis dan terbatasi dan aku tidak akan melakukan sebab-sebab untuk mencapainya". Karena pernyataan tersebut adalah suatu kelemahan. Sedangkan yang disebut kepandaian adalah kamu tetap berupaya mencari rezqi dan sesuatu yang bermanfaat bagimu, baik untuk agamamu maupun untuk duniamu. Nabi bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Seorang yang pandai adalah orang yang mengoreksi dirinya dan beramal untuk bekal setelah mati, sedangkan orang yang lemah adalah orang hanya mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaiamana rezqi telah tertulis dan ditaqdirkan bersama sebab-sebabnya, maka jodoh juga telah tertulis (beserta sebab-sebabnya). Masing-masing dari suami istri telah tertulis untuk menjadi jodoh bagi yang lain. Bagi Allah tidak rahasia lagi segala sesuatu, baik yang ada di bumi maupun di langit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-3286789195534318159?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/3286789195534318159/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/apakah-rezki-dan-jodoh-telah-di-tulis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/3286789195534318159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/3286789195534318159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/apakah-rezki-dan-jodoh-telah-di-tulis.html' title='Apakah Rezki dan Jodoh Telah Di Tulis Di Lauh Mahfudz'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-1138115181944585624</id><published>2009-02-03T19:03:00.001+08:00</published><updated>2009-02-03T19:04:16.404+08:00</updated><title type='text'>Bagaimana Allah Menyiksa Manusia Sedang Itu semua Sudah Ditentukan Allah</title><content type='html'>Pertanyaan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin ditanya : "Ada polemik yang dirasakan sebagian manusia, yaitu bagaimana Allah akan menyiksa karena ma'siyat, padahal telah Dia takdirkan hal itu atas manusia ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya hal ini bukanlah polemik. Langkah manusia untuk berbuat jahat kemudian dia disiksa karenanya bukanlah persoalan yang sulit. Karena langkah manusia pada berbuat jahat adalah langkah yang sesuai dengan pilihannya sendiri dan tidak ada seorangpun yang mengacungkan pedang di depannya dan mengatakan : "Lakukanlah perbuatan munkar itu", akan tetapi dia melakukannya atas pilihannya sendiri. Allah telah berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sesungguhnya Aku telah memberi petunjuk kepadanya pada jalan (yang benar), maka adakalanya dia bersyukur dan adakalanya dia kufur" [Al-Insan : 3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka baik kepada mereka yang bersyukur maupun yang kufur, Allah telah menunjukkan dan menjelaskan tentang jalan (yang benar). Akan tetapi sebagian manusia ada yang memilih jalan tersebut dan sebagian lagi ada yang tidak memilihnya. Penjelasan (Allah) tersebut pertama dengan Ilzam (keharusan/kepastia logis) dan kedua dengan Bayan (penjelasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal Ilzam, maka kita dapat mengatakan kepada seseorang : Amal duniawi dan amal ukhrawimu sebenarnya sama dan seharusnya anda memperlakukan keduanya secara sama. Sebagai hal yang maklum adalah apabila ditawarkan kepadamu dua pekerjaan duaniawi yang telah direncanakan. Yang pertama kamu yakini mengandung kabaikan untuk dirimu dan yang kedua merugikan dirimu. Maka pastilah anda akan memilih pekerjaan pertama yang merupakan pekerjaan terbaik dari dua rencana di atas dan tidak mungkin anda memilih pekerjaan kedua, yang merupakan pilihan terburuk lalu anda mengatakan : "Qadar (Allah) telah menetapkan saya padanya (piliha kedua). Dengan demikian, apa yang telah anda tetapkan dalam menempuh jalan dunia semestinya anda lakukan dalam menempuh jalan ukhrawi. Kita dapat mengatakan : Allah telah menawarkan di hadapanmu dua amal akhirat, yaitu amal buruk yang berupa amal-amal yang menyalahi syara' dan amal shalih yang berupa amal-amal yang sesuai dengan syara'. Maka apabila dalam berbagai pekerjaan duniawi anda memilih perbuatan yang baik, mengapa anda tidak memilih amal baik dalam amal akhirat. Karena itu, seharusnya anda memilih amal baik di dalam mencari akhirat sebagaimana anda harus memilih pekerjaan baik dalam mencari dunia. Inilah cara Ilzam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun cara Bayan, maka kita dapat mengatakan bahwa kita semua tidak tahu apa yang telah ditakdirkan Allah kepada kita. Allah berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Setiap diri tidak mengetahui apa yang akan dia kerjakan besok" [Luqman : 34]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika seseorang melakukan suatu perbuatan, berarti dia melakukannya atas pilihannya sendiri dan bukan karena mengetahui bahwa Allah telah mentakdirkan perbuatan tersebut kepadanya. Oleh karena itu, sebagian ulama' mengatakan : "Sesungguhnya Qadar itu rahasia yang tertutup". Dan kita semua tidak pernah mengetahui bahwa Allah telah mentakdirkan begitu, kecuali bila perbuatan tersebut telah terjadi. Dengan demikian, ketika kita melakukan sesuatu perbuatan, maka bukan berarti kita melakukannya atas dasar bahwa perbuatan tersebut telah ditetapkan bagi kita. Akan tetapi kita melakukannya berdasarkan pilihan kita sendiri dan ketika telah terjadi maka kita baru tahu bahwa Allah telah mentakdirkannya untuk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, manusia tidak bisa beralasan dengan takdir kecuali setelah terjadinya perbuatan tersebut. Disebutkan dari Amirul Mu'minin, Umar bin Kahtthab, sebuah kisah (mungkin benar dari beliau mungkin tidak) bahwa seorang pencuri yang telah memenuhi syarat potong tangan dilaporkan kepada beliau. Ketika Umar menyuruh untuk memotong tangannya, dia mengatakan : "Tunggu dulu hai Amirul Mu'minin, demi Allah aku tidak mencuri itu kecuali karena Qadar Allah". Umar mengatakan : "Aku tidak akan memotong tanganmu kecuali karena Qadar Allah". Maka Umar berargumentasi dengan argumentasi yang digunakan pencuri tersebut tentang kasus pencurian terhadap harta orang-orang Islam. Padahal Umar bisa berargumentasi dengan Qadar dan Syari'at, karena beliau diperintahkan untuk memotong tangannya. Adapun dalam kasus tersebut, beliau berargumentasi dengan Qadar karena argumentasi tersebut lebih tepat mengenai sasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hal itu, maka seseorang tidak lagi berargumentasi dengan Qadar untuk berbuat ma'siyat kepada Allah dan dalam kenyataannya dia memang tidak punya alasan dalam hal di atas. Allah berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : (Aku telah mengutus) para rasul yang membawa berita gembira dan memberi peringatan agar manusia tidak punya alasan/argumentasi kepada Allah setelah adanya para rasul" [An-Nisa : 165]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara semua amal manusia, setelah datangnya para rasul, tetap terjadi atas Qadar Allah. Walaupun Qadar bisa dijadikan argumentasi akan tetapi selalu bersama-sama dengan terutusnya para rasul selamanya. Dengan demikian jelas bahwa tidak layak berbuat ma'siyat dengan alasan Qadha' dan Qadar Allah, karena dia tidak dipaksa untuk melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah memberi Taufiq.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-1138115181944585624?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/1138115181944585624/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/bagaimana-allah-menyiksa-manusia-sedang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/1138115181944585624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/1138115181944585624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/bagaimana-allah-menyiksa-manusia-sedang.html' title='Bagaimana Allah Menyiksa Manusia Sedang Itu semua Sudah Ditentukan Allah'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-8412105367386917055</id><published>2009-02-03T19:02:00.001+08:00</published><updated>2009-02-03T19:03:24.760+08:00</updated><title type='text'>Apakah Do'a Bisa Mengubah Ketentuan?</title><content type='html'>Pertanyaan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin ditanya : "Apakah do'a berpengaruh merubah apa yang telah tertulis untuk manusia sebelum kejadian?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak diragukan lagi bahwa do'a berpengaruh dalam merubah apa yang telah tertulis. Akan tetapi perubahan itupun sudah digariskan melalui do'a. Janganlah anda menyangka bila anda berdo'a, berarti meminta sesuatu yang belum tertulis, bahkan do'a anda telah tertulis dan apa yang terjadi karenanya juga tertulis. Oleh karena itu, kita menemukan seseorang yang mendo'akan orang sakit, kemudian sembuh, juga kisah kelompok sahabat yang diutus nabi singgah bertamu kepada suatu kaum. Akan tetapi kaum tersebut tidak mau menjamu mereka. Kemudian Allah mentakdirkan seekor ular menggigit tuan mereka. Lalu mereka mencari orang yang bisa membaca do'a kepadanya (supaya sembuh). Kemudian para sahabat mengajukan persyaratan upah tertentu untuk hal tersebut. Kemudian mereka (kaum) memberikan sepotong kambing. Maka berangkatlah seorang dari sahabat untuk membacakan Al-Fatihah untuknya. Maka hilanglah racun tersebut seperti onta terlepas dari teralinya. Maka bacaan do'a tersebut berpengaruh menyembuhkan orang yang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, do'a mempunyai pengaruh, namun tidak merubah Qadar. Akan tetapi kesembuhan tersebut telah tertulis dengan lantaran do'a yang juga telah tertulis. Segala sesuatu terjadi karena Qadar Allah, begitu juga segala sebab mempunyai pengaruh terhadap musabab-nya dengan izin Allah. Maka semua sebab telah tertulis dan semua musabab juga telah tertulis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-8412105367386917055?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/8412105367386917055/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/apakah-doa-bisa-mengubah-ketentuan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/8412105367386917055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/8412105367386917055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/apakah-doa-bisa-mengubah-ketentuan.html' title='Apakah Do&apos;a Bisa Mengubah Ketentuan?'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-2160471749015703435</id><published>2009-02-03T19:01:00.000+08:00</published><updated>2009-02-03T19:02:11.970+08:00</updated><title type='text'>Hukum Ridha' Terhadap Qadar</title><content type='html'>Pertanyaan:&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin ditanya : "Bagaimana hukum ridha (rela) kepada Qadar? dan apakah do'a itu bisa menolak Qadha?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;br /&gt;Ridha pada Qadar hukumnya wajib, karena ha itu termasuk kesempurnaan ridha akan rububiyah Allah. Maka setiap mu'min harus ridha pada Qadha' Allah. Akan tetapi Muqadha (sesuatu yang diqadha') masih perlu dirinci, karena sesuatu yang diqadha berbeda dengan Qadha itu sendiri. Qadha adalah perbuatan Allah, sedangkan sesuatu yang diqadha' adalah sesuatu yang dikenai Qadha'. Maka Qadha' yang merupakan perbuatan Allah harus kita relakan dan dalam kondisi apapun kita tidak boleh membencinya selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sesuatu yang diqadha' terbagi menjadi tiga macam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Wajib direlakan&lt;br /&gt;2. Haram direlakan.&lt;br /&gt;3. Disunnahkan untuk direlakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, perbuatan ma'siyat adalah sesuatu yang diqadha oleh Allah dan ridha pada kemasyiatan hukumnya haram, sekalipun dia terjadi atas Qadha Allah. Maka barangsiapa melihat pada kema'siyatan, maka dia harus rela dari sisi Qadha' yang telah lakukan Allah dan harus mengatakan bahwa Allah Maha Bijaksana dan kalau kebijakan-Nya tidak menentukan ini, maka dia tidak akan pernah terjadi. Adapun dari sisi sesuatu yang diqadha', maka perbuatan tersebut wajib tidak direlakan dan wajib menghilangkan kema'siyatan tersebut dari dirimu sendiri dan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian dari sesuatu yang diqadha' harus direlakan, seperti kewajiban syar'iyah, karena Allah telah menentukannya secara riil dalam syar'iyah. Maka kita harus merelakannya, baik dari sisi Qadha'nya maupun sesuatu yang diqadha'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian ketiga disunnahkan untuk merelakannya dan diwajbkan bersabar karenanya, yaitu berbagai musibah yang terjadi, Maka semua musibah yang terjadi, menurut para ulama, disunnahkan untuk merelakan dan tidak diwajibkan. Akan tetapi wajib bersabar karenanya. Perbedaan antara sabar dan rela adalah bahwa dalam sabar seseorang tidak menginginkan apa yang terjadi, akan tetapi dia tidak mencoba sesuatu yang menyalahi syara' dan menghilangkan kesabaran, sedangkan rela adalah seseorang tidak membenci apa yang terjadi, sehingga terjadinya atau tidak terjadinya baginya sama saja. Inilah perbedaan antara rela dengan sabar. Oleh karena itu, para ulama Jumhur mengatakan : "Sesungguhnya sabar itu wajib, sedangkan rela itu disunnahkan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pertanyaan : "Apakah do'a itu dapat menolak Qadha", maka jawabnya demikian :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya do'a merupakan sebab teraihnya sesuatu yang dicari dan dalam kenyataannya, do'a dapat menolak Qadha dan tidak dapat menolaknya sekaligus. Artinya terdapat dua sisi pandang dalam do'a. Sebagai contoh orang sakit terkadang berdo'a kepada Allah (untuk disembuhkan), kemudian sembuh. Maka dalam hal ini, seandainya ia tidak berdo'a, maka dia akan tetap sakit, akan tetapi dengan do'a tersebut dia menjadi sembuh. Hanya saja kita dapat mengatakan bahwa Allah telah menetapkan, sembuhnya penyakit tersebut dengan lantaran do'a dan ini telah tertulis/tersurat. Maka do'a tersebut secara lahir dapat menolak Qadar, di mana manusia meyakini bahwa kalau tidak ada do'a tersebut, maka penyakit tersebut akan tetap diderita. Akan tetapi, hakikatnya, do'a tersebut tidak menolak Qadha', karena pada dasarnya do'a tersebut juga telah tertulis (ditakdirkan) dan kesembuhan tersebut akan terjadi dengannya. Inilah Qadar yang sebenarnya telah tertulis di zaman azali. Demikianlah, sehingga segala sesuatu pasti melalui sebab dan sebab tersebut telah dijadikan Allah sebagai sebab teraihnya dan sesuatu itu semua telah tertulis sejak zaman azali sebelum terjadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-2160471749015703435?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/2160471749015703435/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/hukum-ridha-terhadap-qadar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/2160471749015703435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/2160471749015703435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/hukum-ridha-terhadap-qadar.html' title='Hukum Ridha&apos; Terhadap Qadar'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-339414115443937554</id><published>2009-02-03T19:00:00.000+08:00</published><updated>2009-02-03T19:01:30.933+08:00</updated><title type='text'>Apakah Manusia Diberikan Kebebasan Memilih</title><content type='html'>Pertanyaan:&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin ditanya : "Apakah manusia dibebaskan memilih atau dijalankan?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;br /&gt;Penanya seharusnya bertanya pada diri sendiri ; Apakah dia merasa dipaksa oleh seseorang untuk menanyakan pertanyaan ini, apakah dia memilih jenis mobil yang dia inginkan ? dan berbagai pertanyaan semisalnya. Maka akan tampak jelas baginya jawaban tentang apakah dia dijalankan atau dibebaskan memilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian hendaknya dia bertanya kepada diri sendiri ; Apakah dia tertimpa musibah atas dasar pilihannya sendiri ? Apakah dia tertimpa penyakit atas dasar pilihannya ? Apakah dia mati atas dasar pilihannya sendiri ? dan berbagai pertanyaan semisalnya. Maka akan jelas baginya jawaban tentang apakah dia dijalankan atau dibebaskan memilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya segala perbuatan yang dilakukan oleh orang yang memiliki akal sehat jelas dia lakukan atas dasar pilihannya. Simaklah firman Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Maka barangsiapa menghendaki, maka dia mengambil jalan menuju Rabb-Nya" [An-Naba : 39]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan firman Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sebagian dari kamu ada orang yang menghendaki dunia dan sebagian dari kamu ada orang yang menghendaki akhirat" [Ali-Imran : 152]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan firman Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Barangsiapa menghendaki akhirat dan menempuh jalan kepadanya dan dia beriman, maka semua perbuatannya disyukuri (diterima)". [Al-Isra' : 19]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan firman-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Maka dia diwajibkan membayar fidyah, berupa puasa atau sedekah atau hajji" [Al-Baqarah : 196]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana dalam ayat fidyah di atas, pembayar fidyah diberi kebebasan memilih apa yang akan dibayarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, apabila seseorang menghendaki sesuatu dan telah melaksanakannya, maka kita tahu bahwa Allah telah menghendaki hal itu, sebagaimana firman-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sungguh barangsiapa dari kamu menghendaki beristiqomah, maka kamu tidak akan berkehendak kecuali Allah Rabb sekalian alam menghendakinya" [At-Takwir : 29]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sebagai kesempurnaan rububiyah-Nya, tidak ada sesuatupun terjadi di langit dan di bumi melainkan karena kehendak Allah Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun segala sesuatu yang menimpa seseorang atau datang darinya dengan tanpa pilihannya, seperti sakit, mati dan berbagai bencana, maka semua itu murni karena Qadar Allah dan manusia tidak punya kebebasan memilih dan berkehendak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah memberi Taufiq.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-339414115443937554?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/339414115443937554/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/apakah-manusia-diberikan-kebebasan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/339414115443937554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/339414115443937554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/apakah-manusia-diberikan-kebebasan.html' title='Apakah Manusia Diberikan Kebebasan Memilih'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-2781276644420728250</id><published>2009-02-03T18:59:00.001+08:00</published><updated>2009-02-03T19:00:39.314+08:00</updated><title type='text'>Segala Sesuatu Telah Ditentukan dan Manusia Diberi Pilihan</title><content type='html'>Pertanyaan:&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin ditanya : "Tentang Qadar ; apakah pokok perbuatan telah di takdirkan, sementara manusia diberi kebebasan memilih (punya kebebasan) cara pelaksanaannya ? Sebagai contoh apabila Allah telah mentakdirkan seorang hamba untuk membangun masjid, maka dia pasti membangun masjid, akan tetapi Dia (Allah) membiarkan akalnya untuk memilih cara membangun. Begitu juga, apabila Allah telah mentakdirkan kema'syiatan, maka manusia sudah barang tentu melakukannya, akan tetapi Dia membiarkan akalnya untuk memilih cara melaksanakannya. Ringkasnya manusia itu diberi kebebasan memilih cara melaksanakan sesuatu yang telah ditakdirkan kepadanya. Apakah itu benar ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;br /&gt;Masalah ini (Qadar) memang menjadi pusat perdebatan di kalangan umat manusia sejak zaman dahulu. Oleh karena itu, dalam hal ini mereka dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok, yaitu dua kelompok saling kontroversial dan satu kelompok sebagai penengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Pertama.&lt;br /&gt;Memandang pada keumuman Qadar Allah, sehingga dia buta tentang kebebasan memilih hamba. Dia mengatakan : "Sesungguhnya dia dipaksa dalam segala perbuatannya dan tidak mempunyai kebebasan memilih jalannya sendiri. Maka jatuhnya seseorang dari atap bersama angin dan sebagainya sama dengan turun dari atap tersebut dengan tangga sesuai dengan pilihannya sendiri.&lt;br /&gt;Kelompok Kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memandang bahwa seorang hamba melakukan dan meninggalkan sesuatu dengan pilihannya sendiri, sehingga dia buta dari Qadar Allah. Dia mengatakan bahwa seorang hamba bebas memilih semua perbuatannya dan tidak ada hubungannya dengan Qadar Allah.&lt;br /&gt;Kelompok Penengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mereka melihat dua sebab. Mereka memandang pada keumuman Qadar Allah dan sekaligus kebebasan memilih hamba-Nya. Maka mereka mengatakan : "Sesungguhnya perbuatan hamba terjadi karena Qadar Allah dan dengan pilihan hamba itu sendiri. Dia tentu tahu perbedaan antara jatuhnya seseorang dari atap karena angin dan semisalnya dengan turun melalui tangga atas pilihannya sendiri. Yang pertama adalah orang yang melakukannya diluar pilihannya dan yang kedua dengan pilihannya sendiri. Masing-masing dari keduanya terjadi karena Qadha' dan Qadar Allah yang tidak akan terjadi dalam kerajaan-Nya apa yang tidak Dia kehendaki, akan tetapi sesuatu yang terjadi dengan pilihan seorang berhubungan dengan taklif (pembebanan/hukum) dan dia tidak punya alasan Qadar dalam melanggar apa yang telah dibebankan kepadanya, baik berupa perintah maupun larangan. Karena dia melakukan sesuatu yang menyalahi (hukum Allah) dan ketika melakukannya dia belum tahu apa yang ditakdirkan kepadanya. Maka perlakuan tersebut menjadi sebab siksaan, baik di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, ketika dia dipaksa oleh seseorang untuk melakukan sesuatu yang menyalahi (hukum Allah), maka tidak ada hukum dan siksaan atas perbuatan tersebut karena keterpaksaannya, Apabila manusia mengetahui bahwa melarikan diri dari api ke tempat yang lebih aman adalah pilihannya sendiri dan bahwa kedatangan ke rumah bagus, luas dan layak tinggal juga merupakan pilihannya, di sisi lain dia juga meyakini bahwa melarikan diri dan kedatangan tersebut terjadi karena Qadha' dan Qadar Allah. Sedangkan tetap tinggal (di rumah tersebut) sehingga ditelan api dan ketelatannya untuk menempati rumah dapat dikatakan menyia-nyiakan kesempatan yang berakibat penyesalan. Maka kenapa dia tidak memahami ini dalam hal kecerobohannya dengan meninggalkan sebab-sebab yang bisa menyelamatkan dirinya dari neraka akhirat dan menggiringnya untuk masuk jannah.?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun gambaran bahwa ketika Allah telah mentakdirkan seorang hamba untuk membangun masjid, maka dia pasti akan membangun masjid, akan tetapi Dia (Allah) membiarkan akalnya dalam menentukan cara membangun, adalah gambaran yang kurang tepat. Karena gambaran tersebut mengindikasikan bahwa cara membangun adalah kebebasan akal dan tidak terkait dengan Qadar Allah di dalamnya dan sumber pikiran (untuk membangun) semata-mata karena kekuasaan Qadar dan tidak ada kaitannya pilihan (hamba) di dalamnya. Hal yang benar adalah sumber pikiran membangun merupakan bagian dari pilihan manusia karena dia tidak dipaksakan, sebagaimana dia tidak dipaksa untuk merenovasi rumahnya atau membongkarnya, Akan tetapi munculnya pikiran tersebut, sebenarnya telah ditakdirkan oleh Allah tanpa ia sadari, karena dia belum tahu bahwa Allah telah mentakdirkan apapun kecuali setelah terjadinya, karena Qadar itu rahasia dan tertutup yang tak dapat diketahui kecuali melalui petunjuk Allah dalam bentuk wahyu atau kejadian nyata. Begitu juga cara membangun tetap dalam Qadar Allah, karena Allah telah menetapkan segala sesuatu, baik secara global maupun rinci dan tidak mungkin menusia bisa memilih sesuatu yang tidak dikehendaki dan ditetapkan Allah, akan tetapi bila seseorang memilih sesuatu dan melakukannnya maka dia baru tahu dengan yakin bahwa hal tersebut telah ditetapkan Allah. Dengan demikian, manusia diberi kebebasan memilih berbagai sebab nyata yang telah ditetapkan Allah sebagai sebab terjadinya perbuatan dan ketika melakukannya manusia tidak merasa dipaksa oleh siapapun. Akan tetapi, bila dia telah melakukan perbuatan tersebut berdasarkan sebab-sebab yang telah dijadikan Allah sebagai sebab, maka kita baru tahu dengan yakin bahwa Allah telah menetapkannya (mentadkdirkan), baik secara global maupun rinci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga, kami bisa berbicara tentang perbuatan ma'siyat manusia, dimana kamu mengatakan : "Sesungguhnya Allah telah mentakdirkan kepadanya perbuatan ma'siyat, sehingga dia pasti melakukannya. Akan tetapi Dia (Allah) membiarkan (menyerahkan) kepada akalnya tentang cara pelaksanaannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dalam hal ini, kami katakan sebagaimana yang telah kami sampaiakan dalam hal pembangunan masjid di atas ; Sesungguhnya Qadar Allah kepadanya untuk melakukan ma'siyat tidak berarti menghilangkan kebebasan (memilih)nya. Karena ketika dia memilih perbuatan tersebut (ma'siyat) dia belum tahu apa yang ditakdirkan Allah kepadanya, lalu dia melakukan perbuatan tersebut sesuai dengan pilihannya dan tidak merasa dipaksa oleh siapapun. Akan tetapi ketika dia telah melakukannya, maka kita baru mengetahui bahwa Allah telah mentakdirkan perbuatan tersebut kepadanya. begitu juga, cara pelaksanaan mas'iyat dan proses menuju ke sana yang terjadi dengan pilihan manusia tidak berarti menghilangkan Qadar Allah. Karena Allah telah mentakdirkan segala sesuatu, baik secara global maupun rinci dan telah menetapkan sebab-sebab menuju ke sana dan seluruh perbuatan-Nya tidak terlepas dari Qadar-Nya dan begitu juga perbuatan hamba-Nya, baik yang bersifat ikhtiyari (sesuai pilihan) maupun idhthirari (terpaksa), Allah berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Apakah kamu belum tahu bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan bumi, sesungguhnya hal itu telah ada dalam Kitab, sesungguhnya itu bagi Allah sangat mudah" [Al-Hajj : 70]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah juga berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Begitu juga Aku telah menjadikan bagi setiap nabi musuh yang berupa syetan-syetan dari bangsa Manusia dan Jin yang sebagian menyampaikan kepada sebagian lain ucapan palsu. Dan apabila Rabb-mu menghendaki, maka mereka tidak melakukannya (kebohongan). Maka tinggalkanlah mereka dan kebohongannya" [Al-An'am : 12]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah juga berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Begitu juga Allah telah menghiasi kebanyakan orang-orang musyrik dengan pembunuhan anak-anak mereka kepada teman-teman mereka untuk menarik mereka dan meremangkan agama mereka. Apabila Allah menghendaki, maka mereka tidak melakukannya. Maka tinggalkanlah mereka dan kebohongan mereka" [Al-An'am : 137]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Kalau Allah menghendaki, maka tidaklah saling membunuh orang-orang setelah mereka setelah datang penjelasan kepada mereka. Akan tetapi mereka saling berselisih, sehingga sebagian mereka ada yang beriman dan sebagian ada yang kafir. Kalau Allah menghendaki, maka mereka tidak saling membunuh" [Al-Baqarah : 253]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, maka sebaiknya seseorang tidak membicarakan dengan diri sendiri atau dengan orang lain tentang persoalan seperti ini yang akan berakibat gangguan dan menimbulkan prasangka adanya pertentangan antara Syari'ah dengan Qadar. Karena hal itu bukanlah merupakan kebiasaan sahabat, padahal mereka orang yang paling semangat untuk mengetahui berbagai kebenaran dan lebih dekat dengan nara sumber dan pemecahan kesedihan. Disebutkan dalam Shahihul Bukhari dari Ali bin Abi Thalib bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Tak seorangpun dari kamu kecuali telah tertulis tempatnya di surga atau tempatnya di neraka" Kemudian (sahabat) bertanya : "Ya Rasulullah, apakah kita tidak menyerah saja" (Dalam suatu riwayat disebutkan :'Apakah kita tidak menyerah saja pada catatan kita dan meninggalkan amal). Beliau menjawab : "Jangan, beramallah, setiap orang dipermudah (menuju takdirnya)". (Dalam suatu riwayat disebutkan : "Beramallah, karena setiap orang dipermudah menuju sesuatu yang telah diciptakan untuknya"). Orang yang termasuk ahli kebahagian, maka dia dipermudah menuju perbuatan ahli kebahagiaan. Adapun orang yang termasuk ahli celaka, maka dia dipermudah menuju perbuatan ahli celaka". Kemudian beliau membaca ayat : "Adapun orang yang memberi dan bertaqwa dan membenarkan kebaikan, maka Aku akan mempermudahnya menuju kemudahan. Adapun orang yang bakhil dan menumpuk kekayaan dan mebohongkan kebaikan, maka Aku akan mempermudahnya menuju kesulitan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits di atas, jelaslah bahwa Nabi melarang sikap menyerah pada catatan (takdir) dan meninggalkan beramal, karena tak ada peluang untuk mengetahuinya dan beliau menyuruh hamba untuk berbuat semampu mungkin, yang berupa amal. Beliau mengambil dalil dengan ayat yang menunjukkan bahwa orang yang beramal shalih dan beriman, amal dia akan dipermudah menuju kemudahan. Ini merupakan obat yang berharga dan mujarab, di mana seorang hamba akan mendapatkan puncak kesejahteraan dan kebahagiaannya dengan mendorong untuk beramal shalih yang dibangun di atas landasan iman dan dia akan bergembira dengannya karena ia akan didekatkan dengan taufiq menuju kemudahan di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memohon kepada Allah agar memberikan taufiq kepada kita semua untuk melakukan amal shalih dan mempermudah kita menuju kemudahan dan menajauhkan kita dari kesulitan dan mengampuni dia akhirat dan dunia. Sesungguhnya Dia Maha Pemurah lagi Maha Mulia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-2781276644420728250?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/2781276644420728250/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/segala-sesuatu-telah-ditentukan-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/2781276644420728250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/2781276644420728250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/segala-sesuatu-telah-ditentukan-dan.html' title='Segala Sesuatu Telah Ditentukan dan Manusia Diberi Pilihan'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-4268676762701065270</id><published>2009-02-03T18:57:00.000+08:00</published><updated>2009-02-03T18:59:13.719+08:00</updated><title type='text'>Tingkatan Iman Kepada Qada' Dan Qadar</title><content type='html'>Pertanyaan:&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin -Semoga Allah meninggikan derajatnya di antara orang-orang yang mendapat petunjuk- ditanya : "Tentang Iman kepada Qadha' dan Qadar?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;br /&gt;Iman kepada Qadar adalah salah satu dari enam rukun iman yang telah dijelaskan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kepada malaikat Jibril ketika bertanya tentang iman. Iman kepada Qadar adalah masalah yang sangat penting. Banyak orang yang telah memperdebatkan tentang Qadar sejak zaman dahulu, sampai hari inipun mereka masih memperdebatkan. Akan tetapi kebenaran masalah tersebut, walillah al-Hamd, sangat jelas dan tidak perlu diperdebatkan lagi. Kemudian yang dimaksud dengan iman kepada Qadar adalah kita mempercayai (sepenuhnya) bahwa Allah telah menetapkan segala sesuatu, sebagaimana firman-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dia (Allah) telah menciptakan segala sesuatu dan sunggung telah menetapkannya" [Al-Furqaan : 2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ketetapan yang telah ditetapkan Allah selalu sesuai dengan kebijakan-Nya dan tujuan mulia yang mengikutinya serta berbagai akibat yang bermanfaat bagi hamba-Nya, baik untuk kehidupan (dunia) maupun akhiratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman kepada Qadar berkisar empat tingkat keimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]. Ilmu (Allah), yakni mempercayai dengan sepenuhnya bahwa ilmu Allah Subhanahu wa Ta'ala meliputi segala sesuatu, baik di masa lalu, sekarang maupun yang akan datang, baik yang berhubungan dengan perbuatan-Nya maupun perbuatan hamba-Nya. Dia (Allah) meliputi semuanya, baik secara global maupun rinci dengan ilmu-Nya yang menjadi salah satu sifat-Nya sejak azali dan selamanya (tak ada akhirnya). Dalil-dalil tentang tingkatan ini banyak sekali. Allah telah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sesungguhnya Allah tidak ada rahasia lagi bagi-Nya segala sesuatu yang ada di bumi dan di langit" [ Ali-Imran : 5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Bagi-Nya kunci-kunci segala sesuatu yang gaib yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia. Dia mengetahui apa yang di darat dan di laut dan tidak ada sehelai daun pun yang gugur kecuali Dia mengetahui-Nya dan tidak ada satu benihpun di kegelapan bumi dan tak ada sesuatupun yang kering dan basah kecuali ada di dalam kitab yang jelas" [Al-An'am : 59]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sesungguhnya Aku telah menciptakan manusia dan Aku mengetahui apa yang dibbisikkan hatinya" [Qaf : 16]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Artinya : Allah mengetahui segala sesuatu" [Al-Baqarah : 283]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi ayat-ayat lain yang menunjukkan pengetahuan Allah pada segala sesuatu, baik secara global maupun rinci. Dalam tingkatan ini barangsiapa yang mengingkari Qadar maka dia kafir, karena dia mendustakan Allah dan Rasul-Nya serta ijma' kaum muslimin dan meremehkan kesempurnaan Allah. Karena kebalikan ilmu adalah mungkin bodoh atau alpa dan keduanya berupa aib (cacat). Allah terlah berfirman tentang Nabi Musa ketika dia ditanya oleh Fir'aun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Maka apa saja yang telah terjadi di abad-abad terdahulu, dia (Musa) menjawab : Pengetahuan tentang itu di sisi Rabb-ku di dalam kitab yang Rabb-ku tidak akan salah dan alpa ( di dalamnya)" [Thaha : 51-51]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Allah tidak akan bodoh terhadap sesuatu yang akan datang dan tidak akan melupakan sesuatu yang telah lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]. Beriman kepada Allah telah menulis ketetapan segala sesuatu sampai terjadi hari Qiyamat, karena ketika Dia menciptakan Qalam, Dia berfirman kepadanya : "Tulislah", kemudian dia (Qalam) berkata : "Hai Tuhanku, apa yang aku tulis?" Dia berfirman : "Tulislah (dalam hadits yang lain. "Tulislah taqdir segala sesuatu hingga hari kiamat") semuanya yang terjadi", kemduian dia (Qalam) seketika berjalan menulis segala sesuatu yang terjadi sampai hari Qiyamat. Maka Allah telah menulis di Lauh Mahfudz ketetapan segala sesuatu. Tingkatan ini telah ditunjukkan oleh firman Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Apakah kamu tidak tahu bahwa Allah mengetahui segala sesuatu yang ada di langit dan bumi. Sesungguhnya itu semua telah ada dalam kitab, sesungguhnya itu sangat mudah bagi Allah" [Al-Hajj : 70]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah juga berfirman. "Sesungguhnya itu semua berada dalam kitab", artinya telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfudz). (Sesungguhnya semua itu sangat mudah bagi Allah). Kemudian penulisan tersebut terkadang bersifat rinci. Maka janin yang ada di perut ibunya bila melewati umur empat bulan, maka Allah mengutus malaikat kepadanya dan mengutusnya membawa empat kalimat, yaitu menulis rizki, ajal, perbuatan, celaka atau bahagia, sebagaimana tertuang dalam hadits shahih Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, dan di tulis juga di dalam Qadar apa saja yang terjadi dalam tahun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana Allah berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sesungguhnya Aku telah menurunkan pada malam yang berkah, sesungguhnya Aku memberi peringatan di dalamnya tentang perbedaan sesuatu yang mengandung hikmah, sebagai perintah dari-Ku, sesungguhnya Aku Rabb Yang Mengutus" [Ad-Dukhan : 3-5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3]. Beriman bahwa segala sesuatu yang ada di alam ini disebabkan kehendak Allah. Segala sesuatu yang ada di alam ini terjadi karena kehendak Allah, baik yang dilakukan oleh-Nya maupun oleh mahkhluk. Allah telah berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dia (Allah) melakukan apa yang Dia kehendaki" [Ibrahim : 7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah juga berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Kalau Dia (Allah) menghendaki maka Dia memberi petunjuk kepadamu semuanya" [Al-An'am : 149]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga berfirman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Kalau Rabb-mu menghendaki maka Dia menjadikan umat manusia menjadi umat yang satu" [Hud : 118]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Bila Dia (Allah) menghendaki maka Dia memusnahkanmu dan mengadakan penciptaan yang baru" [Fathir : 16]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi ayat yang menunjukkan bahwa perbuatan-Nya terjadi karena kehendak-Nya. Begitu juga segala perbuatan makhluk terjadi dengan kehendak-Nya, sebagaimana firman Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Kalau Allah menghendaki, maka tidak terjadi saling bunuh di antara orang-orang setelah mereka datang penjelasan kepada mereka, akan tetapi mereka berselisih ; sebagian mereka beriman dan sebagian kafir. Dan apabila Allah menghendaki maka mereka tidak saling membunuh, akan tetapi Allah melakukan apa saja yang Dia kehendaki" [Al-Baqarah : 53]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah nash (teks Al-Qur'an) yang sangat jelas bahwa semua perbuatan hamba telah dikehendaki Allah dan apabila Allah tidak menghendaki mereka untuk melakukannya maka mereka tidak akan melakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] Beriman bahwa Allah adalah Pencipta segala sesuatu, Maka Allah adalah Maha Pencipta dan selain-Nya Dia adalah makhluk. Segala sesuatu, Allah-lah penciptanya dan semua makhluk adalah ciptaan-Nya. Jika segala perbuatan manusia dan ucapannya termasuk sifatnya, sedangkan manusia itu makhluk, maka sifat-sifatnya juga makhluk Allah. Hal itu ditunjukkan oleh firman Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Allah menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat" [As-Safat : 96]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, Allah telah menetapkan penciptaan manusia dan perbuatannya. Allah juga berfirman : "Wa ma ta'malun" (dan apa saja yang kamu perbuat). Para ulama berselisih pendapat tentang kata "ma" (apa saja), apakah dia berupa "ma masdhariyah" (sehingga tidak bermakna) atau "ma maushulah" (sehingga bermakna apa saja). Berdasarkan dua perkiraan di atas ( ma mashdariyah atau ma maushulah), maka ayat tersebut tetap menunjukkan bahwa perbuatan manusia adalah ciptaan Allah. inilah keempat tingkatan keimanan kepada Qadar yang harus diimani, tidak sempurna keimanan seseorang terhadap Qadar kecuali dengan mengimani keempat-empatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ketahuilah bahwa iman kepada Qadar tidak berarti menghilangkan pelaksanaan sebab, bahkan melaksanakan berbagai sebab merupakan perintah Syari'ah. Hal itu dapat tercapai karena Qadar, karena bebagai sebab akan melahirkan musabab (akibat). Oleh karena itu, Amirul Mu'minin, Umar bin Khaththab, ketika pergi menuju Syam, di tengah perjalan dia mengetahui bahwa telah menyebar wabah penyakit di sana. Kemudian para sahabat bermusyawarah ; apakah perjalanan ini diteruskan atau kembali pulang ke Madinah ? Maka terjadilah perselisihan pendapat di antara mereka dan kemudian beliau memutuskan untuk kembali ke Madinah. Ketika beliau (Umar) sudah mantap pada pendapat tersebut, maka datanglah Abu Ubaidah Amir bin Al-Jarah sembari berkata : Hai Amirul Mu'minin, mengapa anda kembali ke Madinah dan lari dari Qadar Allah ?" Umar menjawab : " Kami lari dari Qadar Allah menuju Qadar Allah". Kemudian setelah itu datang Abdurrahman bin Auf (dia sebelumnya tidak ada di situ untuk memenui kebutuhannya), kemudian dia menceritakan bahwa Nabi pernah bersabda tentang wabah penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Bila kamu sekalian mendengar terjadinya wabah penyakit di bumi tertentu, maka janganlah kamu mendatanginya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesmipulan perkataan Umar "lari dari Qadar Allah menuju Qadar Allah" itu merupakan dalil bahwa melaksanakan sebab juga termasuk Qadar Allah. Kita tahu bahwa apabila seseorang mengatakan " saya beriman kepada Qadar Allah dan Allah akan memberiku seorang anak dengan tanpa istri", maka orang tersebut dapat dikatakan gila. Begitu juga bila dia mengatakan "saya beriman kepada Qadar Allah dan saya tidak akan berupaya mencari rizki dan tidak melaksanakan sebab-sebab mendapatkan rizki", maka dia adalah dungu. Maka iman kepada Qadar tidak berarti menghilangkan sebab-sebab syar'iyah atau ikhtiar yang benar. Adapun sebab-sebab yang berupa prasangka yang dianggap palakunya sebagai sebab padahal bukan, maka hal itu di luar perhitungan dan tidak perlu diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ketahuilah bahwa adanya kesulitan dalam mengimani Qadar (padahal sebenarnya tidak sulit), yaitu pertanyaan seseorang : "Apabila perbuatanku dari Qadar Allah, maka bagaimana saya harus menanggung akibatnya sementara semua itu dari Qadar Allah ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya:&lt;br /&gt;Hendaknya dikatakan kepadanya kamu tidak bisa beralasan malakukan ma'siyat dengan Qadar Allah, Karena Allah tidak memaksamu untuk melakukannya dan ketika kamu dihadapkan kepadanya (ma'siyah) kamu tidak tahu bahwa hal itu ditakdirkan untukmu. Karena manusia tidak mengetahui apa yang ditakdirkan kepadanya kecuali setelah terjadi. Karena itu, kenapa kamu tidak memperkirakan sebelum berbuat bahwa Allah telah mentakdirkan ketaatan kepadamu, sehingga kamu melaksanakannya .? Begitu juga dalam hal duniawi, kamu melakukan sesuatu yang kamu anggap ada kebaikannya dan menghindari yang kamu anggap berbahaya. Maka mengapa kamu tidak bersikap demikian dalam urusan akhirat ? Saya tidak yakin jika ada seseorang yang sengaja menempuh jalan yang sulit lalu dia berkata : "Ini telah ditakdirkan untukku, bahkan tentunya dia akan menempuh jalan yang paling aman dan mudah. Tidak ada perbedaan antara hal ini dengan perkataan yang diarahkan kepadamu bahwa Jannah mempunyai jalan dan Neraka juga mempunyai jalan. Maka apabila kamu menempuh jalan menuju Neraka, maka kamu bagaikan orang yang menempuh jalan yang mengkhawatirkan dan mengerikan. Maka mengapa kamu merelakan dirimu menempuh jalan menuju Neraka Jahim dan meninggalkan jalan menuju Jannah Na'im ? Kalau saja manusia boleh beralasan dengan Qadar tatkala melakukan ma'siyat, maka tentunya tidak ada gunanya diutusnya para rasul. Allah terlah berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Aku telah mengutus para rasul yang memberi berita gembira dan memberi peringatan agar manusia tidak mempunyai alasan kepada Allah setelah para rasul" [An-Nisa' : 165]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa iman kepada Qadar memiliki buah yang agung bagi perjalanan manusia dan hatinya, karena apabila kamu beriman bahwa segala sesuatu terjadi karena Qadha' dan Qadar Allah, maka ketika dalam kelapangan kamu akan bersyukur kepada Allah dan tidak membanggakan diri dan tidak melihat bahwa semua itu hasil kemampuan dan keutamaan, akan tetapi sebaliknya kamu meyakini bahwa ini hanya sebab dan bila kamu telah berhasil melaksanakan sebab yang menjadikan kamu mendapatkan kelapangan dan meyakini bahwa karunia tetap di tangan Allah, maka kamu akan bertambah syukur dan hal ini akan mendorong kamu untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah sesuai dengan perintah-Nya, dan kamu tidak akan melihat kelebihan pada dirimu di atas Rabb-mu bahkan sebaliknya kamu melihat anugrah Allah kepadamu. Allah telah berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Mereka memberi anugrah keadamu dengan masuk Islam mereka, katakanlah : kamu tidak memberi anugerah kepadaku dengan masuk Islammu akan tetapi Allah-lah yang telah memberi anugrah kepadamu untuk menunjukkan kepadamu pada iman, bila kamu benar" [ Al-Hujurat : 17]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula manakala kamu tertimpa kesusahan (musibah), maka kamu tetap percaya kepada Allah, menerima dan tidak terlalu menyesal karenanya bahkan tidak diliputi kegundahan (yang berat). Bukankah anda tahu bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Seorang mu'min yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dari pada seorang mu'min yang lemah, dalam segala kebaikan bersemangatlah (untuk mencapai) apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, jangan merasa lemah, apabila kamu tertimpa suatu (musibah) maka janganlah berkata ; Kalau saja aku melakukan begini maka hasilnya pasti begini, karena kata "kalau" akan membukakan perbuatan syetan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dengan demikian beriman kepada Qadar mengandung kedamaian jiwa dan hati dan hilangnya kegundahan karena kegagalan, serta hilangnya kekhawatiran untuk menghadapi masa depan. Allah berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Tidak ada musibah yang menimpa di bumi dan di dalam dirimu sendiri kecuali telah ada dalam kitab sebelum Aku membebaskannya, sesungguhnya semua itu sangat mudah bagi Allah, agar supaya kamu tidak bersedih atas kegagalanmu dan tidak terlalu bergembira atas apa (nikmat) yang diberikan kepadamu" [Al-Hadid : 22-23]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang tidak percaya kepada Qadar sudah pasti mengamali kegoncangan ketika tertimpa musibah dan akan bersedih dan syetanpun kana membuka pintu untuknya dan dia akan merasa terlalu bersuka ria dan terlena ketika mendapat kegembiraan. Akan tetapi iman kepada Qadar akan mampu mencegah itu semua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-4268676762701065270?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/4268676762701065270/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/tingkatan-iman-kepada-qada-dan-qadar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/4268676762701065270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/4268676762701065270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/tingkatan-iman-kepada-qada-dan-qadar.html' title='Tingkatan Iman Kepada Qada&apos; Dan Qadar'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-2147688287214256238</id><published>2009-02-03T18:56:00.002+08:00</published><updated>2009-02-03T18:57:07.510+08:00</updated><title type='text'>Beza Antara Qada' Dan Qadar</title><content type='html'>Perbedaan antara Qadha' dan Qadar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan:&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin ditanya : "Apakah perbedaan antara Qadha' dan Qadar?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;br /&gt;Para ulama' berbeda pendapat tentang perbedaan antara kedua istilah tersebut. Sebagian mengatakan bahwa Qadar adalah kententaun Allah sejak zaman azali (zaman yang tak ada awalnya), sedangkan Qadha' adalah ketetapan Allah terhadap sesuatu pada waktu terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika Allah menetapkan sesuatu akan terjadi pada waktunya, ketentuan ini disebut Qadar. Kemudian ketika telah tiba waktu yang telah ditetapkan pada sesuatu tersebut, ketentuan tersebut disebut Qadha'. Masalah ini (Qadha') banyak sekali disebut dalam Al-Qur'an, seperti firman Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sesuatu itu telah diqadha" [Yusuf : 41]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan firman-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Allah mengqadha' dengan benar" [Ghafir : 20]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ayat-ayat lain yang serupa. Maka Qadar adalah ketentuan Allah terhadap segala sesuatu sejak zaman azali, sedangkan Qadha' merupakan pelaksanaan Qadar ketika terjadi. Sebagian Ulama' mengatakan bahwa kedua istilah tersebut mempunyai satu makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat yang dianggap rajih (unggul/kuat) adalah bahwa kedua istilah tersebut bila dikumpulkan (Qadar-Qadha'), maka mempunyai makna berbeda, tapi bila dipisahkan antara satu dengan yang lain maka mempunyai makna yang sama. Wallahu 'alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-2147688287214256238?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/2147688287214256238/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/beza-antara-qada-dan-qadar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/2147688287214256238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/2147688287214256238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/beza-antara-qada-dan-qadar.html' title='Beza Antara Qada&apos; Dan Qadar'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-6438245833959602079</id><published>2009-02-03T18:55:00.001+08:00</published><updated>2009-02-03T18:56:13.630+08:00</updated><title type='text'>Siapa Yang Tidak Wajib Mempelajaran Qadar</title><content type='html'>Pertanyaan:&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin ditanya : "Siapakah yang tidak wajib mempelajari Aqidah, khususnya Qadar karena dikhawatirkan salah ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;br /&gt;Masalah ini sebagaimana masalah penting lainnya harus dipahami oleh manusia untuk agama dan dunianya. Dia harus mendalami dam memohon pertolongan Allah Subhanahu wa Ta'ala agar mampu memahami dan meyakininya sehingga permasalahannya menjadi sangat jelas. Karena seseorang tidak boleh meragukan sedikitpun tentang masalah-masalah penting seperti ini. Adapun masalah yang tidak merusak agama bila ditunda dan tidak dikhawatirkan menjadi sebab berpalingnya seseorang (dari agama), maka boleh ditunda selama masih ada hal yang lebih penting daripadanya. Masalah Qadar adalah masalah yang wajib dipahami oleh setiap hamba (Allah) sehingga dapat menghantarkannya pada keyakinan yang mendalam. Sebenarnya masalah tersebut tidaklah sulit, segala puji hanya bagi Allah. Hal yang memberatkan pelajaran aqidah bagi sebagian orang adalah karena mereka, dengan sangat disayangkan lebih mendahulukan sisi "bagaimana" dari pada "mengapa". Sebenarnya manusia dituntut untuk menggunakan dua kata tanya secara berurutan, yaitu "mengapa" baru disusul dengan "bagaimana". Mengapa kamu melakukan itu ? (Jawabnya), ini adalah keikhlasan. Bagaimana cara kamu melaksanakan itu ? (Jawabnya) dengan mengikuti Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang sekarang sibuk merealisasikan jawaban pertanyaan "bagaimana" dan lalai dari jawaban pertanyaan "mengapa". Oleh karena itu, sebagaimana anda lihat sendiri, dari sisi ikhlas mereka tidak mau banyak berupaya, sedang dari sisi ketaatan memiliki semangat yang tinggi. Maka manusia sekarang lebih memperhatikan sisi ini (sisi awal) dan melalaikan sisi yang lain yang lebih penting, yaitu sisi aqidah, keikhlasan dan tauhid. Oleh karena itu, anda banyak menemukan sebagian besar orang yang bertanya tentang masalah duniawi yang sangat amat remeh dan hatinya tertutup oleh dunia, melalaikan Allah secara total dalam praktek jual beli kendaraan dan berpakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang sebagian mereka menyembah/menjadi budak dunia sementara dia tidak menyadarinya dan terkadang dengan tidak sadar menyekutukan Allah dengan dunia, karena dengan sangat disesalkan, sisi tauhid dan aqidah sudah tidak diperhatikan lagi, baik di kalangan masyarakat awam maupun para penuntut ilmu. Ini adalah masalah yang berbahaya. Sebaliknya memperhatikan perkara aqidah saja tanpa mengamalkan apa yang telah disyari'atkan (Allah) sebagai benteng dan pagar (dari perbuatan jahat) juga sangat keliru. Karena kita telah mendengar dari berbagai siaran (TV dan radio) dan membaca dari media massa adanya upaya penyederhanaan pemahaman bahwa agama adalah aqidah yang toleran dan beberapa ungkapan serupa yang lain. Pada hakikatnya, hal ini sangat dikhawatirkan menjadi pintu bagi orang yang ingin menghalalkan yang haram dengan alasan bahwa aqidah membenarkan, akan tetapi harus diperhatikan dua sekaligus agar terjadi pertanyaan "kenapa" dan "bagaimana".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasnya.&lt;br /&gt;Setiap orang harus mempelajari ilmu tahuhid dan aqidah agar mengetahui Rabb yang dia sembah, mengetahui nama-nama, sifat-sifat dan perbuatan-Nya, mengetahui tentang hukum-hukum kauniyah-Nya (ketentuan-Nya tehadap alam) dan hukum-hukum syari'ah-Nya, mengetahui kebijakan-Nya dan rahasia syari'ah dan ciptaan-Nya, sehingga dia tidak tersesat dan menyesatkan orang lain. Ilmu Tauhid adalah ilmu yang paling agung karena agungnya obyek yang dibicarakan di dalamnya (Allah). Oleh karena itu, ilmu tersebut disebut oleh para ulama' dengan "Fiqh Akbar". Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Barangsiapa dikehendaki Allah menjadi baik, maka Dia memahamkannya tentang agama".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu yang paling pertama dan utama dalam agama adalah ilmu tauhid dan aqidah. Akan tetapi seseorang juga harus memperhatikan bagaimana cara dan dari mana sumber memperolehnya. Maka seharusnya dia mengambil ilmu tersebut dari sumber yang murni serta selamat dari berbagai syubhat, agar dia bisa menolak syubhat tersebut dan menjelaskan aqidah murni yang telah dia peroleh sebelumnya. Hendaklah sumber yang dipelajari adalah Al-Qur'an dan Sunnah Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam lalu pendapat para Sahabat, kemudian pendapat para imam sesudahnya yakni tabi'in maupun pengikutnya dan kemudian pendapat para ulama' yang dapat dipertanggung jawabkan ilmu dan kejujurannya, khususnya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan muridnya, Ibnu Al-Qayim, semoga rahmat dan ridha (Allah) terlimpah kepada mereka berdua, seluruh umat Islam dan para imam mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-6438245833959602079?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/6438245833959602079/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/siapa-yang-tidak-wajib-mempelajaran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/6438245833959602079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/6438245833959602079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/siapa-yang-tidak-wajib-mempelajaran.html' title='Siapa Yang Tidak Wajib Mempelajaran Qadar'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-6335646353768215933</id><published>2009-02-03T18:53:00.001+08:00</published><updated>2009-02-03T18:54:18.034+08:00</updated><title type='text'>Apakah Maksud Sebenar Qadar</title><content type='html'>Oleh: al-Lajnah ad-Daimah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa makna qodar (taqdir)? Mohon dijelaskan secara lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maknanya adalah bahwa Allah telah mengetahui segala sesuatu sebelum dia ada (terjadi), dan mencatatnya di sisi-Nya (dalam Lauhul Mahfudz), kemudian apa saja yang ada (terjadi) semuanya atas kehendak-Nya, lalu Dia menciptakan segala sesuatu berdasarkan kehendakNya tersebut. Inilah empat urutan qodar yang wajib diimani. Seseorang hamba tidak (disebut) beriman kepada qodar secara sempurna sampai dia mengimani empat hal di atas. Hal ini sebagaimana dalam riwayat yang shahih dari Nabi, bahwa ketika ditanya oleh malaikat jibril tentang iman, beliau menjawab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Engkau beriman kepada Alloh, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya dan hari akhir (kiamat), serta beriman kepada qodar yang baik dan yang buruk” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah shohih pula riwayat dari sahabat Ubaidah bin ash-Shamit bahwa Nabi berkata kepadanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya engkau tidak akan merasakan hakikat iman sehingga engkau mengetahui bahwa apa yang (ditaqdirkan) menimpamu tidak akan luput darimu dan apa yang (ditaqdirkan) luput darimu tidak akan menimpamu”. (HR.Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikul Islam Ibnu Taimiyah telah menjelaskan makna tersebut dalam tulisan beliau al-Aqidah al-Wasithiyah. Kami nasihatkan Anda untuk mempelajari dan menghafalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah-lah pemberi taufiq. Sholawat dan salam atas nabi kita Muhammad, keluarga dan pada Sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Majalah FATAWA volume 04/Th.II/1425H-2004M&lt;br /&gt;Fatawa li al-Lajnah ad-Daimah Li al-Buhuts al-Ilmiyyah wa al-Ifta II/512. Pertanyaan pertama dari fatwa no. 4088.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-6335646353768215933?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/6335646353768215933/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/apakah-maksud-sebenar-qadar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/6335646353768215933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/6335646353768215933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/apakah-maksud-sebenar-qadar.html' title='Apakah Maksud Sebenar Qadar'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-1455831865786043024</id><published>2009-02-03T18:52:00.001+08:00</published><updated>2009-02-03T18:53:25.315+08:00</updated><title type='text'>Apakah Manusia Hanya Menjalani Takdir Atau Diberi Pilihan</title><content type='html'>Oleh : al-Lajnah ad-Daimah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaskan kepada saya dengan singkat tentang (maksud bahwa manusia) menjalani (taqdir) dan diberi pilihan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia itu diberi pilihan sekaligus menjalani (taqdir). Diberi pilihan karena Alloh memberinya akal, pendengaran, penglihatan dan keinginan. Dengan tiu semua dia dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang bermanfaat dan mana yang merusak, serta dapat memilih apa yang cocok untuknya. Oleh karena itulah dia terikat dengan beban perintah dan larangan, dan berhak mendapat pahala atas keta’atannya kepada Alloh dan Rosul-Nya, serta mendapat siksa atas kemaksiatannya kepada Alloh dan RosulNya. Adapun dikatakan manusia menjalani (taqdir), karena perbuatan dan ucapannya tidak terlepas dari taqdir dan kehendak Alloh, sebagaimana firman Alloh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tiada sesuatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (lauhul mahfudz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Alloh.” (QS. Al-Hadid : 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga firman-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yaitu bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus. Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu), kecuali apabila dikehendaki Alloh, Robb semesta alam.” (QS. At-Takwir : 28-29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan firmanNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dialah yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan.” (QS. Yunus:22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam masalah ini terdapat banyak ayat dan hadist shohih yang seluruhnya menunjukkan apa yang telah kami sebutkan di atas bagi mereka yang mau menelaah Al-Qur’an dan As-Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Majalah FATAWA volume 04/Th.II/1425H-2004M&lt;br /&gt;Fatawa li al-Lajnah ad-Daimah Li al-Buhuts al-Ilmiyah wa al-Ifta III/516-517. Pertanyaan pertama dari fatwa no. 4513.&lt;br /&gt;_________________&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-1455831865786043024?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/1455831865786043024/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/apakah-manusia-hanya-menjalani-takdir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/1455831865786043024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/1455831865786043024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/apakah-manusia-hanya-menjalani-takdir.html' title='Apakah Manusia Hanya Menjalani Takdir Atau Diberi Pilihan'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-5538460790663681156</id><published>2009-02-02T23:04:00.003+08:00</published><updated>2009-02-02T23:05:53.723+08:00</updated><title type='text'>Yang Baik Dan Yang Buruk Dari Allah?</title><content type='html'>Soalan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai signature yg ana gunakan tu (di bawah).. salah kah maksudnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada org yg habaqkan (beritahu) kat ana yg kita kena cakap, SEMUA YG BAIK DAN BURUK TU ADALAH DARI ALLAH SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maca mana ni?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawapan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama:&lt;br /&gt;Quote:&lt;br /&gt;Semua yg baik dan buruk itu adalah dari ALlah SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan ini adalah salah.&lt;br /&gt;Kenyataan yg benar: "Semua yg baik itu dari Allah dan yg buruk itu adalah natijah dari taqdirnya."&lt;br /&gt;Dalam kehidupan, ada manusia yg dapat untung/sukses dan ada yg mendapat musibah. Tapi musibah itu bukanlah perbuatan Allah tapi keburukan itu ada pada yang diperbuat oleh-Nya. Dalilnya: "Telah tampak kerusakan di daratan dan di lautan angkara tangan-tangan manusia sendiri." AQ 30:41&lt;br /&gt;Ayat ini menjelaskan Allah mentakdirkan keburukan di daratan dan di lautan melainkan untuk suatu kebaikan yg lain pula.&lt;br /&gt;Kebaikan di sebalik takdir yg buruk itu ialah:&lt;br /&gt;" Supaya Allah merasakan kpd mereka sebahagian dari akibat perbuatan mereka agar mereka kembali (kpd Islam)." AQ: ibid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulasan:&lt;br /&gt;Musibah yg terjadi di lautan dan di daratan (termasuk nahas di udara) itu sebenarnya kebaikan. Dengan demikian terbatallah statement yg mengatakan keburukan disandarkan kpd Allah. Tapi hakikat sebenarnya ia disandarkan kpd sesuatu yg diperbuat dan kepada tangan2 makhluk juga. [Fatawa Syaikh alUthaymeen, Fatawa anil Iman wa Arkaanihi, cet Riyadh 1995]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Signature enta yg berbunyi: "Segala kebaikan dari Allah dan segala keburukan dari diri saya."&lt;br /&gt;Signature ni tidak salah. Cuma exaggeration (berlebih-lebihan dalam merendah diri). Guru2 Besar tasawwuf spt alImam alGhazali, Ibn Rajab alHanbali, Ibn Qayyim menasihatkan kita tidak perlu mencela diri kita di hadapan awam kerana ia juga sebahagian dari riya'. Memadai dgn kenyataan, jika ada tersilap/terlanjur, itu adalah kelemahan diri saya. Statement itu lebih MILD (lembut).&lt;br /&gt;Istilah KEBURUKAN adalah membawa konotasi yg ekstrim dalam kosakata Bahasa Melayu dan minda orang Melayu. WA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-5538460790663681156?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/5538460790663681156/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/yang-baik-dan-yang-buruk-dari-allah.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/5538460790663681156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/5538460790663681156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/yang-baik-dan-yang-buruk-dari-allah.html' title='Yang Baik Dan Yang Buruk Dari Allah?'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-4258375688775660786</id><published>2009-02-01T12:38:00.008+08:00</published><updated>2009-02-01T12:41:10.230+08:00</updated><title type='text'>Maksud Salafi dan Wajibkah Jadi Salafi</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya ingin bertanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1)apa itu salafi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2)wajibkah kita jadi salafi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3)wajibkah saya masuk grup salafi di tempat saya belajar(universiti)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********************&lt;br /&gt;Abu_Umair&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;بسم الله&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;والحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه أما بعد&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Salafi ialah nisbah kepada perkataan 'Salaf' yang bermaksud: mereka yang terdahulu. Dari sudut istilah, salaf ialah mereka yang disebut dalam beberapa nusus syarak, iaitu:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya: Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah redha kepada mereka dan mereka pun redha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka syurga-syurga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. (Al-Taubah: 100)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis Imran, Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;خيركم قرني ثم الذين يلونهم ثم الذين يلونهم&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya: Sebaik-baik kamu ialah mereka yang pada kurunku, kemudian mereka yang pada kurun selepas mereka, kemudian mereka yang selepas kurun mereka. (Direkod oleh Bukhari no: 2508, dan Muslim no: 2535).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Banyak nusus syarak dan kata-kata salaf yang menyuruh supaya berpegang kepada sunnah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan para salaf. Antaranya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis 'Irbadh, Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya: Maka hendaklah kamu berpegang kepada sunnahku, dan sunnah khulafa rasyidin yang mendapat petunjuk. Berpeganglah kepadanya, dan gigitlah ia dengan geraham-geraham kamu.&lt;br /&gt;Direkod oleh Abu Daud (no: 4609), Tirmizi (no: 2676), Ibn Majah (no: 42). Kata Tirmizi: "hadis sahih".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Mas'ud r.a. berkata, "Sesiapa yang mahu mengikut sunnah, maka hendaklah mengikut sunnah mereka yang telah wafat, kerana orang yang hidup tidak terselamat daripada fitnah. Mereka itu ialah sahabat-sahabat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam, manusia yang paling baik hati, yang paling banyak ilmu, dan paling sedikit takalluf".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huzaifah bin Al-Yaman berkata, "Setiap ibadah yang tidak pernah dilakukan oleh sahabat-sahabat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam, maka janganlah kamu beribadah dengannya. Kerana generasi awal tidak meninggalkan suatu pun untuk generasi kemudian. Maka bertaqwalah kepada Allah, wahai para qurra. Ambillah jalan orang-orang sebelum kamu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Yang wajib ialah kita bermanhaj dengan manhaj para salaf. Mengikuti sunnah mereka dalam aqidah, ibadah dan akhlak. Tidak semestinya kita perlu menyertai mana-mana kumpulan atau organisasi yang dikatakan salafi. Tetapi, dekatilah para ilmuan dan sahabat-sahabat yang bermanhaj salafi supaya kita dapat belajar dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masa yang sama, jangan menganggap kita sebagai salafi dan orang lain tidak salafi. Kerana, kita tidak layak menisbahkan kita sebagai salafi. Kita hanya mengikuti manhaj salafi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A'lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-4258375688775660786?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/4258375688775660786/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/maksud-salafi-dan-wajibkah-jadi-salafi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/4258375688775660786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/4258375688775660786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/maksud-salafi-dan-wajibkah-jadi-salafi.html' title='Maksud Salafi dan Wajibkah Jadi Salafi'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-1756048266348315989</id><published>2009-02-01T12:36:00.005+08:00</published><updated>2009-02-01T12:38:50.103+08:00</updated><title type='text'>Karamah</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;saya ingin bertanya 2 soalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. adakah keramat,kewalian, dan pada siapa keramat ini diberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. minta berikan judul buku yang dapat menanggah sufiesm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;segala tindakan dari tuan di dahului dengan ucapan terima kasih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*******************&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wa'alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Kami akan cuba menjawab soalan anda dengan kadar kemampuan yang ada, In Sya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(a) Keramat atau Karaamah memang wujud didalam Islam. Ia merupakan pemberian Allah swt kepada hamba-hambanya terpilih sahaja. Karaamah tidak boleh dipelajari, kerana ia adalah pemberian Allah swt kepada hamba-hamba yang dikasihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah sahih Umar al-Khattaab ra. menjelaskan wujud karaamah tersebut. Naafi' meriwayatkan bahawa Umar ra telah menghantar satu pasukan askar dan melantik Saariyah mengepalainya. Semasa Umar ra. menyampaikan khutbah Jumaat, beliau berteriak "Ya Saariyah, gunung itu! Ya Saariyah, gunung itu!" (&lt;span style="font-size: large;"&gt;يا ساريةُ الجبلَ ، يا ساريةُ الجبلَ &lt;/span&gt;). Maka setelah itu mereka mendapati bahawa Saariyah telah bergerak kearah gunung pada saat Jumaat tersebut, walaupun jarak diantara mereka adalah satu bulan perjalanan [Fadaa'il al-Sahaaah, 1/269].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Qayyim rh. menyatakan bahawa karaamah yang dikurniakan kepada Umar ra. telah sampai suara Umar ra. kepada Saariyah. Begitu juga dengan karaamah Abu Bakar ra. memberitahu A'isyah ra. bahawa isterinya mengandung anak lelaki. Ini jelas bahawa kedua-dua sahabat ini merupakan hamba Allah yang terpilih (auliya') untuk menerima karaamah tersebut [Madaarij al-Saalikin, 3/227].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas disini bahawa karaamah adalah pemberian Allah swt kepada hambanya yang terpilih (wali), dan karaamah ini tidak boleh dipelajari atau diwarisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sila layari tautan berikut mengenai perbincangan mengenai karaamah :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SJ - 2045 : ADAKAH KARAMAH BERTENTANGAN DENGAN LOGIK AKAL ?&lt;br /&gt;http://al-ahkam.net/home/index.php?name=MDForum&amp;amp;file=viewtopic&amp;amp;t=8746&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(b) Banyak sekali buku-buku yang cuba menyanggah sufisme dan perlu juga kita berhati-hati didalam melakukan kritikan tersebut. Kritikan hendaklah dilakukan kepada penyelewangan yang berlaku dan bukan kepada istilah "sufi", "tasauf" dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu Tasauf yang tidak melibatkan ritual kebatinan merupakan satu istilah ilmu akhlak dan perkaitan dengannya. Skopnya melibatkan akhlak mulia, mengenali dan menjauhi akhlak yang tercela, cara-cara mempertingkatnya dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah 3 contoh buku berunsur Tasauf yang dapat dijadikan sempadan dan kayu ukur untuk mengenali ilmu tersebut :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Madarij al-Saalikin karangan Ibn Qayyim rh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Majmu' Fataawa Jilid 10 (Ilmu Suluk) dan Jilid 11 (Tasauf) karangan Ibnu Taimiyah rh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Talbisu Iblis karangan Ibn al-Jauzi rh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-1756048266348315989?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/1756048266348315989/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/karamah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/1756048266348315989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/1756048266348315989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/karamah.html' title='Karamah'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-3271760893714444435</id><published>2009-02-01T12:35:00.008+08:00</published><updated>2009-02-01T12:36:51.798+08:00</updated><title type='text'>Berkenaan dgn taqdir</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya ada kemushkilan mengenai dgn taqdir.. saya inginkan penerangan drpd panel2 al-ahkam... utk menerangkan tntng taqdir yg bleh brubah dan juga taqdir yg xbleh brubah.. drpd Quran n Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapa Panel2 Al-ahkam bleh m'bantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*******************&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa’alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Kami akan cuba menjwab soalan anda dengan kadar kemampuan yang ada, In Sya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah swt :-&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاءِ وَالأَرْضِ إِنَّ ذَلِكَ فِي كِتَابٍ إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;"Bukankah engkau telah mengetahui bahawasanya Allah mengetahui segala yang ada di langit dan di bumi? Sesungguhnya yang demikian itu ada tertulis di dalam Kitab (Luh Mahfuz); sesungguhnya hal itu amatlah mudah bagi Allah." - [al-Hajj 22:70]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat diatas ini menjelaskan bahawa Allah swt telah menulis takdir di Luh Mahfuz sejakh azali lagi. Orang Islam hendaklah beriman bahawa apa yang berlaku adalah diatas kehendak Allah swt –&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Dan Tuhanmu menciptakan apa yang dirancangkan berlakunya dan Dialah juga yang memilih (satu-satu dari makhlukNya untuk sesuatu tugas atau keutamaan dan kemuliaan)" - [al-Qasas 28:68]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusingan matahari pada orbitnya merupakan TAKDIR yang ditetapkan oleh Allah swt. Firman Allah swt :-&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Dan (sebahagian dari dalil yang tersebut ialah) matahari; ia kelihatan beredar ke tempat yang ditetapkan baginya; itu adalah takdir Tuhan Yang Maha Kuasa, lagi Maha Mengetahui;” – [surah Yasin : 38].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat al-Quran diatas menunjukkan Takdir Allah swt yang tetap kepada makluknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanum demikian, Ahli Sunnah wa al-Jamaah percaya bahawa terdapat beberapa perkara yang boleh memberi kesan kepada takdir. Diantaranya adalah dosa, Do’a dan bersedekah. Sabda Nabi saw :-&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;إن العبد ليحرم الرزق بالذنب يصيبه ، ولا يرد القدر إلا الدعاء ، ولا يزيد في العمر إلا البر&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;“Seseorang hambu itu boleh dihalang reskinya akibat DOSA yang dilakukan, dan tidak tertolaj QADAR seseorang itu melainkan dengan DO’A, dan tidak dipanjangkan umur melainkan dengan kabajikan yang dilakukan” [hadith Riwayat Ahmad dan Hakim].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep ini bukanlah menolak qadar atau Takdir, malahan ini yang Syeikh Dr Yusuf al-Qaradhawi menamakan sebagai : "mencari sebab (atau memilih) tidak menafikan al-Qadar, bahkan ia termasuk al-qadar juga. Konsep ini dapat didalam didalam kisah Umar ra, ketika berlakunya wabak di Syam, Umar ra bermesyuarat dengan para sahabat dan beliau telah mengambil keputusan untuk tidak masuk ke Syam dan pulang kepada kaum muslimin. Mendengar keputusan tersebut, seorang sahabat bertanya :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;أتفر من قدر الله يا أمير المؤمنين؟ قال: نعم، نفر من قدر الله إلى قدر الله، أرأيت إن نزلت بقعتين من الأرض، إحداهما مخصبة والأخرى مجدبة، أليس إن رعيت المخصبة رعيتها بقدر الله، وإن رعيت المجدبة رعيتها بقدر الله؟&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;"Apakah engkau hendak lari dari Qadar Allah Ya Amirul Mukminin?" Berkata Umar "Ya, Lari dari Qadar Allah kearah Qadar Allah [juga], Apakah pandangan anda jika engkau turun pada dua petak tanah, yang satu subur dan yang satu gersang (kering kontang), bukankah jika engkau membajakan yang subur bererti engkau membajakan dengan qadar Allah? dan jika engkau membajakan yang tandus bererti engkau membajakkan dengan qadar Allah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain yang mudah adalah ikhtiar manusia mencari ubat kepada penyakit. Syiekh Dr Yusuf Al-Qaradhawi menyatakan : Ketika Rasulullah saw ditanya mengenai ubat dan sebab-sebab atau usaha yang mungkin dapat melindungi seseorang dari sesuatu yang tidak diingini dapat menolak takdir Allah swt, baginda menjawab dengan jelas "Ini termasuk qadar Allah”- Hadith riwayat Ibn Majah dan Tirmudzi. Jelas menunjukkan bahawa menjadi ubat juga termasuklah didalam qadar Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian merupakan penjelasan yang menunjukkan Takdir yang tetap dan Takdir yang berubah daripada satu qadar kepada satu qadar yang lain. Ahli Sunnah wa al-Jamaah percaya bahawa elemen-elemen seperti usaha, do’a, dosa dsb mampu memberi kesan kepada qadar. Penjelasan ini merupakan pengulangan dan petikan kepada beberapa siri jawapan yang lepas mengenai qadar dan qadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah tautan kepada perbincangan tersebut :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. SJ-01-0026 : Takdir ilahi(macam nama lagu jer....)&lt;br /&gt;http://www.al-ahkam.net/home/index.php?name=MDForum&amp;amp;file=viewtopic&amp;amp;t=27494&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. SJ-01-0025 : Memilih untuk membunuh diri. Suatu takdir?&lt;br /&gt;http://www.al-ahkam.net/home/index.php?name=MDForum&amp;amp;file=viewtopic&amp;amp;t=27478&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. SJ-01-0020 : ala kasiiimmmmmmm!!&lt;br /&gt;http://www.al-ahkam.net/home/index.php?name=MDForum&amp;amp;file=viewtopic&amp;amp;t=23667&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. SJ-01-0015 : qadar dan qadar..&lt;br /&gt;http://www.al-ahkam.net/home/index.php?name=MDForum&amp;amp;file=viewtopic&amp;amp;t=26736&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-3271760893714444435?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/3271760893714444435/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/berkenaan-dgn-taqdir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/3271760893714444435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/3271760893714444435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/berkenaan-dgn-taqdir.html' title='Berkenaan dgn taqdir'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-7882389231616768127</id><published>2009-02-01T12:32:00.005+08:00</published><updated>2009-02-01T12:34:55.674+08:00</updated><title type='text'>Siksa Di Alam Barzakh</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sya ingin menanyakan kepada panel2 al-ahkam... mengenai seksa di alam kubur sebelum dihimpunkan di padang mahsyar.. adakah ia wujud?berdasarkan Al-Quran dan hadith2 nabi.. dan harap klau panel al-ahkam state kan hadith itu, boleh berikan apa taraf hadith itu.. dan apakah kata2 ulama mengenai hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********************&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa’alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Kami akan cuba menjawab sedikit persoalan diatas ini dengan kadar kemampuan yang terbatas, In Sya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempercayai adanya azab kubur merupakan pegangan Ahli Sunnah wa al-Jamaah. Bagi ASWJ, memang benar2 azab kubur wujud berdasarkan al-Quran dan Hadith Nabi saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang paling hamper dengan kita adalah do’a yang selalu kita baca agar kita dilindungi dari azab kubur. Do’a itu thabit dari Nabi saw sebagai mana riwayat Ai’syah ra. bahawa Nabi saw selalu membaca do’a ini didalam solat baginda :-&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;اللهم إني أعوذ بك من عذاب القبر&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Allaahumma inni a’oodhu bika min ‘adhaa bil-qabr&lt;br /&gt;"Ya Allah, sesungguhnya Aku berlindung denganMu dari AZAB KUBUR” [Hadith Sahih Riwayat al-Bukhari #798; Muslim #589].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibn Kathir didalam tafsir (4/82) beliau menjelaskan bahawa ayat al-Quran yang menjadi asas pegangan ASWJ didalam isu azab kubur adalah :-&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Mereka didedahkan kepada bahang api Neraka pada waktu pagi dan petang (semasa mereka berada dalam alam Barzakh) dan pada hari berlakunya kiamat (diperintahkan kepada malaikat): Masukkanlah Firaun dan pengikut-pengikutnya ke dalam azab seksa api Neraka yang seberat-beratnya!” [surah Ghafir : 46]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi menjelaskan lebih lanjut bab ini, kami paparkan artikel Prof Dr Abdul Fatah Haron :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Quote:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Azab kubur - Menurut al-Quran dan hadis&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Oleh ABDULFATAH HARON IBRAHIM,&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Profesor di Jabatan Usuluddin, Universiti Kebangsaan Malaysia, Bangi.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Mati adalah akhir perjalanan hidup setiap insan di dunia ini. Di penghujung jalan, se-tiap hidup yang berjiwa akan merasakan mati. Firman Allah, Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. (Ali Imran: 185). Mati adalah titik permulaan insan memasuki alam lain (alam lain dalam bahasa Arab di sebut Alam Akhirat). Alam Akhirat ini digelar juga Alam Balasan amalan seseorang semasa hidup di dunia. Amalan baik dibalas baik dan sebaliknya. Tulisan ini me-ngenai amalan jahat, dibalas jahat. Balasan ini bermula daripada memasuki liang kubur lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;1. Firman Allah, Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat pada waktu orang-orang yang zalim ( berada) dalam tekanan-tekanan sakrat (mabuk) mati, sedang para malaikat memukul dengan tangan mereka (sambil berkata) “keluarkan nyawamu. Pada hari itu kamu dibalas dengan seksaan yang sangat menghinakan kerana kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar. (Al-An’am:93). Di sini azab bermula dari saat kemati-an lagi, belum pun dikapankan dan dikebumikan. Ini adalah sebahagian daripada seksa yang berlaku sebelum kiamat. Ditambah dengan azab kubur kerana kebanyakan insan akan mengalaminya. (Ibn Hajar, syarah bagi ayat tersebut, Fathul Bari, bab 86 Mengenai Azab Kubur, halaman 600-601).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;2. Firman Allah, Nanti akan Kami seksa mereka dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar. (At-Taubah: 101). Maksud seksa dua kali ialah pertama tembelang orang munafik dan kedua seksa kubur. Atau seksa dunia dan seksa kubur. Semestinya salah satu daripada dua seksa itu ialah seksa kubur. (Ibn Hajar, syarah bagi ayat tersebut, Fathul Bari, bab 86 Mengenai Azab Kubur, halaman 599 dan 601). Nanti akan Kami seksa mereka dua kali iaitu azab seksa di dunia dan azab seksa kubur. (Tafsir Ibn-Kathir bagi ayat ini).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;3. Firman Allah, Dan Firaun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat sangat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang (sebelum hari bangkit dari kubur), dan pada hari terjadinya Kiamat, dikatakan kepada malaikat: “Masukkanlah Firaun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras. (Al-Mu’min: 45-46).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Roh Firaun dan orang-orangnya dalam (tembolok) burung hitam berulang alik ke neraka, begitulah ardhuha (ditunjukkan). Ditunjukkan ini bermula dari dunia ini lagi sebelum Kiamat. Ditunjukkan ini di alam barzakh. Inilah hujah bagi orang yang mengatakan bahawa azab seksa kubur itu memang benar. (Ibn Hajar, syarah bagi ayat tersebut, Fathul Bari, bab 86 Mengenai Azab Kubur, halaman 599 dan 601). Dan pada hari terjadinya Kiamat, dikata kepada malaikat: “Masukkanlah Firaun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.” Ayat ini merupakan dalil yang amat jelas bagi Ahli Sunah mengenai adanya seksa di alam barzakh dan dalam kubur. (Tafsir Ibn-Kathir bagi ayat ini).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;4. Sabda Nabi s.a.w.: Apabila seorang mukmin diletakkan dalam kuburnya, datanglah (malaikat-malaikat) kepadanya lalu dia mengucap bahawa tiada Tuhan yang disembah selain Allah dan Muhammad itu pesuruh Allah. Ini menepati firman Allah berbunyi Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu (kalimah tauhid dua kalimah syahadat tersebut). Nabi s.a.w. menyebut mengenai azab kubur dengan sabdanya, Apabila seseorang Muslim mengucap bahawa tiada Tuhan yang disembah selain Allah dan Muhammad itu pesuruh Allah. Firman Allah, Allah mengukuhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu (kalimah tauhid dua kalimah syahadat tersebut).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Diturunkan ayat ini mengenai azab kubur. Mengenai seksa kubur ini ada ulama mengatakan seksa badan dan roh kedua-duanya sekali. Allah Maha Kuasa mengembalikan sebahagian daripada jasad yang berkecai itu dicantumkan semula dan mengembalikan nyawanya ke dalam jasadnya itu. Tidak kurang pula, termasuk Ibn Hazm dan Ibn Hubairah yang mengatakan seksa kubur adalah seksa roh sahaja tanpa ia kembali semula kepada badan. Bandingkan dengan orang bermimpi merasa selesa atau seksa, sedangkan orang-orang yang ada bersamanya tidak tahu satu apa pun apa yang berlaku pada diri si tidur yang bermimpi itu. (Ibn Hajar, Fathul Bari, bab 86 Mengenai Azab Kubur, halaman 599, 602 dan 603). Daripada keterangan ini masalah orang mati hancur badannya atau dimakan binatang buas tidak timbul.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;5. Hadis Nabi s.a.w.: Rasulullah melihat mayat mereka yang dijatuhkan ke dalam perigi (sebuah perigi yang berisi dengan mayat-mayat orang musyrikin yang terbunuh dalam Perang Badar) seraya bersabda, Adakah kamu benar memperoleh apa yang Tuhan janjikan kepada kamu?” Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, anda bercakap dengan orang-orang yang sudah mati.” Jawab Rasulullah, “Mereka lebih dengar daripada yang kalian dengar tetapi mereka tidak berdaya menjawabnya. Sesungguhnya si mati itu diseksa dalam kuburnya. (Ibn Hajar, Fathul Bari, bab 86 Mengenai Azab Kubur, halaman 599 dan jilid 8 halaman 31).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;6. Sabda Nabi s.a.w.: Sesungguhnya mereka tahulah sekarang bahawa segala apa yang aku katakan adalah benar. Allah berfirman, Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati itu mendengar. Maksud Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati itu mendengar, dengan erti kata dengar yang memanfaatkan mereka, atau anda tidak boleh mereka mendengar kecuali dengan izin Allah. Kenyataan ini ada kaitan dengan pertanyaan “Wahai Rasulullah, anda bercakap dengan orang-orang yang sudah mati” yang tersebut di atas. Dengan ini bererti sama ada mereka dengar dengan telinga badan atau telinga roh. (Ibn Hajar, Fathul Bari, bab 86, Mengenai Azab Kubur, halaman 599 dan 602 ).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;7. Daripada Aisyah r.a. berkata, ba-hawa seorang wanita Yahudi datang kepadanya lalu menyebut tentang seksa dalam kubur dengan katanya, “Moga-moga Allah lindungi anda daripada seksa kubur.” Lalu Aisyah bertanya kepada Rasulullah s.a.w. mengenai seksa kubur. Rasulullah menjawab, Ya, memang benar ada seksa kubur. Selepas itu, kata Aisyah, setiap kali Rasulullah melakukan solat, baginda tidak meninggalkan bacaan doa memohon perlindungan daripada seksa kubur. Ghundur menambah, seksa kubur memang benar. (Ibn Hajar, Fathul Bari, bab 86, Mengenai Azab Kubur, halaman 599-600).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;8. Pada satu hari Rasulullah s.a.w. berdiri menyampaikan ucapannya. Dalam ucapan sabdanya itu Rasulullah menyebut berkenaan ancaman dan seksaan (fitnah) kubur yang bakal dihadapi oleh si mati. Setelah Rasulullah bersabda demikian, para sahabat pun mula bercakap-cakap hingga hiruk pikuk. Ini menyebabkan ucapan Rasulullah tidak dapat didengar dengan baik. Setelah mereka diam, seorang sahabat bertanya mengenai apa yang disabdakan oleh Rasulullah selepas itu? Lalu dijawab, Rasulullah bersabda, Sesungguhnya telah diwahyukan kepadaku bahawa anda sekalian akan menghadapi ujian seksa dalam kubur tidak jauh daripada ujian Dajjal. (Ibn Hajar, Fathul Bari, bab 86, Mengenai Azab Kubur, halaman 600 dan 605).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;9. Sabda Nabi s.a.w.: Apabila seorang hamba Allah dikebumikan dan kawan-kawan meninggalkannya, si mati itu mendengar hentak kasut mereka, dua malaikat pun datang kepadanya lalu disuruh duduk dan ditanya, “Apakah pendapat kamu terhadap lelaki bernama Muhammad s.a.w. ini?” Orang mukmin itu menjawab, “Saya mengaku bahawa dia adalah hamba Allah lagi Rasul-Nya.” Selepas itu malaikat itu berkata lagi, “Lihatlah tempat kamu di dalam Neraka, sesungguhnya Allah telah menukarkan tempatmu di dalam Syurga.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Lalu orang yang dikebumikan itu melihat kedua-dua tempatnya itu. (Qatadah menambah, kami diberitahu bahawa kuburnya itu diperluaskan. Kemudian Qatadah menyebut riwayat Anas yang berkata:) Manakala orang munafik atau kafir akan ditanya, “Apakah pendapat kamu terhadap lelaki bernama Muhammad s.a.w. ini?” Dia akan menjawab, “Saya tidak tahu. Saya kata menurut apa yang orang lain kata.” Lalu ditanya lagi, “Kamu tidak tahu dan kamu tidak mengikut petunjuknya (dengan membaca al-Quran).” Selepas itu dia dipukul dengan tukul besi dengan satu pukulan yang menyebabkan dia menjerit-jerit. Semua mendengar jeritannya itu kecuali jin dan manusia. (Ibn Hajar, Fathul Bari, bab 86, Mengenai Azab Kubur, halaman 600).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Hadis ini menceritakan bagaimana Rasulullah s.a.w. dengan umatnya. Mereka diuji dalam kubur masing-masing. Ternyata bahawa setiap nabi itu bersama umat masing-masing. Hadis ini menunjukkan tidak boleh bertaklid dalam perkara iktikad. Perhatikan bunyi hadis tersebut di atas, “Saya tidak tahu. Saya kata menurut apa yang orang lain kata.” (Ibn Hajar, Fathul Bari, bab 86, Mengenai Azab Kubur, halaman 610).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;10. Hadis Nabi s.a.w., Pada satu hari Rasulullah s.a.w. keluar selepas matahari terbenam, lalu baginda mendengar suara yang mengerikan. Rasulullah pun bersabda, Itulah suara-suara Yahudi yang sedang diseksa dalam kubur mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;`Mendengar suara’ kemungkinan suara malaikat yang menyeksa, atau suara Yahudi yang diseksa atau suara seksaan itu sendiri. Kalau Yahudi diseksa dengan sebab keYahudiannya, orang musyrikin juga tiada terkecuali kerana kufur syirik lebih dahsyat daripada kufur Yahudi.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Putri Khalid al-’Asi berkata bahawa dia mendengar Rasulullah s.a.w. memohon mendapatkan perlindungan daripada seksaan kubur. Rasulullah s.a.w. pernah berdoa kepada Allah yang bermaksud: Ya Allah, hamba mohon perlindungan-Mu daripada azab kubur, dan daripada azab Neraka, dan daripada kesengsaraan hidup dan mati, dan daripada kesengsaraan Al-Masih ad-Dajjal.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;11. Pada satu hari Rasulullah s.a.w. melalui dua tanah perkuburan. “Mereka (yang mati dikebumikan dalam dua tanah perkuburan itu) sedang diseksa.” Mereka diseksa bukanlah kerana perkara besar. “Ya, (mereka diseksa kerana melakukan satu dosa besar) iaitu kerana seorang daripada mereka sengaja mengumpat, menyebarkan fitnah dan yang satu lagi tiada mengelakkan dirinya daripada kekotoran kencingnya.” (Ibn Abbas menambah): Kemudian Rasulullah mengambil sehelai daun hijau lalu dikoyak dua, lalu meletakkan sekeping ke atas kubur seraya bersabda, “Moga-moga seksaan mereka berdua diringankan sehingga daun ini kering.” (Ibn Hajar, Fathul Bari, bab 87 dan 88, Mengenai Azab Kubur, halaman 610, 611-612, 613).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Sebuah hadis mengenai azab atau nikmat kubur bermaksud: Kubur itu sama ada satu taman dari taman syurga atau satu rongga dari rongga neraka. Hadis ini boleh dirujuk kepada at-Tirmizi dan al-Baihaqi, tetapi sanadnya daif. Sungguhpun ia daif, tetapi maksudnya betul dan benar kerana disokong oleh hadis-hadis daripada kitab Sahih Bukhari seperti tersebut di atas. Penulis merasa berpada dengan merujuk kepada Sahih Bukhari sahaja, tidak perlu kepada sumber-sumber lain, kerana Sahih Bukhari adalah kitab yang paling sahih selepas al-Quran.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Rujukan:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Tafsir al-Quran oleh Ibn-Kathir.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Ibn-Hajar, Fath al-Bari Bisyarhi Sahih al-Bukhari, Kitab al-Janaiz, bab 86 dan 87, jilid 3, Al-Maktabah at-Tijariyah, 144 H-1993M).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Sumber : http://ttuyup.wordpress.com/2006/10/05/azab-kubur-menurut-al-quran-dan-hadis/ &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-7882389231616768127?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/7882389231616768127/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/siksa-di-alam-barzakh.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/7882389231616768127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/7882389231616768127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/siksa-di-alam-barzakh.html' title='Siksa Di Alam Barzakh'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-2410642466911511503</id><published>2009-02-01T12:31:00.005+08:00</published><updated>2009-02-01T12:32:29.473+08:00</updated><title type='text'>Abdul Mutallib Islam?</title><content type='html'>Assalamuálaikum panel al-ahkam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ada membaca karangan Dr. Shawqi Abu Khalil, Atlas As Sirah An Nabawiyyah.&lt;br /&gt;Dengan merujuk (At Tabari, 2/277), beliau menukilkan bahawa Abdul Mutallib pada penghujung hayatnya tidak mahu menyembah berhala, dan hanya percaya kepada Allah sahaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah pendapat ini kuat? Bagaimana sikap ulama'islam terhadap ibu,ayah, dan nenda nabi Muhammad s.a.w?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima Kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******************&lt;br /&gt;izrail&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassolatu wassalam 'ala Rasulillah SAW,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Sahih Bukhari dan Muslim ada menyebut kisah di akhir hayat Abu Talib ketika Nabi SAW berulang kali mengajak beliau mengucap syahadah tetapi dibantah oleh Abu Jahal yang menyebut:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;يَا أَبَا طَالِبٍ أَتَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Abu Talib adakah kamu akan meninggalkan agama Abdul Mutalib?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya Abu Talib mengaku dia masih di dalam agama Abdul Mutalib dan enggan untuk mengucap syahadah. Setelah itu Baginda SAW berazam untuk beristighfar ke atas Abu Talib tetapi Allah Taala menurunkan wahyu melarang dari beristighfar ke atas orang Musyrikin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika agama Abdul Mutalib merupakan agama yang benar, sudah tentu Nabi SAW mengesahkannya dan tidak mengajak Abu Talib supaya mengucap syahadah. Keazaman Nabi SAW untuk beristighfar ke atas Abu Talib dan juga larangan Allah Taala dari beristighfar ke atas orang Musyrikin menunjukkan agama Abdul Mutalib merupakan agama yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga ibu dan bapa Baginda SAW, sebahagian ulama berpendapat mereka berdua tidak beriman dengan bersandarkan hadith-hadith sahih dan sebahagian ulama lagi mengatakan mereka berdua beriman dengan bersandarkan hadith yang sangat dhaif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a3lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rujukan:&lt;br /&gt;- Tafsir Ibn Kathir: 4/221-223&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-2410642466911511503?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/2410642466911511503/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/abdul-mutallib-islam.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/2410642466911511503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/2410642466911511503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/abdul-mutallib-islam.html' title='Abdul Mutallib Islam?'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-8621109472908685783</id><published>2009-02-01T12:17:00.008+08:00</published><updated>2009-02-01T12:31:00.537+08:00</updated><title type='text'>Betis Allah Menurut Quran dan Hadis</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh jelaskan mengenai perkataan 'Betis"yang terdapat dalam al-quran atau hadis(tak pasti yang mana satu)berdasarkan pemahaman yang ditunjuki nabi saw,para sahabat ra,tabiin,atba at-tabiin serta ulama yang mengikuti jalan ini serta ikhlas dalam perjuangan mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******************&lt;br /&gt;Abu_Umair&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;بسم الله&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;والحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه أما بعد&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan 'betis' disebut dalam Quran, iaitu:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;يوۡمَ يُكۡشَفُ عَن سَاقٍ۬ وَيُدۡعَوۡنَ إِلَى ٱلسُّجُودِ فَلَا يَسۡتَطِيعُونَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya: (Ingatkanlah orang-orang yang tidak beriman) akan masa didedahkan kedahsyatan huru-hara (hari kiamat) dan mereka diseru supaya sujud maka mereka tidak dapat melakukannya. (Al-Qalam: 42)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinukilkan daripada salaf termasuk Turjuman al-Quran iaitu Ibn Abbas, bahawa yang dimaksudkan dengan 'betis' dalam ayat ialah 'kedasyatan dan kepayahan'. (Tafsir Ibn Katsir 8/199).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tafsiran ini menepati ilmu sastera Arab, kerana terdapat syair-syair Arab Jahiliyyah yang menyebut perkataan betis dengan maksud kedasyatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikuatkan lagi dengan lafaz &lt;span style="font-size: large;"&gt;عن ساق&lt;/span&gt; dalam ayat yang yang tidak disandarkan kepada Allah. Maka ayat al-Quran ini tidak menyebut 'betis Allah' secara jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, dalam hadis sahih terdapat sebutan 'betis' dengan disandarkan kepada Allah, yakni: Betis Allah. Iaitu:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;يكشف ربنا عن ساقه فيسجد له كل مؤمن ومؤمنة ويبقى كل من كان يسجد في الدنيا رياء وسمعة&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya: Pada hari Tuhan kami mendedahkan betisNya, maka bersujud kepadaNya setiap mukmin dan mukminah. Dan tinggal lah setiap orang yang sujud di dunia kerana riyak dan sum'ah.&lt;br /&gt;Direkod oleh Bukhari (no: 4635).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, hadis ini mengisbatkan sifat betis kepada Allah, dan mestilah difahami mengikut prinsip salaf dalam memahami nas-nas sifat Allah. Dan sesetengah ulama mengatakan hadis ini adalah tafsiran kepada ayat di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A'lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-8621109472908685783?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/8621109472908685783/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/betis-allah-menurut-quran-dan-hadis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/8621109472908685783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/8621109472908685783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/betis-allah-menurut-quran-dan-hadis.html' title='Betis Allah Menurut Quran dan Hadis'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-7286962142510655655</id><published>2009-02-01T12:15:00.005+08:00</published><updated>2009-02-01T12:51:53.715+08:00</updated><title type='text'>Cara Menentukan Sesuatu Yang Bida'ah</title><content type='html'>Assalamualaikum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kurang faham tentang penentuan sesuatu hal itu bidaah atau tidak. Sebagai contoh: aqidah sifat 20 dikatakan bidaah kerana tiada nas dari al-quran atau sabdaan nabi s.a.w. bahawa sifat wajib bagi Allah itu 20. Bagaimana pula dengan pembahagian tauhid kepada tiga (rububiyah, uluhiyah dan asma wasifat) dalam salafi? Al-Quran dan nabi.s.a.w. juga tidak pernah bersabda bahawa tauhid itu terbahagi 3. Kenapa hal ini bukan bidaah walaupun tiada nas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain... dikatakan penentuan keluar 3 hari, 40 hari, 4 bulan dalam Jemaah tabligh dikatakan bidaah sebab tiada nas. Mengapa penentuan belajar agama 3 tahun, 4 tahun di jordan atau mesir bukan bidaah walaupun tiada nas? Juga mengajar sunnah pada hari dan waktu yang sama secara berterusan, mengapa ini bukan bidaah (adakah nabi mengajar demikian), sedangkan jika membaca yasin pada malam jumaat secara berterusan itu bidaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan banyak contoh-contoh lain lagi... minta respon dari para ustaz..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****************&lt;br /&gt;al-jawhar&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;بسم الله، و الحمد لله، و الصلاة والسلام على رسول الله، وبعد&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila mana kita tidak tahu tentang sesuatu , hendaklah kita bertanya pada yang tahu , sebagaimana yang disuruh oleh Allah swt dalam al-Quran.Barulah kita tidak dibebani dengan kekeliruan dan seterusnya tidak sewenang-wenangnya mengatakan itu dan ini tanpa ilmu dan pengetahuan yang jelas mengenainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasnya , bid’ah atau perkara yang tidak dilakukan oleh Rasulullah saw adalah dikira dari sudut ibadat sahaja.Ini kerana perkara Ibadat ialah perkara taufiqiyyah yang mana sesuatu ibadah itu dilakukan jika terdapat dalil atau suruhan agar dikerjakan perkara tersebut.Sebab itu dikatakan membaca yasin pada malam jumaat itu adalah perbuatan bid’ah kerana ianya tidak ada tunjuk ajar dari Baginda saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa pula perlu dikaitkan dengan tempoh masa menuntut ilmu samada 3 atau 4 tahun??..... Adakah ianya perkara ibadah??.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasihat kami , sebelum kekeliruan tersebut menjadi makin tidak tentu arah , maka untuk mengatasinya , kami mencadangkan agar saudara/i yang bertanya klik ke url dibawah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.al-ahkam.net/portal-hadith/modules.php?op=modload&amp;amp;name=News&amp;amp;file=article&amp;amp;sid=136&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga ianya bermanfaat dan in sya Allah segala kemusykilan saudara/i akan terjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-7286962142510655655?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/7286962142510655655/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/cara-menentukan-sesuatu-yang-badaah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/7286962142510655655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/7286962142510655655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/cara-menentukan-sesuatu-yang-badaah.html' title='Cara Menentukan Sesuatu Yang Bida&apos;ah'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-474994446153086150</id><published>2009-02-01T12:13:00.003+08:00</published><updated>2009-02-01T12:15:51.054+08:00</updated><title type='text'>Masalah Bid'ah tareqat</title><content type='html'>Salam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yg pertama sye nk tnye pihak AAN ttg seorng ulama' antarabangsa yg nama ya SHAYKH UL ISLAM DR MUHAMMAD TAHIR UL QADRI..die d'beri gelaran syaikh ul-islam oleh bberapa individu..soalannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1)saya dpti ad bnde pelik ttg ulama ini..t'utama bab bidah..die m'nyatakan jika ad golongan yg sering m'gatakn ini bidah itu bidah..ttpi dizaman rasullah dan para sahabat xde pun ilmu rijal hadis,xde ilmu fiqh,xde ilmu tafsir, ttpi knape mst ssuatu golongan ingin m'bidahkn tariqat dan tasawuf??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya mohon p'jelasan pihak AAN ttg pkara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*******************&lt;br /&gt;al-jawhar&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masalah ini , kami merasakan bahawa terdapat kesilapan pihak-pihak tertentu dalam memahami apakah maksud bid’ah dalam erti kata yang sebenar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasnya , ilmu rijal , ilmu fiqh , ilmu tafsir adalah suatu ilmu yang menjadi alat untuk kita memahami segala khazanah Islamiah yang ditinggalkan oleh Rasulullah saw.Manakala tariqat dan tasawwuf adalah dua perkara yang seringkali dijadikan sandaran dalam AMAL IBADAH yang tidak ada contohnya dizaman Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan zikir-zikir dan ibadah yang terdapat dalam sesuatu tariqat adalah direka-reka oleh Syaikh-syaikh mereka dalam mencapai maqam atau martabat tertentu.Inilah perkara yang dilarang dalam Islam.Ramai para sahabat , tabi’in , ulama dan sebagainya mencapai maqam dan martabat tertentu dengan hanya mengikuti segala apa yang diajarkan oleh Rasulullah saw , TANPA perlu kepada tokok tambah dan mereka-reka dalam ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaubagaimana pun tidak semua tareqat itu menyimpang dari ajaran Islam…Ini kerana jika zikir-zikir dan doa yang diamalkan dalamnya adalah thabit dan berasal dari Rasulullah saw sendiri , maka ia merupakan amalan yang menepati sunnah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-474994446153086150?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/474994446153086150/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/masalah-bidah-tareqat.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/474994446153086150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/474994446153086150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/masalah-bidah-tareqat.html' title='Masalah Bid&apos;ah tareqat'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-2597926266265382891</id><published>2009-02-01T12:10:00.009+08:00</published><updated>2009-02-01T12:13:20.190+08:00</updated><title type='text'>Hukum Menyebut Nama Tuhan Selain Allah</title><content type='html'>Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terdapat ustaz2 yg mengatakan bahawa kita tidak boleh mengatakan- Tuhan agama kristian, yahudi, tuhan buddha @ orang China tu sedang menyembah tuhannya dll. kerana tidak ada tuhan selain Allah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adakah ini hanya lebih kpd masalah bahasa melayu yg tidak kaya dgn&lt;br /&gt;istilah @ merupakan perbahasan tauhid yg hanya memeningkan kepala org awam yg dah pun keliru/lesu.... wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****************&lt;br /&gt;al-jawhar&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;بسم الله، و الحمد لله، و الصلاة والسلام على رسول الله، وبعد&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dapat difahami dari maksud kalimah tauhid “La Ilaha Illa Allah” ialah “Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap agama mempercayai dan meyakini dengan kewujudan tuhan masing-masing.Mereka mengagongkan dan memohon pertolongan dengan Tuhan-tuhan yang mereka sembah.Maka Islam membatalkan iktiqad sedemikian dengan mengatakan bahawa “Tuhan-Tuhan tersebut tidak berhak disembah melainkan Allah ‘Azza wa Jalla”. Tuhan-tuhan mereka itu tidak mampu melakukan apa yang Allah swt mampu buat.Allah swt lah yang memberi rezki dari langit dan bumi.Yang mencipta segala macam benda dan kejadian yang terdapat dibumi dan langit serta antara keduanya dan sebagainya sebagaimana firman Allah swt dalam Yunus ayat 31 :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمْ مَنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah: "Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang berkuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Maka mereka akan menjawab: "Allah." Maka katakanlah "Mangapa kamu (masih lagi) tidak bertakwa kepada-Nya)?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya , secara umum banyak terdapat ayat-ayat Al-Quran yang menyebutkan bahawa terdapat segolongan manusia yang menyembah tuhan lain , selain Allah swt dan banyak juga ayat-ayat yang membatalkan penyembahan mereka itu , sebagaimana firman Allah swt dalam surah al-Baqarah ayat 165 :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آَمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah disini , bahawa tidak ada salahnya menyebut ‘Tuhan agama krstian , agama Buddha , Hindu dan sebagainya DENGAN SYARAT , wajib kepada si penceramah tersebut MEMBATALKAN konsep penyembahan dan pengabdian yang sesat itu dengan kenyataan yang tegas dan jelas bahawa kesemua penyembahan selain kepada Allah swt adalah tertolak dan tidak diterima , kerana Hanya Allah swt sahaja lah yang LAYAK DAN BERHAK DISEMBAH DAN DIABDIKAN , sebagaimana kenyataan dari Allah swt melalui firman-Nya dalam surah Ali ‘Imran ayat 64 :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah." Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-2597926266265382891?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/2597926266265382891/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/hukum-menyebut-nama-tuhan-selain-allah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/2597926266265382891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/2597926266265382891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/hukum-menyebut-nama-tuhan-selain-allah.html' title='Hukum Menyebut Nama Tuhan Selain Allah'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-2188112070400143263</id><published>2009-02-01T12:07:00.011+08:00</published><updated>2009-02-01T12:10:55.784+08:00</updated><title type='text'>Tawassul Dgn Nabi Atau Org Soleh</title><content type='html'>Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalan saya kali ini mengenai tawassul.Didalam kuliah saya ikuti,pengajar mengatakan membolehkan tawassul dengan berdalilkan hadis dibawah..Boleh pihak aan menjelaskan adakah benar dalil ini boleh digunakan untuk membolehkan tawassul?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mafhum hadis riwayat At-tabarani;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah aku memohon kepada ENGKAU dengan Nabi ENGKAU Muhammad,Nabi yang rahmah.Wahai Muhammad sesungguhnya aku bertawajjuh dengan engkau kepada Tuhanku dalam hajatku untuk diperkenankan ........(sebutkan hajat kita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi dalilnya yang membolehkan tawassul adalah hadis riwayat Imam bukhari n imam muslim yang keseluruhan maksudnya saya tak ingat tetapi antara lain kefahaman dari penerangan ustaz tu adalah mengenai "minta pertolongan daripada nabi-nabi di akhirat nanti"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****************&lt;br /&gt;Abu_Umair&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;بسم الله&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;والحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه أما بعد&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quote:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mafhum hadis riwayat At-tabarani;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah aku memohon kepada ENGKAU dengan Nabi ENGKAU Muhammad, Nabi yang rahmah. Wahai Muhammad sesungguhnya aku bertawajjuh dengan engkau kepada Tuhanku dalam hajatku untuk diperkenankan ........(sebutkan hajat kita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini ialah hadis Uthman bin Hunaif. Iaitu:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;أن رجلا ضرير البصر أتى النبي صلى الله عليه و سلم فقال ادع الله أن يعافيني قال إن شئت دعوت وإن شئت صبرت فهو خير لك قال فادعه قال فأمره أن يتوضأ فيحسن وضوءه ويدعو بهذا الدعاء اللهم إني أسألك وأتوجه إليك بنبيك محمد نبي الرحمة إني توجهت بك إلى ربي في حاجتي هذه لتقضي لي اللهم فشفعه في&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya: Seorang lelaki buta datang kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan berkata: "Berdoalah supaya Allah sembuhkan aku".&lt;br /&gt;Baginda berkata: "Kalau engkau mahu, aku akan berdoa, dan kalau engkau mahu, engkau boleh bersabar dan ia lebih baik untuk kamu".&lt;br /&gt;Lelaki itu berkata, "Berdoalah".&lt;br /&gt;Lalu baginda memerintahkannya berwudhu' dengan cara sempurna, dan berdoa dengan doa ini: "Ya Allah, aku meminta dariMu, dan aku bertawajjuh kepadaMu dengan NabiMu, Muhammad, Nabi Rahmah. Sesungguhnya aku bertawajjuh denganmu kepada Tuhanku dalam hajatku ini supaya ditunaikan. Ya Allah, terimalah syafaat baginda kepadaku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direkod oleh: Tirmizi (no: 3578), Ibn Majah (no: 1385). Kata Tirmizi: Hasan, Sahih, Gharib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Hadis ini bukan bermaksud tawassul dengan zat atau kemegahan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam. Tetapi tawassul kepada doa baginda. Ia difahami daripada matan hadis tersebut;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i) lelaki itu datang meminta baginda berdoa.&lt;br /&gt;ii) Baginda menjanjikan untuk berdoa jika dia mahu, atau dia bersabar.&lt;br /&gt;iii) Lelaki itu kemudian memilih supaya baginda berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Maka tawassul seperti ini adalah dibenarkan, malahan disepakati padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Adapun, yang disebut dalam riwayat Thabarani dalam mukjam-mukjam beliau, iaitu tambahan cerita bahawa Uthman bin Hunaif menyuruh seorang lelaki yang mempunyai hajat supaya berwudhuk dan berdoa dengan doa tersebut, maka ia tidak sahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kisah ini tidak disebut dalam kitab-kitab hadis Sunan, dan dinilai dhaif oleh Ibn Taimiyyah dalam kitab Al-Tawassul Wa Al-Wasilah (110-112). Dinilai munkar oleh Al-Albani dalam kitab al-Tawassul (95). Kerana ia adalah riwayat Ibn Wahb daripada Syabib, dan beliau meriwayatkan daripadanya hadis-hadis munkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quote:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi dalilnya yang membolehkan tawassul adalah hadis riwayat Imam bukhari n imam muslim yang keseluruhan maksudnya saya tak ingat tetapi antara lain kefahaman dari penerangan ustaz tu adalah mengenai "minta pertolongan daripada nabi-nabi di akhirat nanti"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berkaitan dengan syafaat kubra, yg diberikan kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam. Dan tidak ada dalil tentang permasalahan tawassul dengan zat atau kemegahan Nabi atau orang soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A'lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-2188112070400143263?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/2188112070400143263/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/tawassul-dgn-nabi-atau-org-soleh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/2188112070400143263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/2188112070400143263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/tawassul-dgn-nabi-atau-org-soleh.html' title='Tawassul Dgn Nabi Atau Org Soleh'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-4129950844117734081</id><published>2009-02-01T12:05:00.006+08:00</published><updated>2009-02-01T12:07:46.465+08:00</updated><title type='text'>Hukum Memagar Rumah</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah hukumnya dan bolehkah 'memagar' rumah dengan khadam..? Benarkah ada khadam Islam atau jin Islam yg mengawal rumah..? Adakah cara 'memagar' cara ini ada pd zaman Rasulullah SAW..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah cara yg diajar oleh Rasulullah SAW utk memagar rumah..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harap dpt berikan dalil al-quran dan hadis yg sahih..InsyaAllah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukran..&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wa'alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Kami akan cuba menjawab soalan anda dengan kadar kemampuan yang ada, In Sya-Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memagar rumah dengan menggunakan khadam bukanlah sesuatu yang digalakkan didalam Islam. Persoalan biasa yang diutarakan oleh ulama' adalah : Apakah kita tahu bahawa bahawa Jin yang menjaga rumah kita itu benar-benar Islam ataupun tidak? Kenapa harus kita ambil resiko?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk makluman penggunaan Jin Islam, sila layari URL dibawah ini:-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SJ-01-0115 : Kain Kuning dan Jin Islam&lt;br /&gt;http://www.al-ahkam.net/home/index.php?name=MDForum&amp;amp;file=viewtopic&amp;amp;t=35867&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi saw mengajar kita menggunakan surah al-Baqarah dan ayat al-Kursi (surah al-Baqarah ayat 255) bagi melindungi diri dan rumah daripada gangguan makhluk halus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam sebuah riwayat dari Abdullah ibn Ubay ibn Ka'b yang diringkaskan disini, beliau telah bertemu dengan Jin yang memakan makanan simpanan Ubay.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;فقال له أبي فما الذي يجيرنا منكم؟ قال: هذه الآية آية الكرسي ثم غدا إلى النبي - صلى الله عليه وسلم - فأخبره فقال النبي صدق الخبيث&lt;/span&gt; ..&lt;/div&gt;Ubay bertanya kepada Jin : "Apa yang boleh melindungi kami dari kamu?". Jin menjawab : "Ayat ini, ayat al-Kursi". Kemudian keesokkan harinya dia telah pergi kepada Nabi saw dan memberitahu baginda, dan baginda bersabda : Jin telah bercakap benar.....[Silsilah Sahihah, 7/738].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadith dari Abu Hurairah ra, bahawa Rasulullah saw bersabda :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ ، إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ [ولفظ أحمد : يَفِرّ] مِنْ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;"Jangan jadikan rumah kamu seperti KUBUR, sesungguhnya Syaitan terbang keluar dari rumah yang surah al-Baqarah dibaca" [Hadith Riwayat Ahmad #7762 dan Muslim #780]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-4129950844117734081?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/4129950844117734081/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/hukum-memagar-rumah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/4129950844117734081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/4129950844117734081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/hukum-memagar-rumah.html' title='Hukum Memagar Rumah'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-5233773992825801007</id><published>2009-02-01T12:02:00.006+08:00</published><updated>2009-02-01T12:54:27.795+08:00</updated><title type='text'>Pendamping: Roh Atau Jin</title><content type='html'>assalamualaikum..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya ada keraguan utk ditanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) bolehkan roh orang2 yang sudah mati kembali ke dunia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) ada yang mengatakan roh2 orang alim/sheikh ada yang dilepaskan seksa kubur mereka, dan menjadi pendamping orang2 yang terpilih (yang masih hidup di dunia) dengan alasan utk mendekatkan diri orang2 terpilih ini kepada Allah swt. betulkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Kalau mereka bukan roh, dari golongan apakah mereka ini? jin? qareen?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;minta diperjelaskan soalan saya. Kerana, baru2 ini teman baik saya sakit, ada org recommend kat dia seorang perempuan di alor star utk berubat yang mengelar mereka bukan bomoh tetapi ahli falak. Perempuan ini mengatakan dia ada pendamping seorng sheikh yang menolong beliau melihat dan mengetahui hal2 ghaib. Bolehkn kita mempercayai orang ini? syirik kah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wassalam. tq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**************&lt;br /&gt;al-jawhar&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;بسم الله، و الحمد لله، و الصلاة والسلام على رسول الله، وبعد&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam tidak pernah menyebutkan bahawa roh seseorang yang telah mati boleh menjadi pendamping dan memberikan pertolongan kepada manusia.Ini jelas bertentangan dengan maksud hadis Nabi saw :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث صدقة جارية أو علم ينتفع به أو ولد صالح يدعو له&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Apabila matinya anak Adam , akan terputuslah semua amalannya (urusan dunia) kecuali 3 perkara : Sedekah Jariah , Ilmu yang bermanfaat , dan anak soleh yang mendoakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR Jama’ah kecuali Bukhari dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas daripada hadis di atas bahawa , orang yang telah mati akan terputus segala amalannya yang berkaitan dengan urusan dunia melainkan 3 perkara itu sahaja.Maka , adalah perkra yang mustahil jika roh tersebut boleh memberikan pertolongan dan berkomunikasi dengan manusia yang masih hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya , apabila roh orang-orang soleh atau siapa sahaja tidak boleh berhubung dengan manusia , maka jika ada seseorang yang mendakwa didampingi oleh roh orang soleh , ketahuilah bahawa dakwaannya adalah dusta dan tertolak. Apa yang jelas ialah roh yang di maksudkan itu ialah kemungkinan dari kalangan Jin atau syaitan.Ini kerana sudah menjadi tugas dan cita-cita Syaitan itu untuk menyesatkan manusia walau dengan apa cara sekali pun sebagaimana firman Allah swt dalam surah An-Nur ayat 21 :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti jejak langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti jejakk langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga haram hukumnya meminta pertolongan daripada Jin atau syaitan.Ini kerana jin atau syaitan itu tidak boleh memberikan pertolongan , malahan ia sebenarnya akan menambahkan lagi dosa dan kesalahan kita kepada Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah swt dalam surah Al-Jin ayat 6 :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungankepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka , meminta pertolongan dengan orang yang berdamping dengan jin atau syaitan serta mempercayainya juga termasuk dalam lingkungan syirik kepada Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-5233773992825801007?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/5233773992825801007/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/pendamping-toh-atau-jin.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/5233773992825801007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/5233773992825801007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/pendamping-toh-atau-jin.html' title='Pendamping: Roh Atau Jin'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-2508328670797457176</id><published>2009-02-01T11:59:00.008+08:00</published><updated>2009-02-01T12:02:12.483+08:00</updated><title type='text'>Syeikh Sufi Yang Kononnya Bertemu Rasulullah SAW</title><content type='html'>Baru baru ini saya ada mendengar dari seorang ustaz yang mengamalkan tariqah ahmadiah-idrissiyah, bahawa amalan yang mereka amalkan adalah diterima langsung oleh shiekh mereka Sidi Ahmad bin Idris live dari Rasullullah saw. Ini biasa berlaku menurut ahlus sufi bahawa Rasullulah saw bertemu dengan para wali Allah melalui satu majlis yang digelar suri...boleh ikuti link di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ahmadiah-idrisiah.com/history.php&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah ini menyanggahi akidah ahlus sunnah?&lt;br /&gt;Bolehkah kita beramal dengan amalan amalan berikut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*******************&lt;br /&gt;al-jawhar&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;بسم الله، و الحمد لله، و الصلاة والسلام على رسول الله، وبعد&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasnya yang dapat kami simpulkan ialah amalan sedemikian adalah merupakan amalan yang bercanggah dengan syariat Islam.&lt;br /&gt;Dalilnya , surah Al-Maidah ayat 3 :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-redha Islam itu jadi agama bagimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut menunjukkan kepada kita bahawa agama Islam telah sempurna dengan segala macam khazanah peninggalan Baginda saw yang diwahyukan oleh Allah swt.Ini termasuklah segalam macam amalan taqarrub kepada Allah swt seperti zikir , doa dan amalan-amalan sunat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tidak timbul cerita Rasulullah saw terpaksa berjumpa dengan mana-mana ‘Syeikh’ atau wali semata-mata untuk menyerahkan atau menyampaikan beberapa bentuk amalan yang kononnya tidak sempat di sampaikan kepada para sahabat Rasulullah saw sebelum kewafatan baginda saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang pelik dan menghairankan juga ialah , Rasulullah saw hanya berjumpa dengan ‘Syeikh-syeikh’ atau orang alim dari kalangan ‘Ahli Sufi’ sahaja…Apakah tidak ada orang lain atau Syaikh-Syaikh dari aliran lain yang lebih alim dan hebat daripada Syeikh Sufi??.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-2508328670797457176?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/2508328670797457176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/syeikh-sufi-yang-kononnya-bertemu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/2508328670797457176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/2508328670797457176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/syeikh-sufi-yang-kononnya-bertemu.html' title='Syeikh Sufi Yang Kononnya Bertemu Rasulullah SAW'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-718323649171591733</id><published>2009-02-01T11:57:00.005+08:00</published><updated>2009-02-01T11:59:10.811+08:00</updated><title type='text'>Pengaruh Nombor</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini saya ada kemusykilan ttg pengaruh nombor dlm masyarakat Melayu Islam di Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yg kita ketahui, pd hari ini tarikh yg dianggap istimewa kerana banyaknya nombor lapan didalamnya. Saya difahamkan ramai juga umat Melayu yg beragama Islam mengambil kesempatan membuat majlis pada hari ini contohnya hari pernikahan kerana 'istimewa'nya tarikh hari ini. Juga kita ketahui, kaum Tionghua menganggap ia berkaitan 'tuah' dan sbgnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalan saya, bagaimana jika seorg Muslim membuat sebrg majlis atas dasar suka-suka pd hari ini contohnya kerana pengaruh kaum lain. Apakah ia dikira tasyabbuh atau bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**************&lt;br /&gt;al-jawhar&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;بسم الله، و الحمد لله، و الصلاة والسلام على رسول الله، وبعد&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam permasalahan ini , ianya bergantung kepada niat seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekiranya , kita menjalankan satu-satu majlis pada suatu tarikh tertentu dengan tujuan dan niat hanya untuk menjadikan ianya suatu majlis yang unik tanpa mengaitkannya dengan sebarang'tuah' atau 'berkat' yang di anggap ada pada tarikh tersebut , maka hukum adalah dibolehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh , ada orang ingin melangsungkan perkahwinannya pada tarikh 06.06.06 , 07.07.07 , 08.08.08 dan sebagainya kerana tarikh tersebut dilihat sebagai satu bentuk yang mempunyai keunikkan dan kelainan yang mana semua nombor samada pada tarikh bulan dan tahun adalah sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ini jelas adalah dibolehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang menjadi masalah , ialah apabila kita mengaitkkannya pula dengan segala macam tuah dan berkat pada tarikh tersebut.Maka inilah yang dikatakan tidak boleh dalam Islam.Malahan perkara ini boleh membawa kepada syirik dan merosakkan aqidah lantaran menganggap tuah datangnya dari tariktarikh tertentu , dan bukannya dari Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan masyarakat cina yang menganggap nombor 4 adalah nombor yang membawa 'sial' atau malapetaka.Sebab itu msyarakat cina tidak suka dengan nombor tersebut..., malahan mana-mana lif bangunan yang dibina oleh kontraktor cina tidak akan diletakkan nombor 4 dalam lif tersebut.Hanya akan ditulis sebagai tingkat 3A atau 5A bagi menggantikan no 4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini satu sikap dan anggapan yang ditentang oleh Islam dan bercanggah dengan akidah Islam yang meletakkan setiap perkara itu ditentukan dan datangnya dari Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menganggap sesuatu nombor membawa tuah atau mengundang bencana bukan sahaja menyerupai (tasyabbuh) dengan pegangan orang kafir tersebut , malah yang lebih teruk sekali ialah ianya membawa kepada syirik dan rosak akidah.....wal 'iya zubillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-718323649171591733?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/718323649171591733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/pengaruh-nombor.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/718323649171591733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/718323649171591733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/pengaruh-nombor.html' title='Pengaruh Nombor'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-2265336599719904238</id><published>2009-02-01T11:56:00.007+08:00</published><updated>2009-02-01T11:57:50.063+08:00</updated><title type='text'>Siapa Ahli Kitab Yang Disebut Di Dalam AQ</title><content type='html'>Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yg ana fahami, ahli kitab bermaksud golongan yang diberikan kitab, iaitu Yahudi dan Nasrani (Kristian). Di dalam AQ juga sering mention tentang mereka. Bahkan, mereka ini mandapat keistimewaan berbanding kaum musyrik yg lain dlm beberapa hukum hakam seperti sembelihan dan perkahwinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Adakah ahli kitab ini bermaksud mereka yang berpegang kepada ajaran asal nabi isa dan musa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Wujudkah ahli kitab yg 'ori' pada zaman rasulullah?&lt;br /&gt;Ada yang megatakan Waraqah bin Naufal merupaka seorang yang berpegang kepada ajaran asal nabi isa. sedangkan ada cerita (tidak pasti kesahihan) mengatakan dia adalah seorang penterjemah injil dari hebrew (atau greek-tidak pasti) kepada arab. maka, kitab injil version apakah yg diterjemah sedangkan kitab injil dibukukan oleh Paul dan telah mengalami beberapa perubahan/pencemaran pada kandungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WA&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;Abu_Umair&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;بسم الله&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;والحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه أما بعد&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;1. Maksud Ahli Kitab ialah mereka yang menganut Yahudi dan Nasrani, walaupun mereka pada hakikatnya mereka tidak berpegang kepada ajaran asal Nabi Isa dan Nabi Musa a.s. Kerana kedua-dua Nabi ini membawa ajaran Tauhid, sedangkan Yahudi dan Nasrani adalah kumpulan yang syirik, sesat dan kafir, dengan nas Quran, sunnah dan ijmak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وقالت اليهود عزير ابن الله وقالت النصارى المسيح ابن الله&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya: Dan orang-orang Yahudi berkata, "Uzair adalah anak Allah", dan orang-orang nasrani berkata, "Al-Masih (Isa) adalah anak Allah". (Al-Taubah: 30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun mereka menyeleweng daripada ajaran sebenar Nabi-nabi mereka, ia tidak mengubah nama mereka sebagai ahli kitab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Yahudi dan Nasrani yang ada pada hari ini juga dihukum sebagai ahli kitab, cuma ramai dari kalangan mereka pada hari ini bertukar menganut athies dan fahaman-fahaman lain. Jadi golongan seperti ini bukan lagi dianggap ahli kitab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ahli kitab wujud pada zaman Nabi SAW, kerana dalam Al-Quran kedapatan banyak ayat-ayat yang menyuruh Nabi SAW menyeru, "Wahai Ahli Kitab....". Ini menunjukkan kewujudan mereka secara pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan Waraqah, beliau adalah seorang Arab keturunan Quraisy, tetapi beliau menyedari agama Quraisy sudah menyeleweng daripada agama Nabi Ibrahim a.s. Lalu beliau menganuti agama Nasrani, dan menterjemahkan Injil dari Bahasa Ibrani ke B.Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak ada jaminan bahawa Injil yang ditulis oleh Waraqah adalah asli 100% sebagaimana diturunkan kepada Nabi Isa a.s. Ia disebabkan Injil tidak dijamin oleh ALlah dikekalkan sebagaimana Quran, dan sudah berlalu tempoh yang amat panjang antara Isa dan zaman Waraqah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, sekurang-kurangnya asal kitab Injil itu masih ada, dan beberapa bahagian daripadanya diterjemahkan oleh Waraqah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A'lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-2265336599719904238?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/2265336599719904238/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/siapa-ahli-kitab-yang-disebut-di-dalam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/2265336599719904238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/2265336599719904238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/siapa-ahli-kitab-yang-disebut-di-dalam.html' title='Siapa Ahli Kitab Yang Disebut Di Dalam AQ'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-7209854357756553194</id><published>2009-02-01T11:54:00.007+08:00</published><updated>2009-02-01T11:56:10.060+08:00</updated><title type='text'>IMAN: Dalil Naqli Dan  Aqli</title><content type='html'>As'kum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya inginkan kepastian dari panel AAN. Tentang apakah syarat sah utk berakidah, apakah wajib ketahui DALIL AQLI dan DALIL NAQLI serentak dan tidak boleh salah satu saja. Pada masa saya sekolah agama dahulu ustaz di sekolah saya berkata adalah wajib tahu kedua2 dalil. Bila orang tanya apa dalil naqli kita mesti boleh jawab dengan ayat quran walaupun ayat tersebut pendek saja. Bila orang tanya dalil aqli maka kita boleh jawab secara logik. Jika kita gagal kuasai keduanya maka akidah kita tak sah dan rosak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahannya, jika menggunakan hujah ustaz saya di atas adalah sukar bagi saya. Ini kerana saya amat sukar untuk menghafaz ayat quran walaupun ayat tu pendek aje. Saya memang boleh baca quran tapi utk hafal memang susah. Jika ikutkan apa yg ustaz saya katakan tadi, maka bolehlah dianggap akidah saya tak sah (nauzubillah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jika kita berbalik kepada perkara asal, bagaimana pula iman seorang mualaf dikira SAH kerana mereka hanya yakin ALLAH itu TUHAN dan sememangnya mereka tidak mampu baca quran sekaligus tak mampu berikan hujah NAQLI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pernah berlaku satu peristiwa ketika Rasulullah dalam satu majlis nabi mengimankan seorang Arab asli yang tinggal di bukit bukau. Kalau tak silap saya ceritanya begini....Nabi tanya, apakah kamu percayakan Allah. Ya, jawab si badwi ni. Nabi kata lagi, kalau begitu di manakah Allah. Badwi menjawab, tu tinggal di atas bukit. Nabi hanya tersenyum mendengar penjelasan Badwi itu dan memperakui keimanan di Badwi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi berdasarkan 2 senario diatas iaitu MUALAF yang tak tahu Quran dan Kisah si Badwi, maka di maka benarnya hujah ustaz saya ni yang mengatakan iman kita tak sah dan terbatal jika tak faham 2 jenis DALIL tadi. Semenjak dua menjak ni, bila saya banyak belajar dari pelbagai sumber agama maka saya menjadi confius dgn apa yang diajarkan oleh ustaz saya ni dulu-dulu. Utk makluman, ustaz saya nilah juga yg pernah ajar saya dan mengatakan MENGANGKAT JARI TELUNJUK KETIKA BERTAHIYAT ADALAH SUNAT. AKAN TETAPI TIDAK BOLEH MELEBIHI HAD PARAS LUTUT HADAPAN. JIKA MELEBIHI PARAS LUTUT (MENJULUR KE DEPAN) NANTI DI AKHIRAT KITA AKAN DIBANGKITKAN DENGAN JARI KUDUNG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi saya harap sangatlah pihak panel AAN dapat berikan makluman segera mungkin. Iyelah, jika benar wajib DALIL NAQLI dan AQLI maka lagi lambat panel AAN jawab maka lagi lamalah akidah saya tak sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********************&lt;br /&gt;Abu_Umair&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;بسم الله&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;والحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه أما بعد&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Asas kepada IMAN ialah mentahuhidkan Allah dan membenarkan RasulNya SAW. Daripada dua dasar ini, timbulnya rukun2 iman iaitu: Beriman kepada Allah, Malaikat, Kitab, Rasul, Hari akhirat, dan Qadha Qadar. Sesiapa yang mempercayai keenam-enam rukun ini, dan beramal dengan rukun-rukun Islam maka dia adalah seorang yang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tidak disyaratkan kesahihan iman seseorang, mesti mengetahui dalil samada naqli ataupun aqli. Cukup dengan beriman kepada yang disebut secara ijmal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Nabi SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ما من أحد يشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله صدقا من قلبه إلا حرمه الله على النار&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya: Tiada seorang pun mati dalam keadaan dia menyaksikan bahawa tiada Tuhan yang sebenar kecuali Allah, dan Muhammad adalah pesuruh Allah, secara benar dari lubuk hatinya, melainkan ALlah haramkan neraka ke atasnya.&lt;br /&gt;Direkod dalam Sahih Bukhari (no: 128).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Walaubagaimana pun tahap iman antara manusia berbeza, dan ia boleh bertambah dan boleh berkurang. Antara unsur yang boleh menambahkan iman seseorang ialah mempelajari dalil-dalilnya samada daripada nusus-nusus syarak, ataupun melalui tanda-tanda dalam kejadian alam. Firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وفي الأرض آيات للموقنين وفي أنفسكم أفلا تبصرون&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya: Dan pada bumi terdapatnya tanda-tanda bagi orang-orang yang yakin. Begitu juga terdapatnya tanda-tanda di dalam diri kamu sendiri. Maka apakah kamu tidak melihatnya?  (Al-Zariyaat: 20-21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Berkenaan mengangkat jari telunjuk ketika tasyahhud, terdapat khilaf di kalangan fuqaha. Tetapi kenyataan bahawa jari telunjuk mesti sama laras dengan lutut, dan kalau melebihinya akan dipotong pada hari kiamat, -setakat pengetahuan kami- ia bukan bersumberkan nas syarak. Maka kenyataan itu tidak ada nilai kerana pembalasan akhirat adalah perkara ghaibiyyah yang hanya diketahui melalui perkhabaran Allah dan Rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A'lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-7209854357756553194?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/7209854357756553194/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/iman-dalil-naqli-dan-aqli.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/7209854357756553194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/7209854357756553194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/iman-dalil-naqli-dan-aqli.html' title='IMAN: Dalil Naqli Dan  Aqli'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-5818157374591661844</id><published>2009-02-01T11:52:00.005+08:00</published><updated>2009-02-01T11:54:07.885+08:00</updated><title type='text'>Ruh Adalah Urusan Tuhanmu</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauhmana kita boleh mendalami pengetahuan tentang roh?&lt;br /&gt;Berdasarkan ayat ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Israa' 85. Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****************&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa’alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Kami akan cuba menjawab soalan ini dengan kadar kemampuan yang ada, Insya-Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roh merupakan makhluk Allah swt yang bersifat ghaib dimana keadaan sebenarmya hanya Allah swt yang mengetahuinya. Firman Allah swt :-&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;“Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakan: Roh itu dari perkara urusan Tuhanku dan kamu tidak diberikan ilmu pengetahuan melainkan sedikit sahaja.” [al-Israa’ : 85].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Imam al-Bukhari, Ibn Mas’ud ra. meriwayatkan bahawa kaum Yahudi telah bertanya Nabi saw berkenaan dengan Roh, dan Nabi saw berdiam sehinggalah ayat ini diturunkan sebagai jawapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam tafsir Jalalain ada menyatakan bahawa apa-apa perkara mengenai Roh maka manusia tidak mengetahuinya (melainkan diberitahu oleh Allah), dan manusia diberikan pengetahuan mengenainya dengan kadar yang sedikit apabila dinisbahkan kepada ilmu Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Wahbah al-Zuhaily didalam kesimpulan penafsiran ayat diatas menjelaskan bahawa : sesungguhnya ilmu manusia sangatlah sedikit apabila dibandingkan dengan ilmu Allah. Didalam ayat tersebut mereka bertanya mengenai perkara ROH yang dimiliki oleh Allah swt, dan Dia tidak memberitahu kamu mengenainya, dan Dia memberitahu kamu hanya sedkit mengenai ilmu tesebut. [Tafsir al-Munir, 8/168].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan ROH didalam al-Quran disebut sebanyak 21 kali. Roh didalam al-Quran boleh membawa maksud spirit yang berada didalam badan manusia yang hidup, iaitu Roh manusia, dan juga boleh membawa maksud Malaikat; iaitu Malaikat Jibril as. Contohnya didalam – perkataan al-Roh didalam surah al-Qadr, surah al-Maryam : 17, Roh al-Quddus didalam al-Baqarah : 87 dan 253, al-Maa’idah : 110, dan al-Nahl : 102, al-Roh al-Amin didalam al-Syu’araa’ 193. Disini kita dapat lihat bahawa ia bukan hanya melibatkan Roh manusia, akan tetapi skopnya melibat Malaikat, dimana Allah swt sahaja yang tahu hakikat sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara mengenai ROH ini adalah perkara Ghaib, dimana skop pengetahuan manusia tidak menjangkau mengenainya. Ia sangat kompleks, dan tidak mungkin boleh difaham oleh makhluk yang bernama manusia, sebagaimana dinisbahkan kepada soalan kaum Yahudi kepada Nabi saw, dan baginda menjawab dengan firman Allah : “Roh itu dari perkara urusan Tuhanku dan kamu tidak diberikan ilmu pengetahuan melainkan sedikit sahaja.”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai persoalan sejauh mana manusia boleh mendalami isu ROH? Langkah yang berhati-hati dan selamat adalah skop pengetahuan mengenai ROH boleh didapati didalam surah-surah al-Quran, Hadith Nabi saw dan tafsiran pada ulama’ Salaf. Banyak lagi ilmu-ilmu zahir yang boleh kita tumpukan perhatian untuk mempelajarinya, dimana Allah swt menggalakkan hamba-hamba mengkaji, mempelajari, memerhati dan mengambil iktibar. WA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat juga penjelasan Ustaz ZainYs didalam link dibawah ini :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;000003-SJ-AQIDAH: Hukum mendatang roh orang yang telah mati&lt;br /&gt;http://www.al-ahkam.net/home/index.php?name=MDForum&amp;amp;file=printview&amp;amp;t=14247&amp;amp;start=0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-5818157374591661844?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/5818157374591661844/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/ruh-adalah-urusan-tuhanmu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/5818157374591661844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/5818157374591661844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/ruh-adalah-urusan-tuhanmu.html' title='Ruh Adalah Urusan Tuhanmu'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-3640459864660063631</id><published>2009-02-01T11:50:00.003+08:00</published><updated>2009-02-01T11:52:14.548+08:00</updated><title type='text'>Apakah Ada Rukun Ihsan?</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adakah terdapat rukun ihsan??sepertimana iman dan islam..&lt;br /&gt;ada kitab khusus dalam bab ni??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****************&lt;br /&gt;al-jawhar&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahi wal hamdulillah ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Jawab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umumnya , Ihsan hanya mempunyai 2 syarat / rukun utama berdasarkan hadis Saidina Umar ra :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;فَأَخْبِرْنِي عن الإِحْسَانِ، قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ الله كأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ یَرَاكَ&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Dia berkata lagi:Terangkanlah kepadaku tentang Ihsan. Baginda bersabda: Ihsan itu ialah bahawa engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihatNya. Sekiranya engkau tidak dapat melihatnya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat al-lmam Muslim (Hadis riwayat Muslim, kitab al-iman, no: 9 dan 10, al-Tirmizi, kitab al-iman, no: 2535, al-Nasaa’ie, kitab al-iman, no: 4904, 4905, Abu Dawud, kitab al-sunnah no:4075, Ibn Majah, kitab al-muqaddimah, no: 62 dan 63, Ahmad, musnad العشرة المبشرین , no: 346).&lt;br /&gt;____________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hadis di atas , terdapat 2 perkara yang menjadi asas atau pra syarat dalam bab ihsan ,( perkataan yang diboldkan).Apabila kedua-dua prasyarat tersebut dapat dilaksanakan dengan penuh keikhlasan hanya Kepada Allah swt , maka tercapailah maksud ihsan dalam erti kata yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-3640459864660063631?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/3640459864660063631/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/apakah-ada-rukun-ihsan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/3640459864660063631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/3640459864660063631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/apakah-ada-rukun-ihsan.html' title='Apakah Ada Rukun Ihsan?'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-6552984948414736165</id><published>2009-02-01T11:48:00.004+08:00</published><updated>2009-02-01T11:50:23.281+08:00</updated><title type='text'>Kemunculan Dan Fitnah Dajjal</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ingin tahu ttg dajjal dan fitnah yg dibawanya...tanda2 kemunculan,ciri2 dajjal dan sebagainya. harap dapat memberi pengetahuan berguna. terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;al-jawhar&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahi wal hamdulillah ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Jawab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara ringkasnya : Dibawah ini adalah hadis yang menceritakan tentang kemunculan dajjal dihari kiamat....&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ أَسِيدٍ الْغِفَارِيِّ قَالَ :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;اطَّلَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْنَا وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ فَقَالَ مَا تَذَاكَرُونَ قَالُوا نَذْكُرُ السَّاعَةَ قَالَ إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ فَذَكَرَ الدُّخَانَ وَالدَّجَّالَ وَالدَّابَّةَ وَطُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَنُزُولَ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيَأَجُوجَ وَمَأْجُوجَ وَثَلَاثَةَ خُسُوفٍ خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنْ الْيَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dari Hudzaifah bin Asid Al Ghifari r.a. katanya: "Rasulullah SAW melihat kami ketika kami sedang berbincang-bincang lalu berkata: "Apakah yang sedang kalian semua perbincangkan?" Jawab para sahabat "kami sedang memperkatakan mengenai hari kiamat." Lalu baginda bersabda , "kiamat tidak akan terjadi sebelum terjadi sepuluh tanda: Ad Dukhan (asap atau kabut), Dajjal (si penipu besar), Dabbah (binatang melata). Matahari terbit di barat. Isa anak Maryam a.s turun Ya'juj dan Ma'juj. Tiga Gerhana: di timur. Gerhana di barat. Gerhana di Jazirah Arab. Dan akhir sekali api keluar di Yaman menghalau umat manusia ke mahsyar (tempat berkumpul)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis Riwayat Imam Muslim : 2901 , 7467 , Abu Daud no.4311 dan at-Tirmidzi no. 2184&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DI ANTARA SIFAT-SIFAT DAJJAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Umar r.a bahawa Rasulullah saw bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya sedang tidur, saya bermimpi melakukan thawaf di Baitullah.... " Lalu beliau mengatakan bahwa beliau melihat Isa Ibnu Maryam 'alaihissalam, kemudian melihat Dajjal dan menyebutkan ciri-cirinya dengan sabdanya: "Dia itu seorang laki-laki yang gemuk, berkulit merah, berambut kerinting, matanya buta sebelah, dan matanya itu seperti buah anggur yang masak' (tak bersinar). " Para sahabat berkata, "Dajjal ini lebih menyerupai Ibnu Qathn [***] , seorang laki-laki dari Khuza'ah."&lt;br /&gt;[Sahih Bukhari, Kitabul Fitan, Bab Dzikrid. Dajjal 13: 90: Sahih Muslim, Kitabul Iman, Bab Dzikril Masih Ibni Maryam 'alaihissalam wal-Masihid Dajjal 2: 237].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits Hudzaifahra, Rasulullah saw bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dajjal itu buta matanya sebelah kiri dan lebat rambutnya. "&lt;br /&gt;[Sahih Muslim. Kitabul Fitan wa Asyrothis Sa'ah, Bab Dzikrid Dajjal 18: 60-61].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits Anas r.a , Rasulullah saw bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di antara kedua matanya termaktub tulisan "kafir"&lt;br /&gt;[Shahih Bukhari, Kitabul Fitan, Bab Dzikrid Dajjal 13: 91; dan Shahih Muslim, Kitabul Fitan wa Asyrothus Sa'ah, Bab sa'ah, bab Dzikrid Dajjal 18: 59].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Nawawi berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pendapat yang dipegang oleh para muhaqiq ialah bahawa tulisan kafir ini nampak secara zahir dan batin , sebagai suatu tanda yang dijadikan oleh Allah di antara sebahagian alamat atau tanda-tanda yang menunjukkan akan kekafiran, kebohongan, dan kebatilannya (Dajjal). Dan tanda-tanda ini dinampakkan oleh Allah kepada setiap muslim yang tahu menulis dan membaca dan begitu juga kepada yang tidak tahu menuliss dan membaca, dan disembunyikannya untuk orang yang dikehendaki-Nya akan cxlxkx dan terfitnah. Dan hal ini tidak dapat dihalangi sama sekali. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Syarah Shahih Muslim oleh Imam Nawawi 18: 60]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***Ibnu Qathan: namanya Abdul 'Uzza bin Qathan bin Amr Al- Khuza'i. Ada yang mengatakan bahwa dia itu berasal dari kalangan Bani Musthaliq dari suku Khuza'ah. Ibunya bernama Halah binti Khuwailid.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-6552984948414736165?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/6552984948414736165/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/kemunculan-dan-fitnah-dajjal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/6552984948414736165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/6552984948414736165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/kemunculan-dan-fitnah-dajjal.html' title='Kemunculan Dan Fitnah Dajjal'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-4010420016651817322</id><published>2009-02-01T11:44:00.005+08:00</published><updated>2009-02-01T11:48:30.892+08:00</updated><title type='text'>Yang Baik Datangnya Dari Allah</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minta ulas sedikit tentang yg biasa dengar penceramah cakap “ Yang baik datang daripada Allah dan yang buruk juga datang daripada Allah swt jua .Akan tetapi dizahirkan dlm diri saya. Benarkah pernyataan yang buruk dr Allah jua sedangkan keburukan yang berlaku adalah pilihan manusia sendiri ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********************&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa’alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, kami akan cuba menjawab soalan anda dengan kadar kemampuan yang ada, Insya-Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya yang kita selalu dengar adalah kenyataan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;الخير من عند الله والشر من أنفسنا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Kebaikkan itu datang dari Allah dan keburukan adalah dari diri kami sendiri”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut saya ambil petikan kiriman Ustaz Izrail yang beliau diambil dari kata-kata Imam Nawawi rh :-&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;َلأن أهل الحديث يقولون : الخير والشر جميعا الله فاعلهما ولا إحداث للعبد فيهما , والمعتزلة يقولون : يخلقهما ويخترعهما وليس لله فيهما صنع . ولا يسمع القول بأن الخير من عند الله والشر من نفسك إلا همج العامة , ولم يقله أحد من أهل العلم لا سني ولا بدعي .&lt;/div&gt;“Ahli Hadith mengatakan: kebaikan dan keburukan semuanya Allah adalah pembuatnya dan tiada penciptaan bagi hamba pada kedua-duanya. Muktazilah pula mengatakan: hamba yang membuat dan mencipta kedua-duanya dan bukan bagi Allah ciptaan kedua-duanya. Dan tidak didengari kata-kata: "bahawa kebaikan datang dari Allah dan keburukan datang dari diri kamu", kecuali hanya orang awam sahaja dan tiada seorang pun yang menyebut demikian dari ahli sunnah atau ahli bid'ah.” (al-Majmuk Syarh al-Muhazzab: 3/275)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-4010420016651817322?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/4010420016651817322/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/yang-baik-datangnya-dari-allah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/4010420016651817322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/4010420016651817322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/02/yang-baik-datangnya-dari-allah.html' title='Yang Baik Datangnya Dari Allah'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-6827176566710287998</id><published>2009-01-25T14:01:00.014+08:00</published><updated>2010-02-21T14:10:04.214+08:00</updated><title type='text'>Nur Muhammad - Bila Munculnya?</title><content type='html'>Cintai Nabimu.&lt;br /&gt;Siri Pemurnian Sirah: Nur Muhamad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintai Nabimu! Bersihkanlah apa yang tidak benar tentang dirinya. Murnikan sirahnya dari sebarang bentuk pembohongan. Antaranya ialah tentang Nur Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Asal Usul Nur Muhamad - Apakah ada hadis sahih mengenainya - Bila munculnya - Siapa dan kitab apa yang menyebarkan idea ini - Bahaya Nur Muhamad terhadap aqidah umat Islam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;object data="http://video.google.com/googleplayer.swf?docid=-5570128674957475866&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=true" style="height: 240px; width: 380px;" title="JoomlaWorks AllVideos Player" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;param name="movie" value="http://video.google.com/googleplayer.swf?docid=-5570128674957475866&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=true"&gt;&lt;param name="quality" value="high"&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#010101"&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-6827176566710287998?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/6827176566710287998/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/nur-muhammad-bila-munculnya.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/6827176566710287998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/6827176566710287998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/nur-muhammad-bila-munculnya.html' title='Nur Muhammad - Bila Munculnya?'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-4566351218785457119</id><published>2009-01-24T11:42:00.011+08:00</published><updated>2009-03-22T11:45:44.671+08:00</updated><title type='text'>Manfaat dan Keutamaan Mengikuti Manhaj (Metode Pemahaman) Salaf</title><content type='html'>Posted: 13 Mar 2009 09:32 PM PDT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله وآله وصحبه أجمعين، أما بعد&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prolog&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manhaj salaf adalah satu-satunya manhaj yang diakui kebenarannya oleh Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena manhaj ini mengajarkan pemahaman dan pengamalan islam secara lengkap dan menyeluruh, dengan tetap menitikberatkan kepada masalah tauhid dan pokok-pokok keimanan sesuai dengan perintah Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;{&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;}&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari (kalangan) orang-orang muhajirin dan anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada-Nya, dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (Qs. At Taubah: 100)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat lain, Allah ta’ala memuji keimanan para sahabat radhiyallahu ‘anhum dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;فَإِنْ آمَنُوا بِمِثْلِ مَا آمَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan jika mereka beriman seperti keimanan kalian, maka sungguh mereka telah mendapatkan petunjuk (ke jalan yang benar).” (Qs. Al Baqarah: 137)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits yang shahih tentang perpecahan umat ini menjadi 73 golongan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Semua golongan tersebut akan masuk neraka, kecuali satu golongan, yaitu Al Jama’ah“. Dalam riwayat lain: “Mereka (yang selamat) adalah orang-orang yang mengikuti petunjukku dan petunjuk para sahabatku.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ad Darimy dan imam-imam lainnya, dishahihkan oleh Ibnu Taimiyyah, Asy Syathiby dan Syaikh Al Albany. Lihat “Silsilatul Ahaaditsish Shahihah” no. 204)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mengikuti manhaj salaf adalah satu-satunya cara untuk bisa meraih keselamatan di dunia dan akhirat, sebagaimana hanya dengan mengikuti manhaj inilah kita akan bisa meraih semua keutamaan dan kebaikan yang Allah ta’ala janjikan dalam agama-Nya, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Sebaik-baik umatku adalah generasi yang aku diutus di masa mereka (para sahabat radhiyallahu ‘anhum), kemudian generasi yang datang setelah mereka, kemudian generasi yang datang setelah mereka.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Imam Ibnul Qayyim dalam menjelaskan hadits di atas: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitakan (dalam hadits ini) bahwa generasi yang terbaik secara mutlak adalah generasi di masa Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam (para sahabat radhiyallahu ‘anhum), dan ini mengandung pengertian keterdepanan mereka dalam seluruh aspek kebaikan (dalam agama ini), karena kalau kebaikan mereka (hanya) dalam beberapa aspek (tidak sempurna dan menyeluruh) maka mereka tidak akan dinamakan (oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai) generasi yang terbaik secara mutlak”. Maksud terbaik secara mutlak yaitu kebaikan yang ada pada mereka adalah kebaikan yang sempurna dan menyeluruh pada semua aspek kebaikan dalam agama. (Lihat Kitab I’laamul muwaqqi’iin, 4/136- cet. Daarul Jiil, Beirut, 1973)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih jelasnya pembahasan masalah ini, berikut ini kami akan menyebutkan dan menjelaskan beberapa contoh/poin penting yang menunjukkan besarnya manfaat dan keutamaan yang bisa kita capai dengan berusaha memahami dan mengamalkan manhaj salaf dengan baik dan benar, serta mustahilnya mencapai semua itu dengan mengikuti selain manhaj yang benar ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1- Keteguhan iman dan keistiqamahan dalam agama di dunia dan akhirat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;{&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ}&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ‘ucapan yang teguh’ dalam kehidupan di dunia dan di akhirat, dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (Qs. Ibrahim: 27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna ‘ucapan yang teguh’ dalam ayat di atas ditafsirkan sendiri oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh seorang sahabat yang mulia Al Bara’ bin ‘Aazib radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seorang muslim ketika ditanya di dalam kubur (oleh Malaikat Munkar dan Nakir) maka dia akan bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang benar kecuali Allah (Laa Ilaaha Illallah) dan bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah utusan Allah (Muhammadur Rasulullah), itulah (makna) firman-Nya: {Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ‘ucapan yang teguh’ dalam kehidupan di dunia dan di akhirat}.”. (HR. Al Bukhari dalam Shahih Al Bukhari, no. 4422- cet. Daar Ibni Katsir, Beirut, 1407 H. Hadits yang semakna juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, no. 2871- cet. Daar Ihya-it turats al ‘araby, Beirut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat dan hadits di atas menunjukkan bahwa keteguhan iman dan keistiqamahan dalam agama hanyalah Allah ta’ala anugerahkan kepada orang beriman yang memiliki ‘ucapan yang teguh’, yaitu dua kalimat syahadat yang dipahami dan diamalkan dengan baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berdasarkan keterangan di atas, jelaslah bagi kita salah satu keutamaan dan manfaat besar mengikuti manhaj salaf, karena tidak diragukan lagi hanya manhaj salaf-lah satu-satunya manhaj yang benar-benar memberikan perhatian besar kepada pemahaman dan pengamalan dua kalimat syahadat dengan baik dan benar, dengan selalu mengutamakan pembahasan tentang kalimat Tauhid (Laa Ilaaha Illallah), keutamaannya, kandungannya, syarat-syaratnya, rukun-rukunnya, hal-hal yang membatalkan dan mengurangi kesempurnaannya, disertai peringatan keras untuk menjauhi perbuatan syirik dan semua perbuatan yang bertentangan dengan tauhid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula perhatian besar manhaj salaf terhadap kalimat syahadat (Muhammadur Rasulullah), dengan selalu mengutamakan pembahasan tentang keindahan dan kesempurnaan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, disertai peringatan keras untuk menjauhi perbuatan bid’ah dan semua perbuatan yang bertentangan dengan Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu: “Al Firqatun Naajiyah (golongan yang selamat dari ancaman azab Allah ta’ala / orang-orang yang mengikuti manhaj salaf) adalah orang-orang yang (sangat) mengutamakan Tauhid, yaitu mengesakan Allah dalam beribadah, seperti berdoa, meminta pertolongan, memohon keselamatan dalam keadaan susah maupun senang, berkurban, bernazar, dan ibadah-ibadah lainnya, serta keharusan menjauhi syirik dan fenomena-fenomenanya yang terlihat nyata di kebanyakan negara Islam… Dan mereka adalah orang-orang yang selalu menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam ibadah, tingkah laku dan (semua sisi) kehidupan mereka, sehingga jadilah mereka sebagai orang-orang yang asing di tengah masyarakat, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menggambarkan keadaan mereka: “Sesungguhnya islam awalnya datang dalam keadaan asing, dan nantinya pun (di akhir jaman) akan kembali asing, maka beruntunglah (akan mendapatkan surga) orang-orang yang asing (karena berpegang teguh dengan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam)” (HR. Muslim). Dalam riwayat lain: “… Mereka adalah orang-orang yang berbuat kebaikan ketika manusia dalam keadaan rusak”. Berkata Syaikh Al Albani: Hadits ini diriwayatkan oleh Abu ‘Amr Ad Daani dengan sanad yang shahih.” (Minhaajul Firqatin Naajiyah, hal. 7-8 - cet. Daarush Shami’i, Riyadh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2- Meraih Kenikmatan tertinggi di Surga, yaitu Melihat Wajah Allah ta’ala yang Maha Mulia dan Maha Tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits shahih dari seorang sahabat yang mulia Shuhaib bin Sinan radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika penghuni surga telah masuk surga, Allah ta’ala Berfirman: “Apakah kalian (wahai penghuni surga) menginginkan sesuatu sebagai tambahan (dari kenikmatan surga)? Maka mereka menjawab: Bukankah Engkau telah memutihkan wajah-wajah kami? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam surga dan menyelamatkan kami dari (azab) neraka? Maka (pada waktu itu) Allah Membuka hijab (yang menutupi wajah-Nya Yang Maha Mulia), dan penghuni surga tidak pernah mendapatkan suatu (kenikmatan) yang lebih mereka sukai dari pada melihat (wajah) Allah ta’ala”, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;للذين أحسنوا الحسنى وزيادة&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (melihat wajah Allah ta’ala)” (QS Yunus: 26). (HR. Muslim dalam Shahih Muslim, no. 181)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam kitab beliau “Ighaatsatul lahafaan” (Hal. 70-71, Mawaaridul amaan, cet. Daar Ibnil Jauzi, Ad Dammaam, 1415 H) menjelaskan bahwa kenikmatan tertinggi di akhirat ini (melihat wajah Allah ta’ala) adalah balasan yang Allah ta’ala berikan kepada orang yang merasakan kenikmatan tertinggi di dunia, yaitu kesempurnaan dan kemanisan iman, kecintaan yang sempurna dan kerinduan untuk bertemu dengan-Nya, serta perasaan tenang dan bahagia ketika mendekatkan diri dan berzikir kepada-Nya. Untuk lebih jelas pembahasan masalah ini, silakan baca tulisan kami yang berjudul “Indahnya Islam Manisnya Iman”. Dalam sebuah ucapannya yang tersohor Ibnu Taimiyyah berkata: “Sesungguhnya di dunia ini ada jannnah (surga), barangsiapa yang belum masuk ke dalam surga di dunia ini maka dia tidak akan masuk ke dalam surga di akhirat nanti.” (Al Waabilush Shayyib, 1/69)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menjelaskan hal ini berdasarkan lafazh doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah hadits yang shahih: “Aku meminta kepada-Mu (ya Allah) kenikmatan memandang wajah-Mu (di akhirat nanti) dan aku meminta kepada-Mu kerinduan untuk bertemu dengan-Mu (sewaktu di dunia)…” (HR. An Nasa-i dalam “As Sunan” (3/54 dan 3/55), Imam Ahmad dalam “Al Musnad” (4/264), Ibnu Hibban dalam “Shahihnya” (no. 1971) dan Al Hakim dalam “Al Mustadrak” (no. 1900), dishahihkan oleh Ibnu Hibban, Al Hakim, disepakati oleh Adz Dzahabi dan Sykh Al Albani dalam “Zhilaalul Jannah Fii Takhriijis Sunnah” (no. 424))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keterangan di atas juga terlihat jelas besarnya keutamaan dan manfaat mengikuti manhaj salaf. Karena kemanisan iman, kecintaan yang sempurna dan kerinduan untuk bertemu dengan Allah ta’ala merupakan buah yang paling utama dari ma’rifatullah (pengenalan/pengetahuan yang benar dan sempurna tentang Allah ta’ala dan sifat-sifat-Nya), yang mana ma’rifatullah yang benar dan sempurna tidak akan mungkin dicapai kecuali dengan mempelajari dan memahami nama-nama dan sifat-sifat Allah ta’ala dalam Al Qur-an dan Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan metode pemahaman yang benar, yang ini semua hanya didapatkan dalam manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama’ah/manhaj Salaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Ini adalah ideologi golongan yang selamat dan selalu mendapatkan pertolongan dari Allah ta’ala sampai hari kiamat, (yang mereka adalah) Ahlus Sunnah wal jama’ah (orang-orang yang mengikuti manhaj salaf), yaitu beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, (hari) kebangkitan setelah kematian, dan beriman kepada takdir Allah yang baik maupun yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk iman kepada Allah (yang diyakini Ahlus Sunnah wal jama’ah) adalah mengimani sifat-sifat Allah ta’ala yang Dia tetapkan bagi diri-Nya dalam Al Qur-an dan yang ditetapkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (dalam hadits-hadits yang shahih), tanpa tahriif (menyelewengkan maknanya), tanpa ta’thiil (menolaknya), tanpa takyiif (membagaimanakan/menanyakan bentuknya), dan tanpa tamtsiil (menyerupakannya dengan sifat-sifat makhluk). Ahlus Sunnah wal jama’ah mengimani bahwa Allah ta’ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;{لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ}&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Qs. Asy Syuura:11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Ahlus Sunnah wal jama’ah tidak menolak sifat-sifat yang Allah tetapkan bagi diri-Nya, tidak menyelewengkan makna firman Allah dari arti yang sebenarnya, tidak menyimpang (dari kebenaran) dalam (menetapkan) nama-nama Allah (yang maha indah) dan dalam (memahami) ayat-ayat-Nya. Mereka tidak membagaimanakan /menanyakan bentuk sifat Allah dan tidak menyerupakan sifat-Nya dengan sifat makhluk. Karena Allah ta’ala tiada yang serupa, setara dan sebanding dengan-Nya, Dia ta’ala tidak boleh dianalogikan dengan makhluk-Nya, dan Dia-lah yang paling mengetahui tentang diri-Nya dan tentang makhluk-Nya, serta Dia-lah yang paling benar dan baik perkataan-Nya dibanding (semua) makhluk-Nya. Kemudian (setelah itu) para Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam orang-orang yang benar (ucapannya) dan dibenarkan, berbeda dengan orang-orang yang berkata tentang Allah ta’ala tanpa pengetahuan. Oleh karena itulah Allah ta’ala Berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;{&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;سبحان ربك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين}&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Maha Suci Rabbmu Yang mempunyai kemuliaan dari apa yang mereka katakan, Dan keselamatan dilimpahkan kepada para Rasul, Dan segala puji bagi Allah Rabb seru sekalian alam.” (Qs. Ash Shaaffaat: 180-182)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka (dalam ayat ini) Allah menyucikan diri-Nya dari apa yang disifatkan orang-orang yang menyelisihi (petunjuk) para Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian Allah menyampaikan salam (keselamatan) kepada para Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam karena selamat (suci)nya ucapan yang mereka sampaikan dari kekurangan dan celaan. Allah ta’ala telah menghimpun antara an nafyu (meniadakan sifat-sifat buruk) dan al itsbat (menetapkan sifat-sifat yang maha baik dan sempurna) dalam semua nama dan sifat yang Dia tetapkan bagi diri-Nya, maka Ahlus Sunnah wal jama’ah sama sekali tidak menyimpang dari petunjuk yang dibawa oleh para Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena itulah jalan yang lurus; jalannya orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah ta’ala, yaitu para Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, para shiddiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang yang shaleh.” (Kitab “Al ‘Aqiidatul Waasithiyyah” (hal. 6-8))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3- Menggapai taufik dari Allah ta’ala yang merupakan kunci pokok segala kebaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyyah: “Kunci pokok segala kebaikan adalah dengan kita mengetahui (meyakini) bahwa apa yang Allah kehendaki (pasti) akan terjadi dan apa yang Dia tidak kehendaki maka tidak akan terjadi. Karena pada saat itulah kita yakin bahwa semua kebaikan (amal shaleh yang kita lakukan) adalah termasuk nikmat Allah (karena Dia-lah yang memberi kemudahan kepada kita untuk bisa melakukannya), sehingga kita akan selalu mensyukuri nikmat tersebut dan bersungguh-sungguh merendahkan diri serta memohon kepada Allah agar Dia tidak memutuskan nikmat tersebut dari diri kita. Sebagaimana (kita yakin) bahwa semua keburukan (amal jelek yang kita lakukan) adalah karena hukuman dan berpalingnya Allah dari kita, sehingga kita akan memohon dengan sungguh-sungguh kepada Allah agar menghindarkan diri kita dari semua perbuatan buruk tersebut, dan agar Dia tidak menyandarkan (urusan) kita dalam melakukan kebaikan dan meninggalkan keburukan kepada diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah bersepakat al ‘Aarifun (orang-orang yang memiliki pengetahuan yang dalam tentang Allah dan sifat-sifat-Nya) bahwa asal semua kebaikan adalah taufik dari Allah ta’ala kepada hamba-Nya, sebagaimana asal semua keburukan adalah khidzlaan (berpalingnya) Allah ta’ala dari hamba-Nya. Mereka juga bersepakat bahwa (arti) taufik itu adalah dengan Allah tidak menyandarkan (urusan) kita kepada diri kita sendiri, dan (sebaliknya arti) al khidzlaan (berpalingnya Allah ta’ala dari hamba) adalah dengan Allah membiarkan diri kita (bersandar) kepada diri kita sendiri (tidak bersandar kepada Allah ta’ala)…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung dari hal ini dalam doa beliau yang terkenal dan termasuk doa yang dianjurkan untuk dibaca pada waktu pagi dan petang: “… (Ya Allah!) jadikanlah baik semua urusanku dan janganlah Engkau membiarkan diriku bersandar kepada diriku sendiri (meskipun cuma) sekejap mata.” (HR. An Nasa-i dalam “As Sunan” (6/147) dan Al Hakim dalam “Al Mustadrak” (no. 2000), dishahihkan oleh Al Hakim, disepakati oleh Adz Dzahabi dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilatul Ahaaditsish Shahihah (1/449, no. 227)) (Kitab Al Fawa-id (hal. 133- cet. Muassasah ummil Qura, Mesir 1424 H))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keterangan Imam Ibnul Qayyim di atas jelaslah bagi kita bahwa kunci pokok segala kebaikan adalah memahami dan mengimani bahwa apa yang Allah kehendaki (pasti) akan terjadi dan apa yang Dia tidak kehendaki maka tidak akan terjadi, yang ini merupakan kesimpulan makna iman kepada takdir Allah ta’ala yang baik maupun yang buruk. Dan sekali lagi ini menunjukkan besarnya manfaat dan keutamaan mengikuti manhaj salaf, karena pemahaman yang benar terhadap masalah takdir Allah ta’ala hanya ada pada manhaj salaf. Untuk lebih jelasnya, baca keterangan Ibnu Taimiyyah dalam Al ‘Aqiidatul waasithiyyah (hal. 22) tentang lurusnya pemahaman Ahlus Sunnah wal jama’ah dalam masalah iman kepada takdir Allah dan sesatnya pemahaman-pemahaman lain yang menyimpang dari pemahaman Ahlus Sunnah wal jama’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4- Mendapatkan semua kemuliaan yang Allah Ta’ala sediakan di akhirat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Katsir ketika menjelaskan kewajiban mengimani keberadaan Al Haudh (telaga milik Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di akhirat nanti) yang merupakan bagian dari iman kepada hari akhir, beliau berkata: “Penjelasan tentang telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam –semoga Allah Memudahkan kita meminum dari telaga tersebut pada hari kiamat– (yang disebutkan) dalam hadits-hadits yang telah dikenal dan (diriwayatkan) dari banyak jalur yang kuat, meskipun ini tidak disukai oleh orang-orang ahlul bid’ah yang bersikeras kepala menolak dan mengingkari keberadaan telaga ini. Mereka inilah yang paling terancam untuk dihalangi (diusir) dari telaga tersebut (pada hari kiamat) (Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih riwayat Imam Al Bukhari (no. 6211) dan Muslim (no. 2304) dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu.), sebagaimana ucapan salah seorang ulama salaf: “Barangsiapa yang mendustakan (mengingkari) suatu kemuliaan maka dia tidak akan mendapatkan kemuliaan tersebut…” (Kitab An Nihayah Fiil Fitani Wal Malaahim (hal. 127))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan yang dinukil oleh Imam Ibnu Katsir ini menunjukkan bahwa semua kemuliaan yang Allah ta’ala sediakan di akhirat, seperti kenikmatan di alam kubur, meminum dari telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mendapatkan Syafa’at Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orang yang diizinkan Allah ta’ala untuk memberikan syafaat bahkan termasuk kenikmatan di dalam surga, hanyalah Allah ta’ala anugerahkan kepada orang-orang yang tidak mengingkari dan mengimaninya dengan benar. Ini juga menunjukkan besarnya manfaat dan keutamaan mengikuti manhaj salaf, karena hanya dengan mengikuti manhaj salaflah kita bisa memahami dan mengimani hal-hal tersebut dengan baik dan benar, sehingga orang-orang yang memahami dan mengimani hal-hal tersebut berdasarkan manhaj salaf merekalah yang paling diutamakan untuk meraih semua kemuliaan tersebut dengan sempurna. Adapun orang-orang yang tidak memahami dan mengimani hal-hal tersebut dengan benar karena tidak mengikuti manhaj salaf, maka mereka sangat terancam untuk terhalangi dari mendapatkan kemuliaan-kemuliaan tersebut, minimal akan berkurang kesempurnaannya, tergantung dari jauh dekat pemahaman tersebut dari pemahaman salaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh-contoh di atas jelas sekali menunjukkan besarnya manfaat dan keutamaan yang bisa kita raih di dunia dan akhirat dengan mengikuti manhaj salaf, masih banyak contoh lain yang tidak mungkin kami sebutkan semua. Semoga dengan contoh-contoh ini kita semakin termotivasi untuk lebih giat mengkaji dan mengamalkan petunjuk para ulama salaf dalam beragama, agar kita semakin sempurna mendapatkan manfaat dan kebaikan yang Allah ta’ala sediakan bagi hamba-hambanya yang menjalankan agamanya dengan baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup, alangkah indahnya ucapan seorang penyair yang berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kebaikan (hanya dapat dicapai) dengan mengikuti (manhaj) salaf&lt;br /&gt;Dan semua keburukan ada pada perbuatan bid’ah orang-orang khalaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalaf adalah orang-orang yang menyelisihi manhaj salaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kota Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, 5 Dzulqa’dah 1429 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Abdullah bin Taslim Al Buthoni&lt;br /&gt;Artikel www.muslim.or.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-4566351218785457119?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/4566351218785457119/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/manfaat-dan-keutamaan-mengikuti-manhaj.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/4566351218785457119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/4566351218785457119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/manfaat-dan-keutamaan-mengikuti-manhaj.html' title='Manfaat dan Keutamaan Mengikuti Manhaj (Metode Pemahaman) Salaf'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-7810944963510151901</id><published>2009-01-23T22:30:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T22:31:05.018+08:00</updated><title type='text'>Apakah Dia Ihsan</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa makna ihsan?&lt;br /&gt;ana tahu maknanya dan hadis mengenainya..&lt;br /&gt;cuma ragu-ragu sikit..mengenai adanya maqam ihsan&lt;br /&gt;dari sesetengah grup ni&lt;br /&gt;boleh panel memperincikan makna ihsan ini..&lt;br /&gt;dan adakah maqam tertentu dalam ihsan ni? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;asif jiddan&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;Wa’alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Kami akan cuba menjawab soalan anda dengan kadar kemampuan yang ada, Insya-Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ihsan adalah ketepatan atau kesempurnaan (perfection or precsion). Pada makna syara’ ia bermaksud melakukan sesuatu IBADAT dengan BAIK dan TEPAT sebagaimana yang diperintahkan Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana didalam sebuah hadith yang panjang dari Abu Hurairah ra., dimana Malaikat Jibril bersoal jawab dengan Nabi saw dan disana ada menyebut mengenai maksud ihsan :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَا الْإِحْسَانُ ؟ قَالَ : أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ&lt;br /&gt;“Apakah itu Ihsan? Baginda menjawab : Sesungguhnya kamu beribadat kepada Allah seolah-olah kamu melihatnya, walaupun kamu tidak melihatnya, akan tetapi Allah melihat kamu” [Hadith Riwayat Bukhari #50, Muslim #9].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang dikatakan telah memperolehi Ihsan dikatakan telah mencapai kenikmatan ibadat seolah-olah dia melihat Allah ketika melakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Rajab rh menyatakan bahawa hadith ini menunjukkan bahawa seseorang itu hendaklah beribadat seperti cara ini, menggambarkan dia hampir dengan Tuhannya, Ia memerlukan sifat TAKUT, GERUN dan TUNDUK kepada Allah swt. Sifat ini juga akan menimbulkan rasa ikhlas didalam beribadat, dan seseorang itu akan cuba memperbaiki lagi ibadatnya agar ia menjadi lengkap dan sempurna (Jami’ al-Ulum, 1/35).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maqam pada maksud kebiasaan adalah perhentian atau tahap. Ihsan bukan seperti pangkat didalam sesuatu organisasi; seperti Sarjan, Kapten dsb. Ia hanya memperlihatkan KEADAAN seseorang atau lebih kepada SIFAT atai CIRI-CIRI tertentu. Contohnya didalam surah al-Asr; Allah menjelaskan bahawa yang dikatakan orang yang beriman atau ciri-ciri orang yang beriman adalah hamba Allah yang SOLEH, membantu didalam kerja-kerja kebenaran dan bersifat SABAR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah juga ciri-ciri orang yang berihsan (MUHSIN) iaitu mereka ini sentiasa memperbaiki ibadatnya, tidak kira ibadat wajib mahu pun sunat, dengan melakukannya dengan penuh rasa gerun dan takut seolah-olah dia melihat Allah memerhatikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap Ihsan seseorang itu bukanlah tahap yang mutlak, akan tetapi ia boleh berubah2. Ia hanyalah menunjukkan keadaan sahaja. Seperti juga dengan keadaan Iman seseorang. Ahli Sunnah wa al-Jamaah berpegang kepada konsep :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الإيمان يزيد وينقص. الإيمان يزيد بطاعة الله ، وينقص بمعصيته.&lt;br /&gt;“Iman itu boleh bertambah dan berkurang,.Iman akan bertambah dengan melakukan ketaatan kepada Allah, dan akan berkurang kerana melakukan maksiat kepadanya” (al-Lajnah al-Daemah, (3/187).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, Ihsan menunjukkan keadaan atau ciri-ciri orang yang sentiasa melakukan ibadat secara khusyuk kerana merasakan Allah itu sentiasa melihat perbuatannya. Ia bukanlah menunjukkan sesuatu maqam atau kedudukan yang ampuh, akan tetapi ia menunjukkan ciri-ciri kebaikkan seseorang yang sentiasa memperbaiki ibadatnya agar menjadi lengkap dan sempurna, dan bukan sekadar ‘melepaskan batuk ditangga sahaja’, WA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-7810944963510151901?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/7810944963510151901/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/apakah-dia-ihsan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/7810944963510151901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/7810944963510151901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/apakah-dia-ihsan.html' title='Apakah Dia Ihsan'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-9081317872314146592</id><published>2009-01-23T22:27:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T22:29:58.895+08:00</updated><title type='text'>jawapan kukuh kpd si atheist</title><content type='html'>salam'alaik..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cuma ingin bertanya,apakah hujah jawapan yg kukuh utk seorang atheist yg bertanya...benarkah Tuhan itu wujud...?&lt;br /&gt;itu sahaja..sekian,wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;al-jawhar&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;Salam kembali....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas keterbatasan masa dan waktu , kami cadangkan jawapan yang disediakan oleh Al-Fadhil Ustaz Hasrizal di link dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://saifulislam.com/?p=1738&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WA&lt;br /&gt;--------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlukah Manusia Kepada Tuhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau kamu setuju bahawa kamu perlukan Tuhan dalam hidup ini, baru saya boleh jelaskan mengapa kamu kena solat. Jika kamu setuju bahawa kamu perlu bersolat kerana kamu perlukan Tuhan dalam hidup ini, baru saya boleh jawab soalan mengapa kamu kena pakai tudung!”, itu penjelasan yang sering saya ulang di dalam ceramah, ketika mengulas perbualan saya bersama dengan dua remaja yang memaksa saya memerah diri untuk membezakan di antara presented problem dengan real problem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah yang kelihatan ialah dirinya enggan memakai tudung, enggan bersolat, mahu membela anjing di rumah dan benci kepada JAIS yang menangkap artis di The Zouq, Jalan Ampang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi masalah yang lebih besar, adalah kegagalan beliau melihat, apakah beliau perlu kepada Tuhan dalam hidup ini? Justeru masih relevankah agama dalam saki baki kehidupan dunia akhir zaman ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika persoalan “perlukah manusia kepada Tuhan” tidak diselesaikan, kita mahu membebel marahkan orang yang enggan bersolat, kita mahu menyuruhnya bersolat untuk menyembah apa? Menyembah siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya hal ini tidak selesai, segala nasihat tentang tudung, aurat, berpakaian sopan dan sebagainya… adalah seumpama bunyi motor rempit melintas jalan di depan rumah. Mengganggu ketenteraman awam, dan menyakitkan telinga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cabaran terbesar bagi saya sebagai seorang pendakwah, adalah untuk mengajak manusia berfikir, “perlukah mereka kepada Tuhan?” Itulah sebesar-besar persoalan yang mesti diselesaikan, sebelum segala wacana agama mahu diketengahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekurang-kurangnya Sheikh Abu Bakar Jabir al-Jaza’iri telah memulakan kitabnya bertajuk Aqidah al-Mu’min, dengan topik, “Keperluan Manusia Kepada Aqidah”. Persoalan mengapa manusia perlu kepada agama, didahulukan sebelum aspek-aspek lain diketengahkan untuk perbahasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sejauh mana pendakwah menghalusi keperluan menyelesaikan soalan ini seperti yang ditunjukkan oleh Sheikh Abu Bakar Jabir al-Jaza’iri, sebelum dengan mudah kita berbahasa klise, “Aqidah Itu Penyelesaian”?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah isu yang memaksa saya untuk meneliti persoalan-persoalan asas tersebut, kerana saya amat terganggu dengan hakikat semasa bahawa manusia sudah terputus talian dengan Tuhan. Jika di era hidup yang serba susah, kita menyuruh manusia beriman kepada Tuhan demi mencari kekuatan, ia tidak rumit. Tetapi dalam suasana kehidupan manusia yang serba ada pada hari ini, bagaimanakah Tuhan dan Akhirat, masih relevan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGALAMAN BERAGAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya suka meminjam sebahagian pengalaman Rene Descarte (1596 - 1650) dalam usahanya membina asas kebenaran. Bersekolah di Jesuit School La Flêche, beliau menghabiskan pengajian dengan soalan paling besar, “apakah apa yang kupelajari selama ini, adalah benar?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah segarnya diri, untuk menghumban segala ilmu yang dikumpul di atas segulung ijazah, dan kemudian membina semula kepercayaan hasil pilihan, bukan lagi sumbatan, warisan dan indoktrinasi yang melesu lagi merabunkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas beliau mula mempertikaikan segala apa yang dipelajarinya selama ini, meragui segala-galanya hingga akhirnya Descarte tiba kepada asas yang paling kukuh, yang tidak mungkin ada sebarang keraguan… iaitulah hakikat diri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau tidak dapat meragui dirinya kerana beliau dapat merasakan bahawa dirinya adalah realiti, bukan ilusi. Beliau dapat memastikan dirinya realiti, kerana beliau melakukan sesuatu yang penting iaitu BERFIKIR. Berfikir menjadikan dirinya realiti, dan bukan bermimpi, jauh sekali berilusi. Lantas terpacul kata-katanya yang masyhur:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku meragui, lantas kuberfikir. Aku berfikir, lantas kutemui diri”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu cara Descarte mencari kebenaran untuk dirinya. Rasional sekali, memulakan kembara dengan mengenal pasti diri. Berfikir lalu bertemu diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KENAL DIRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan membina kepercayaan harus terbina di atas usaha manusia mengenal diri. Itulah asasnya agama kita mengajar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang kenal akan dirinya, maka kenallah dia akan Tuhannya” [sila rujuk komen ke-13 di bawah untuk keterangan mengenai qaul ini]&lt;br /&gt;--------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;{ Abu Saif     April 14th, 2008 at 8:09 pm&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;Wsalam.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;Saya menggunakan ayat “ISLAM MENGAJAR KITA…” kerana mahu mengelakkan perbahasan tentang qaul man arafa nafsahu faqad arafa rabbahu” itu. tetapi bagus jika boleh dikongsi di ruangan komen ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;Abu Muzaffar ibn al-Sam’ani mengatakan bahawa qaul ini tidak tsabit sebagai hadith. Ia diriwayatkan dari Yahya ibn al-Muadz al-Razi, bahawa qaul ini adalah qaul Yahya. Imam an-Nawawi juga memberikan pandangan yang sama bahawa ia tidak tsabit sebagai hadith nabi saw (keterangan oleh Imam Sakhawi dalam Madasud al-hasanah).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;Jika qaul ini dinisbahkan kepada Nabi SAW maka ia menjadi hadith palsu. Akan tetapi jika ia dinisbahkan kembali kepada Yahya ibn al-Muadz al-Razi, maka ia menjadi kata-kata yang memberi kebaikan. Maka janganlah disangka qaul ini sebagai Hadith dan jangan sekali-kali ia dinisbahkan kepada Nabi SAW.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;Golongan Wahdatul Wujud yang ‘memanipulasi’ qaul ini, harus dilihat sebagai kesalahannya datang dari mereka dan bukan dari qaul ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;Wallahu A’lam bi al-Sawaab }&lt;/div&gt;------------------------------------------------&lt;br /&gt;Kenal Tuhan melalui jalan Kenal Diri…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kuncinya untuk manusia kembali menjalin hubungan dengan Tuhan. Iaitu hasil keupayaan mengenal diri. Soalnya ialah, apakah aspek diri yang mahu dicari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang meneroka diri, akan bertemu dengan dua realiti. Setiap insan, mempunyai kekuatan dan kelemahan. Kekuatan dan kelemahan inilah yang mesti dikenal pasti, untuk manusia meneroka dan mengenal diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang sedar bahawa hidupnya harus berperanan akan memaksa diri untuk mencari potensi. Semuanya atas keyakinan bahawa tiada manusia yang lahir dengan asal kebodohan, sebaliknya setiap insan lahir dengan kepandaian-kepandaian yang berbeza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membodohkan seorang manusia adalah segala yang ada di sekitarnya. Mungkin ibu bapa, malah mungkin juga guru dan sekolah itu sendiri. Sekolah tidak sepatutnya melahirkan pelajar yang pandai dan bodoh. Sebaliknya sekolah harus melahirkan pelajar yang berbeza-beza kepandaian. Tugas sistem pendidikan adalah untuk meneroka potensi kelebihan setiap pelajar, bukan mengasingkan pelajar yang tidak mengikut bentuk kepandaian yang diselaraskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi manusia tidak akan dapat mengenal pasti kelebihan diri jika dia hidup ala kadar. Kerja ala kadar. Berfikir ala kadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Buat kerja betul, betul-betul!”, kata bijak pandai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengusahakan sesuatu secara bersungguh-sungguh akan mempercepatkan manusia menggunakan segala kekuatan dan kelebihan diri. Setelah segala kekuatan diri dikenal pasti, bertemulah dia dengan batasan dan kelemahan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah jalan saintis bertemu Tuhan. Baginya sains bukan sekadar penerokaan peluang, tetapi akuran terhadap batasan mutlak di kiri dan kanan. Batasan itu bukan berpunca dari alam yang kelihatan, tetapi dari diri yang terlalu kerdil untuk menggarapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah akibatnya meneroka angkasa lepas, bahawa manusia dan Sains, terlalu kerdil untuk menawarkan jawapan kepada persoalan alam. Kebanyakan yang kita fahami tentang angkasa, adalah tafsiran data dan jauh dari kesan pengalaman. Data yang membuktikan kesempurnaan sistem alam, dan kelemahan penghuninya yang bernama manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saintis menjadi manusia yang lemah dan terbatas, di hadapan kesempurnaan sistem yang dibuktikan, kesempurnaan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEKUATAN MENEMUKAN KELEMAHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berikan manusia kelebihan untuk kita berperanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berikan manusia kelemahan untuk kita mencari Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia tidak mampu sentiasa kenyang. Dia akan lapar. Dan kelaparan itu mendesak dirinya mencari makanan. Hasil makanan, kelemahannya dapat diatasi. Buat sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia tidak mampu untuk sentiasa segar. Dia akan letih dan mengantuk. Tanpa perlu diajar-ajar, keletihan dan mengantuk itu mendesak dirinya untuk mencari kerehatan. Hasil kerehatan, manusia memulihkan kekuatan. Buat seketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu kelemahan fizikal manusia. Tanpa perlu diajar-ajar, kelemahan itu memandu manusia kepada sumber kekuatan untuk mengatasinya. Kelemahan yang muncul dalam bentuk kelaparan, mendesak manusia mencari kekuatan melalui makan. Kelemahan yang muncul dalam bentuk letih dan mengantuk, mendesak manusia mencari kekuatan melalui kerehatan dan tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan dan batasan manusia bukan hanya pada fisiologi dirinya, bahkan jiwa, emosi… rohani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa perlu diajar-ajar, manusia yang ditindas dan dizalimi, akan merintih jiwanya mencari keadilan. Rintihan jiwa manusia yang dizalimi itu mencari keadilan, adalah jalan untuk dia bertemu dengan Tuhan. Di situ Allah memperkenalkan Diri-Nya sebagai YANG MAHA ADIL (AL-‘ADL).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa perlu diajar-ajar, manusia yang keresahan dan ketakutan, akan merintih jiwanya mencari keamanan dan keselamatan. Rintihan jiwa manusia yang hidup dalam keresahan dan ketakutan itu, adalah jalan untuk dia bertemu Tuhan. Di situ Allah memperkenalkan Diri-Nya sebagai YANG MAHA SEJAHTERA (AL-SALAM) dan YANG MAHA MENGAMANKAN (AL-MU’MIN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di situlah tujuan Allah SWT memperkenalkan Diri-Nya dengan 99 nama, agar setiap manusia datang kepada-Nya melalui tawaran KEKUATAN, tatkala manusia dibelenggu KELEMAHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SOALNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia akan hanya berhajat kepada Tuhan, apabila mengiktiraf kelemahan diri. Kelemahan diri tidak akan tertonjol jika manusia tidak bersungguh mengoptimumkan upaya diri. Kesungguhan itu tidak ada jika manusia malas dan acuh tidak acuh terhadap kehidupan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cairo1880.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justeru jatuhlah hukuman paling berat di alam ini, ke atas jenayah paling binasa… apabila manusia HIDUP SAMBIL LEWA dan MALAS BERFIKIR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malas itu DOSA kerana ia menyekat manusia dalam kewajipan mengenal diri dan mengenal Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia inilah yang menyangka dirinya tuhan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jatsiyah23.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidakkah engkau perhatikan gelagat orang yang bertuhankan hawa nafsu dirinya sendiri? Dan dimeteraikan pula atas pendengarannya dan hatinya, serta diadakan lapisan penutup atas penglihatannya? maka siapakah lagi yang dapat memberi hidayah petunjuk kepadanya sesudah Allah (menjadikan Dia berkeadaan demikian)? oleh itu, mengapa kamu (Wahai orang-orang yang ingkar) tidak ingat dan insaf?” [Al-Jatsiyah : 23]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan hakikatnya, dia lebih sesat dari haiwan ternakan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al-aaraaf179.jpg&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk Neraka Jahanam banyak dari jin dan manusia yang mempunyai hati (tetapi) tidak mahu memahami dengannya, dan yang mempunyai mata (tetapi) tidak mahu melihat dengannya dan yang mempunyai telinga (tetapi) tidak mahu mendengar dengannya; mereka itu seperti binatang ternakan, bahkan mereka lebih sesat lagi; mereka itulah orang-orang yang lalai.” [Al-A'raaf : 179]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua-dua ayat di atas, mengaitkan hidup manusia yang bertuhankan diri, serta hidup ala-ala binatang, sebagai berpunca dari akal, mata, telinga dan hati yang tidak berfungsi. Kedua-duanya berpunca dari keengganan berfikir dan memerhati kehidupan. Diberi akal, dengan mata dan telinga untuk melihat dengan hati… tetapi kesibukan duniawi menjadikan manusia lupa siapa dirinya dan siapa DIA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selayaknyalah manusia yang alpa ini dihukum Tuhan kerana culas dalam mencari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fikir-fikirkanlah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ABU SAIF @ www.saifulislam.com&lt;br /&gt;56000 Kuala Lumpur&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-9081317872314146592?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/9081317872314146592/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/jawapan-kukuh-kpd-si-atheist.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/9081317872314146592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/9081317872314146592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/jawapan-kukuh-kpd-si-atheist.html' title='jawapan kukuh kpd si atheist'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-5152388943969713610</id><published>2009-01-23T22:26:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T22:27:03.163+08:00</updated><title type='text'>apakah kasyaf memang wujud?</title><content type='html'>assalamualaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya ada satu soalan kepada panel al ahkam.dalam harakah keluaran terbaru,Tuan guru nik abdul aziz ada membincangkan tentang kasyaf yang dimiliki oleh para wali Allah(ruangan artikel bertajuk Mauidzah).dalam artikel tersebut, beliau mendakwa sesiapa yang tidak mempercayai kasyaf seolah-olah dia menolak konsep nubuwwah itu sendiri.dalam artikel tersebut juga.beliau menceritakan tentang kelebihan para wali Allah yang mendapat keramat daripada Allah seperti dapat pergi ke Mekah pergi dan balik dalam masa satu hari dan beberapa contoh lain yang di luar akal manusia.&lt;br /&gt;persoalannya,adakah kasyaf memang wujud dan memang adakah manusia yang mendapat kasyaf?&lt;br /&gt;saya memohon jawapan daripada panel al ahkam.sekian,terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;Wa’alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Kami akan cuba menjawab soalan anda dengan kadar kemampuan yang ada, Insya-Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasyaf wujud didalam pelbagai bentuk. Menurut Syiekh al-Islam Ibn Taimiyyah, terdapat 3 jenis Kasyaf (al-Safadiyyah, ms 187) :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Kasyaf yang berlaku samada didalam sedar ataupun didalam mimpi. Ia berlaku apabila jiwa berjauhan sedikit dengan badan, samada akibat latihan rohani atau sebaliknya, Kasyaf ini dinamakan Kasyaf Psikologi. Ibn Qayyim menyifatkan Kasyaf ini sebagai kasyaf Juz’I, yang boleh dilakukan oleh orang Islam dan bukan islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kasyaf yang kedua adalah khabaran yang diterima dari Jin atau Syaitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Kasyaf yang ketika merupakan yang dibawa oleh Malaikat. Ini merupakan tahap kasyaf yang tertinggi, Ia juga dikatakan Karaamah. Kasyaf jenis ini dikurniakan kepada hamba-hamba yang Allah kasihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya : Abu Bakr ra. pernah memberihau A’isyah bahawa isterinya mengandung anak perempuan. Begitu juga dengan peristiwa Umar ra. ketika didalam satu khutbah pada hari Jumaat, mengarahkan Saariyah menuju kearah bukit. Maka mereka dapati Saariyah telah pergi kearahbukit walaupun jarak diantara Umar dan Saariyah adalah 1 bulan perjalanan. (Madaarij al-Salikin, 3/227).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti-bukti ini jelas menunjukkan ada dikalangan manusia yang Allah berikan kasyaf yang diilhamkan kepada mereka yang benar2 beriman dan bertaqwa, terutama dikalangan wali-walinya. Firman Allah swt :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ. لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ.&lt;br /&gt;“ (Wali-wali Allah itu ialah) orang-orang yang beriman serta mereka pula sentiasa bertakwa. Untuk mereka sahajalah kebahagiaan yang menggembirakan di dunia dan di akhirat; tidak ada (sebarang perubahan pada janji-janji Allah yang demikian itulah kejayaan yang besar.” [Surah Yunus 63-64].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasyaf itu adalah kurniaan Allah swt, dan bukanlah barang yang boleh dicari. Manusia yang dikurniakan kasyaf merupakan mereka yang mantap rohani dan ilmu syariahnya, sebagaimana Abu Bakr ra dan Umar ra. Bak kata sebuah syair :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إذا رأيت شخصاً قد يطير وفوق ماء البحر قد يسير&lt;br /&gt;ولم يقف على حدود الشرعِ فإنه مُستَدرج وبدعــي .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika kamu melihat seorang lelaki terbang,&lt;br /&gt;atau berjalan diatas air laut,&lt;br /&gt;Akan tetapi tidak mematuhi\ dengan hudud dan syara’,&lt;br /&gt;Maka sesungguhnya dia menuju kesesatan dan dia seorang pelaku bid’ah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam syair lain pula yang pernah dinukil oleh Imam Syafie:-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إذا رأيتم ارجل يطير في الهواء ويمشى على الماء فلا تعجلوا بالحكم بصلاحه قبل أن تقيسوا أمره بكتاب الله عزوخل&lt;br /&gt;"Jika anda melihat seorang lelaki yang terbang di udara dan berjalan diatas air maka janganlah anda cepat-cepat menghukum yang ianya seorang yang soleh sebelum anda benar-benar membandingkan urusannya dengan kitab Allah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, wassalam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-5152388943969713610?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/5152388943969713610/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/apakah-kasyaf-memang-wujud.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/5152388943969713610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/5152388943969713610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/apakah-kasyaf-memang-wujud.html' title='apakah kasyaf memang wujud?'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-4772819642093910587</id><published>2009-01-23T22:25:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T22:26:06.501+08:00</updated><title type='text'>satu pertanyaan dari hati yang resah</title><content type='html'>maafkan saya saudara,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kiranya pertanyaan ini berada di tempat yang salah, saya seorang lelaki islam yang jahil. Jiwa saya sejak akhir-akhir ini begitu resah dan gelisah. soalan saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kenapa masa kita berada dalam kejahilan rezeki kita banyak dan ketika kita cuba hampir kepadaNya kita tidak mempunyai apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Setiap kali sujud akhir dalam smbyh kenapa dosa masa silam terbayang kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Masih adakah keampunan dariNya walaupun kita pernah berlaku Syirik terhadap Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Adakah ada insan memang ditakdirkan hidupnya didunian ini sia-sia saja, tidak memiliki apa-apa kecuali dirinya dan tuhanya serta disisih oleh semua manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Kenapa dalam mencari sinar tuhan, perjalanannya penuh dengan ranjau dan duri sehingga kita merasa kecewa dengan dunia, masyarakat dan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan saya jika pertanyaan ini lucu buat saudara disini&lt;br /&gt;delete aje post ini jika soalan saya ini tidak bernilai untuk dijawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;************&lt;br /&gt;Abu_syu'aib&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;بسم الله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada saudara yang bertanya ianya bukanlah satu soalan yang lucu tapi saya rasakan ianya suatu pertanyaan yang lahir dari lubuk hati yang ikhlas…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katahuilah wahai saudaraku Allah s.w.t. itu Maha Pengampun lagi Maha Pengasih. Allah s.w.t. mendengar setiap permisalam...ntaan hamba-hambaNya,&lt;br /&gt;dan Allah amat suka kepada hamba-hambaNya yang meminta kepadaNya. Pohonlah kepadaNya, mengadulah kepadaNya, anda perlu meyakini bahawa doa anda diterima olehNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya: Dan Tuhanmu telah berfirman, Berdoalah kepada Ku, Aku akan perkenankan untukmu.&lt;br /&gt;(Surah al-Mukmin: 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya: Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, (katakanlah) bahawasanya Aku ini sangat dekat, Aku memperkenankan permohonan orang yang berdoa apabila dia memohon kepadaKu (Surah al-Baqarah: 186)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajipan kita di dalam berdoa mestilah Husnu al-Zhan (bersangka baik) terhadap Allah s.w.t. bahawa Allah akan menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya:&lt;br /&gt;“Allah berfirman: Aku sentiasa bersama apa yang disangkakan oleh hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya apabila dia mengingati-Ku. Jika dia berzikir dalam dirinya Aku akan mengingatinya seperti itu juga. Jika dia berzikir di khalayak ramai, Aku akan mengingatinya di khalayak yang lebih baik dari itu. Jika dia mendekati-Ku sejengkal, Aku akan mendekatinya sehasta. Jika dia mendekati-Ku sehasta, Aku akan mendekatinya sedepa. Jika dia datang kepada-Ku berjalan, Aku akan datang kepadanya dengan berlari-lari anak.” (Al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hayatilah firman Allah di dalam sebuah hadis Qudsi dari sahabat , Abu Zar al-Ghifari r.a.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيمَا رَوَى عَنْ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَّهُ قَالَ يَا عِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلاَ تَظَالَمُوا، يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلاَّ مَنْ هَدَيْتُهُ فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُمْ، يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ جَائِعٌ إِلاَّ مَنْ أَطْعَمْتُهُ فَاسْتَطْعِمُونِي أُطْعِمْكُمْ، يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ عَارٍ إِلاًّ مَنْ كَسَوْتُهُ فَاسْتَكْسُونِي أَكْسُكُمْ، يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ،&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada Nabi s.a.w. baginda meriwayatkan daripada Allah Tabaraka wa Ta’ala bahawa Allah berfirman: Wahai Hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman ke atas diri-Ku, dan Aku mengharamkannya diantara kamu maka janganlah kamu berlaku zalim, Wahai hamba-Ku, Kamu semua berada di dalam kesesatan kecuali sesiapa yang aku berikan hidayah kepadanya makan pohonlah hidayah kepada-Ku nescaya Aku akan memberikan kamu hidayah, Wahai hamba-Ku, Kamu semua dalam keadaan lapar kecuali sesiapa yang aku berikan makan kepadanya, maka pohonlah kepada-Ku makanan nescaya Aku akan memberikan kamu makanan, Wahai hamba-Ku, Kamu semua tidak berpakaian kecuali sesiapa yang Aku berikan kepadanya pakaian maka pohonlah kepada-Ku pakaian nescaya aku akan berikan kamu pakaian. Wahai hamba-Ku sesungguhnya kamu melakukan kesalahan di waktu malam dan siang, dan Aku menghapuskan dosa kesemuanya maka pohonlah keampunan kepada-Ku, nescaya Aku ampunkan Kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hadis yang sama Allah berfirman lagi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ قَامُوا فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُونِي فَأَعْطَيْتُ كُلَّ إِنْسَانٍ مَسْأَلَتَهُ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِنْدِي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya: Wahai hamba-hamba-Ku, Kiranya semua manusia yang terdahulu dan terkemudian daripada kamu dari kalangan manusia dan jin berada di satu tempat, mereka meminta kepada-Ku, lalu Aku berikan setiap orang akan permintaannya, Yang demikian itu tidaklah mengurangkan sedikitpun apa yang ada disisi-Ku. (Hadis diriwayatkan oleh Muslim: 2577)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia itu akan diuji oleh Allah s.w.t. dan semakin hampir seorang hamba itu kepada Tuhannya semakin diuji. Allah s.w.t. berfirman di dalam surah al-Baqarah: 155&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sungguh akan Kami berikan ujian kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka orang yang paling kuat ujian yang ditempuhinya ialah Para Nabi kemudian orang-orang yang soleh dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أشد الناس بلاء الأنبياء ، ثم الأمثل فالأمثل ، يبتلى الرجل على حسب ( وفي رواية :قدر) دينه، فإن كان دينه صلبا اشتد بلاؤه وإن كان في دينه رقة ابتلي على حسب دينه.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya: Orang yang paling kuat ujiannya ialah para Nabi kemudian seterusnya dan seterusnya, diuji seorang itu mengikut kadar agamanya, kalau kuat agamanya maka kuatlah ujiannya, sekiranya agamanya nipis akan diuji mengikut kadarnya. (al-Tirmizi, Ibn Majah, silsilah al-Sohihah 1/225)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hadis yang lain, Nabi bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أشد الناس بلاء الأنبياء، ثم الصالحون، إن كان أحدهم ليبتلى بالفقر، حتى ما يجد أحدهم إلا العباءة التي يحويها.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang kuat ujiannya ialah para Nabi kemudian orang-orang soleh, seorang itu diuji dengan kefakiran sehingga tidak mempunyai apa-apa kecuali hanya Aba’ah (jubah yang dipakai diluar) yang ada padanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang telah melakukan dosa di masa silamnya setelah dia bertaubat kepada Allah dengan sebenar-benar taubat Allah akan mengampuninya. Taubat yang dilakukan hendaklah ikhlas kepada Allah, dan berjanji tidak akan mengulanginya, serta dia perlu memperbanyakkan amalan-amalan kebaikan. Khabar gembira kepada anda bahawasanya ketika sujud itulah saat ketika anda berada sangat-sangat hampir kepadaNya, doa anda akan dimaqbulkan oleh Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah s.w.t. Maha Pengampun dan Penyayang..sekiranya seseorang itu ikhlas bertaubat daripada perbuatan Syiriknya dan kembali kepangkuan Tuhannya, Allah s.w.t. akan mengampunkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah s.w.t. menciptakan semua makhlukNya ini bukanlah sia-sia. Allah s.w.t. berfirman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لاَ تُرْجَعُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bermaksud: Adakah kamu menyangka bahawa sesungguhnya Kami menciptakanmu sia-sia atau main-main (saja) dan bahawa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap yang diciptakan mempunyai tujuan, manusia umpamanya diciptakan oleh Allah untuk mengabdikan diri kepadaNya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kita berputus asa dalam mencari rahmat Allah s.w.t. walaupun di dalam perjalanan tersebut kita menempuhi pelbagai ranjau yang berduri..seperti yang disebutkan sebelum ini Allah pasti akan menguji hamba-hambaNya yang hampir kepadaNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman di dalam surah al-ankabut ayat 2 yang bermaksud apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan sahaja mengatakan :kami beriman, sedangkan mereka belum diuji lagi…&lt;br /&gt;Wallahu a’lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-4772819642093910587?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/4772819642093910587/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/satu-pertanyaan-dari-hati-yang-resah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/4772819642093910587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/4772819642093910587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/satu-pertanyaan-dari-hati-yang-resah.html' title='satu pertanyaan dari hati yang resah'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-5263496837930855385</id><published>2009-01-23T22:23:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T22:25:03.282+08:00</updated><title type='text'>Syirik Kontemporari</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i would like to ask a few questions.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-what is the meaning of contemporary syirk?&lt;br /&gt;-what is the threat of contemporary syirk towards muslim ummah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Really hope you can explain it to me.You can also answer it in Malay.Thanks for your help.&lt;br /&gt;this is my email:vicsabil88@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********&lt;br /&gt;Abu_Umair&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;بسم الله&lt;br /&gt;والحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه أما بعد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ٍSYIRIK ialah mengambil sekutu bagi Allah Taala samada sekutu dalam bentuk Rububiyyah ataupun Uluhiyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana Nabi SAW menjawab pertanyaan Ibn Mas'ud "Apakah dosa paling besar?", Jawab baginda: "Engkau mengambil sekutu bagi ALlah sedangkan Dia yang menciptakan kamu". (Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syirik berlaku dalam sejarah manusia sejak zaman Nabi Nuh a.s sehinggalah pada zaman moden sekarang. Asasnya adalah sama iaitu menyekutukan Allah, cuma bentuk-bentuknya berbeza pada zaman masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh syirik pada zaman moden yang berkaitan dengan Rububiyyah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Fahaman Komunis. Kerana asas fahaman ini ialah: Mengingkari kewujudan Tuhan dan segala perkara ghaib. Penganut fahaman ini menjadikan material adalah asas segala-galanya. (Mausuah Muyassarah 310).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Fahaman Darwinisme. Ia berkembang pada abad ke-19 sebagai satu permulaan semula sebuah mitos berasal daripada kaum Sumerian dan Greek Purba oleh seorang pakar biologi amatur Charles Darwin. Beliau adalah seorang naturalis British yang memulakan teori evolusi berdasarkan pemilihan semula jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Fahaman Sekularisme. Ia adalah ideologi bahawa urusan dunia seperti politik, pentadbiran dan undang-undang harus dipisahkan dari urusan agama. Mengikut kamus Inggeris, sekular bermaksud:&lt;br /&gt;1. Keduniaan&lt;br /&gt;2. Tiada agama&lt;br /&gt;3. Tidak zuhud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Perkauman atau Kebangsaan. Iaitu semangat berdasarkan persamaan asal-usul, bahasa, sejarah, dan kemaslahatan bersama, TANPA mengambil kira persamaan dalam agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Muktamar Dakwah dan Penyediaan Daie Peringkat Antarabangsa yang diadakan dia Universiti Islam Madinah tahun 1397, dibuat satu resolusi iaitu: Semangat perkauman atau kebangsaan termasuk dalam seruan yang berlawanan dengan Islam, seperti Batiniyyah, Bahaiyyah, Qadiniyyah....'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quote:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-what is the threat of contemporary syirk towards muslim ummah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW telah memberi amaran betapa bahayanya syirik terhadap umatnya. Dan banyak hadis-hadis yang menunjukkan Nabi SAW memberi amaran akan berlaku syirik pada zaman mutakhir. Antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لا يذهب الليل والنهار حتى تعبد اللات والعزى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya: Tidak akan pergi siang dan malam (berlaku Qiamat) sehinggalah Laat dan Uzza disembah kembalil. Direkod oleh Imam Muslim (no: 2097)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لا تقوم الساعة حتى تلحق قبائل من أمتي بالمشركين وحتى يعبدوا الأوثان&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makasudnya: Tidak akan berlaku Qiamat sehinggalah ada kabilah-kabilah dari umatku mengikut bersama orang-orang musyrikin, dan sehinggalah mereka menyembah berhala-berhala. Direkod oleh Abu Daud (no: 4254) dan Tirmizi (no: 2219) katanya : Hasan Sahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rujukan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Syirk Fil Qadim Wa al-Hadith.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-5263496837930855385?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/5263496837930855385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/syirik-kontemporari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/5263496837930855385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/5263496837930855385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/syirik-kontemporari.html' title='Syirik Kontemporari'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-1342123601535212039</id><published>2009-01-23T22:22:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T22:23:41.870+08:00</updated><title type='text'>Kain Kuning dan Jin Islam</title><content type='html'>Assalamualaikum Wmt Wkt,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didoakan semoga semua ahli panel dlm inayah dan taufiq Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Apakah hukum membalut senjata lama seperti keris, lembing dan sebagai dengan KAIN KUNING sahaja ? Adakah perbuatan ini syirik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. saya ada terbaca kata -kata Imam Ibnu Taimiyah tentang keharusan bersahabat dengan jin Islam ( klu tidak silap dalam buku Ust fathi Yakan - السحر ومشتقاته )&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وقد فصلَّ شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله استعانة الإنس بالجن حيث قال:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;[فمن كان من الإنس يأمر الجن بما أمر الله به ورسوله من عبادة الله وحده وطاعة نبيه ويأمر الإنس بذلك فهذا من أفضل أولياء الله تعالى وهو في ذلك من خلفاء الرسول ونوابه .&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;ومن كان يستعمل الجن في أمور مباحة له فهو كمن استعمل الإنس في أمور مباحة له كأن يأمرهم بما يجب عليهم وينهاهم عما حرم عليهم ويستعملهم في مباحات له فيكون بمنزلة الملوك الذين يفعلون مثل ذلك وهذا إذا قدر أنه من أولياء الله تعالى فغايته أن يكون في عموم أولياء الله مثل النبي الملك مع العبد الرسول كسليمان ويوسف مع إبراهيم وموسى وعيسى ومحمد صلوات الله وسلامه عليهم أجمعين.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;ومن كان يستعمل الجن فيما ينهى الله عنه ورسوله إما في الشرك وإما في قتل معصوم الدم أو في العدوان عليهم بغير القتل كتمريضه وإنسائه العلم وغير ذلك من الظلم، وإما في فاحشة كجلب من يطلب منه الفاحشة فهذا قد استعان بهم على الإثم والعدوان، ثم إن استعان بهم على الكفر فهو كافر، وإن استعان بهم على المعاصي فهو عاص إما فاسق وإما مذنب غير فاسق وإن لم يكن تام العلم بالشريعة فاستعان بهم فيما يظن أنه من الكرامات ، مثل أن يستعين بهم على الحج أو أن يطيروا به عند السماع البدعي أو أن يحملوه إلى عرفات ولا يحج الحج الشرعي الذي أمره الله به ورسوله وأن يحملوه من مدينة إلى مدينة ونحو ذلك فهذا مغرور قد مكر به ] مجموع فتاوى شيخ الإسلام 11/307 -308 .&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mohon penjelasan . Jzkmllh. wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***********&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;wa'alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Kami akan cuba menjawab soalan anda dengan kadar kemampuan yang ada, Insya-Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kain kuning membalut senjata, apa hukumnya? Asal sesuatu perkara itu harus, sehingga didatangkan dalil mengharamkannya. Tidak menjadi masalah untuk membalut keris dengan warna apa sekali pun. Hukum ini akan berubah jika terdapatnya sesuatu keyakinan atau kepercayaan mengenai kelebihan kain kuning, maka ia boleh membawa kepada amalan yang kurafat, yang boleh membawa kepada tertanggalnya Iman (syirik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Syeikh Ibn Taimiyah rh (merujuk kpd Majmu' Fataawa 11/307-308, cet Saudi) mengatakan bahawa menggunakan Jin kepada perkara yang diharuskan, sama seperti menggunakan manusia didalam perkara yang diharuskan. Jika Jin ini digunakan kepada perkara-perkara yang haram; seperti terlibat didalam pembunuhan, melakukan perkara2 yang tidak adil maka ini merupakan perkara yang di haramkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syiekh mengatakan bahawa Jin itu boleh digunakan untuk membantu mereka membuat jemaah Haji, menerbangkan mereka, membawa mereka ke Padang Arafah, membawa mereka dari satu bandar ke satu bandar yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam bab yang lain, Ibn Taimiyah rh menyebut bahawa : Para Rasul pada asalnya tidak menggunakan khidmat Jin, akan tetapi mereka mengajak atau berdakwah kepada Jin agar beriman kepada Allah swt. Dibaca kepada mereka al-Quran, menyampaikan mereka risalah kerasulan, mengajak mereka sebagaimana dilakukan kepada manusia. (Majmu' Fataawa, 13/89).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syiekh Ibn Utsaimin didalam memberi komentar mengenai peranan Jin didalam pengubatan, beliau mengatakan bahwa dia tidak nampak perkataan Ibn Taimiyah membenarkan perbuatan ini. Jin merupakan makhluk Ghaib, dimana dia nampak kita akan tetapi kita tidak nampak dia, bagaimana kita boleh tahu dia tidak menipu, berlaku adil dsb kepada manusia? Bagamana kita boleh mengetahui samada Jin itu Islam, Munafik, Soleh atau Jahat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud Ibn Taimiyah adalah, pada hukumnya tidak salah menggunakan perkhidmatan Jin yang komited Islamnya. Persoalannya adalah, bagaimana boleh kita identifikasikan Jin tersebut benar-benar Islam, benar-benar komited, sebagaimana yang dipersoalankan oleh Syiekh Ibn Utsaimin. Sebagaimana kata Syiekh Ibn Baaz rh, Jin juga menghadirkan diri pada kuliyah2 agama, mendengar bacan al-Quran dsb (Majmu' Fataawa wa Maqaalaat Mutanawwi'ah, 9/373). Allah mengkhabarkan kepada kita bahawa Jin mendengar baca al-Quran dari Nabi saw :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنْصِتُوا فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَى قَوْمِهِمْ مُنْذِرِينَ. قَالُوا يَا قَوْمَنَا إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا أُنْزِلَ مِنْ بَعْدِ مُوسَى مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ وَإِلَى طَرِيقٍ مُسْتَقِيم.&lt;br /&gt;"Dan (ingatkanlah peristiwa) semasa Kami menghalakan satu rombongan jin datang kepadamu (wahai Muhammad) untuk mendengar Al-Quran; setelah mereka menghadiri bacaannya, berkatalah (setengahnya kepada yang lain): Diamlah kamu dengan sebulat-bulat ingatan untuk mendengarnya! Kemudian setelah selesai bacaan itu, kembalilah mereka kepada kaumnya (menyiarkan ajaran Al-Quran itu dengan) memberi peringatan dan amaran. Mereka berkata: Wahai kaum kami! Sesungguhnya kami telah mendengar Kitab (Al-Quran) yang diturunkan (oleh Allah) sesudah Nabi Musa, yang menegaskan kebenaran Kitab-kitab Suci yang terdahulu daripadanya, lagi memandu kepada kebenaran (tauhid) dan ke jalan yang lurus (agama Islam) " [al-Ahqaaf 46:29-30]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-1342123601535212039?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/1342123601535212039/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/kain-kuning-dan-jin-islam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/1342123601535212039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/1342123601535212039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/kain-kuning-dan-jin-islam.html' title='Kain Kuning dan Jin Islam'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-3828218252242129749</id><published>2009-01-23T22:20:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T22:22:08.152+08:00</updated><title type='text'>Peristiwa ketika Rasulullah Israk Mikraj</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih dahulu saya mohon maaf di atas kedhaifan saya menghuraikan soalan. Minta penjelasan ahli panel mengenai peristiwa yang dilihat oleh Rasulullah S.A.W ketika israk mikraj. Bersandarkan pengetahuan yang saya perolehi dari ceramah2, Rasululah menyaksikan beberapa siksaan ke atas penghuni2 neraka. Soalan saya, adakah syurga dan neraka telah dihuni dan hukuman2 kepada penghuninya telah berlangsung? Bukankah pembalasan syurga dan siksaan neraka hanya berlaku setelah kiamat? Adakah yang disaksikan Rasululah itu hanya gambaran ataupun roh2 umat terdahulu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;********************&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;wa'alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Kami akan cuba menjawab soalan anda sekadar kemampuan yang ada, Insya-Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalan : Apakah syurga dan neraka itu sudah ada penghuninya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam hadith Muslim ada menceritakan bahawa roh para Nabi dan Syuhada' dalam bentuk burung hijau berterbangan didalam syurga. Allah juga mengambarkan bahawa para syuhada' ini tidak mati, sebagaimana firmannya :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ&lt;br /&gt;"Dan jangan sekali-kali engkau menyangka orang-orang yang terbunuh (yang gugur Syahid) pada jalan Allah itu mati, (mereka tidak mati) bahkan mereka adalah hidup (secara istimewa) di sisi Tuhan mereka dengan mendapat rezeki." [Surah Aal Imran : 169]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga didalam sebuah hadith Rasulullah saw menjelaskan bahawa dia memasuki Syurga semasa tidurnya (mimpi). Didalam hadith Bukhari (Riyadus Solihin ms-563, 565) menyatakan bahawa baginda memasuki Syurga tanpa keluar dari rumahnya. Mimpi didalam tidur merujuk kepada persoalan roh, dan bukannya jasad. Masuk Syurga atau Neraka bersama Roh dan Jasad hanya berlaku pada hari akhirat (pengecualian kepada Nabi Adam dan Hawa yang pernah duduk didalam Syurga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa Isra' dan Mi'raj menurut Syiekh Sya'rawi merupakan mukjizat yang dikurniakan Allah kepada Rasulullah saw, dimana ia merupakan perjalanan roh dan badan. Menurut beliau mukjizat Isra' dan Mi'raj adalah berkekalan, mala ia berkekalan sehingga ke hari Kiamat (al-Fataawa LiSya'raawi, ms 241).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syiekh Faizal Moulawi (Naib Pengerusi Majlis Fatwa dan Penyelidikan Eropah) menyatakan bahawa peristiwa Isra' dan Mi'raj ini adalah perkara GHAIB dimana sebagai seorang Islam hendaklah menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut beliau bahawa Allah swt telah menghimpunkan kepada Rasulullah saw pada peristiwa Isra' dan mi'raj masa LAMPAU, SEKARANG dan AKAN DATANG. Allah telah membawa Nabi saw ke zaman lampau dengan membawa kesemua Nabi bermakmumkan beliau didalam solat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah juga telah mendatangkan masa AKAN datang sehingga hari Akhirat dan menunjukkan Nabi saw beberapa contoh siksaan yang berlaku pada hari tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua-dua perkara ini adalah keajaiban dan menguji pemikiran manusia dan hukum alam, akan tetapi Allah yang Maha Besar pencipta Alam, berkuasa melakukan ini sebagai sokongan kepada Nabinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syiekh Ahmad Kutty, penjelasan kepada isu ini adalah ruang dan waktu dijadikan sekali kepada baginda pada masa tersebut, kerana perjalanan Isra' dan Mi'raj merupakan pengalaman yang menjangkaui halangan ruang dan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar apa yang anda nyatakan bahawa kemasukkan ke syurga dan neraka hanya akan berlaku selepas hari Kiamat nanti. Apa yang digambarkan didalam peristiwa Isra' dan Mi'raj adalah mukjizat kepada Nabi saw, dan Allah swt memperkenankan kepada hambanya untuk diperlihatkan peristiwa masa silam dan peristiwa akan datang iaitu hari Akhirat, termasuklah Syurga dan Neraka. WA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مشاهد ليلة الأسراء والمعراج URL - http://www.islamonline.net/servlet/Satellite?pagename=IslamOnline-Arabic-Ask_Scholar/FatwaA/FatwaA&amp;cid=1122528619914&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-3828218252242129749?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/3828218252242129749/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/peristiwa-ketika-rasulullah-israk.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/3828218252242129749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/3828218252242129749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/peristiwa-ketika-rasulullah-israk.html' title='Peristiwa ketika Rasulullah Israk Mikraj'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-5074120245840005768</id><published>2009-01-23T22:18:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T22:20:34.267+08:00</updated><title type='text'>Agama Aminah Dan Abdullah</title><content type='html'>Assalamualaikum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moga dirahmati Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa agama Aminah dan Abdullah dan Abdul Mutallib??ibu bapa dan nenda kepada Muhammad SAW....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana kedudukan mereka di akhirat kelak??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;Abu_syu'aib&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;بسم الله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim di dalam kitab al-Iman bab: sesiapa yang mati di atas kekufuran maka tempatnya di neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أَبِي قَالَ فِي النَّارِ فَلَمَّا قَفَّى دَعَاهُ فَقَالَ إِنَّ أَبِي وَأَبَاكَ فِي النَّارِ. مسلم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya Daripada Anas r.a. berkata seorang lelaki kepada Rasulullah s.a.w. dimana tempat bapaku, jawab Nabi di dalam api neraka, setelah orng itubalik Rasulullah memanggilnya lalu berkata: sesungguhnya bapaku dan bapamu di dalam neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam al-Nawawi mensyarahkan hadis ini menyatakan mereka menyembah berhala dan masyarkat ketika itu telah tidak mengikut agama yang dibawa oleh Nabi Ibrahim. maka matinya di dalam keadaan kafir.....syarah sahih muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Abu Hanifah di dalam matannya Fiqhul Akbar menyatakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ووالدا رسول الله صلى الله عليه وسلم ماتا على الكفر&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kedua-dua ibu bapa Nabi s.a.w. mati dalam keadaan kafir..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wallahu a'lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-5074120245840005768?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/5074120245840005768/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/agama-aminah-dan-abdullah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/5074120245840005768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/5074120245840005768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/agama-aminah-dan-abdullah.html' title='Agama Aminah Dan Abdullah'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-4052184884047668945</id><published>2009-01-23T22:17:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T22:18:17.167+08:00</updated><title type='text'>Amalan Bakar Telur</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;Ana nak tanya pihak AAN akan perbuatan nenek ana yang membakar telur selama tujuh hari. Apa yang ana tahu nenak ana kata ada orang p jumpa sorang tok guru untuk mintak pertolongan tapi ana tak kenal siapa dia dan orang tu suruh nenek ana bakar telur selama tujuh hari. Sehari sebiji. Ana tak tahu macam mana nak beritahu nenek ana mengenai berbomoh ni. Ana tahu bahawa berbomoh dibenarkan tetapi ana tak boleh nak terangkan kepada nenek ana ciri2 bomoh yang dibenarkan sebab nenek ana selalu tanya soalan yang ana tak boleh nak jawab.&lt;br /&gt;jazakallahu khaira. Wassalam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********&lt;br /&gt;al-jawhar&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;al-hamdulillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al-Jawab...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalan membakar telur selama tujuh hari berturut-turut adalah satu amalan yang menyerupai amalan hindu.Malah , masyarakat melayu amat sinonim dengan perubatan menggunakan telur , terutama telur ayam kampung.Ini kerana dalam masyarakat melayu telur dianggap sebagai simbol suatu kelahiran yang tabi'ie dan ianya dipercayai mempunyai semangat yang tertentu mengikut niat seseorang semasa melakukan proses rawatan.Ia juga melibatkan amalan kebatinan yang mana telur digunakan sebagai perantaraan antara pesakit dengan kuasa ghaib tertentu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Temubual dengan Pak Nawi , 25 Feb 08 , Jam 1.17 am , bomoh Melayu , cheras , Selangor )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan kepada temubual saya dengan Pak Nawi tersebut , jelas disini bahawa amalan yang dilakukan oleh nenek saudara adalah amalan yang tidak ada asasnya dalam Islam yang mana ianya boleh menjerumuskan kita kepada bahaya syirik dan menyetukukan Allah swt.Maka nasihat yang boleh kami berikan ialah agar saudara menerangkan kepada nenek saudara kedudukan amalan perbomohan melayu yang menyimpang dari syariat Ilahi serta hendaklah dengan segera meninggalkannya dengan bertaubat kepada Allah swt sebelum terlewat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-4052184884047668945?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/4052184884047668945/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/amalan-bakar-telur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/4052184884047668945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/4052184884047668945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/amalan-bakar-telur.html' title='Amalan Bakar Telur'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-77828569150863227</id><published>2009-01-23T22:16:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T22:17:12.284+08:00</updated><title type='text'>Di Mana Allah</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorg ustaz ditempat saya menyatakan tidak boleh sama sekali tanya dimana Allah kerana Allah tidak bertempat. dan beliau menyatakn golongan wahabi dengan merujuk kpd Sheikh Abd Aziz bin Baaz yg membolehkannya hanya mentakwil secara zahir hadith yg menceritakan kisah Muawiyah bin Alhakam yg menampar Al-Jariah,Muawiyah berjumpa Nabi S.A.W kerana rasa bersalah dan Nabi S.A.W bertanya kpd Al-jariah di mana Allah. Adakah ini benar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;al-jawhar&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;Al-hamdulillah ......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al-Jawab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan menanyakan di mana Allah swt adalah persoalan yang memang telah terdapat contohnya di zaman Rasulullah saw sendiri sebagaimana hadis Muawiyah bin al-Hakam.Malahan terdapat dalil lain selain hadis Muawiyah yang juga menceritakan di mana Allah swt berada.Sebagaimana berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Surah al-Mulk ayat 16 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَأَمِنتُم مَّن فِي السَّمَاء أَن يَخْسِفَ بِكُمُ الأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Surah Taha ayat 5 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas 'Arsy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hadis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;زوجكن أهلكن وزوجني الله من فوق سبع سماوات&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu semua telah dikahwinkan oleh keluarga kamu (dengan Rasulullah saw) , tetapi aku telah dikahwikan oleh Allah swt dari atas tujuh langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR Imam Bukhari : 6870 , Tirmizi : 3137 . Lafaz adalah lafaz Tirmizi dan ia mengatakan bahawa hadis ini hasan sahih )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan dalil-dalil di atas jelas kepada kita bahawa Allah swt berada di atas langit.Cuma bagaimana caranya ia berada adalah diluar kemampuan kita untuk menentukannya.Kita wajib mengimani segala dalil yang menceritakan tentang zat dan sifat Allah swt sebagaimana ianya (dalil) didatangkan.Sebagaimana kata-kata Imam Wakii’ Ibnu Jarrah ( Guru Imam As-Syafie ) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita menerima segala hadis-hadis yang menceritakan tentang persoalan nama dan sifat-sifat Allah swt sebagaimana yang telah diriwayatkan dan kita tidak mempersoalkan bagaimana bentuk caranya atau kenapa ia dikatakan begitu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Abu Abd Rahman Abdullah bin Ahmad bin Muhamad bin hanbal , Kitab as-Sunnah , tahqiq Dr.Muhammad Sa’id al-Qahthoni , Jld 1 , ms.267 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara kesimpulannya , tidak salah bertanyakan di mana Allah swt…..tetapi mestilah dijawab dengan dalil-dalil di atas tanpa sebarang pentakwilan yang tidak didasari oleh sebarang dalil yang sahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pendapat ustaz tersebut yang mengatakan bahawa kita dilarang bertanyakan dimana Allah swt ,adalah mungkin ianya dikatakan dari sudut ihtiyat , iaitu berhati-hati atau berjaga-jaga supaya masyarakat awam yang tidak mempunyai asas pengetahuan agama yang kuat supaya tidak terjebak kepada perkara-perkara yang boleh merosakkan akidah seperti menyamakan zat dan sifat Allah swt dengan zat dan sifat manusia..…wa allahu A’alam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-77828569150863227?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/77828569150863227/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/di-mana-allah.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/77828569150863227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/77828569150863227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/di-mana-allah.html' title='Di Mana Allah'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-1635680943045064578</id><published>2009-01-23T22:13:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T22:16:17.153+08:00</updated><title type='text'>Mandi Bunga</title><content type='html'>assalamua'laikum..saya ingin bertanya ttg perubatan tradisional...&lt;br /&gt;seorg wanita yg dipercayai disihir ingin dimandikan atas tujuan utk murah rezeki dan dipermudahkan urusan jodohnya oleh seorg pengamal perubatan tradisional Islam berjantina lelaki..&lt;br /&gt;utk pengetahuan ahli panel wanita ini diberitahu yg jodohnya dan rezekinya(seperti kerja) terhalang disebabkan sihir tersebut&lt;br /&gt;soalan saya bolehkah wanita itu dimandikan oleh lelaki bukan muhrim tersebut atas tujuan perubatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;Maqam 7&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;al-Jawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu utama bukan upacara mandian itu, tapi yang lebih utama ialah perbuatan mengunjungi bomoh dan membenarkan ramalannya. Isu utama yang dihadapi manusia ialah sempit rezki dan belum bertemu jodoh dan atas dua isu utama inilah si dukun akan mengambil kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larangan berjumpa dukun ialah ditegaskan oleh hadith: terjemahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Barangsiapa yang mengunjungi dukun dan membenarkan apa yg diramalnya bererti ia telah KUFUR terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad." dinilai sahih oleh al-Albani dalam Ghayatul Maram, al-Qardhawi dalam syarah usyul asyrin, usyul no 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kita tidak boleh berdukun (dgn Dukun) yang mengamalkan sihir jika kita terkena sihir. Syaikh Abdul Rahman Hasan alu Syaikh dalam syarh kitab Tawhid (241), tidak boleh bagi orang yang terkena sihir mengunjungi dukun yang juga menggunakan sihir. Berdasarkan larangan salaf, bahawa sihir tidak boleh disingkir dengan sihir yang lain. sekian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;mandi bunga siri 2&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;berbalik pada tajuk urgent!!!mandi bunga..&lt;br /&gt;soalan saya jadi apakah yg patut dilakukan oleh wanita yg terkena sihir tersebut mnyebabkan rezeki dan jodohnya terhalang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;alJawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rezki dan jodoh bukanlah berada di tangan dukun. Tidak ada kuasa sihir dapat menghalang rezki dan jodoh. Sebab rahsia mereka yang sukses, mereka adalah suatu jenis manusia yang tidak pernah kenal erti mengalah. Kegagalan bagi mereka tidak pernah dikaitkan dengan sihir. Mereka terus menyalahkan diri mereka dan terus berusaha dan berdo'a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dia buntu dan yakin terkena sihir ada tiga cara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menemui pengamal rukyah yang alim dan kuat berpegang dgn AQ dan asSunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pesakit boleh meruqyah dirinya sendiri berpandukan kitab2 yang terdapat dalam pasaran, antaranya oleh Dr Sa'id alQahthani, Dr Wahid Abdul Salam Bali dan beberapa buku yang diterjemah dalam pasaran buku tempatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dia hendaklah kuat berpegang dgn amalan Islam dan menjauhi bid'ah dan khurafat dalam kehidupan hariannya...sekian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-1635680943045064578?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/1635680943045064578/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/mandi-bunga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/1635680943045064578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/1635680943045064578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/mandi-bunga.html' title='Mandi Bunga'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-8515589982421239949</id><published>2009-01-23T22:12:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T22:13:39.261+08:00</updated><title type='text'>Taqrib dgn ahli kitab?</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa persoalan psl ahli kitab. Golongan orthodox jews mcm Naturei Karta tu dilihat sbg betul2 menentang Zionis &amp; kenegaraan Israel; menuntut pemulangan hak rakyat Palestin, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Ataupun itu semua gimik mereka shj? Sbb dlm AQ ada sebut bhw mereka ni takkan redha dgn org2 Islam sehingga kita rosak binasa (lbh kurang gitu mafhumnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Adakah 70,000 org Yahudi yg keluar bersama2 Dajjal di khurasan pd hari kiamat (hadith nabi?) adalah termasuk golongan by-the-book yg 'baik' mcm naturei karta nih? Maksudnya, hari kiamat nanti masih wujudkah lagi org yahudi yg benevelont cam diorang nih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf jika soalan melampau, tapi soalan2 ni agak relevan pd sy memandangkan sy acap kali gi outstation ke Singapura dan kebetulan ada encounter dgn geng minoriti orthodox jews kat sana. Sy tengok ada disparity antara mereka dgn locals kat situ. Sehinggakan bila sy tnya colleagues sy yg berbangsa cina, rata2 mengatakan mereka langsung tiada kenalan/kwn orthodox jews.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Sejauh manakah Islam membenarkan kita bercampurgaul dengan diorang nih dan bolehkah mereka ni dianggap sbg 'kawan' oleh org2 Islam? MUIS pun mungkin belum pernah buat sessi 'taqrib' dgn mereka. Jadi, apa sikap/cara kita dlm mencuba utk perkenalkan mereka pd Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minta penerangan tetuan panel terutama yg berpengalaman dealing dgn ahli kitab.&lt;br /&gt;Syukran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al-Jawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Sikap sebenar Islam terhadap yahudi ialah Islam bukan anti Yahudi. Islam cuma anti Zionis dan kezaliman yang mereka lakukan terhadap Palestine atau umat Islam. mengenai keujudan golongan Yahudi yang tidak bersetuju dengan kezaliman Israel terhadap umat Arab memang benar bukan gimik. bahkan mereka pernah dialog dgn Prof al-Qardhawi pada tahun 2004 di London atas jawatannya sebagai Pres majlis Fatwa Eropah (al-Qardhawi, Nahnu wal Gharb)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Hadith itu adalah hadith sahih, dikeluarkan oleh Muslim dan Ahmad, terjemahnya:&lt;br /&gt;" Dajjal itu akan diikuti oleh 70,000 Yahudi dari Esfahan (republik Islam Iran) yang memakai jubah."&lt;br /&gt;Sudah tentu pengikut Dajjal adalah bukan yahudi yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Sikap kita terhadap Yahudi dipandu oleh al-Qur:an, yakni secara umum, kita ada hubungan istimewa dengan Yahudi dan nasrani dan hubungan itu dinamakan hubungan sesama agama samawi, di mana kita boleh makan sembelihan mereka dan boleh mengahwini perempuan mereka yang suci.&lt;br /&gt;namun hubungan itu juga di pandu oleh dasar semasa yang diambil oleh Pemerintah dan iklim politik dunia buat masa ini. Malaysia misalnya tidak ada hubungan diplomatik dengan israel dan hubungan dengan Yahudi tidak ujud. sekian WA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-8515589982421239949?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/8515589982421239949/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/taqrib-dgn-ahli-kitab.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/8515589982421239949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/8515589982421239949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/taqrib-dgn-ahli-kitab.html' title='Taqrib dgn ahli kitab?'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-824695743908142261</id><published>2009-01-23T22:11:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T22:12:13.628+08:00</updated><title type='text'>Benarkah Ali berakidah Asya'irah?</title><content type='html'>Ada pihak mendakwa bahawa Sayyidina Ali bin Abi Talib r.a. pernah berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"إن الذي أين الأين لا يقال له أين ..." (ذكره أبو القاسم القشيري في الرسالة القشيرية)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak boleh dikatakan di mana bagi Dzat yang menciptakan di mana (tempat) …” (Disebutkan dalam kitab ar-Risalah al-Qusyairiyyah karya Abu al Qasim al-Qusyairi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah Sayyidina Ali r.a. pernah berkata sedemikian? Dan benarkah kata2 tersebut terdapat dalam kitab ar-Risalah al-Qusyairiyyah? Kata2 yg disandarkan pada Sayyidina Ali r.a. tersebut menjadi salah satu hujah bagi pihak tertentu menafikan ALLAH SWT di atas langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;Abu_Umair&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;بسم الله&lt;br /&gt;والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه أما بعد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Di dalam al-Fatawa al-Kubra, Ibn Taimiyyah menegaskan bahawa kenyataan yg didakwa kata-kata Ali ra tersebut adalah satu bentuk pembohongan dengan kesepakatan ulama, dan ia tidak mempunyai sanad. Jadi ia satu pendustaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kenyataan itu bercanggahan dengan akidah Ahli Sunnah Wal Jamaah yang mengisbatkan Allah Taala di atas, bersemayam di atas Arasy, sebagaimana dituturkan oleh Quran dan Sunnah, ijmak Salaful Ummah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kenyataan itu juga bercanggah dengan hadis sahih, Nabi SAW bertanya kepada hamba sahaya perempuan: "Di mana Allah". (Sahih Muslim no: 537).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kami tidak sempat membelek keseluruhan kitab al-Risalah al-Qusyairiyyah, tetapi pada muqaddimah kitab itu disebut: "Maha suci Dia daripada dikatakan kepadanya: Bagaimana Dia, atau Di mana Dia". (Al-Risalah al-Qusyairiyyah m/s 7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sebagai makluman, kitab Al-Risalah al-Qusyairiyyah adalah kitab tasauf yang bersalahan dengan manhaj Ahli Sunnah. ibn Taimiyyah telah menepis hujahan-hujahan kitab tersebut dalam kitabnya Al-Istiqamah. Berkenaan kata-kata Al-Qusyairi "Tidak dikatakan di mana Allah" juga telah dijawab oleh Ibn Taimiyyah dalam kitab Istiqamah 1/180.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A'lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rujukan&lt;br /&gt;- Fatawa Kubra, Ibn Taimiyyah&lt;br /&gt;- Risalah Qusyairiyyah, Dar Kutub Ilmiyyah&lt;br /&gt;- AL-Istiqamah, Ibn Taimiyyah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-824695743908142261?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/824695743908142261/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/benarkah-ali-berakidah-asyairah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/824695743908142261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/824695743908142261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/benarkah-ali-berakidah-asyairah.html' title='Benarkah Ali berakidah Asya&apos;irah?'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-7093842981963300604</id><published>2009-01-23T22:10:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T22:11:18.831+08:00</updated><title type='text'>Masuk Islam Melalui Internet</title><content type='html'>Aslmkm w.b.t,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah menonton satu dokumentari mengenai seorang penduduk Russia yang memeluk Islam asbab internet dan melalui internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong jelaskan kepada saya kedudukan Saudara tersebut berserta dalil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JazakAllah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******************&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;wa'alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Kami akan cuba menjawab soalan anda dengan kadar kemampuan yang ada, Insya-Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya-Allah, jika dia mandi dan mengucap kalimah syahadah dengan seikhlas hati seungguhnya dia sudah pun masuk agama Islam, Rukun Islam yang pertama itu sah diucapkan bersendirian,tanpa saksi dsb. Berkata Syeikh Saleh al-Munajjid :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لا يجب على من أراد أن ينطق بالشهادتين أن يحضره شهود ، بل ينطق بهما بلسانه ، ويكفيه هذا للدخول في الإسلام .&lt;br /&gt;"Tidak wajib bagi mereka yang inginkan menyebut syahadatain (dua kalimah syahadah) agar menghadirkan saksi. Bahkan hendaklah dia menyebut dengan dengan lidahnya, dan mencukupi untuk dia masuk Islam"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudiannya, barulah dia boleh mendalami Islam dengan mendekatkan dirinya dengan para ulama' atau ustaz disana. Jika dipersekitarannya tidak kelihatan orang Islam, maka bolehlah dia berfikir unuk berhijrah kebumi yang mempunyai orang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-7093842981963300604?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/7093842981963300604/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/masuk-islam-melalui-internet.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/7093842981963300604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/7093842981963300604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/masuk-islam-melalui-internet.html' title='Masuk Islam Melalui Internet'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-518499700807650410</id><published>2009-01-23T22:08:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T22:09:55.777+08:00</updated><title type='text'>Prioritas Ilmu kpd saudara baru</title><content type='html'>Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minta nasihat dan panduan para panel terhadap situasi dibawah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Seorang sahabat(lelaki) yang telah memeluk islam(berkahwin dengan wanita islam yang juga baru memeluk islam beberapa bulan lebih awal dari suaminya) awal tahun ini tapi memang tidak pernah mengenali islam secara baik dan tiada siapa yang mendekatinya untuk mengajar islam kepadanya.Jadi setelah saya tahu saya berhasrat hendak membantunya,cumanya saya nak minta para panel memberi guideline kepada saya(berupa point-point penting)yang boleh saya terangkan &amp; jelaskan kepadanya secara mudah &amp; efektif?Inshaallah saya boleh menerangkan kepadanya setelah mendapat point-point yang perlu diutamakan &amp; yang perlu dikemudiankan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;********&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;Maqam 7&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda boleh saja ikut format silabus Fardhu 'Ain, antara isikandungannya:&lt;br /&gt;1. Pengertian Akidah&lt;br /&gt;2. Pembahagian Tawhid: Rububiyah, Uluhiyah dan Asma' wa Sifaat&lt;br /&gt;3. Perbedaan tahap Islam, Iman dan Ihsan&lt;br /&gt;4. Perbahasan seputar Iman:&lt;br /&gt;4.1 Iman bertambah dan berkurang&lt;br /&gt;4.2 Masalah takfir&lt;br /&gt;4.3 alam Roh&lt;br /&gt;4.4 Maut&lt;br /&gt;4.5 Barzakh&lt;br /&gt;4.6 Tanda2 Kiamat&lt;br /&gt;4.7 Mahsyar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Asas Fiqh&lt;br /&gt;5.1 taharah&lt;br /&gt;5.2 Wudhu' (wudhu' cara Nabi saw)&lt;br /&gt;5.3 Solat )solat cara Nabi)&lt;br /&gt;5.4 Puasa (puasa cara Nabi)&lt;br /&gt;5.5 Haji (manasik haji cara nabi)&lt;br /&gt;5.6 Zakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silabus KSA (Arab Saudi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tiga Usyul :&lt;br /&gt;1.1 Siapa Tuhan kamu&lt;br /&gt;1.2 Apa agama kamu&lt;br /&gt;1.3 Siapa nabi kamu&lt;br /&gt;(membahaskan 50 isu seputar 3 usyul)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. usyul agama dan kaedah utamanya&lt;br /&gt;3. Syarat2 la ilaha illaLlah&lt;br /&gt;4. Pembatal keislaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pembahagian Tawhid&lt;br /&gt;6. Pengertian Syirik&lt;br /&gt;7. Pengertian Kufur&lt;br /&gt;8. pengertian Nifaq&lt;br /&gt;9. Pengetian Taghoot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-518499700807650410?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/518499700807650410/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/prioritas-ilmu-kpd-saudara-baru.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/518499700807650410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/518499700807650410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/prioritas-ilmu-kpd-saudara-baru.html' title='Prioritas Ilmu kpd saudara baru'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-1775361532064191208</id><published>2009-01-23T22:06:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T22:08:10.849+08:00</updated><title type='text'>Ragu-ragu Dalam Beragama</title><content type='html'>Apakah berdosa jika mengkaji agama untuk mendapat kepastian dalam agama itu? Adakah berdosa apabila jiwa tidak tenteram dalam bersolat dan ragu ragu dalam agama. Dan bagaimanakah untuk mendapat ketenangan dalam beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;************&lt;br /&gt;Abu_Umair&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بسم الله&lt;br /&gt;والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه أما بعد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quote:&lt;br /&gt;Apakah berdosa jika mengkaji agama untuk mendapat kepastian dalam agama itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap muslim dituntut mempelajari agama dan mengkaji lautan hikmah di dalam al-Quran dan Sunnah Nabi SAW, supaya menambahkan keyakinan dan ketenangan jiwanya terhadap agama yang benar ini.&lt;br /&gt;Kajian terhadap agama tidak boleh hanya bergantung kepada akal dan logik semata-mata tanpa disandarkan kepada wahyu dari Allah Taala. Kerana terdapat unsur-unsur ghaibiyyah yang tidak mampu dicapai oleh akal makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quote:&lt;br /&gt;Adakah berdosa apabila jiwa ditidak tenteram dalam bersolat dan ragu ragu dalam agama. Dan bagaimanakah untuk mendapat ketenangan dalam beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan keraguan dalam beragama, mungkin soal jawab SJ-01-0083 : Ragui 'aqidah boleh membantu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://al-ahkam.net/home/index.php?name=MDForum&amp;file=viewtopic&amp;t=33226&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A'lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-1775361532064191208?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/1775361532064191208/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/ragu-ragu-dalam-beragama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/1775361532064191208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/1775361532064191208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/ragu-ragu-dalam-beragama.html' title='Ragu-ragu Dalam Beragama'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-5837528287170869517</id><published>2009-01-23T22:04:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T22:06:21.582+08:00</updated><title type='text'>Ditanyakan Imam Di Padang Mahsyar</title><content type='html'>benarkah kia semua di hari akhirat nanti di padang magsyar akan ditanyakan tentang siapakah imam yang kita ikuti, adakah imam itu bermaksud imam2 mazhab yang 4 ???&lt;br /&gt;minta pencerahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;wa'alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Kami akan cuba menjawab soalan anda dengan kadar kemampuan yang ada, Insya-Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan IMAM yang digambar didalam Alam Barzah membawa maksud PEMIMPIN. Didalam sebuah hadith yang dikelaskan sebagai dhaef riwayat Thabarani (Mu'jam) ada menyebut mengenai imam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وأنّك رَضِيتَ بالله رباً وبالإسلام ديناً، وبمحمد ـ صلى الله عليه وسلم نبيًّا وبالقرآن إمامًا&lt;br /&gt;"Sesunguhnya kamu telah meredhakan Allah sebagai Tuhan, meredhakan Islam sebagai Agama, meredhakan Muhammad saw sebagai Nabi, dan al-Quran sebagai Imam (ikutan seseorang)"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalan-soalan yang pada hari akhirat kelak akan meliputi sekecil-kecil perbuatan sehinggalah sebesar-besarnya. Tidak mungkin ia akan memasukkan istilah-istilah yang khusus atau khas pada satu zaman sahaja. Misalnya persoalan Imam Mazhab yang empat, jika orang yang disoal itu hidup pada zaman sebelum Imam 4 Mazhab ini, apakah soalan ini masih relevan baginya??? Maka tidak mungkin perkataan IMAM itu merujuk kepada Imam Mazhab 4 sahaja. Secara logikpun, disamping 4 mazhab yang terkenal, banyak lagi mazhab-mazhab lain samada telah pupus atau tidak dikenali wujud dan dikuti oleh orang-orang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga istilah Imam ini dijuruskan membenarkan konsep KeImaman Syiah. Contoh didalam riwayat dibawah ini merupakan soalan dan jawab si-mayat di alam barzah menurut syiah :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يا فلان بن فلان الله ربّك ، ومحمّد نبيّك ، والاسلام دينك ، وعليّ وليّك وإمامك ، وتسمّي الأئمة عليهم السلام واحداً واحداً الى آخرهم&lt;br /&gt;"Ya Fulan bin Fulan, Allah Tuhan kamu, Muhammad Nabi kamu, Islam Agama Kamu, Ali sebagai wali/syeikh dan IMAM kamu, dan menamakan satu persatu IMAM-IMAM mereka sehingga akhir"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang ta'asub Mazhab, Imam hanya berkisar kepada Imam empat Mazhab sahaja, dan bagi yang bermazhab Syiah, Imam pada mereka adalah Ali dan Imam-Imam 12 mereka itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang jelas bahawa perkara yang mula-mula sekali ditanya pada hari akhirat esok adalah Solat seseorang, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. bahawa Nabi saw bersabda :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إن أول ما يحاسب الناس به يوم القيامة من أعمالهم الصلاة ، قال : يقول ربنا جل وعز لملائكته وهو أعلم : انظروا في صلاة عبدي أتمَّها أم نقصها ؟ فإن كانت تامة : كتبت له تامة ، وإن كان انتقص منها شيئاً : قال : انظروا هل لعبدي من تطوع ، فإن كان له تطوع : قال : أتموا لعبدي فريضته من تطوعه ثم تؤخذ الأعمال على ذاكم&lt;br /&gt;"Perkara yang paling awal ditanya mengenai amalan seseorang di hari Kiamat adalah SOLAT. Allah berkata kepada Malaikat, walaupun dia Maha Mengetahui : Lihat kepada Solat hambaku, adakah mencukupi atau kurang? Dia akan berkata : Lihat samada hambuku melakukab solat-solat sunat? Jika dia pernah nelakukan Solat Sunat, maka dia akan berkata : Cukupkanlah Solat Fardu kamu dari Solat-solat sunatnya. Kemudian barulah amalan-amalan yang lain dihisab dengan cara yang sama" [Hadith Riwayat Abu Daud #864].:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solat yang diterima ini sudah tentu dilihat ambilan yang akan dibandingkan sebagaimana yang di ajar oleh Rasulullah saw. Maka disitulah kaitannya sumber ilmu solat yang kita amalkan. Tidak kiralah Mazhab mana kita belajar dsb, yang nyata dan jelas, kesemuanya hendaklah selari dengan petunjuk Nabi saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran Imam atau ikutan disini, lebih berkisar kepada pengunaan istilah umum daripada 'label centric' (eg: Imam-Imam Mazhab, Imam-Imam Syiah dsb) , sebagaimana didalam sebuah hadith sahih, dari al-Baraa' ibn 'Aazib ra :- :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَن ربك ؟ وما دينك ؟ ومن هذا الرجل الذي بعث فيكم ؟&lt;br /&gt;"Siapakah Tuhan kamu? Apa Agama kamu? Siapakah lelaki ini yang dihantar bersama kamu?" [Hadith Riwayat Abu Daud, didalam Sunan, #4753]. WA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-5837528287170869517?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/5837528287170869517/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/ditanyakan-imam-di-padang-mahsyar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/5837528287170869517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/5837528287170869517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/ditanyakan-imam-di-padang-mahsyar.html' title='Ditanyakan Imam Di Padang Mahsyar'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-4184087548666649940</id><published>2009-01-23T22:02:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T22:04:28.490+08:00</updated><title type='text'>akidah asyairah salah??</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya ingin bertanya sedikit soalan..saya ada terbaca satu artikel yang mengatakan asyairah tersalah dalam cara berakidah..adakah ini benar?dan apakah cara asyairah berakidah yang dikatakan salah itu...mohon penjelasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;********&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;wa'alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Kami akan cuba menjawab soalan anda dengan kadar kemampuan yang ada, Insya-Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aqidah Assyaerah dikaitkan pengasasnya Abu Hasan Assya'ri, yang sebelum itu berpegang kepada aqidah Muktazilah, dan selepasnya mengikut fahaman Ahli Sunnah wa al-Jamaah pada peringkat akhir hidupnya, sebagaimana didapati didalam salah satu buku terakhirnya al-Ibanah. Ia diasaskan dengan kaedah beriman dengan Sifat Allah yang sesuai dengan dirinya, takwil maknanya, dan melarang sesuatu menyerupainya. Aqidah ini diterima ramai dikalangan orang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perselisihan yang timbul adalah berkenaan dengan mengtakwil sifat-sifat Allah swt, Dikaitkan perselisihan diantara Aqidah Salaf dan Aqidah Khalaf. Apakah mereka ini sesat atau kafir? Syeikh Dr Yusuf al-Qaradhawi mengatakan bahawa :- walaupun saya cenderung kepada pandangan salaf mengenai isu sifat, tetapi saya tidak mengkafir, menyesatkan dan menganggap kaum Khalaf sebagai berdosa kerana melakukan takwil. Sesungguhnya khilaf itu berpunca didalam isu bahasa arab dan memahami nas-nas Quran dan Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi al-Qaradhawi, tidak dipertikaikan, bahawa ulama'-ulama' yang melakukan takwil merupakan mereka yang tidak diragukan keikhlasan dan nasihat mereka, kerana Allah dan Rasulnya.,Mereka beriman dengan sifat Allah yang Maha Sempurna dan Suci dari segala kekurangan. Mereka beriman dengan Nabi-Nabi, Hari Akhirat dan al-Quran sebagai firman Allah yang tidak ada kebatilan. Oleh itu, berdasarkan ilmu, jtihad dan pemahaman mereka terdapat bidang aqidah, maka tidak pelik mereka berbeza pandangan tentang hal itu.,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata al-Syiekh lagi, setiap orang yang berilmu yang melakukan ijtihad didalam agama Allah dan mencari kebenaran. Ijtihad adalah perkara yang maklum didalam agama Islam. Mereka akan memperolehi satu atau dua pahala. Satu pahala jika dia tersilap, dan dua pahala jika mereka benar, Tidak ada permasalahan ilmiyyah dan amaliyyah, serta perkara usuliyyah dan furu'iyah. Sebagaimana pekara tersebut telah dijelaskan oleh Ibn Taimiyyah, Ibn Qayyim dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya syiekh menyebut bahawa perbezaan ini bukanlah besar sangat sebagaimana yang digambarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------------&lt;br /&gt;Syiekh Faizal al-Moulawi, Naib Pengerusi Majlis Fatwa Eropah kita ketika ditanya mengenai pandang al-Qardhawi terhadap Asyaerah, beliau mengatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أمّا أستاذنا الشيخ يوسف القرضاوي فهو كما نعلم على عقيدة السلف التي تقوم على الإيمان بصفات الله التي وصف بها نفسه بغير تأويل ولا تعطيل. وهو لا ينكر عقيدة الأشاعرة، بل يعتبرها صحيحة مقبولة إن شاء الله، لكن عقيدة السلف أصحّ منها.&lt;br /&gt;"Bagi Ustaz kami, al-Syiekh al-Qardhawi dia sebagaimana yang kami tahu berpegang kepada aqidah salaf yang berdiri diatas beriman kepada sifat-sifat Allah, sebagaimana dia mensifatkan dirinya, tanpa Takwil dan Ta'thil. Dia tidak menginkari Aqidah Asyaerah, bahkan aqidahnya masih dianggap sahih diterima Allah, Insya-Allah. Akan tetapi aqidah salaf bagi beliau adalah lebih benar".&lt;br /&gt;----------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua manhaj ini berbeza dari segi pengistilahan dan pentafsiran kepada al-Quran dan Sunnah Nabi saw. Kumpulan Asyaerah sudah banyak berjuang didalam membersihkan sifat-sifat Allah dari ahli-ahli kalam dan falsafah pada zaman itu. Ini merupakan pandangan dan ijitihad masing2. Yang amat ditegah adalah berlebih-lebihan didalam mentakwilkan sifat-sifat Allah berdasarkan akal fikiran mereka. WA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, wassalam&lt;br /&gt;===========&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Syiekh Dr. Yusuf al-Qaradhawi. Fushul fi al-Aqidati baina al-Salafi wa al-Khalafi Kaherah : Maktabah Wahbah, 2005. ms 144-145.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. القرضاوي والأشاعرة&lt;br /&gt;url : http://www.islamonline.net/servlet/Satellite?pagename=IslamOnline-Arabic-Ask_Scholar/FatwaA/FatwaA&amp;cid=1122528615696&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------&lt;br /&gt;Selanjutnya syiekh menyebut bahawa perbezaan ini bukanlah besar sangat sebagaimana yang digambarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syiekh Rashid Ridha menjelaskan bahawa sebenarnya tidak wujud permasalahan pun didalam aqidah ini. Bagi beliau, nama-nama dan sifat-sifat yang Allah nyatakan, adalah istilah-istilah yang digunakan oleh Makhluk. Sebabnya jika Allah swt melafazkan sifat-sifatnya dalam bentuk khusus, nescaya sedikitpun tidak akan difahami oleh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut al-Qaradhawi, permasalahan ini perlu dilihat dengan teliti dan penuh kesabaran, tanpa melakukan keputusan atau tindakan yang tergesa-gesa. Bagi beliau, jika dilihat perbahasan yang dibuat oleh ahli tahqiq, bahawasanya terdapat DUA persamaan penting didalam dua aqidah ini:-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. 2 golongan yang disebut adalah kaum SALAF dan kaum KHALAF, ahli Hadith dan ahli Kalam, ia itu orang yang melakukan TAFWIDH dan TAKWIL, atau boleh dikatakan mereka yang melakukan ITSBAT dan TAKWIL berasaskan MEMBESARKAN, MEMULIAKAN dan MENSUCIKAN ALLAH. Allah memiliki sifat sempurna yang memang layak baginya, serta tidak memiliki sifat-sifat kekurangan yang tidak layak baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua-dua golongan ini berpendapat bahawa sikap ini adalah aqidah yang sebenar! Tidak diragui dan tidak diperselisihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengambil Ijtihad dan tujuan Mensucikan Allah dalam sifat-sifatnya, maka mereka MENAFIKAN sifat-sifat tersebut. Mereka membersihkan sifat Allah dari perkara-perkara yang tidak berasal dari Islam, baik dari pengaruh agama lain dan pemikiran falsafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli-Ahli hadith atau kaum salaf mendahulukan kaedah pengagungan kepada Allah swt, al-Quran dan hadith2 Nabi saw. Mereka membiarkan hal demikian sesuai dengan sebagaimana Allah mensifatkan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli Kalam pula mendahulukan kaedah pengagungan pensucian dan menafikan penyerupaan kepada Allah swt, dengan cara melakukan takwil. Mereka ingin menafikan segala kekurangan den penyerupaan terhadap Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Jika dilihat secara mendalam, kedua-dua pihak ini melakukan TAKWIL. Cuma bezanya, ahli hadith melakukan TAKWIL IJMALI dan ahli kalam melakukan TAKWIL TAFSHILI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya didalam ayat al-Quran yang menyetakan tentang tangan-tangan Allah swt eg:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- "Tangan Allah diatas tangan mereka" [al-Fath : 10]&lt;br /&gt;- "Padahal, kedua tangan Allah terbuka" [al-Maa'idah : 64]&lt;br /&gt;- "Yang telah kuciptakan dengan kedua tanganKu" [Shaad :75]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Salaf menjelaskan bahawa : Allah mempunyai tangan tetapi tidak sama dengan tangan kita. Ini merupakan satu bentuk takwil. Sebab apa yang difahami menurut bahasa arab bahawa 'tangan' adalah sebahagian dari anggota badan, Jika tangan tersebut dinafikan, dan Tangan Allah tidak sama dengan tangan makhluk, maka tidak dapat tidak ia merupakan satu keadah takwilan, atau TAKWIL IJMALI yang tidak disebut sebagai takwil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli takwil misalnya melarang manusia mengatakan Allah di langit kerana ingin mensucikan sifat-sifat Allah swt. Begitu juga ahli hadith melarang mempersoalkan makna "Allah di atas langit" dengan bermaksud beriman dengan sifat Allah sebagaimana ia mensifatkan dirinya. Ibn Taimiyah rh dan Ibn Qayyim mengatakan bahawa ARAH (di atas, kiri, kanan, bawah) membawa maksud dinisbahkan, dan bukan hakikat, Ini juga yang di maksudkan takwilan dari aspek yang berlainan. WA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------&lt;br /&gt;Syiekh al-Qaradhawi menyatakan bahawa manhaj takwil merupakan anutan jumhur umat Islam. Mereka melakukan takwil sesuai dengan kehendak akal, dan bukan sebab mereka kurang pengetahuan agama. Dikalangan mereka merupakan Imam-Imam yang terbilang didalam agama Islam. Mereka ini terdiri dari pengikut Asya'ari, pengikut Imam Malik, pengikut Imam al-Syafie, beberapa dikalangan pengikut Mathuridiyyah dan juga Imam Hanafi. Begitu juga dengan kebanyakkan mufassirin (ahli tafsir) merupakan ahli takwil; termasuklah al-Qurthubi. al-Baidhawi, al-Alusi, Sayid Qutb, al-Maraghi, al-Syabuni dan ramai lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan al-Qaradhawi berpendapat bahawa Ibn Jarir al-Thabari dan Ibn Kathir melakukan takwil kepada beberapa ayat-ayat sifat. WA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasan dari buku - Syiekh Dr. Yusuf al-Qaradhawi. Fushul fi al-Aqidati baina al-Salafi wa al-Khalafi Kaherah : Maktabah Wahbah, 2005. ms 145-148.&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt; (sambungan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al-Qaradhawi memilih penggunaan takwil jika tafsirannya hampir dan boleh diterima pakai. Pendapat demikian dipilih oleh Ibn Abdissalam dan Ibn Daqiq Al-Id. Mereka akan memilih pandangan salaf jika takwil itu tidak sampai dan tidak boleh diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih-lebih lagi pada zaman sekarang, takwil seperti ini diperlukan apabila melakukan penterjemahan al-Quran didalam bahasa-bahasa selain dari Arab. Ada pengistilahan yang tidak boleh didiamkan lebih-lebih lagi kepada orang asing yang memerlukan penjelasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah beberapa contoh beberapa penggunaan takwil yang dilakukan oleh Ibn Kathir rh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Maksud TANGAN :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Firman Allah swt :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْ إِنَّ الْفَضْلَ بِيَدِ اللَّهِ&lt;br /&gt;"...Katakanlah (wahai Muhammad): Sesungguhnya limpah kurnia itu adalah di tangan Allah,..." [Aa-Imran : 73].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibn Kathir :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَيْ الْأُمُور كُلّهَا تَحْت تَصَرُّفه وَهُوَ الْمُعْطِي الْمَانِع يَمُنَّ عَلَى مَنْ يَشَاء بِالْإِيمَانِ وَالْعِلْم وَالتَّصَرُّف التَّامّ وَيُضِلّ مَنْ يَشَاء فَيُعْمِي بَصَرَهُ وَبَصِيرَته وَيَخْتِم عَلَى قَلْبه وَسَمْعِهِ وَيَجْعَل عَلَى بَصَره غِشَاوَة وَلَهُ الْحُجَّة التَّامَّة وَالْحِكْمَة الْبَالِغَة .&lt;br /&gt;"Maksudnya semua perkara dibawah perlaksanaannya, dia menahan dan memberi kepada sesiapa yang dia kehendaki, dengan Iman dan Ilmu dan seluruhan perlaksanaannya kepada sesiapa yang dia kehendaki, menyesatkan, membutakan penglihatan, menutup hati dan pendengaran, dan menjadikan penglihatan mereka kelabu, dan kepadanya yang mempunyai hujah yang sempurna dan hikmah yang agung"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Firman Allah swt :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَقَالَتِ الْيَهُودُ يَدُ اللَّهِ مَغْلُولَةٌ&lt;br /&gt;"Dan orang-orang Yahudi itu berkata: "Tangan Allah terbelenggu"" [al-Maaidah : 64]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibn Kathir :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَقَالَ عَلِيّ بْن أَبِي طَلْحَة : عَنْ اِبْن عَبَّاس قَوْله وَقَالَتْ الْيَهُود يَد اللَّه مَغْلُولَة قَالَ لَا يَعْنُونَ بِذَلِكَ أَنَّ يَد اللَّه مُوثَقَة وَلَكِنْ يَقُولُونَ بَخِيل يَعْنِي أَمْسَكَ مَا عِنْده بُخْلًا تَعَالَى اللَّه عَنْ قَوْلهمْ عُلُوًّا كَبِيرًا&lt;br /&gt;'Berkata Ali bin Abi Thahah : dari Ibn Abbas, (Firman Allah) - "Dan orang-orang Yahudi itu berkata: "Tangan Allah terbelenggu", dia berkata bahawa tidak bermaksud tangan Alah terbelenggu, akan tetapi BAKHIL, yakni dia menahan dari memberi perkara yang dia miliki (dia bakhil), Maha Suci Tuhan dari perkataan mereka dengan setinggi-tingginya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. maksud DEKAT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Firman Allah swt :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ&lt;br /&gt;"Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, " - [Qaf : 16]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibn Kathir rh :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَعْنِي مَلَائِكَته تَعَالَى أَقْرَبُ إِلَى الْإِنْسَان مِنْ حَبْل وَرِيده إِلَيْهِ وَمَنْ تَأَوَّلَهُ عَلَى الْعِلْم فَإِنَّمَا فَرَّ لِئَلَّا يَلْزَمُ حُلُولٌ أَوْ اِتِّحَادٌ وَهُمَا مَنْفِيَّانِ بِالْإِجْمَاعِ تَعَالَى اللَّهُ وَتَقَدَّسَ وَلَكِنَّ اللَّفْظ لَا يَقْتَضِيه فَإِنَّهُ لَمْ يَقُلْ وَأَنَا أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْل الْوَرِيد وَإِنَّمَا قَالَ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْل الْوَرِيد&lt;br /&gt;"Maksudnya MALAIKAT lebih dekat kepada manusia dari urat lehernya, dan jika seseorang mentakwil dengan ilmu maka dia telah terselamat (escape) dari tidak melakukan HULUL (kesatuan/union) atau ITTIHAAD. Kedua konsep ini DITOLAK secara total dengan KETINGGIAN dan KESUCIAN Allah, akan tetapi Lafaz juga tidak menunjukkan perkara tersebut, dia (Allah) tidak mengatakan : Aku lebih dekat padanya dari urat leher mereka, tetapi lebih dekat padanya dari urat leher mereka"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan kami di takwilkan kepada malaikat. Begitu juga dengan surah al-Waqi'ah ayat 85, beliau menyebut bahawa sebagaimana Ibn Taimiyah mentafsirkan kami sebagai malaikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. maksud BERSAMA :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Firman Allah swt :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالَ لَا تَخَافَا إِنَّنِي مَعَكُمَا أَسْمَعُ وَأَرَى&lt;br /&gt;"Allah berfirman: Janganlah kamu takut, sesungguhnya Aku ada bersama-sama kamu; Aku mendengar dan melihat segala-galanya. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibn Kathir :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَيْ لَا تَخَافَا مِنْهُ فَإِنَّنِي مَعَكُمَا أَسْمَع كَلَامكُمَا وَكَلَامه وَأَرَى مَكَانكُمَا وَمَكَانه لَا يَخْفَى عَلَيَّ مِنْ أَمْركُمْ شَيْء وَاعْلَمَا أَنَّ نَاصِيَته بِيَدِي فَلَا يَتَكَلَّم وَلَا يَتَنَفَّس وَلَا يَبْطِش إِلَّا بِإِذْنِي وَبَعْد أَمْرِي وَأَنَا مَعَكُمَا بِحِفْظِي وَنَصْرِي وَتَأْيِيدِي&lt;br /&gt;"ia itu : kamu berdua yang takut, kerana sesungguhnya Aku bersama kamu mendengar perkataan kamu dan perkataannya, dan melihat tempat kamu dan tempatnya, Tidak ada sesuatu yang lupt dariKu, dan ketahuilah bahawa ubun-ubunnya berada ditanganKu, maka tidak akan berkata-kata, bernafas, kekuatan, melainkan dengan izinku serta pemerintahanku, dan aku bersama kamu menjaga, memberi pertolongan dan menyokong kamu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Firman Allah swt :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ&lt;br /&gt;"Dia tetap bersama-sama kamu di mana sahaja kamu berada" [surah al-Hadid : 4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibn Kathir :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَيْ رَقِيب عَلَيْكُمْ شَهِيد عَلَى أَعْمَالكُمْ حَيْثُ كُنْتُمْ وَأَيْنَمَا كُنْتُمْ&lt;br /&gt;"iaitu di menguasai kamu didalam pekerjaan kamu dimana sahaja kamu dan dimana sahaja kamu berada"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama disini membawa maksud pengawasan Allah terhadap manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------&lt;br /&gt;Demikian merupakan beberapa petikan yang diambil dari buku al-Qardhawi yang merujuk kepada tafsir Ibn Kathiri aitu Tafsir al-Quran al-Azhim, yang jelas menunjukkan Ibn Kathir yang bermanhaj salaf ada mentakwil ayat al-Quran, dan boleh diterima pakai penakwilannya. WA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-4184087548666649940?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/4184087548666649940/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/akidah-asyairah-salah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/4184087548666649940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/4184087548666649940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/akidah-asyairah-salah.html' title='akidah asyairah salah??'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-5593566133621735858</id><published>2009-01-23T22:01:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T22:02:55.733+08:00</updated><title type='text'>Adakah Syirik Sebutan Yaa</title><content type='html'>Ada ustaz mengatakan bahawa syirik hukumnya jika menyebut "yaa (wahai)" kepada orang yang sudah meninggal/wafat seperti "yaa rasulullah," "yaa nabi" kerana itu namanya menyeru orang yang sudah mati/wafat, dan menyeru orang yang sudah mati/wafat hukumnya syirik. Benarkah apa yang dikatakan oleh ustaz tersebut? Jika benar, mohon disertakan hujah dan dalilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(p/s: agak ramai juga orang kita yang menyebut "yaa rasulullah/yaa nabi" terutama sekali sebahagian orang kampung dan sebahagian orang yang menyanyi lagu nasyid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;Abu_Umair&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;بسم الله&lt;br /&gt;والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه أما بعد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meletakkan hukum secara am, iaitu siapa sebut "Ya Rasulallah" selepas baginda wafat adalah syirik, adalah TIDAK TEPAT, kerana di sana perlu diperincikan masalah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i- Jika menyebut dengan niat meminta pertolongan, seperti "Ya Rasulallah, berilah kesihatan padaku, atau leraikanlah kesusahanku", maka ini satu bentuk SYIRIK, kerana menyeru seseuatu yang tidak berkuasa ke atasnya melainkan Allah Taala. Dimaklumi, berseru jenis ini adalah satu ibadah, maka meletakkan ibadah kepada selain Allah adalah syirik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ii- Jika menyebut dengan niat tawassul, seperti: "Ya Rasulallah, berilah syafaat kepadaku", adalah TIDAK HARUS, kerana tawassul jenis ini hanya dibolehkan semasa hayat baginda sahaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;iii- Jika menyebut kerana mahu mengucapkan salam kepadanya, maka ini diharuskan, malahan digalakkan. seperti: "Al-Solatu Wassalam 'Alaika Ya Rasulallah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;iv- Jika menyebut dengan niat NUDBAH (menyeru si mati dengan menyebut kebaikannya), contohnya: "Ya Rasulallah, engkaulah penyelamat ummah!!" maka hukumnya: HARUS, tetapi jangan sampai tahap meratap-ratap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A'lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rujukan:&lt;br /&gt;- Fatwa Islamweb: http://www.islamweb.net/ver2/Fatwa/ShowFatwa.php?lang=A&amp;Id=14616&amp;Option=FatwaId&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-5593566133621735858?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/5593566133621735858/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/adakah-syirik-sebutan-yaa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/5593566133621735858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/5593566133621735858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/adakah-syirik-sebutan-yaa.html' title='Adakah Syirik Sebutan Yaa'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-3942820230094490743</id><published>2009-01-23T22:00:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T22:01:29.484+08:00</updated><title type='text'>Boleh Taqqiyah?</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;Dalam mendekati manhaj salafi, kita akan bertembung dgn amalan2 kebiasaan masyarakat yg kadangkala bertentangan dengan amalan Nabi...Masalahnya kadangkala aktiviti ini dianjurkan oleh orang2 atasan kita seperti pihak pentadbiran, pakcik2 kita, orang2 senior dalam jabatan etc. yg agak kurang wajar untuk kita menolaknya (ataupun kalau kita menolaknya, jawabnya kena buat surat tunjuk sebab!)...Jadi dalam hal ini, dibolehkan ke kita ikut aktiviti2 ini, tapi dalam keadaan "taqiyah"???...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;wa'alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alhamdulillah. Kami akan cuba menjawab soalan anda dengan kadar kemampuan yang ada, Insya-Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakkan aktiviti keagamaan orang Melayu sudah menjadi sebahagian dari adat; contohnya Majlis Bacaan Yasin, Majlis Tahlil dan Kenduri Arwah dsb. Dimajlis tersebutlah terjalinnya ikatan ukhwah, silatul rahmi, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majlis tersebut kebanyakkannya melibatkan unsur khilafiyah seperti menyampaikan pahala kepada si-mati dan berzikir dan membaca yasin secara berkumpulan. Anda boleh berada bersama majlis tersebut selama-mana ia tidak melibatkan perkara mungkar dan syirik, atau amalan-amalan pelik yang tidak ada dalil dari Nabi saw. Perkara furu' (cabang) ini tidak perlu diperpanjangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam sebuah fatwa yang di keluarkan oleh Majlis Fatwa dan Penyelidikan Eropah, yang diketuai oleh Syiekh Dr Yusuf al-Qardhawi menyebut :- Melakukan zikir berkumpulan dibenarkan selama-mana kondisi berikut dipatuhi :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Zikir tersebut bebas dari mungkar atau amalan yang bercanggah dengan akidah islam, seperti menjerit dan menyanyi lagu-lagu cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Zikir tersebut hendaklah dilakukan menggunakan perkatan atau lafaz yang dibenarkan idalam syariat, dan bukan perkataan yang tidak jelas maksudnya atau bunyinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan anda dimajlis tersebut sekurang-kurangnya merapatkan ukhwah Islamiyyah dan boleh menerapkan secara halus sunnah yang sebenar kepada mereka. Mungkin apabila tiba peluang anda pula untuk mengadakan majlis pertemuan, bolehlah anda isikan dengan ceramah atau tazkirah yang dapat menyedarkan mereka mengenai pengamalan sunnah; contohnya adab berzikir, pentingnya beramal mengikut sunnah, bahaya hadith palsu dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada setengah-setengah pihak (bukan semua) pengamal sunnah yang juga dikenali sebagai kumpulan salafi sering-kali membuat masyarakat menjauhkan diri daripada mereka, lebih-lebih cara kumpulan ini menegur mereka. Kadang-kadang approachnya terlalu kasar dan tidak enak didengari. Maka timbul gap atau ruang yang besar didalam masyarakat Islam. Sudahlah umat Islam tertindas, sesama Islam juga bertelagah diantara satu sama lain. Dakwah kena dengan penuh kebijaksanaan dan berhikmah. Kita kena pastikan adakah ini khilaf atau bid'ah. WA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, wassalam&lt;br /&gt;========&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. الذكر الجماعي وضوابطه&lt;br /&gt;http://www.islamonline.net/servlet/Satellite?pagename=IslamOnline-Arabic-Ask_Scholar/FatwaA/FatwaA&amp;cid=1122528607756&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Making Dhikr in a Group: Bid`ah?&lt;br /&gt;http://www.islamonline.net/servlet/Satellite?pagename=IslamOnline-English-Ask_Scholar/FatwaE/FatwaE&amp;cid=1119503544370&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. هل يجوز الذكر فى جماعة؟&lt;br /&gt;http://www.islamonline.net/servlet/Satellite?pagename=IslamOnline-Arabic-Ask_Scholar/FatwaA/FatwaA&amp;cid=1122528601626&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-3942820230094490743?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/3942820230094490743/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/boleh-taqqiyah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/3942820230094490743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/3942820230094490743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/boleh-taqqiyah.html' title='Boleh Taqqiyah?'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-5717052676353692914</id><published>2009-01-23T21:59:00.001+08:00</published><updated>2009-01-23T21:59:58.206+08:00</updated><title type='text'>Bida'ah Atau Kita Yang Tersilap</title><content type='html'>Baru baru ni telah dipertengahkan beberapa perkara yang dikatakan bidaah oleh kita, yang mengaku pengiukut salaf...seperti meletakkan tangan di tempat selain dada, solat tarawikh 20 rakaat. Adakah kita perlu mengkaji lebih dalam lagi sebelum dengan pantas kita menuduh amalan amalan umat Islam dengan perkataan bidaah. Kerana tuduhan begini amat berat sekali apabila dilemparkan terutama sekali sekiranya kita yang selama ni telah tersilap. Dengan kehadiran beberapa ahli hadith di dalam forum ternyata talah membuka kesempitan minda kita yang asyik hanya dengan kitab kitab albani dan fatwa lajnah daimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlukah juga kita memohon maaf atau menarik balik kenyataan kita yang telah lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekadar renungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;Maqam 7&lt;br /&gt;al-Jawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Isu-isu fiqh yg anda senaraikan itu tidak wajar diletakkan di bawah isu bid'ah. Bahkan ia adalah isu-isu khilafiah. Cuma terdapat ahli hadith/fiqh yang agak keras dalam menegakkan pendapatnya, antaranya al-Albani. Ini bukanlah kecacatan atau keaiban kepada mereka kerana alim ulama' memiliki manhaj mereka yang tersendiri dalam isu-isu khilafiah. Yang pasti mereka tidak membid'ahkan orang yg menyalahi pendapat mereka dalam isu-isu khilafiah. Maka apabila kita mengadakan percambahan fikiran dalam Forum kita, maka ia sedikit sebanyak membuka paradigma yang positif dalam menghadapi mereka yang agak keras dalam berfikih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&lt;br /&gt;Quote:&lt;br /&gt;Perlukah juga kita memohon maaf atau menarik balik kenyataan kita yang telah lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, memang wajar sekali. Ramai ulama yang berbuat demikian. Yang paling masyhur ialah Imam al-Syafi'iy yang menerbitkan versi baru dalam pendapatnya yg dikenali dgn Qaul Jadid. sekian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-5717052676353692914?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/5717052676353692914/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/bidaah-atau-kita-yang-tersilap.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/5717052676353692914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/5717052676353692914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/bidaah-atau-kita-yang-tersilap.html' title='Bida&apos;ah Atau Kita Yang Tersilap'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-7506793501048182997</id><published>2009-01-23T21:57:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T21:59:00.127+08:00</updated><title type='text'>Imam Shafie Mengaku Syiah?</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya ada sket kemusykilan, saya ada pergi ke blog faizal tehrani, baca pasal komen beliau mengenai ucapan presiden iran di universiti columbia, tapi dalam soal jawab dengan pengunjung dia ada menyatakan seperti berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lagipun kalau akidahnya diragui, akidah kita pun dalam keraguan kerana Imam Syafie pernah mengaku dia rafidah atau syiah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yeke iman syafie mengaku jadi syiah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;harap panel al-ahkam dapat merungkai persoalan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;link persoalan:&lt;br /&gt;https://www.blogger.com/comment.g?blogID=23491614&amp;postID=4938768968931249581&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;izrail&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;Bismillah&lt;br /&gt;Wassolatu wassalam 'ala Rasulillah SAW,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syafie (wafat 204h) tidak pernah mengaku menjadi pengikut syiah. Tetapi beliau pernah dituduh sebagai pengikut syiah oleh orang yang dengki kepada beliau semasa beliau bertugas di Najran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuduhan ini telah menyebabkan beliau dibawa ke Baghdad bersama sembilan orang pelampau syiah untuk dihukum oleh Khalifah Harun ar-Rasyid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau terselamat dari hukuman bunuh setelah menjelaskan penyelewengan tuduhan yang tidak masuk akal itu. Dan akhirnya Khalifah menyuruh membayar 50,000 dirham kepada Imam Syafie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rujukan:&lt;br /&gt;- Tawali at-Ta'sis li Ma'ali Muhammad bin Idris oleh Ibn Hajar al-'Asqalani: m/s: 127-132.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a3lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu_Umair&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;sedikit tambahan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin apa yg didakwa mereka bahawa Imam Syafie mengaku sebagai syiah kerana mereka menjumpai satu syair yg dinisbahkan kepada Imam Syafie yg berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إن كان رفضاً حبُّ آلِ محمدٍ ... فليشهدِ الثقلانِ أَني رافضي&lt;br /&gt;maksudnya:&lt;br /&gt;Jika cinta kepada keluarga Muhammad adalah Rafidhah, maka saksikanlah jin dan manusia bahawa aku adalah Rafidhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, hujah ini menikam mereka sendiri. Kerana Imam Syafie BUKAN mengiktiraf dirinya sebagai syiah, tetapi maksud kata-katanya ialah: MEMPERTIKAIKAN BAHAWA RAFIDHAH (SYIAH) CINTA PADA AHLI BAIT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya mereka yang tidak memahami uslub Bahasa Arab yang kata Syafie mengaku Rafidhah/Syiah. Orang yang belajar Bahasa Arab boleh bandingkan uslub Syafie dengan uslub Quran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Taala:&lt;br /&gt;قل إن كان للرحمن ولد فأنا أول العابدين&lt;br /&gt;maksudnya:&lt;br /&gt;"Katakanlah (Wahai Muhammad) Kalaulah Tuhan al-Rahman mempunyai anak, maka akulah yang mula-mula memuliakannya". (Al-Zukhruf: 81)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini bukan menunjukkan Nabi memuliakan anak Tuhan, tetapi MENAFIKAN TUHAN ADA ANAK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan syair Imam Syafie, bukan mengaku sebagai Rafidhah (Syiah) tetapi MENAFIKAN RAFIDHAH CINTA AHLI BAIT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Siyar A'lam Nubala, dinukilkan kata-kata Syafie sendiri: "Aku tidak pernah melihat orang yang lebih dusta penyaksiannya daripada Rafidhah". 10/89.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan: Benar apa yg dikata Syeikh Izrail, Imam Syafie tidak pernah mengaku sebagai syiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A'lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-7506793501048182997?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/7506793501048182997/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/imam-shafie-mengaku-syiah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/7506793501048182997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/7506793501048182997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/imam-shafie-mengaku-syiah.html' title='Imam Shafie Mengaku Syiah?'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-7336011151280513621</id><published>2009-01-23T21:56:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T21:57:02.185+08:00</updated><title type='text'>Tanda Kiamat</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;Saya pernah dengar ada orang berkata antara tanda-tanda Qiamat ialah keluar api di Yaman,betulkah kenyataan tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;izrail&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;Bismillah&lt;br /&gt;Wassolatu wassalam 'ala Rasulillah SAW,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan tersebut adalah betul, seperti yang diriwayatkan dalam hadis sahih:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ أَسِيدٍ الْغِفَارِيِّ قَالَ&lt;br /&gt;اطَّلَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْنَا وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ فَقَالَ مَا تَذَاكَرُونَ قَالُوا نَذْكُرُ السَّاعَةَ قَالَ إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ فَذَكَرَ الدُّخَانَ وَالدَّجَّالَ وَالدَّابَّةَ وَطُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَنُزُولَ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيَأَجُوجَ وَمَأْجُوجَ وَثَلَاثَةَ خُسُوفٍ خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنْ الْيَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Hudzaifah bin Asid Al Ghifari r.a. katanya: "Rasulullah SAW melihat kami ketika kami sedang berbincang-bincang seraya bertanya: "Apa yang sedang kalian perbincangkan?" Jawab para sahabat "kami berbincang-bincang mengenai hari kiamat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda baginda, "kiamat tidak akan terjadi sebelum terlihat sepuluh macam tanda:&lt;br /&gt;(1) Ad Dukhan (asap atau kabut),&lt;br /&gt;(2) Dajjal (si penipu besar),&lt;br /&gt;(3) Dabbah (binatang melata).&lt;br /&gt;(4) Matahari terbit di barat.&lt;br /&gt;(5) Isa anak Maryam a.s turun&lt;br /&gt;(6) Ya'juj dan Ma'juj.&lt;br /&gt;(7) Tiga Gerhana: di timur.&lt;br /&gt;(8) Gerhana di barat.&lt;br /&gt;(9) Gerhana di Jazirah Arab.&lt;br /&gt;(10) Dan akhir sekali api keluar di Yaman menghalau umat manusia ke mahsyar (tempat berkumpul)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H.R Muslim, Abu Daud dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a3lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-7336011151280513621?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/7336011151280513621/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/tanda-kiamat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/7336011151280513621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/7336011151280513621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/tanda-kiamat.html' title='Tanda Kiamat'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-7751556922838858974</id><published>2009-01-23T21:53:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T21:56:16.272+08:00</updated><title type='text'>Soalan Dari Non Muslim</title><content type='html'>salam.. ada non muslim bertanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Kalau kita mati, roh kita akan ke alam barzakh sementara menunggu judgement di pdg masyhar. Bererti Neraka belum berpenghuni..kan? Apa la roh tu buat di alam barzakh nanti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Kalau kita di alam barzakh nanti.. Munkar&amp; nakir seksa kita stiap hari sampai kiamat ka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ni soalan dah pernah dgr cuma lupa cara nak jawab.. sebab nnt dia akan cakap Allah tak adil sebab org yg mati awal kena seksa awal..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;harap penel2 dapat bantu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;Maqam 7&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al-Jawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelik sikit soalan ni. Selalunya non-Muslim tak tanya soalan-soalan yang bersangkutan dgn perincian Akidah. Biasanya persoalan mereka hanya seputar Allah, Rasul dan isu2 dasar dalam Islam. Adapun alam barzakh, hatta sebahagian aliran dan madzhab Islami pun menolak alam barzakh, antaranya Muktazilah dan aliran GAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) apa ruh buat dalam alam barzakh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J: Barzakh maksudnya terpisah atau terhijab atau terhalang. Ertinya, kita terpisah secara total dgn alam ni dan tak mampu utk berkomunikasi dan mengetahui dengan detail apa yang sebenar berlaku di alam ghaib itu. Dalam Islam, beriman akan keujudannya sudah memadai. Manakala cuba mencari apakah yg berlaku kepada ruh dijelaskan serba ringkas di sana sini dalam AQ dan al-Hadith.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruh orang kafir, mereka di azab dan dipra-tonton akan bagainana dahsyatnya azab Neraka.&lt;br /&gt;dalil: AQT 40:46 (pada mereka dinampakkan neraka pagi dan petang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruh orang beriman pula: mereka berehat panjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" mereka berkata," aduhai, celakalah, siapakah siapakah yg membangkitkan kami dari tempat tidur kami." AQT 36: 52&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala ruh orang mati syahid menurut Hadith, sudah dapat merasa kenikmatan syurga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Allah tidak adil kalau siksa orang yg mati lebih awal berbanding orang yg mati paling akhir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab tu kita kata, nak bahas bab barzakh, kena bereskan bab Tawhid dulu. Sebab dalam Tawhid, sifat Allah ialah al-Adil. Tidak timbul soal keadilan kerana masa di sisi Allah berlainan dengan kita. Kita aje yg sukat masa berdasarkan 60 saat, 24 jam, satu minggu, satu bulan, satu tahun, satu dekad, satu kurun, tapi di sisi Allah , Dia tidak terikat dengan ketetapan dan pengiraan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruj: al-Ruh, Ibn Qayyim, ms 89. WA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-7751556922838858974?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/7751556922838858974/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/soalan-dari-non-muslim.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/7751556922838858974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/7751556922838858974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/soalan-dari-non-muslim.html' title='Soalan Dari Non Muslim'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-2720258766622897302</id><published>2009-01-23T21:52:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T21:53:18.459+08:00</updated><title type='text'>Keliru dengan konsep 'Keikhlasan'</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih terkonfius dgn ciri2 keikhlasan dalam Islam. Saya bawakan situasi:-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i) Ramai penceramah berkata kalau belajar tinggi2 (cth: phD) SEBAB nak gaji tinggi atau title, maka dikira tidak ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ii) Ada ustaz kat tmpt saya ni sangat tegar pasal ikhlas, sampai katanya kalau dtg masjid sebab nak dengar ceramah, dikira tak ikhlas ~ maksudnya hanya mesti kerana Allah sahaja. Pernah sy terdetik nak tanya dia, yg dia tu dtg masjid bagi ceramah seminggu sekali sebab dijemput AJK masjid, kira ikhlas juga ke tuh??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;iii) Katakan saya gi tolong makcik ni angkat barang sebab nak risik/tanya fasal anak dia yg cun, adakah sedemikian tidak ikhlas?&lt;br /&gt;Padahal saya tolong tu bukannya harapkan duit atau pujian...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;iv) Org yg bersegera siap sedia pergi haji sebab dikhuatiri org lain mengata. Ibadah hajinya kemudian itu kononnya dikira x ada pahala/manfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kalau x silap saya, ada ayat2 AQ yg berbunyi gini, 'mereka yg melakukan solat, amal kebaikan etc sambil mengHARAPKAN ganjaran, akan diberi pahala/kejayaan'. Ada juga yg berbunyi camni, 'yg mengerjakan haji sambil mengHARAPKAN syurga akan diberi bla bla...'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya, di mana harus kita bezakan (draw the line) antara totally purely absolutely kerana Allah berbanding kerana Allah di samping sebab nak sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*******&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;wa'alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Kami akan cuba menjawab soalan anda dengan kadar kemampuan yang ada, Insya-Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Syiekh Dr Yusuf al-Qardhawi rh (didalam buku :- al-Niyyah wa Ikhlaash - http://www.qaradawi.net/site/topics/article.asp?cu_no=2&amp;item_no=693&amp;version=1&amp;template_id=61&amp;parent_id=1 ) :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas merupakan salah satu dari amalan hati. Bahkan ia merupakan muqadimah amalan hati, kerana sesungguhnya tidak sempurna amalan seseorang itu tanpa ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ikhlas - ingin mendapatkan keredhaan Allah dengan melakukan sesuatu amal, membersihkan (tasfiyah) dari unsur2 individu atau duniawi, tidak ada sesuatu yang tersorok melainkan kerana Allah dan demi akhirat. Tidak ada sesuatu yang memcapuri sesuatu amal, seperti kecenderungan kepada dunia atau individu/diri sendiri, yang zahir atau yang tersembunyi, contohnya kerana harta rampasan, kerana syahwat, kedudukan, harta benda, penguasaan; agar mendapat perhatian orang ramai, mencari pujian mereka, tidak mahu dicela, bermuka-muka dihadapan orang tertentu, perasaan dengki yang tersembunyi, kesombongan yang diselindungi, atau kerana sebab-sebab yang yang tidak terpuji, yang intipatinya inginkan selain dari Allah melalui suatu amalan, dan dsb."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asas Ikhlas adalah NIAT kerana Allah swt. Niat itu adalah pendorong kepada sesuatu amalan. Kata al-Qaradawi lagi :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;والمؤمن الحق هو الذي غلب باعث الدين في قلبه باعث الهوى، وانتصرت حوافز الآخرة على حوافز الدنيا، وآثر ما عند الله تعالى على ما عند الناس، فجعل نيته وقوله وعمله لله، وجعل صلاته ونسكه ومحياه ومماته لله رب العالمين، وهذا هو الإخلاص.&lt;br /&gt;"Orang Mukmin yang sebenar adalah apabila pendorong agama didalam hatinya boleh mengatasi pendorong hawa nafsu, bahagian Akhirat boleh mengatasi bahagian Dunia, mementingkn apa yang ada disisi Allah melebihi apa yang ada disisi manusia. Menjadikan NIAT, PERKATAAN dan AMALAN kerana Allah. Menjadikan Solat, Ibadat, Hidup dan Mati kerana Allah Tuhan pentadbir sekalian Alam, dan ini adalah Ikhlas".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam Kitab Hadith 40 Imam al-Nawawi rh, diriwayatkan oleh Umar ra. bahawa Nabi saw bersabda :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إنما الأعمال بالنيات , وإنما لكل امرئ ما نوى , فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله , ومن كانت هجرته إلى دنيا يصيبها و امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه&lt;br /&gt;"Setiap amalan dimulakan dengan niat dan bagi setiap orang apa yang telah diniatkannya. Sesiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan sesiapa hijrahnya karena dunia yang akan diperolehi atau wanita yang akan dinikahi maka hijrahnya sesuai dengan apa yang dia niatkan" [Hadith Muttafaq A'laih].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadith ini jelas menunjukkan bahawa NIAT yang menentukan seseorang itu melakukan kerana Allah atau kerana apa yang dihajati. Niat yang hanya kerana Allah dan Rasulnya yang digelar sebagai Ikhlas. Ibnu Utsaimin rh dalam mensyarahkan hadith ini menyebut bahawa amalan seseorang itu dihisab menurut apa yang ingin dicapaikan, dan juga cara mencapainya (wasilah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukanlah dengan Niat Ikhlas sahaja sesuatu amalan itu diterima. Kata al-Qaradhawi, terdapat 2 syarat amalan seseorang itu diterima :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Niat yang Ikhlas.&lt;br /&gt;b. Amalan yang dilakukan itu adalah menurut sunnah Nabi saw; tidak bertentangan dengan syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------&lt;br /&gt;Persoalannya, melakukan amalan baik eg: menolong orang tua, akan tetapi tujuan sebenar ingin mendapatkan anak daranya, maka amalan baik itu terhenti setakat mendapat gadis yang diidamkan. Maka niatnya harus dipanjangkan kepada menjadi wanita itu isteri yang soleh kerana Allah swt. Kesemua amalan baik itu pasti ada ganjarannya selama-mana tidak ada unsur maksiat dan juga riak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quote:&lt;br /&gt;i) Ramai penceramah berkata kalau belajar tinggi2 (cth: phD) SEBAB nak gaji tinggi atau title, maka dikira tidak ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar kenyataan tersebut JIKA niat melanjutkan pelajaran tinggi semata2 untuk title. Apa yang boleh dilakukan ialah menetapkan niat untuk belajar tinggi moga2 dapat mendidik anak-anak Islam kerana Allah swt. Allah swt tetap memberi ganjaran kepada seseorang selama-mana dia tidak riak, ta'ajub dan syirik kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quote:&lt;br /&gt;ii) Ada ustaz kat tmpt saya ni sangat tegar pasal ikhlas, sampai katanya kalau dtg masjid sebab nak dengar ceramah, dikira tak ikhlas ~ maksudnya hanya mesti kerana Allah sahaja. Pernah sy terdetik nak tanya dia, yg dia tu dtg masjid bagi ceramah seminggu sekali sebab dijemput AJK masjid, kira ikhlas juga ke tuh??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak benar! Ikhlas itu bukan datang secara automatik. Datang ke masjid untuk mendengar ceramah itu sudah merupakan satu amalan yang mulia. Ilmu juga akan mendidik hati orang2 Islam menjadi Ikhlas. Ikhlas tidak Ikhlas, adalah amalan hati. Tidak ada sesiapa yang mengetahui amalan hati seseorang melainkan Allah dan dirinya sahaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quote:&lt;br /&gt;iii) Katakan saya gi tolong makcik ni angkat barang sebab nak risik/tanya fasal anak dia yg cun, adakah sedemikian tidak ikhlas?&lt;br /&gt;Padahal saya tolong tu bukannya harapkan duit atau pujian...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang kami nyatakan diatas, peringkat tertinggi niat mansia adalah Ikhlas. Amalan2 yang baik sudah tentu ada ganjarannya walaupun tidak sampai kepada darjat Ikhlas. Menolong Makcik tua adalah amalan yang terpuji. Sebab melakukannya kerana untuk mendapatkan anak daranya, sehingga itulah kebaikkan yang dia terima. Kesemuanya ada ganjaran. Janganlah dirosakkan disebabkan oleh maksiat pula,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terbaik, niatkan agar wanita tersebut akan menjad isterinya yang solehah kerana Allah swt. Prioriti hendaklah diberi kepada Allah dan Rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quote:&lt;br /&gt;iv) Org yg bersegera siap sedia pergi haji sebab dikhuatiri org lain mengata. Ibadah hajinya kemudian itu kononnya dikira x ada pahala/manfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika benar dia pergi kerana takut orang mengata, maka sia-sialah ibadatnya. Akan tetapi, siapalah yang boleh mengadili apa yang dia niatkan. Dia masih lagi boleh memperbetulkan niatnya kerana Allah swt, walaupun pada mulanya takut orang mengata. Kadang-kala, ini bukan persoalan ikhlas atau tidak. Waswas didalam ibadat juga menjadikan penghalang kepada seseorang itu menumpukan perhatian kepada Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadat mengharapkan ganjaran Allah swt tidaklah merosakkan ikhlas. Ia merupakan sesuatu yang mesti diimpikan oleh setiap manusia. Adalah menjadi satu kesalahan jika seseorang itu beribadat tidak mengharapkan apa-apa dari Allah. Nabi saw banyak mengajar kita berdo'a agar kita dikurniakan ganjaran syurga. Ganjaran Akhirat itu meliputi amalan Ikhlas kerana Allah swt. Adalah menjadi sunnah dari Nabi saw agar orang Islam mengharapkan syurga dari Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, ikhlas adalah melakukan sesuatu amalan semata2 kerana Allah. Ikhlas dalam ibadat dituntut. Syarat di kabulkan sesuatu ibadat adalah dilakukan dengan ikhlas dan amalan tersebut adalah dari petunjuk Nabi saw. Ikhlas tidak datang secara automatik. Ia perlu di pupuk dengan ilmu, amalan soleh dan kesedaran diri yang tinggi. WA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-2720258766622897302?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/2720258766622897302/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/keliru-dengan-konsep-keikhlasan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/2720258766622897302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/2720258766622897302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/keliru-dengan-konsep-keikhlasan.html' title='Keliru dengan konsep &apos;Keikhlasan&apos;'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-4980247306928837153</id><published>2009-01-23T21:51:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T21:52:11.416+08:00</updated><title type='text'>merayakan perayaan non-muslim</title><content type='html'>Assalamualaikum. Saya seorang pelajar di sebuah kolej yang terdiri daripada masyarakat berbilang bangsa dan agama. Ada beberapa persoalan di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Baru-baru ini berlangsung Mooncake Festival. Dan saya merupakan salah seorang yang terlibat dalam menjayakan persembahan pada malam itu. Apa hukumnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tidak lama lagi Deepavali bakal menjelang. Pihak pengurusan Deepavali nights telah melantik saya untuk menjadi slaah seorang ahli committe pada malam itu. Wajarkah saya menerima tawaran ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pihak pentadbiran kolej merancang untuk mengadakan sambutan Aidilfitri dan Deepavali serentak(pada satu malam). Adakah perkara ini dibenarkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;Maqam 7&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al-Jawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu ini amat sulit kerana ia bercampur dua strategi yg tidak jelas. Pertama: dasar perpaduan kebangsaan yg dianjurkan oleh Pemerintah kearah membina suatu bangsa Malaysia yang mengadunkan agama dan budaya semua kaum dan saling toleransi. Kedua: agenda Jaringan Islam Liberal (JIL) yg menyelinap masuk dalam agenda Perpaduan Nasional lalu mempromosi manhaj " semua agama saja" Many religions , One God...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar Islam ialah kita berbuat baik dengan non-muslim yg juga berbuat baik kepada kita terutama yg berkongsi taraf kewarganegaraan yg sama spt Malaysia. Dalilnya: AQT 60:08 (Allah tidak melarang kamu utk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang2 yg tidak memerangi kamu kerana agama)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar toleransi Islam amat jelas, bahawa kita mengiktiraf keengganan mereka untuk menolak Islam dan kekal dgn agama pilihan mereka setelah datang kepada mereka dakwah yang terang, Dalilnya: 2:256 (Tiada paksaan utk memasuki Islam). Kita isytiharkan AQT 5:3 (Pada hari ini Aku telah sempurnakan utk kamu agamamu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar Islam dalam sambutan upacara perayaan juga jelas. RasuluLlah SAW menyatakan dalam sahih Muslim dari Aisyah, " Tiap-tiap kaum mempunyai hari raya mereka dan hari ini adalah hari raya kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Raya adalah terlalu personal kepada umat itu kerana ia berkait dengan agama dan silsilah umat itu, jika umat lain tumpang sekali utk merayakan, ia tidak membawa apa-apa erti. Maka dasar terbaik Islam ialah, membiarkan setiap umat dan agama merayakan perayaan/Ied mereka secara eksklusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah dasar Islam, amat jelas dan tidak membawa apa-apa kesan kepada perpaduan nasional. Cuma kita bimbang dgn anasir JIL yang memasukkan jarum mereka dalam agenda perpaduan.&lt;br /&gt;Mari kita lihat soalan anda satu persatu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Menjadi AJK Festival Tanglung dan makan kuih Bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mooncake festival yang disambut oleh kaum China, Taiwan dan Korea adalah upacara yg bersifat tradisional kerana ia bersangkutan dgn folklore atau cerita rakyat masyarakat China. Jadi Muslim sepatutnya tidak menjadi AJK sambutannya kerana ia tidak ada kena mengena dgn kaum lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Upacara Deepavali atau Diwali adalah upacara sambutan keagamaan kaum Hindu dan Sikh. Ia merayakan kejayaan Tuhan Rama ke atas Ravana atau Tuhan Krishna ke atas Natakasura. apabila ia jelas upacara keagamaan, maka umat Islam tidak sepatutnya berganding bahu merayakan kemenangan itu. Toleransi Islam tidak sampai ke tahap ini. Kita benarkan mereka bersuka ria tapi kita tidak perlu pun bersama-sama menjadi agen pendorong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Sambutan KongsiRaya ni agak sensitif kerana ia juga dilaksanakan di peringkat kebangsaan. Tapi Majlis Ulama Indonesia yg dipengerusikan oleh Bung Hamka pada tahun 80'an telah mengeluarkan fatwa haram berkongsi raya. Majlis Fatwa KSA pun menetapkan perkongsian sambutan Raya ini adalah tidak dibolehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paradigma yg benar ialah dasar toleransi Islam ialah Islam membenarkan mana-mana kaum dan agama merayakan festival mereka dengan bebas, sebgmn kita juga bebas merayakan Ied kita. Islam tidak menyuruh kita sampai ke tahap menjadi AJK sambutan festival agama lain utk menjelaskan dasar dan semangat toleransi kita.&lt;br /&gt;Ini adalah deklarasi surah al-Kafirun yg jelas...&lt;br /&gt;Bagi kamu agama kamu, bagi kami agama kami. maksudnya untukmu festival kamu, bagi kami festival kami. Kita tak mengharapkan mereka menjadi ajk sambutan Ied kita dan kita pun tak perlu menjadi ajk sambutan Ied mereka. Sekian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-4980247306928837153?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/4980247306928837153/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/merayakan-perayaan-non-muslim.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/4980247306928837153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/4980247306928837153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/merayakan-perayaan-non-muslim.html' title='merayakan perayaan non-muslim'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-2542320899275446821</id><published>2009-01-23T21:38:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T21:50:59.132+08:00</updated><title type='text'>Maksum tapi berbuat dosa?</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu situasi di mana saya telah disoal oleh seorg bukan Islam ttg sifat maksum para Nabi a.s.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bertanya, kalau para nabi maksum, macamana diorang boleh buat salah dan berdosa spt nabi adam, sedangkan orang maksum ni perfect, sin-free, terpelihara drpd dosa? Jadi, saya jawab, 'Sebab diorang tu manusia dan terdedah kepada kesilapan. Ada antara mereka yg terbuat dosa, tapi akhirnya diampunkan oleh Allah. Setelah diampunkan, tu la yg dikatakan tak berdosa lagi, iaitu maksum'. Betulkah jawapan spontan saya tu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastu saya terpikir, ada satu riwayat kalu x silap saya, Aisyah tanya pasal ibadat malam Nabi cam gini, '... bukankah Rasulullah sudah diampunkan dosa yg dahulu, sekarang dan akan datang?' (Maaf kalau x thabit). Pernahkah nabi saw sendiri virtually terbuat dosa? Sbb ada bbrp asbabul-nuzul di mana nabi saw pernah ditegur oleh Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya balik yg konfius... sila bantu jkk&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;************&lt;br /&gt;Abu_Umair&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;بسم الله&lt;br /&gt;والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه أما بعد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perbahasan tentang kemaksuman para Nabi, dilihat pada dua sudut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Maksum dalam menyampaikan risalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua para Nabi maksum dalam tanggungjawab mereka menyampaikan wahyu. Tidak menyembunyikan samada sengaja atau tidak.&lt;br /&gt;(Majmuk Fatawa Ibn Taimiyyah 18/7, Fatawa Bin Baz 6/371).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Maksum dalam amalan harian mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Para Nabi a.s. tidak pernah sekali pun melakukan dosa besar, samada sebelum diutuskan atau selepas diutuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Para Nabi tidak maksum daripada tersalah melakukan dosa kecil.&lt;br /&gt;Kata Ibn Taimiyyah: "Pendapat yg mengatakan para Nabi maksum daripada dosa besar, tidak maksum dari dosa kecil, ialah pendapat kebanyakan ulama Islam dan semua kumpulan.... Ia juga pendapat kebanyakan ahli tafsir, ahli hadis, dan fuqaha. Malahan, tidak dinukilkan daripada salaf, para imam, para sahabat, para tabien dan tabie tabien melainkan pendapat ini". Majmuk Fatawa 4/319.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh itu, ayat Quran dan hadis2 yg menunjukkan bahawa Allah Taala mengampunkan dosa-dosa Nabi, maksudnya ialah kesilapan2 baginda yg dianggap dosa kecil.&lt;br /&gt;Rujuk: 'Ismatul Anbiya (Kemaksuman Para Nabi) karya al-Razi m/s 151.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-2542320899275446821?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/2542320899275446821/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/maksum-tapi-berbuat-dosa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/2542320899275446821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/2542320899275446821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/maksum-tapi-berbuat-dosa.html' title='Maksum tapi berbuat dosa?'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-1647786082107861303</id><published>2009-01-23T21:37:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T21:38:48.807+08:00</updated><title type='text'>Antara I'tiqad Lintasan &amp; Lisan Mutlaq</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah terbaca thread jwpn yg lepas (malas nak cari Yellow Very Happy) yg mengatakan kalau terfikir/terbayang air yg kita minum adalah 'holy water' spt dlm kristianiti, maka jatuh hukum haram meminum air itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam thread yg lain pula dlm kes soalan berlainan, ada panel fiqh menggariskan tidak sabit hukum murtad/haram/riak/'ujub dsb jika terlintas di hati akan perasaan was-was pd agama, selagi tidak dilafaz dgn lisan atau fi'il atau sekiranya kita cepat2 menghindarkan perasaan sedemikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalannya, in view of such ambiguity, apakah sebenarnya kesabitan hukum ke atas membayangkan/terbayangkan/terlintas akan minuman kita sbg 'holy water' atau arak?? Sbb kadang2 akal kita ni ter'advance' sikit dlm berimaginasi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;********&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;wa'alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, Kami akan cuba menjawab soalan anda dengan kadar kemampuan yang ada, Insya-Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat 2 pembahagian lintasan hati didalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jika lintasan fikiran tersebut berlaku tanpa diusahakan, maka ia tidak dikira sebagai dosa, Didalam sebuah hadith yang di riwayatkan oleh Abu Hurairah ra. bahawa Nabi saw bersabda :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللَّهَ تَجَاوَزَ لأُمَّتِي مَا حَدَّثَتْ بِهِ أَنفُسَهَا مَا لَمْ يَتَكَلَّمُوا أَوْ يَعمَلُوا بِهِ&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah telah mengampunkan Umatnya bagi apa sahaja yang terlintas fikiran/hati selamana dia tidak bercakap atau melakukannya" [Hadith Riwayat al-Bukhari #2528, Muslim #127]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jika seseorang itu secara tidak sengaja terlintas sesuatu perkara yang haram, maka ia tidak dikira sebagai dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jika lintasan itu disengajakan, melalui imaginasi atau sebagainya, ulama khilaf mengenai hukumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Imam Muhammad al-'Abdari mengatakan bahawa :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لما قاله علماؤنا فيمن أخذ كوزاً من الماء فصوَّر بين عينيه أنه خمر يشربه أن ذلك الماء يصير عليه حراماً ...&lt;br /&gt;"Apa yang telah katakan oleh ulama' berkenaan dengan mengambil segelas air dan membayangkan ia adalah arak, maka air tersebut telah menjadi HARAM kepadanya" Al-Madkhil (2/194).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga menurut Syeikh Ibn ‘Abidin al-Hanafi didalam komentar terhadap seseorang yang mengimaginasikan dirinya mengadakan hubungan seks dengan wanita yang bukan isterinya, beliau mengatakan bahawa pandangan yang terdekat didalam Mazhab beliau adalah imaginasi tersebut adalah dilarang. Ia adalah kerana mengimaginasikan seorang wanita mengadakan hubungan seks dengannya adalah membayangkan seseorang melakukan dosa besar terhadap wanita yang dilarang keatasnya [Haashiyat Radd al-Muhtaar, 6/272].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Dikalangan ulama Mazhab Syafie termasuk Subki dan al-Suyuti mengatakan hukumnya tidak berdosa berdasarkan hadith diatas bahawa seseorang itu belum melakukannya lagi [lihat Tuhfat al-Muhtaaj fi Sharh al-Minhaaj, 7/205, 206].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pandangan yang dibawa oleh beberapa ulama' dari kalangan Mazhab Hanbali adalah hukumnya makruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------&lt;br /&gt;Imam al-Nawawi ra didalam komentarnya terhadap hadith di atas menyebut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وسبب العفو ( عن حديث النفس ) ما ذكرناه من تعذر اجتنابه ، وإنما الممكن اجتناب الاستمرار عليه ، فلهذا كان الاستمرار وعقد القلب حراما .&lt;br /&gt;"Sebab mengapa diampunkan dosa sebagaimana yang disebut diatas (hadith diatas) adalah kerana ia tidak dapat dielakkan. Selepas itu seseorang itu boleh terus mengatasinya. Maka jika dia meneruskan (untuk mengimaginasi) didalam hati maka hukumnya HARAM" [al-Azkar, ms 345]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penjelasan Imam Nawawi didalam mensyarahkan hadith diatas, apa2 lintasan haram yang tidak disengajakan merupakan perkara yang dimaafkan selagi mana seseorang itu tidak bercakap mengenainya. Akan tetapi, jika dia sengaja melakukan imaginasi perkara yang haram, maka usaha tersebut adalah dilarang. WA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, wassalam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-1647786082107861303?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/1647786082107861303/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/antara-itiqad-lintasan-lisan-mutlaq.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/1647786082107861303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/1647786082107861303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/antara-itiqad-lintasan-lisan-mutlaq.html' title='Antara I&apos;tiqad Lintasan &amp; Lisan Mutlaq'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-4835332451461690223</id><published>2009-01-23T21:36:00.001+08:00</published><updated>2009-01-23T21:36:58.151+08:00</updated><title type='text'>Roh Pada Bulan Puasa</title><content type='html'>Assalamualaikum...&lt;br /&gt;Dulu2 anak selalu mendengar roh dikatakan akan pulang ke rumah pada bulan Ramadhan...&lt;br /&gt;betul atau tak? tlg sertakan dengan nas.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;wa'alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Kami akan cuba menjawab soalan dengan kadar kemampuan yang ada, Insya-Alah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu'Alam, Tidak berjumpa dengan nas shahih yang menunjukkan bahawa roh akan pulang ke rumah pada bulan Ramadhan. Menurut Syeikh Dr Yusuf al-Qaradhawi ha. bahawa roh tidak akan mencampuri urusan yang tidak berguna lagi padanya [Fataawa Muasyarah, 1/70]. Pada hakikatnya, roh berada suatu alam yang dinamakan alam barzakh yang sudah tentu penghidupannya sangat berbeza. Sheikh Walid al-Firyaan mengatakan bahawa alam barzakh adalah jangka waktu diantara kematian seseorang dan Hari Kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Roh orang yang beriman, ia akan menerima balasan yang baik di alam barzakh. Dan bagi mereka yang mengerjakan maksiat maka mereka akan diazab di alam barzakh. Sebagaimana sabda Nabi saw :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إن روح المؤمن طائر يعلق في شجر الجنة ، يأكل من ثمارها ، والكافر تذهب روحه إلى النار&lt;br /&gt;"Roh orang yang beriman adalah burung yang sangkut di pokok-pokok syurga,memakan buah-buahannya, dan Roh orang kafir akan pergi ke neraka"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kesimpulan, alam Roh dengan Alam Dunia amat berbeza sekali. Kekesanan Alam Dunia kepada Alam Roh adalah sebagaimana yang dinyatakan didalam hadith sahih iaitu : sedekah jariah, ilmu yang bermunafaat dan anak yang soleh yang mendo'akannya. Tidak ada gunanya pun kalau roh-roh ini dibenarkan pulang kalau ia tidak memunafaatkan diri mereka.&lt;br /&gt;------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai kesan orang yang meninggal sedangkan dia berpuasa, dalilnya terdapat didalam sebuah hadith yang sanadnya sahih menurut Syiekh NAsyiruddin al-Albani, Nabi saw bersabda :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ قَالَ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ صَامَ يَوْمًا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang berkata Laa ilaaha ill-Allah, menuntut akan wajah Allah dan itu merupakan perbuatan akhirnya, maka dia akan masuk syurga, dan barangsiapa yang berpuasa, menuntut akan wajah Allah dan itu merupakan perbuatan akhirnya akan masuk syurga, dan barangsiapa yang bersedakh menuntut wajah Allah dan itu adalah perbuatan terakhirnya akan masuk syurga" [Hadith Riwayat Imam Ahmad # 22813].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama' mengulas hadith diatas sebagai, hanya mereka benar-benar beriman, apabila dia meninggal dunia sedangkan dia berpuasa, maka dia akan masuk syurga. WA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, wassalam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-4835332451461690223?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/4835332451461690223/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/roh-pada-bulan-puasa.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/4835332451461690223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/4835332451461690223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/roh-pada-bulan-puasa.html' title='Roh Pada Bulan Puasa'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-576456747177153321</id><published>2009-01-23T21:34:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T21:36:07.675+08:00</updated><title type='text'>Murtad Yang Kembali Islam</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah keadaan amalan ( semasa islam samada baik dan buruk ) yg telah dikerjakan sebelum ini bg org yg telah murtad kemudian kembali semula kpd islam ? adakah terhapus dgn sendirinya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;syukran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********&lt;br /&gt;izrail&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;Bismillah&lt;br /&gt;Wassolatu wassalam 'ala Rasulillah SAW,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Amalan baik semasa islam yang telah dikerjakan sebelum ini bagi orang yang telah murtad kemudian kembali semula kepada islam adalah tidak terhapus jika dia mati di dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT (2:217)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ وَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya orang-orang murtad yang mati di dalam kekufuran sahaja yang terhapus amalan baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan orang-orang murtad yang kembali semula kepada Islam tidak disuruh mengganti amalan seperti solat, puasa, zakat dll yang telah dilakukan dahulu semasa Islamnya. Tetapi terdapat ulama yang mewajibkan qadha' amalan wajib itu yang ditinggal semasa dia murtad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Amalan buruk semasa islam yang telah dikerjakan sebelum ini bagi orang yang telah murtad kemudian kembali semula kepada islam adalah akan terhapus jika dia bertaubat dan mati di dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT (4:48)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya orang yang mati di dalam kekufuran sahaja yang tidak diampuni dosanya. Dan pintu taubat sentiasa terbuka selagi dia masih hidup. Semua amalan buruknya akan terhapus jika dia benar-benar bertaubat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rujukan:&lt;br /&gt;- Tafsir Tabari: 4/317 &amp; 9/206&lt;br /&gt;- Raudhatu at-Talibin oleh Imam Nawawi: 1/70, 196 &amp; 211&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-576456747177153321?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/576456747177153321/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/murtad-yang-kembali-islam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/576456747177153321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/576456747177153321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/murtad-yang-kembali-islam.html' title='Murtad Yang Kembali Islam'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-2375060939275684186</id><published>2009-01-23T21:33:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T21:34:16.190+08:00</updated><title type='text'>Mimpi Jumpa Allah</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan terdapat dalam kitab ihya' bahawa imam ahmad telah bermimpi berjumpa/mendengar suara Allah.&lt;br /&gt;adakah terdapat hadith sahih berkenaan mimpi jumpa Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;********&lt;br /&gt;izrail&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;Bismillah,&lt;br /&gt;Wassolatu wassalam 'ala Rasulillah SAW,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tajuk ini telah dibincangkan dalam forum al-ahkam.net.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah kesimpulan yang dirumuskan oleh Syeikh THTL - hafizahullah -:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ana telahpun membaca Buku Syaikhul Islam Abul Abbas Taqiyuddin Ibn Taymiyah al-Harani dalam Bayan Talbis Jahmiyah dan selepas diskusi dengan Kapten Hafiz dan beberapa pakar salafi merumuskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Allah SWT dapat dilihat di Akhirat dgn penglihatan hakiki (mata kepala). Ini adalah ijma' (Syarh Sunnah/870 dari Imam Malik ra)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Melihat Allah di dunia dalam keadaan yaqozah (sedar) tidak mungkin. Kata Imam Ahmad Ibn Hanbal, ia adalah ijma'. (al-Qurthubi, al-Jaami' (7/38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Adapun melihat Allah dalam mimpi juga adalah mungkin menurut kesepakatan ahli sunnah wal jama'ah (syarh Sunnah, 12/227/280). Kata Ibn Hajar, tidak ada perselisihan di kalangan ulama atas kemungkinan melihat Allah dlm mimpinya. (al-Fath (14/416, edisi Darul Fikr)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu Utama: apa yg boleh dilihat dalam mimpi melihat Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata imam salaf, ia bukanlah Dzat, tapi cuma sebahagian dari gambaran atau permisalan atau gambaran ata lintasan-lintasan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumusan Ibn Taymiyah dalam Bayan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" yg mampu dilihat ialah gambar-gambaran (images), perbuatan2 dan suara-suara yang merupakan sebuah refleksi dari hakikat yg sebenarnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumusannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi melihat Allah dalam mimpi adalah disepakati dan suatu maqam yg tertinggi kepada wali Allah, tapi ia bukanlah melihat Dzat, cuma ia melihat secara abstrak. Dasar keimanan ialah melihat Allah dgn mata kepala hanya berlaku di Akhirat. selesai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lihat:&lt;br /&gt;http://al-ahkam.net/home/index.php?name=MDForum&amp;file=viewtopic&amp;p=75076&amp;highlight=&amp;sid=247beb046745566f5f1c832eba4500b3#75076&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a3lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-2375060939275684186?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/2375060939275684186/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/mimpi-jumpa-allah.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/2375060939275684186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/2375060939275684186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/mimpi-jumpa-allah.html' title='Mimpi Jumpa Allah'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-5250159708994415428</id><published>2009-01-23T21:31:00.002+08:00</published><updated>2009-01-23T21:33:12.667+08:00</updated><title type='text'>Meragui 'Aqidah</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya difahamkan bahawa seseorg tidak hanya murtad dengan pengisytiharan kemurtadannya, malah hanya dengan beriktiqad didlm hati @ kata2 sudah memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q1: Sekiranya dia terasa semacam keraguan terhadap satu2 ayat AQ atau hadith atau sesuatu hukum, mungkin kerana kejahilannya ketika membaca makna ayat2 tsb yg berbunyi pelik atau tak masuk akal, adakah dengan lintasan keraguan 'aqidah dlm hati tsb sudah cukup utk terus mengeluarkannya drpd Islam? Cth jika dia terdetik/terfikir:-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(i) "issh.. takkanlaa nabi boleh kahwin sampai sembilan..?"&lt;br /&gt;(ii) "Takkan Islam nak sampai rejam org pulaaak...?"&lt;br /&gt;(iii) "Trinity? Anti-hadith?? hmmm..."&lt;br /&gt;(iv) Seorang yg menjadi cacat akibat kemalangan berkata, "Ya Allah! Macam ni ke Kau kata adil??"&lt;br /&gt;(v) "aku tengah sakit ni pun kena solat jugak ke??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q2: Jikalau dia beristighfar setelah menyedari kesilapannya samada&lt;br /&gt;(i) segera, atau (ii) stlh bbrp jam, hari@minggu, adakah masih diterima istighfarnya itu, bgmna pula dgn amalan2nya yg lepas??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;alitantawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;utk menyelesaikan kemusykilan yg bertanya...saya hanya mampu utk menyebutkan di sini sebuah hadith sahih yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan lain2 yg bermaksud:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah memaafkan ke atas umatku apa yang dibisikkan di dalam jiwanya (hati) selagi tidak dibuat atau tidak disebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wallahu a'lam&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;Abu_Umair&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;sedikit tambahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lintasan2 hati berkaitan dengan perkara2 yg disebut diatas adalah mainan syaitan, dan seorang muslim tidak boleh mengelak daripadanya. Tetapi, apabila datang lintasan2 itu, WAJIB menolaknya jauh2 dan meminta perlindungan kepada Allah Taala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam hadis sahih (Muslim dan lain-lain):&lt;br /&gt;"Manusia sentiasa bertanya-tanya sehingga dikatakan: "Allah menciptakan segala makhluk. dan siapakah pula menciptakan Allah?". Sesiapa yg mendapati perkara ini dalam dirinya, maka hendaklah dia berkata: "Aku beriman kepada ALlah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam hadis sahih lain:&lt;br /&gt;"Syaitan datang kepada anak Adam dan berkata, "Siapakah yg menciptakan itu dan ini?" sehinggahalah ia bertanya: "Siapakah yg menciptakan Allah?". Apabila berlaku begini, maka hendaklah meminta perlindungan Allah, dan berhenti".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;permainan syaitan terhadap keyakinan seorang mukmin ini dinamakan sebagai WASWAS. Nabi SAW ditanya tentang waswas, lalu baginda menjawab: "Itulah dia iman yg terang nyata". Maksudnya seseorang yg didatangi waswas daripada syaitan lalu dia menolaknya, itulah tanda Iman yg sebenar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam hadis lain (muslim dan lain2), sahabat-sahabat Nabi datang kepada baginda, dan berkata: "Sesungguhnya kami mendapati dalam diri kami persoalan2 yang kami merasa amat besar untuk dituturkan. Lalu Rasulullah SAW bersabda: "Itulah iman yg sepenuhnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maksudnya: sahabat2 yg didatangi persoalan2 waswas itu merasakan bahayanya waswas itu dan mereka tidak bercakap mengenainya, sebaliknya menolak perasaan itu jauh2. maka tindakan seumpama inilah yg dikatakan Nabi: Itulah Iman yg sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesimpulan:&lt;br /&gt;-lintasan2 waswas hatta dalam perkara akidah tidak menjejaskan akidah.&lt;br /&gt;-perasaan waswas itu hendaklah dirasakan suatu yg besar dan bahaya.&lt;br /&gt;-perasaan waswas itu WAJIB ditolak jauh-jauh.&lt;br /&gt;-Sesiapa yg didatangi waswas dalam perkara akidah mestilah meminta perlindungan kepada Allah daripada syaitan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-5250159708994415428?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/5250159708994415428/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/meragui-aqidah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/5250159708994415428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/5250159708994415428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/meragui-aqidah.html' title='Meragui &apos;Aqidah'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-8119133008677501416</id><published>2009-01-23T21:31:00.001+08:00</published><updated>2009-01-23T21:31:54.576+08:00</updated><title type='text'>Beza Makruh Dengan Bida'ah</title><content type='html'>assalamualaikum kpd para panel yg dihormati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ade skit kemusykilan dr sy...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- ape beza antara bidaah dan hukum makruh ? adakah betul kedua2nya adalah perkara yg nabi saw tak buat @ bagaimana ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- bidaah yg sy tau perkara yg tidak nabi lakukan ttpi dilakukan kini oleh umatnye dan penilaian dibuat samada ia hasanah @ dolalah dan klu makruh cthnye dlm berwuduk ade perkara yg dimakruhkan bermakna nabi tak buat ( betulkan sy sekiranya tersilap... Yellow Rolleyes )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harap ade yg sudi membantu . syukran Yellow Laugh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********&lt;br /&gt;Abu_Umair&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;بسم الله&lt;br /&gt;والصلاة والسلام على رسول الله&lt;br /&gt;وعلى آله وصحبه ومن والاه أما بعد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk memahami pengertian bidaah, dan adakah ia terbahagi kepada hasanah dan sayyiah, boleh dirujuk:&lt;br /&gt;-artikel yang ditulis oleh Ustaz Kamin bertajuk: Bidaah: Satu Tinjauan&lt;br /&gt;http://al-ahkam.net/home/modules.php?op=modload&amp;name=News&amp;file=article&amp;sid=8127&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-e-book Dr Asri bertajuk: Bidaah Hasanah: Istilah Yang Disalahfahami&lt;br /&gt;http://www.al-ahkam.net/home/upload/dl/Islam/E-book_-_Melayu/B_Hasanah_IstilahYg_Disalahfahami.zip&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quote:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ape beza antara bidaah dan hukum makruh ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidaah ialah: "suatu ibarat yang berkisar pada masalah-masalah agama. Dilakukannya menyerupai syariat dengan cara yang berlebihan dalam mengabdikan kepada Allah swt."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makruh ialah: Suatu yang dilarang oleh syarak dalam bentuk larangan secara tidak ilzam. dari segi hukumnya: jika ditinggalkan, mendapat pahala, dan jika dibuat, tidak pula berdosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quote:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adakah betul kedua2nya adalah perkara yg nabi saw tak buat @ bagaimana ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara bidaah, sudah pasti tidak pernah dilakukan oleh Nabi, kerana erti bidaah itu sendiri: ialah amalan ibadat yang direka cipta selepas sempurnanya syariat. Tidak mungkin Nabi ada melakukan bidaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala makruh, tidak semestinya tidak pernah dilakukan oleh Nabi. Malahan, dalam sesetengah kes, Nabi melarang sahabat melakukan sesuatu perkara, tetapi Nabi melakukannya sekali sekala untuk menunjukkan bahawa larangan itu bukannya secara ilzam atau bermaksud haram. tetapi bermaksud makruh tanzih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;contohnya:&lt;br /&gt;Sabit dalam hadis2, Nabi melarang sahabat2 minum sambil berdiri. jika mengikut kaedah asal, larangan bererti HARAM. Tetapi ada kes, Nabi SAW minum sambil berdiri. ada ulama mengatakan: tujuannya untuk memberi isyarat bahawa larangannya bukannya HARAM, tetapi MAKRUH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesimpulan: Bidaah tidak pernah dilakukan oleh Nabi, tetapi perkara Makruh kadang2 dilakukan Nabi atas tujuan2 tertentu, seperti: menerangkan keharusan, atau di sana ada hajat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wallahu a'lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-8119133008677501416?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/8119133008677501416/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/beza-makruh-dengan-bidaah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/8119133008677501416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/8119133008677501416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/beza-makruh-dengan-bidaah.html' title='Beza Makruh Dengan Bida&apos;ah'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-1322637878801922820</id><published>2009-01-23T21:29:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T21:31:02.420+08:00</updated><title type='text'>Allah berada diatas 7 syurga</title><content type='html'>Assalamualaiki ustaz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustaz saya nak tanya adakah kepercayaan salafi iaitu Allah berada di atas 7 syurga. Dari mana daleel nye&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***********&lt;br /&gt;Abu_Umair&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;Waalaikumussalam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aqidah Ahli Sunnah Wal Jamaah ialah: Allah berada di atas ARASY, sebagaimana yang dituturkan secara terang dan sahih di dalam Quran, sunnah dan ijmak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan dimaklumi daripada nas-nas yg sahih, bahawa Arasy itu pula berada lebih tinggi daripada segala makhluk-makhluk Allah Taala yang lain. lebih tinggi daripada tujuh langit dan lebih tinggi daripada syurga yang paling tinggi iaitu Firdaus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam Sahih Bukhari, tersebut satu hadis:&lt;br /&gt;"Apabila kamu meminta daripada Allah, maka mintalah daripadanya syurga Firdaus. sesungguhnya ia adalah syurga yang paling pertengahan (yang paling afdhal) dan yang paling tinggi. Dan di atasnya ialah Arasy al-Rahman."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara jelas, ia menunjukkan bahawa Arasy al-rahman berada lebih tinggi daripada syurga yang paling tinggi. Dan Allah Taala di atas Arasy-Nya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A'lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-1322637878801922820?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/1322637878801922820/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/allah-berada-diatas-7-syurga.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/1322637878801922820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/1322637878801922820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/allah-berada-diatas-7-syurga.html' title='Allah berada diatas 7 syurga'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-6487511186543102230</id><published>2009-01-23T21:27:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T21:29:46.382+08:00</updated><title type='text'>Apakah Zat Allah</title><content type='html'>Salam akhi thtl, ana rocker-salafian ni...ana ada satu persoalan, jika ada org yang baru nak faham Islam tanya APA itu zat ALLAH? Apa yang perlu ana jawab? Kalau ada pertanyaan,bagaimana zat ALLAh sudah pasti ada hadis dari Ibnu Abbas yang melarang bertanya bagaimana zatNYA..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;************&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;Wassalam akhi rocker_s,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan itu termasuk dalam komponen ketiga Ilmu Tawhid: Tawhid Asma' was Sifaat. Zat dan Sifat2 Allah itu wajib diimani di atas tiga asas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. mensucikan Allah (Dzat dan Sifat2-Nya) dari menyerupai makhluk dari dari segala sifat kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. beriman dgn segala nama dan sifat yang thabit dari AQ dan asSunnah, tanpa mengurang, menokok-tambah (tahrif) atau penafian (ta'til)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. mengenepikan perasaan ingin tahu akan bentuk atau kaifiat bagi Dzat. nama dan sifat-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalilnya: Firman-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Tiada sesuatu yang serupa dgn Dia" (42:asySyuura: 11)&lt;br /&gt;" Tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia" (112: al-Ikhlas: 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tafsir al-Qurthubi (16/8), Fi Dzilal al-Qur:an (7/272)&lt;br /&gt;al-Syinqiti, manhaj Dirasat li ayaat Asmaa' was Sifaat, ms 3&lt;br /&gt;WA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-6487511186543102230?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/6487511186543102230/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/apakah-zat-allah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/6487511186543102230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/6487511186543102230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/apakah-zat-allah.html' title='Apakah Zat Allah'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-1191280426748138976</id><published>2009-01-23T21:26:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T21:27:18.841+08:00</updated><title type='text'>Lafaz Alhamdulillah &amp; praise To God</title><content type='html'>Assalamualaikum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ada persoalan yang ingin dibangkitkan berkaitan kalimah "Alhamdulillah". Saya ingin bertanya, bolehkah seorang non-muslim mengucapkan "Alhamdulillah"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah maksud kalimah ini sebenarnya, dan di dalam bahasa inggeris, maksud secara ringkas nya ialah "Praise to God", dan God di sini merujuk kepada siapa (Allah, atau God in general?). Sekian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya amat berharap agar kemusykilan ini dapat dijawab. Persoalan ini timbul daripada penerangan yang diberikan oleh Yasmin Ahmad, tokoh perfileman tempatan di dalam blog nya yang agak waswas pada pandangan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***********&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;Maqam 7&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al-Jawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan artis termasuk kaum bukan Islam yang mengucap puji-pujian kepada Allah atau God sebenarnya adalah dalam skop Tawhid Rububiyah. Yakni mereka mengiktiraf keujudan Pencipta alam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalilnya: "Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka, "siapakah yang menciptakan mereka?' niscaya mereka akan jawab Allah." AQT 43: 87&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yg menganut agama langit (samawi) dan agama bumi (ardhi), mengiktiraf tuhan yg tunggal kecuali kaum atheis. Masalah mereka ialah tawhid Uluhiyah (di mana mereka menyekutukan Allah dengan Jesus Christ, atau Malaikat (Dewa) dalam agama ardhi, mereka juga bermasalah dalam Tawhid Asma'was Sifaat (tauhid menyucikan sifat2 Allah dengan segala sesuatu) sekian WA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-1191280426748138976?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/1191280426748138976/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/lafaz-alhamdulillah-praise-to-god.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/1191280426748138976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/1191280426748138976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/lafaz-alhamdulillah-praise-to-god.html' title='Lafaz Alhamdulillah &amp; praise To God'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-8596046661039120422</id><published>2009-01-23T21:25:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T21:26:23.630+08:00</updated><title type='text'>Mendoakan Ibu Nabi</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dibolehkan kita menyebut / mendoakan seperti berikut: " Ibu nabi s.a.w. , iaitu Aminah binti Wahb, radiallahu 'anha ........." sedangkan Al-Quran, surah at-Taubah ayat 114 melarangnya? Perkara ini telah timbul dalam majlis ilmu apabila buat kali kedua seorang ustaz yang mengendali kuliah sirah menyebutnya. Minta pencerahan dari ahli panel al-ahkam.net. JKK. Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;Maqam 7&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al-Jawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu keislaman ayahbonda Nabi SAW itu dibawa oleh tareqat Negri Sembilan khususnya oleh syaikh Fu'ad al-Rembawi dgn pelancaran buku yg disemak oleh beliau sendiri, berjodol "KeIslaman ayahanda dan bonda RasuluLlah SAW, terbitan Sofa, Ampang Selangor, 2005. Buku tsb ditulis oleh muridnya Mujahid Abdul Wahab, Universitas al-Azhar, tanta. Doktrin keimanan ayahandabonda Nabi ini katanya disahkan oleh Dr Sayyid Alawi alMakki dan dikatakan berasal dari ajaran Imam Jalaludin al-Syuyuthi. Apakah berasas dakwaan mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ali bin Sulthan Muhammad al-Qari (w. 1014 H, wafat di Mekah)berkata, kekafiran dua ibubapa Nabi saw adalah ijma' ulama salaf dan memang benar isu keislaman ibubapa Nabi itu dimulakan oleh al-Syuyuthi. Berkata Siddiq Hasan Khan (al-Hiththah (220), adapun perihal keIslaman ibubapa nabi adalah dari pena al-syuyuthi yang menyibukkan diri dalam menukilkan hukum2 dari hadith2 lemah dan hikayat serta manaqib yang mana ia tidak memberi faedah apa pun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ijma' kaum salaf boleh didapati dalam kitab Fiqh al-Akbar karya Imam Abu Hanifah, ms 134, cetakan Delhi.&lt;br /&gt;Antara dalil hadith ialah hadith dari Anas, ada seorang bertanya RasuluLlah saw, "di manakah ayahku?"Maka RasuluLlah menjawab,"ayahmu di Neraka. " lalu orang itu pergi dengan kesedihan, lantas Nabi memanggilnya kembali dan bersabda,""sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka." HR Muslim (1/191, kitab al-Iman, no 203)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumusan: Mereka yang mengatakan keIslaman ibubapa Nabi adalah membawa takwilan Imam Syuyutii. Takwil itu menyalahi ijma' ulama salaf, seperti mana dijelaskan oleh Imam Abu Hanifah dan disyarah oleh Mulla ali al-Qari dan Siddiqh Hasan Khan. sekian WA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-8596046661039120422?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/8596046661039120422/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/mendoakan-ibu-nabi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/8596046661039120422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/8596046661039120422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/mendoakan-ibu-nabi.html' title='Mendoakan Ibu Nabi'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-3046125405472537917</id><published>2009-01-23T21:24:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T21:25:32.961+08:00</updated><title type='text'>Tauhid Mulkiyah/Hakimiyah.</title><content type='html'>Assalamualaikum w.b.t kpd ahli panel,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sy nak tanya, apa pndgn ttg pembahagian Tauhid Mulkiyah/Hakimiyah, adakah pembahagian ini dibolehkan??..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerana ada juga segelintir ulama' yg m'bidaahkan pembahagian tauhid ini, kata nya puak khawarij je yg bahagi mcm ni. Betul ke??...&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al-Jawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pecahan akidah salaf ialah tiga sahaja:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. tauhid Rububiyah atau Tauhid Khaliqiah atau tawhid ma'rifat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalilnya: al-Ankabut: 61 (dan jika kamu tanya mereka siapakah yang telah menciptakan langit, bumi serta menundukkan matahari dan bulan, pasti mereka akan berkata: Allah!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tauhid Ubudiah/ilahiyah/Uluhiyah atau Tawhid Ibadah&lt;br /&gt;dalilnya : al-Fatihah ayat 5 (Hanya kepada Dikau yang kami sembah dan hanya kepada Dikau yang kami pohon pertolongan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Tawhid asmaa'was Sifaat atau tawhid menyucikan Allah&lt;br /&gt;Dalil: Dia mempunyai nama-nama yang paling indah (Thahaa: 08)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pembahagian kepada tawhid Mulkiah atau Hakimiyah adalah bid'ah dan tidak dikenali oleh salaf. Lafaz ini tidak ada sumber dan asal usulnya dan kalau kita selusuri maksud kalimah mulkiah dan hakimiah, maka ia mencakupi tawhid Uluhiyah jua (Dr Nasy al-Aql, Samahah syaikh ben Baz, Harian al-Muslimoon, , no 639, 2 May 1997, Kuwait)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama-ulama Bilad alharam membid' ahkan pembahagian tawhid kepada empat (tawhid mulkiah) dan kemungkinan ia berasal dari kaum Khawarij. sekian WA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-3046125405472537917?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/3046125405472537917/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/tauhid-mulkiyahhakimiyah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/3046125405472537917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/3046125405472537917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/tauhid-mulkiyahhakimiyah.html' title='Tauhid Mulkiyah/Hakimiyah.'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-3264047942999529486</id><published>2009-01-23T21:23:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T21:24:33.421+08:00</updated><title type='text'>Istiqamah</title><content type='html'>Salam Panel al Ahkam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah konsep 'istiqamah' menurut sunnah. Adakah kriteria2 tertentu utk mencapai tahap tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon panel juga menyenarai pendek apa2 langkah yg perlu kearah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;************&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;wa'alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami akan cuba menjawab soalan Hasry dengan kadar kemampuan yang ada, Insya-Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istiqamah secara umum adalah melakukan sesuatu perkara dengan konsisten dan bersungguh-sungguh. Istiqamah didalam Islam bermaksud berada didalam jalan yang lurus dan berpegang teguh kepadanya. Firman Allah swt :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ. نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ. نُزُلًا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ.&lt;br /&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang menegaskan keyakinannya dengan berkata: Tuhan kami ialah Allah, kemudian mereka tetap teguh di atas jalan yang betul, akan turunlah malaikat kepada mereka dari semasa ke semasa (dengan memberi ilham): Janganlah kamu bimbang (dari berlakunya kejadian yang tidak baik terhadap kamu) dan janganlah kamu berdukacita dan terimalah berita gembira bahawa kamu akan beroleh Syurga yang telah dijanjikan kepada kamu. Kamilah penolong-penolong kamu dalam kehidupan dunia dan pada hari akhirat dan kamu akan beroleh pada hari akhirat apa yang diingini oleh nafsu kamu, serta kamu akan beroleh pada hari itu apa yang kamu cita-citakan mendapatnya. (Pemberian-pemberian yang serba mewah itu) sebagai sambutan penghormatan dari Allah Yang Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani!" [Fushilat : 30-32].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istiqamah juga merupakan perkara penting dalam Islam. Diriwayatkan oleh Sufian al-Thaqafi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الثَّقَفِيِّ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قُلْ لِي فِي الْإِسْلَامِ قَوْلًا لَا أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا غَيْرَكَ قَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ بَعْدَكَ قَالَ قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ&lt;br /&gt;"Aku berkata, Ya Rasulullah, katakanlah kepadaku mengenai Islam dalam satu perkataan dimana aku tidak bertanya sesiapa melainkan engkau (menurut Abu Mua'wiyah dia berkata : sesiapa selepas kamu). Baginda berkata : Beriman dengan Allah kemudian beristiqamah" [Musnad Ahmad 14869].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istiqamah mempunyai pelbagai makna. Ia boleh bermaksud lurus, jalan yang lurus, berada teguh diatas prinsipnya dan tidak putus asa walaupun dibawah kesukaran atau cabaran. Ada juga ulama' yang mengatakan istiqamah bermaksud ikhlas dan melakukan perkara baik tidak kira dimana sahaja dia berada. Bagi mereka yang beristiqamah, Allah telah menjanjikan ganjarannya dihri akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai sesuatu amalan itu tidaklah dilhat pada quantitinya, tetapi ia dinilai dari aspek keikhlasan dan qualitinya; iaitu ia benar-benar menurut apa yang dikehendaki Allah swt dan juga bertepatan dengan sunnah Nabi saw. Jika kriteria ini dipenuhi, amalan sedkit yang dilakukan secara istiqamah merupakan sebaik-baik amalan. Sabda Nabi saw :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أحَبّ الأعمالِ إلى اللّه أدومُها وإن قَلّ&lt;br /&gt;"Amalan yang paling disukai Allah adalah yang berpanjangan walaupun sedikit" [Hadith Muttafaq 'alaih].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkut adalah contoh pembahagian Istiqamah dan amalannya (petikan dari buku - Dr Muhammad Zaki . Istiqamah.cet ke 3. 1999 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Istiqamah dalam diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Niat kerana Allah&lt;br /&gt;- Ikhlas&lt;br /&gt;- Taqwa&lt;br /&gt;- Cinta kepada Allah dan Rasul&lt;br /&gt;- Bertaubat&lt;br /&gt;- Jihad Nafsu&lt;br /&gt;- Redha&lt;br /&gt;- Sabar&lt;br /&gt;- Tawakkal&lt;br /&gt;- Qanaah, Zuhud&lt;br /&gt;- Khauf (Takut) kepada Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Istiqamah didalam Usul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Berpegang kepada Kitab Allah&lt;br /&gt;- 'ittiba' dengan sunnah Nabi saw&lt;br /&gt;- Sentiasa besama Jamaah&lt;br /&gt;- Tidak taat kepada Makhluk untuk bermaksiat kepada Allah&lt;br /&gt;- Mengambil Ruhsah dengan kadarnya&lt;br /&gt;- Taisir&lt;br /&gt;- Menjauhi Bid'ah&lt;br /&gt;- Berbeza dengan Ahli Batil&lt;br /&gt;- Menguasai (itqan) amalan&lt;br /&gt;- Memunafaatkan waktu / masa&lt;br /&gt;- Berpanjangan dengan amalam soleh walaupun sedikit&lt;br /&gt;- Berlapang dengan ikhtilaf (perbezaan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Istiqamah didalam Ibadat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Menjaga amalan fardu&lt;br /&gt;- Muraqabah (Memeriksa diri)&lt;br /&gt;- Sentiasa menjaga solat&lt;br /&gt;- Sentiasa menjaga kebersihan&lt;br /&gt;- Mengeluarkan Zakat&lt;br /&gt;- Berpuasa dalam bulan Ramadhan&lt;br /&gt;- Haji di Baitullah&lt;br /&gt;- Jihad fi Sabilillah&lt;br /&gt;- Membaca al-Quran&lt;br /&gt;- Menuntut Ilmu&lt;br /&gt;- Berpanjangan mengingati Allah&lt;br /&gt;- Berdo'a&lt;br /&gt;- Memperbanyakkan selawat keatas Nabi saw&lt;br /&gt;- Melakukan pekerjaan Ma'ruf dan mencegah kemungkaran&lt;br /&gt;- Memikir tentang kejadian/ciptaan Allah&lt;br /&gt;- Sentiasa bersyukur&lt;br /&gt;- Sentiasa berlaku baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Istiqamah didalam menjauhi Maksiat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Menjauhi dosa-dosa&lt;br /&gt;- Menjauhi dari derhaka kepada kedua ibu bapa&lt;br /&gt;- Menjauhi 7 dosa-dosa besar - Syirik, Sihir, Membunuh nyawa tanpa hak, makan Riba, makan harta anak Yatim, lari dari peperangan dan menuduh wanita beriman berzina.&lt;br /&gt;- Menjauhi Zina, minum Arak dan Mencuri&lt;br /&gt;- Menjauhi berdusta keatas Nabi saw&lt;br /&gt;- Menjauhi melakukan Zalim&lt;br /&gt;- Adil sesama rakyat&lt;br /&gt;- Membezakan diantara Lelaki dan Wanita&lt;br /&gt;- Menjauhi judi&lt;br /&gt;- Menjauhi Kianat dan Berbohong&lt;br /&gt;- Mencintai sahabat Nabi dan keluarganya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 Istiqamah didalam Adab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sidiq / Benar&lt;br /&gt;- Malu&lt;br /&gt;- Menjaga lidah&lt;br /&gt;- Memperbaiki Akhlak&lt;br /&gt;- Menjauhi Marah&lt;br /&gt;- Memaafkan&lt;br /&gt;- Tawaduk&lt;br /&gt;- Meninggalkan perkara yang tidak berguna&lt;br /&gt;- Menjaga Mata / Penglihatan&lt;br /&gt;- Pemurah&lt;br /&gt;- Meninggalkan berdebat / berjidal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Istiqamah didalam Muamalat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mencintai manusia sebagaimana mencintai diri sendiri&lt;br /&gt;- Mencinta kerana Allah&lt;br /&gt;- Pemberi Nasihat&lt;br /&gt;- Adil&lt;br /&gt;- Menghubungkan Silatul Rahmi&lt;br /&gt;- Berbaik dengan Jiran&lt;br /&gt;- Isteri mentaati suami&lt;br /&gt;- Amanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Istiqamah dengan Tazkiyah Nafsu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mengelak syubhat&lt;br /&gt;- Menjauhi Riya'&lt;br /&gt;- Menjauhi Ujub dan Takabur&lt;br /&gt;- Muhasabah diri&lt;br /&gt;- Takut kepada dosa-dosa&lt;br /&gt;- Menjauhi sifat hasad&lt;br /&gt;- Mengingati Mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian, wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-3264047942999529486?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/3264047942999529486/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/istiqamah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/3264047942999529486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/3264047942999529486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/istiqamah.html' title='Istiqamah'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-6890077156181819967</id><published>2009-01-23T21:21:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T21:23:37.470+08:00</updated><title type='text'>Masalah Pukau</title><content type='html'>Salam&lt;br /&gt;sejak kebelakangan ini byk berlaku kes pukau sama ada di kg atau pun bandar, org kaya atau pun miskin semua menjadi mangsa asalkan ada brg yang menjadi tarikan para pengamal pukau..masyarakat mula bimbang dan risau.. &lt;br /&gt;dan saya telah mendapat satu risalah ttg bagaimana nak hindarkan diri drpd ilmu pukau, atau dengan kata lain sbg pendinding diri..&lt;br /&gt;antara lain dlm risalah tersebut yang dikeluarkan oleh seorang yang bergelar usatz dari sebuah pusat perubatan islam ialah "..hendaklah kita membaca surah yasin selepas solat maghrib tujuh malam berturut2 dan bacaan itu dihembuskan ke sebekas air. dan hendaklah iar yang telah dihembuskan dengan bacaan suray yasin itu disiram ke rumah bermula dari satu tempat ke kanan, dikelilingi rumah tersebut sehingga berjumpa dengan tempat permulaan semula..dan selepas itu, keluar ke halaman rumah dan azan dengan menghadap rumah pada waktu solat sebagai amalan agar tidak dipukau..". ada juga yang mengamalkan bacaan “ bismillahillazi la yadhurru ma’asmihi syai’un fil ardi wala fissama’.wahuwassami’ul alim” dan juga bacaan “waja’alna min baini aidihim saddan wamin khalfihim saddan….” (surah yasin) bagi mengelakkan diri daripada dipukau atau disihir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;soalan saya: eeeeek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) apakah sumber amalan (kaifiat) sebagai mana yang dinyatakan dalam risalah berkenaan,sekiranya ada? Sekiranya tiada, apakah pula hukum sekiranya kita beramal dengannya?&lt;br /&gt;2) Adakah terdapat amalan sahih daripada Nabi S.A.W bagi mengelakkan pukau atau sihir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**************&lt;br /&gt;g@y@t&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Allah ta'ala 'alam. Sepanjang pengetahuan ana, apa yg dijelaskan kaifiatnya di atas, tidak tsabit dari al-Qur'an dan sunnah. Dan menetapkan cara sedemikian rupa tidak ada asal dalam agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Bahkan ada. Dalam hadis ada mengisahkan perihalnya. Antara yang paling jelas adalah membaca ayatul kursi sptmana diriwayatkan oleh anNasai dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, membaca surah alikhlas dan muawizatain(alfalaq dan annas) jg termasuk dalam sunnah dalam konteks melindungi diri dari gangguan syaitan sptmana mana yg diriwayatkan dalam bukhari dan kitab sunan yang lainnya. (Wahbah alZuhaili: tafsir almunir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan sedikit. Berikut adala beberapa bacaan dari al-Quran yang boleh dijadikan amalan (bacaan harian) bagi mencegah dan merawat sihir sebagaimana yang pernah di syarahkan oleh bekas Mufti Besar Arab Saudi, Syeikh Abdul Aziz bin Baaz rh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Surah al-Baqarah : 255 / Ayat Kursi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: {اللّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاء وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ} [البقرة 255].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Surah al-'Araf : 117 hingga 122&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{وَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى أَنْ أَلْقِ عَصَاكَ فَإِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ، فَوَقَعَ الْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ، فَغُلِبُواْ هُنَالِكَ وَانقَلَبُواْ صَاغِرِينَ، وَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سَاجِدِينَ، قَالُواْ آمَنَّا بِرِبِّ الْعَالَمِينَ، رَبِّ مُوسَى وَهَارُونَ} [الأعراف 117-122].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Surah Yunus : 79 hingga 82&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{وَقَالَ فِرْعَوْنُ ائْتُونِي بِكُلِّ سَاحِرٍ عَلِيمٍ، فَلَمَّا جَاء السَّحَرَةُ قَالَ لَهُم مُّوسَى أَلْقُواْ مَا أَنتُم مُّلْقُونَ، فَلَمَّا أَلْقَواْ قَالَ مُوسَى مَا جِئْتُم بِهِ السِّحْرُ إِنَّ اللّهَ سَيُبْطِلُهُ إِنَّ اللّهَ لاَ يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِينَ، وَيُحِقُّ اللّهُ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ} [يونس 79-82].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Surah Tha Ha : 65 hingga 70]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{قَالُوا يَا مُوسَى إِمَّا أَن تُلْقِيَ وَإِمَّا أَن نَّكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَلْقَى، قَالَ بَلْ أَلْقُوا فَإِذَا حِبَالُهُمْ وَعِصِيُّهُمْ يُخَيَّلُ إِلَيْهِ مِن سِحْرِهِمْ أَنَّهَا تَسْعَى، فَأَوْجَسَ فِي نَفْسِهِ خِيفَةً مُّوسَى، قُلْنَا لا تَخَفْ إِنَّكَ أَنتَ الأَعْلَى، وَأَلْقِ مَا فِي يَمِينِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَعُوا إِنَّمَا صَنَعُوا كَيْدُ سَاحِرٍ وَلا يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ أَتَى، فَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سُجَّدًا قَالُوا آمَنَّا بِرَبِّ هَارُونَ وَمُوسَى} [طه 65-70].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Surah al-Kafirun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ، لا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ، وَلا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ، وَلا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ، وَلا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ، لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ}.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Surah al-Ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، اللَّهُ الصَّمَدُ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ، وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ}.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Surah al-Falaq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، مِن شَرِّ مَا خَلَقَ، وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ، وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ، وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ}.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Surah al-Nas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ، مَلِكِ النَّاسِ، إِلَهِ النَّاسِ، مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ، الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ، مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ}.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petikan : Majmu' Fataawa Samaahah alSyeikh Abdul Aziz bib Abdullah bin Baaz : Fatwa Aqidah - 2. susunan Dr Abdullah bin Ahmad al-Thayyaar. Riyad : Daar al-Watan, 1995. ms 649.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-6890077156181819967?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/6890077156181819967/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/masalah-pukau.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/6890077156181819967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/6890077156181819967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/masalah-pukau.html' title='Masalah Pukau'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-8837816386691672674</id><published>2009-01-23T21:20:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T21:21:56.335+08:00</updated><title type='text'>Tawassul Di Kubur Nabi</title><content type='html'>Saya ada mendengar ceramah yang diberi oleh seorang hamba Allah.&lt;br /&gt;Antara ucapan beliau yang menarik perhatian saya ialah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam musnad imam Ahmad ada menyatakan ada seorang sahabat meletakkan muka beliau keatas makam nabi dan menangis2. Lalu datanglah Marwan Al-Hakam dan menarik sahabat itu. Rupa2nya sahabat itu ialah Abu Ayyub Al-Ansari."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Daripada Imam Ibnu Hajar al-Asqalani (fathul Bari) dan Imam Baihaqi.&lt;br /&gt;seorang sahabat bernama bilal (bukan yg bin Rabah) datang ke makam Rasulullah semasa zaman kesulitan (satu masa dalam zaman Umar). Lalu beliau berdiri disisi makam nami lalu menyeru ya Rasulullah. Lalu belaiu mengadu masalah kesulitan yg berlaku kepada nabi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;daripada 2 pernyataan ini penceramah menyatakan boleh bertawassul kepada nabi dan org2 soleh walaupun sudah mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;soalannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Benarkah kenyataan tersebut di atas diucapkan oleh Imam2 berkenaan?  agak sukar bagi Hamba untuk mencari kerana tidak belajar dalam bidang agama dan tidak pula memiliki kitab2 berkenaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Jika benar, adakah maksud daripada hadis berkenaan bukan merujuk kepada twassul?&lt;br /&gt;_______________&lt;br /&gt;thtl&lt;br /&gt;al-Jawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kisah Marwan alHakam dan Abu Ayyub ni kami tak dapat nak pastikan kesahihannya. ini kerana Abu Ayyub wafat ketika era pemerintahan Yazid bin Mu'awiyah dan dikuburkan di Kota Istanbul (wafat tahun 51 H), manakala Marwan mengambil alih teraju Dinasti Ummayah selepas kewafatan Yazid. Kisah Abu Ayyub menangis di pusara Nabi bukanlah dalil tawassul jika kisah ini benar. Ini kerana di zaman sahabat permasalahan tawassul di kubur tidak pernah berlaku. Bid'ah tawassul di kubur wali ni berlaku pada zaman kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kisah Bilal bin Harith alMazny datang bertawassul ke kubur Nabi saw adalah kisah dha'if. kerana dalam rantaian sanadnya terdapat perawi bernama Malik adDar yang majhul (perawi yg tidak dikenali). Demikian kata al-Albani dalam kitabnya tawassul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perbahasan tentang tawassul kepada orang yg sudah wafat di kuburnya (termasuk Nabi dan para wali) sudah banyak kali dibahaskan. Sila browse atau search al-Ahkam guna search word,"tawassul' sekian WA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-8837816386691672674?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/8837816386691672674/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/tawassul-di-kubur-nabi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/8837816386691672674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/8837816386691672674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/tawassul-di-kubur-nabi.html' title='Tawassul Di Kubur Nabi'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-709998141319712109</id><published>2009-01-23T21:18:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T21:19:56.595+08:00</updated><title type='text'>Baru Masuk Islam Terapuskah Segala Dosa</title><content type='html'>Assalamu alaikum...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel al-ahkam.net yg dihormati,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah segala dosa2 non-muslim yang baru sahaja memeluk ISLAM diampunkan SEGALAnya? Sehingga menyebabkannya tidak berdosa umpama bayi. Atau pengampunan dosa itu hanya dosa2nya dengan ALLAH eg syirik dsbnya, sedangkan dosa2nya dengan makhluq tetap perlu dimaafkan oleh makhluq itu? eg mencuri, menfitnah dsbnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dalil yang boleh dikaitkan dengan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih.&lt;br /&gt;waAllahu ta'ala a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***********&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Kami akan cuba menjawab soalan shahnor77 dengan kadar yang termampu, Insya-Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Abbas ra. ada meriwayatkan beberapa orang musyrikin yang pernah terlibat membunuh ramai orang, melakukan zina dan sebagainya, datang kepada Nabi saw dan berkata :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ الَّذِي تَقُولُ وَتَدْعُو لَحَسَنٌ وَلَوْ تُخْبِرُنَا أَنَّ لِمَا عَمِلْنَا كَفَّارَةً فَنَزَلَ قول الله تعالى :&lt;br /&gt;"Sesungguhnya apa yang engkau kata dan sampaikan adalah Baik, dan kalaulah kamu khabarkan kami mengenai apa-apa kifarah/pengampunan atas apa yang telah kami lakukan. Maka Allah pun menurutkan ayat berikut" :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ. وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ. وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ. أَنْ تَقُولَ نَفْسٌ يَا حَسْرَتَا عَلَى مَا فَرَّطْتُ فِي جَنْبِ اللَّهِ وَإِنْ كُنْتُ لَمِنَ السَّاخِرِينَ. أَوْ تَقُولَ لَوْ أَنَّ اللَّهَ هَدَانِي لَكُنْتُ مِنَ الْمُتَّقِينَ, أَوْ تَقُولَ حِينَ تَرَى الْعَذَابَ لَوْ أَنَّ لِي كَرَّةً فَأَكُونَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ. بَلَى قَدْ جَاءَتْكَ آيَاتِي فَكَذَّبْتَ بِهَا وَاسْتَكْبَرْتَ وَكُنْتَ مِنَ الْكَافِرِينَ.&lt;br /&gt;(53) Katakanlah (wahai Muhammad): Wahai hamba-hambaKu yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri (dengan perbuatan-perbuatan maksiat), janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, kerana sesungguhnya Allah mengampunkan segala dosa; sesungguhnya Dialah jua Yang Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.&lt;br /&gt;(54) Dan kembalilah kamu kepada Tuhan kamu dengan bertaubat, serta berserah bulat-bulat kepadaNya, sebelum kamu didatangi azab; kerana sesudah itu kamu tidak akan diberikan pertolongan.&lt;br /&gt;(55) Dan turutlah Al-Quran sebaik-baik (panduan hidup) yang diturunkan kepada kamu dari Tuhan kamu, sebelum kamu didatangi azab secara mengejut, sedang kamu tidak menyedarinya.&lt;br /&gt;(56) (Diperintahkan demikian) supaya jangan seseorang (menyesal dengan) berkata: Sungguh besar sesal dan kecewaku kerana aku telah mencuaikan kewajipan-kewajipanku terhadap Allah serta aku telah menjadi dari orang-orang yang sungguh memperolok-olokkan (agama Allah dan penganut-penganutnya)!&lt;br /&gt;(57) Atau berkata: Kalaulah Allah memberi hidayat petunjuk kepadaku, tentulah aku telah menjadi dari orang-orang yang bertakwa!&lt;br /&gt;(58) Atau berkata semasa dia melihat azab: Kalaulah aku dapat kembali ke dunia, nescaya menjadilah aku dari orang-orang yang mengerjakan kebaikan!&lt;br /&gt;(59) (Kata-kata yang tersebut ditolak oleh Allah dengan firmanNya): Bahkan telahpun datang kepadamu ayat-ayat petunjukKu (melalui RasulKu), maka engkau telah mendustakannya serta engkau berlaku sombong angkuh mengenainya dan engkau telah menjadikan dirimu dari orang-orang yang kufur ingkar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- surah al-Zumar 39:53-59.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam sebuah riwayat oleh Imam Ahmad rh. menyatakan bahawa : Amr ib al-'Aas ra. merupakan seorang yang pernah melakukan syirik, dosa dan merupakan musuh Allah. Dia berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَمَّا أَلْقَى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي قَلْبِي الإِسْلامَ قَالَ أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيُبَايِعَنِي فَبَسَطَ يَدَهُ إِلَيَّ فَقُلْتُ لا أُبَايِعُكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ حَتَّى تَغْفِرَ لِي مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِي قَالَ فَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا عَمْرُو أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ الإِسْلامَ يَجُبُّ مَا كَانَ قَبْلَهُ مِنْ الذُّنُوبِ&lt;br /&gt;"Tatkala Allah meletakkan Islam kedalam hatiku, aku telah pergi berjumpa Nabi saw untuk menyampaikan bai'ahnya kepadanya. Bagindapun membuka tangannya kearah aku, tetapi aku berkata : Aku tidak akan berbai'ah kepadamu Ya Rasulullah, sehingga engkau mengampunkan dosaku yang lepas. Rasulullah saw bersabda kepada ku : Amr, Tidakkah engkau tahu bahawa Islam menghapuskan apa-apa dosa sebelumnya" [Riyawat Imam Ahmad, #17159].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam riwayat Muslim pula meriwayatkan bahawa Amr ibn al-'Aas ra. berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَمَّا جَعَلَ اللَّهُ الإِسْلامَ فِي قَلْبِي أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقُلْتُ : ابْسُطْ يَمِينَكَ فَلأُبَايِعْكَ . فَبَسَطَ يَمِينَهُ ، قَالَ : فَقَبَضْتُ يَدِي . قَالَ : مَا لَكَ يَا عَمْرُو ؟ قَالَ : قُلْتُ : أَرَدْتُ أَنْ أَشْتَرِطَ . قَالَ : تَشْتَرِطُ بِمَاذَا ؟ قُلْتُ : أَنْ يُغْفَرَ لِي . قَالَ : أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ الإِسْلامَ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ .&lt;br /&gt;"Tatkala Allah menjadikan Islam didalam hatiku, Aku telah datang kepada Nabi saw dan baginda bersabda : Berikan tangan kananmu agar aku dapat berba'iah bersama kamu. Baginda memberi tangannya dan aku menarik balik tanganku. Baginda Berkata : Kenapa dengan kamu Ya Amr?. Aku berkata : Aku ingin letakkan syarat. Baginda berkata : Hendak bersyaratkan dengan apa? Aku berkata : Agar mengampunkan dosaku. Baginda bersabda : Tidakkah engkau tahu bahawa Islam menghapuskan apa-apa dosa sebelumnya?" [Hadith Riwayat Muslim, #121]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al-Nawawi rh. didalam mensyarahkan hadith ini mengatakan bahawa Islam menghapuskan dan membersihkan semua dosa-dosa orang yang memeluk agama Islam. Maka jelas menurut dalil diatas bahawa Allah swt akan mengampunkan semua dosa seseorang yang masuk Islam. WA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian, wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/837585303844731824-709998141319712109?l=qaasasaqidahtauhid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/feeds/709998141319712109/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/baru-masuk-islam-terapuskah-segala-dosa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/709998141319712109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/837585303844731824/posts/default/709998141319712109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qaasasaqidahtauhid.blogspot.com/2009/01/baru-masuk-islam-terapuskah-segala-dosa.html' title='Baru Masuk Islam Terapuskah Segala Dosa'/><author><name>aizuddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12680683194869917727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-837585303844731824.post-4122250733489849143</id><published>2009-01-23T21:17:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T21:18:14.200+08:00</updated><title type='text'>Qarin</title><content type='html'>Salam,&lt;br /&gt;diminta panel ahkam jelaskan apa itu'Qarin'? Mmg lagi bertambah keliru dgn emel pasal 'Qarin' ni. Takut syirik je.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;kamin&lt;br /&gt;Panel Feqh&lt;br /&gt;wa'alaikumussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Kami akan cuba menjawab soalan Islah dengan kadar kemampuan yang ada, Insya-Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qarin adalah sejenis Jin yang berdamping dengan manusia, dan menghasut manusia kearah kejahatan, melainkan Qarin Nabi:saw yang telah ditundukkan. Firman Allah swt:-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالَ قَرِينُهُ رَبَّنَا مَا أَطْغَيْتُهُ وَلَكِنْ كَانَ فِي ضَلالٍ بَعِيدٍ . قَالَ لا تَخْتَصِمُوا لَدَيَّ وَقَدْ قَدَّمْتُ إِلَيْكُمْ بِالْوَعِيدِ . مَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ وَمَا أَنَا بِظَلامٍ لِلْعَبِيدِ&lt;br /&gt;(Semasa dia dihumbankan ke dalam Neraka Jahanam, dia mendakwa bahawa Syaitanlah yang menjadikan dia sesat; pada saat itu) Syaitan yang sentiasa menyertainya (di dunia dahulu) berkata: Wahai Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi sememangnya dia sendiri berada di dalam kesesatan yang jauh terpesong. Allah berfirman: Janganlah kamu berbalah lagi di hadapanKu, (tidak ada gunanya berbalah pada masa Aku membuat keputusan); padahal (kamu sedia mengetahui bahawa) Aku dahulu telah memberi amaran kepada kamu (akan menyeksa orang-orang yang bersalah). KeputusanKu itu tidak dapat diubah atau ditukar ganti dan Aku tidak sekali-kali berlaku zalim kepada hambaKu. [Surah Qaf : 27-29].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ibn Kathir rh, ayat "(Qarin) Syaitan yang sentiasa men
